
Dengan baju santai yang bukan sembarang baju, tentu saja baju branded keluaran perusahaan Neera mereka manaiki mobil menuju supermarket yang lumayan jauh dari kediaman orang tua mereka.
Bisa saja mereka pergi ke supermarket terdekat tetapi Ayyub ingin quality time bersama keluarga kecilnya setelah beberapa hari berpisah dengan triplets.
Dengan penuh keceriaan mereka bercerita banyak hal yang mereka lakukan selama ayah dan bundanya pergi. Mereka yang mandiri dan melakukan semua sendiri karena pesan ayah dan bunda agar tidak merepotkan Atuk dan Nana.
Betapa bangga hati Ayyub saat melihat perkembangan buah hatinya yang sangat dicintai. Bahkan setiap hal kecil menjadi perhatian besar bagi Ayyub dan Neera.
Sampai di supermarket ternyata dilantai dua menyediakan permainan anak yang membuat triplets merengek pada ayah dan bundanya untuk pergi kesana.
"Eh eh anak Bunda yang pintar, bilang yang bagus sama Ayahnya Nak" koreksi Neera saat triplets mulai merengek tidak jelas.
"Ayah.., boleh kita main keatas ayah ?" Qee
"Iya ayah, boleh ya ayah..?" rayu Qai.
"Please ayah.." tambah lagi si cantik Qal membuat Ayyub tak kuasa untuk menolak.
Akhirnya satu anggukan membuat ketiganya bersorak dan segera membuka seatbelt dari seat car mereka.
"Calm down babies, be careful" peringat mereka yang langsung dilaksanakan triplets.
Ketiganya bergandengan tangan memasuki pintu supermarket yang kebetulan sedang banyak pengunjung.
Sementara Ayyub dan Neera mengikuti dibelakang setelah menutup pintu mobil dan memastikan semua terkunci.
Tanpa canggung Ayyub meraih tangan Neera dan menggenggam erat telapak mungil istrinya. Bahkan sebagian orang sampai melirik kemesraan yang jarang dipertontonkan di tempat mereka.
"Uda, malu ah. Anak nya itu loh yang digandeng kok malah Neera" protes Neera yang menunjuk triplets yang berjalan didepan mereka.
"Loh mereka sudah gandengan bertiga kok, digandeng suami sendiri kok malu" jawab Ayyub yang sama sekali tidak terusik.
Terpaksa Neera menurut saja karena tegana Ayyub jauh lebih besar darinya. Lagipun ketiga buah hati mereka berjalan lambat dan terlihat sekali mereka hati-hari seperti yang disampaikan bunda mereka.
Seketika kelimanya menjadi pusat perhatian di supermarket tersebut. Bukan hanya wajah mereka yang sangat imut dan bule juga baju yang mereka kenakan juga sangat menarik perhatian.
__ADS_1
Tanpa sungkan mereka membalas senyuman para pengunjung lain dan berjalan layaknya orang biasa tanpa pongah sedikitpun.
Banyak decapan kagum dan pujian mengarah pada keluarga yang terlihat seperti selebritis itu tetapi mereka tetap sopan, bahkan triplets tak ragu membungkuk dan permisi saat melewati segerombolan ibu-ibu yang kagum pada tiga anak manusia yang begitu mirip itu.
Sampai diatas Ayyub segera menukarkan koin agar buah hati mereka puas bermain apapun yang mereka inginkan. Ingin membatasi pun Neera juga tak bisa karena ia sangat paham sekali bahwa Ayyub sangat royal pada ketiga buah hatinya.
Jadilah mereka berpencar untuk mengawasi ketiganya, sudah lima belas menit mereka masih belum bosan hingga akhirnya Neera menghentikan ketiganya dan mengajak membeli ice cream.
Dengan wajah memelas dan puppy eyes yang begitu lucu Neera akhirnya rapuh dan membiarkan mereka menambah waktu bermain, apalagi ia sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari suaminya yang justru pura-pura tidak tau.
Neera memilih duduk di bangku sembari mengawasi buah hatinya yang kini sudah dibantu seka rela oleh petugas disana bersama ayah mereka.
Lelah menanti akhirnya Neera tertidur hingga sejam barulah keempatnya menghampiri wanita cantik itu dan membangunkannya.
"Bunda... bunda... bangun bunda" seru Qai sembari mengelus pipi Neera lembut.
Lain lagi dengan Ayyub yang justru mengusap lembut pucuk kepala yang tertutup hijab itu membuat Neera semakin lelap dalam tidurnya.
"Sayang, sepertinya ayah ada ide untuk membangunkan bunda" ujar Ayyub lantas membisiki ketiga buah hatinya.
