Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 119


__ADS_3

Ting..


Bunyi pesan masuk dari ponsel Ayyub. Segera ia meraih ponsel keluaran terbaru itu dan segera ia membuka pesan yang ternyata dari asisten Neera.


Seketika matanya melebar seakan tidak percaya dengan kabar yang baru saja diterimanya.


"Siang Pak. Mohon maaf sebelumnya pak. Model atas nama Hanna Febiola sama sekali tidak memiliki kerja sama dengan kami dan dapat dipastikan bahwa Ibu Bos tidak saling kenal dengannya. Bahkan dia adalah model yang sudah kami blacklist dari daftar" isi pesan singkat itu.


Merasa masih penasaran Ayyub segera izin sejenak untuk menghubungi seseorang pada keluarganya yang tengah berkumpul di satu meja.


"Halo" begitulah salam pembuka Ayyub.


"Hallo Pak, ada yang bisa saya bantu" Asisten Neera.


"Apa benar kabar yang kamu berikan tadi ?" Ayyub


"Benar sekali Pak" Asisten Neera.


"Kalau boleh tau kenapa dia masuk ke dalam daftar blacklist ?" tanya Ayyub kembali.


"Kami menemukan bahwa terjadinya kecurangan Pak, model itu bermain belakang dengan search talent kami untuk memuluskan jalannya" jelas Asisten Neera.


"Bermain belakang maksudnya ?" tanya Ayyub memastikan.


"Dia menawarkan tubuhnya dengan orang tersebut agar dipilih menjadi salah satu model Zane tanpa seleksi" Asisten.


"Apakah itu sudah terbukti ?" tanya Ayyub memastikan.


"Benar Pak, saya sendiri bersama Bos yang melihat dan mengecek kejadian tersebut bahkan bukti chat dan video sudah ditangan Ibu Bos. Diisamping itu mantan search talent kami juga sudah buka suara memberikan pernyataanya sebelum akhirnya diberhentikan Bu Bos" jelas Asisten Neera kembali.


"Baiklah, kalau begitu berarti Bos kalian sudah mengetahui model ini ya ?" tanya Ayyub lagi.


"Sudah Pak, saya sendiri yang menyelidiki latar belakangnya dan menyerahkan kepada Bos, ternyata sudah banyak sekali kecurangan yang dilakukan hal ini sangat mengotori citra para model. Akan tetapi Bos bilang untuk tidak melaporkannya cukup kita blacklist saja tanpa memberi tahu alasannya pada pihak luar" jelas sang Asisten sekali lagi.


"Baiklah, kalau begitu saya minta tolong kamu kirimkan beberapa bukti kecurangannya yang kalian dapatkan dan juga foto yang sempat kamu ambil saat dinner tanpa ada aku, Bos dan triplets" titah Ayyub lagi.


"Baik Pak, akan saya kirimkan" jawab cepat si Asisten.


"Ya, terima kasih. Selamat tinggal" akhir Ayyub.


"Baik Pak, selamat tinggal" putus Asisten Neera.


Ayyub menarik napas panjang, sungguh tidak menyangka ternyata Hanna sudah sejauh itu. Tidak mengherankan jika kariernya cepat sekali melejit ternyata tidak terlepas dari hal ini.

__ADS_1


Awalnya ada terbesit kecurigaan Ayyub bahwa Neera memblacklist Hanna karena alasan pribadi. Neera memang sudah tau bahwa Hanna adalah orang yang dijodohkan dengannya.


Sempat Ayyub berbunga saat tau jika pemikirannya benar. Ternyata Neera sangat cemburu padanya, begitulah harapan Ayyub.


Tidak disangka bahwa alasan sesungguhnya adalah ini. Memang begitulah Neera, sikap profesionalitasnya tidak perlu diragukan lagi. Jarang sekali ia mencampurkan hal pribadi dengan pekerjaan. Bahkan terhitung tidak pernah sejauh yang ia tau.