"Astaghfirullah... kalian ini mengagetkan bunda saja. Sudah selesai mainnya ?" tanya Neera yang sudah memperbaiki hijabnya agar lebih rapi.
"Sudah Bunda, ayo bunda kita beli ice cream" ajak ketiganya yang diangguki Neera.
Sebelum berdiri Ayyub sudah menyodorkan air mineral ke depan mulut Neera yang disambut baik oleh istrinya. Ayyub paham sekali kebutuhan istrinya sekecil apapun itu.
Melihat bunda yang disuapi ayahnya mendadak triplets juga ingin minum disuapi ayahnya, jadilah Ayyub bergantian menyodorkan botol itu satu persatu ke mulut kecil yang sedari tadi lelah bermain.
Setelah menghabiskan satu botol air mineral mereka beranjak ke bawah menuju freezer ice cream. Tanpa ampun Ayyub membebaskan anak-anaknya membeli apapun yang mereka inginkan.
Bukan hanya triplets, tanda tedeng aling-aling Neera juga bersemangat layaknya ketiga bocah lucu itu. Ya, memang istrinya itu penyuka ice cream tetapi Neera jarang malah tidak pernah menunjukkan sifat bar-bar tersebut justru istrinya itu lebih kalem.
Masih sedikit bingung namun Ayyub membiarkan saja, hingga mereka membayar di kasir bersama belanjaan yang lain kebingungan menghampiri Neera.
"Sayang, kita kan lumayan jauh nih, gimana caranya kita bawa ice cream ini supaya gak meleleh nanti" bingung Neera.
__ADS_1
"Iya juga ya sayang, Ayah gak kepikiran tadi. Coba kita tanya petugasnya dulu" usul Ayyub yang langsung bertanya pada petugas cashier.
"Permisi Mas, disini ada ice box tidak atau sterofoam untuk membawa ice cream karena kami dengan perjalanan lumayan jauh" tanya Ayyub.
"Oh sebentar Pak, saya tanyakan dulu" jawab petugas itu namun ia melihat begitu banyak belanjaan costumer saat ini.
Setelah berbicara entah dengan siapa, akhirnya pria itu kembali dan tersenyum pada Ayyub saat atasannya mengatakan ada.
Bahkan tak berapa lama terlihat seseorang mengantarkan tas khusus ice cream yang bisa menyimpan puluhan krim susu tersebut agar tidak meleleh.
"Okay semua, sekarang mau kemana lagi ?" tanya Ayyub pada anggota keluarganya setelah mereka memasuki mobil.
"Hmmm Bunda mau ke pasar kuliner yah" usul Neera yang disambut baik triplets.
"All right my queen, as your wish" setuju Ayyub.
Tidak begitu jauh dari swalayan Ayyub membelokkan mobil menuju pasar yang menjual berbagai makanan lezat menggugah selera.
Baru memasuki gerbang hidung mereka sudah dimanjakan dengan berbagai wewangian makanan khas nusantara maupun mancanegara.
Setelah memarkirkan mobil Ayyub membawa anak dan istrinya berkeliling, kali ini mereka membimbing triplets karena pasar tradisional tersebut sangat ramai.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat Ayyub dan triplets heran. Neera kalap belanja makanan, hampir semua ia beli dan bahkan sebagian ia makan di tempat.
Ayyub mengerti di rumah mereka banyak orang tetapi tidak semua juga harus dibeli bahkan hampir semua jajanan masuk ke dalam list bunda tiga anak ini.
Mulau dari martabak mesir, martabak manis dengan jagung pisang keju, singkong mledak, es campur, wong solo, sate madura, perkedel, siomay, rujak, batagor, donat kentang dan sederet gorengan aneka rupa, tahu gejrot semua masuk dalam list Neera.
Ayyub membiarkan saja saat ia melihat wajah bahagia istrinya saat mencium berbagai hidangan tersebut.
Untung saja lelaki ganteng tersebut sudah menyiapkan cash yang banyak kalo tidak bisa berabe karena disini pembayaran masih menggunakan cash.
Selesai berburu makanan mereka kembali ke mobil dengan wajah sumringah. Tetapi tidak dengan Ayyub. Jelas sekali wajah heran tercetak di pahatan sempurna itu.
Bukankah sudah dikatakan bahwa lelaki itu sangat memperhatikan istrinya sesepele apapun itu.
__ADS_1
Perubahan pada Neera belakangan ini menimbulkan tanda tanya di kepala Ayyub. Sungguh aneh melihat istrinya yang suka tidur, suka nangis dan sensitif sekali dengannya, selera makan meningkat dan tiba-tiba bersemangat sekali. Ia harus mencari tau hal ini.