Meski demikian Neera tetap saja menyimpan sendiri keburukan seseorang meskipun ia memiliki bukti yang kuat. Bukankah seharusnya Neera memiliki banyak kesempatan untuk menceritakan hal ini pada Ayyub.


Tetapi Neera tetap menjaga hal ini untuk dirinya sendiri dan membiarkan orang lain tau dengan sendirinya sama halnya dengan empat tahun yang lalu.


Saat itu kejadian dirinya dan Vina juga demikian, ia memilih menyimpannya sendiri dan membawa luka itu. Padahal ia juga bisa menceritakannya. Begitulah istrinya jika tidak begitu bukan Neera namanya.


Setelah mendapatkan bukti yang dimaksud Ayyub kembali ke meja mereka dan akan mencari moment yang pas untuk menghentikan perjodohan yang merepotkan ini.


Ternyata di meja itu masih membicarakan seputar perempuan hebat dan barang branded yang baru saja dikeluarkannya. Apalagi jika para perempuan itu masih berusaha keras untuk mendapatkannya.


Tapi apa mau dikata, Ayyub juga sudah tidak ada muka untuk meminta hal itu pada Neera. Meskipun Neera istrinya tetapi dalam hal perusahaan ia sama sekali tidak ikut campur dan Ayyub sendiri tau dengan sifat konsisten dan prinsip Neera.


Lagian sudah terlalu banyak Neera berkorban dan mengalah bahkan secara tidak langsung melukai perasaannya demi keluarganya. Tidak seharusnya perempuan seberharga Neera mengalami hal ini.


Sampai saat ini masih mau menerimanya sudah merupakan suatu keajaiban. Apalagi harus mengalah kembali. Ayyub bahkan tidak sanggup membayangkannya. Apakah memang Neera masih sanggup bersamanya. Apakah Neera akan bertahan lagi.


Tentu dia tidak lupa hal yang baru saja terjadi. Neera kembali mengalah dan menggunakan caranya untuk mendukung Ayyub membuat pilihan bahkan Ayyub sendiri tidak menyadari itu.


"Ayyub, bisa gak kamu kasih kita kontak Zee ?" todong sang kakak tiba-tiba yang membuat Ayyub tersadar dari lamunannya.


"Hah ?! buat apa ?" tanya Ayyub kaget.


"Yah mau hubungi dia saja, mana tau bisa dekat dan syukur-syukur bisa dapat seri selanjutnya" jawab sang kakak.


"Apa jangan-jangan kakak juga tidak punya nomornya Ms. Zee, apa alasan yang sama juga dengan Kak Hanna, hilang karena hp kakak rusak. Kalau Kak Hanna aku masih percaya karena mereka besar kemungkinan terlibat dalam kerja sama kalau kakak yang beralasan begitu aku tidak yakin" cerocos Nola.


"Oh ya, kamu juga memiliki nomor Zee. Aku sangat kagum padamu. Aku saja saat itu setengah mati mendapatkannya karena setau ku dia tidak pernah memberikan nomor pribadinya pada orang lain jika itu bukan hal penting. Bahkan jika berurusan dengannya harus melalui asisten terlebih dahulu. Aku sendiri terkadang harus menghubungi asistennya jika memiliki keperluan dengannya" jelas Ayyub dengan nada yang dibuat kagum.


Kali ini ia banyak bicara untuk memancing lawan bicaranya. Benar saja meski tidak terlihat jelas Hanna terlihar pucat dan sedikit salah tingkah.


"Benarkah, apakah sebegitu sulitnya ?" tanya mama Ayyub penasaran.


"Iya ma, aku saja sampai harus menunggu jika ingin menghubunginya ?" balas Ayyub dengan semangatnya.


Sementara seorang pria paruh baya yang menjadi kepala keluarga itu duduk tenang sembari mengulum senyum penuh arti melihat sandiwara anaknya yang sangat menghibur menurutnya.


"Wah.., berarti hebat sekali Hanna bisa berteman dengannya bahkan bisa dikatakan dekat. Sampai diajak dinner segala padahal waktu itu ia sudah menolak tawaran untuk menjadi modelnya" puji mama Hanna menampakkan kepongahannya.

__ADS_1


"Banarkah ? Apakah dinner di restoran di dekat Menara Eiffel malam tadi ?" tanya Ayyub memancing.


"Iya benar sekali yub, sayang sekali Hanna tidak bisa menggunakan handphone katanya pertemuan itu sangat privasi. Memang eksklusif" bangga sang mama masih menyombong.


"Ohya ? apa benar Hanna. Sayang sekali jangankan undangan kabarnya saja aku tidak dapat dari dia dan kamu secara khusus diajak oleh Zee benar-benar luar biasa" puji Ayyub yang seakan merendah namun menyudutkan Hanna.


"Iya kebetulan saja saat itu. Mau bagaimana lagi banyak sekali yang memintaku menjadi model saat acara fashion week kemarin jadi aku terpaksa menolak tawaran Zane untuk bergabung jadi saat mereka mengundang makan malam aku ikut saja karena tidak enak dan juga sebagai permintaan maafku" tutur Hanna seolah merasa sangat bersalah.


"Baik sekali hatimu, sungguh sangat lembut perasaan putriku ini. Bukankah dia merupakan tipikal wanita idaman untuk dijadikan istri" puji sang Ayah lebih kepada tekanan pada Ayyub dan keluarganya.


"Hanna, apakah acara itu di Le Mourice ya ?" tanya Ayyub tiba-tiba.


"Iya, disana acaranya semalam. Sangat mewah restoran klasik makanannya juga luar biasa" balas Hanna percaya diri.


"Banarkah, tetapi kenapa kamu tidak ikut berfoto dengan team yang lain ?" tanya langsung Ayyub.


"Hah ? apa maksudnya ?" tanya Hanna bingung. Karena setaunya tidak akan ada foto dari yang ia dengar bahwa Bos besar brand kenamaan itu tidak suka ada acara foto-foto.


"Iya, kamu tidak ada difoto ini" ulang Ayyub yang membuat mereka yang ada disana penasaran dengan foto yang dimaksud.


"Tidak mungkin, bahkan Zee tidak suka jika ada acara foto kami bahkan tidak diizinkan menggunakan hp selama disana" sangkal Hanna pada Ayyub.


"Benarkah, lihatlah ini. Aku tidak berbohong" bela Ayyub sembari memperlihatkan gambar yang tadi dikirim asisten Neera.


Ayyub sudah mulai muak dengan sandiwara wanita didepannya itu. Sungguh lihai sekali ia menyembunyikan belangnya. Bahkan hampir saja ia membuat semua orang menyudutkan dirinya jika saja tidak ada foto itu.


Semua orang memperhatikan foto itu dengan seksama.


"Ohiya benar, ini asisten Zee dan model-model yang ikut show dengannya. Tapi seperti ada yang kurang. Tidak ada Zee dan juga tiga balita lucu itu" komen kakak Ayyub.


"Iya, mungkin dia sedang ke toilet atau dia tidak inframe kan tadi Kak Hanna bilang Zee tidak mau difoto" jelas sang adik.


"Bisa jadi" angguk mereka semua menyetujui.


"Ohiya dari mana kamu mendapatkan foto ini ?" tanya sang mama pada Ayyub.


"Oh itu.., aku protes tidak diundang pada asistennya lalu dia baru saja membalasku dengan mengirimi gambar ini" alasan Ayyub.


"Aku jadi ragu, kakak sebenarnya kenal dengan asistennya saja atau dengan Zee nya langsung ?" selidik Nola dengan mulut ceplas ceplosnya.


"Tentu saja kenal dengan dia juga tapi sudah kubilang semua harus lewat asistennya" elak Ayyub.


"Benarkah ?" goda Nola lagi menyeidiki abangnya.

__ADS_1


"Ohiya Hanna apa kamu mendekati Zee juga dari asistennya atau dari Fernando ?" todong Ayyub langsung tanpa mempedulikan pertanyaan sang adik.


__ADS_2