Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 57


__ADS_3

Setelah puas bermain dan menyelesaikan ritual mandinya pasangan suami istri itu keluar kamar dalam keadaan segar.


Mereka segera ke ruang keluarga dan mendapati bahwa triplets sudah terkapar lesu dan setengah mengantuk.


"Hai kesayangan ayah bunda, lagi apa nak ?" tanya Ayyub sumringah.


"Capek ayah, kenapa tadi Qai panggil ayah sama bunda tidak buka pintu. Kami ngantuk ayah" keluh Qaivan pada ayahnya.


"Maafkan ayah sayangku, tadi ayah sedang memandikan bunda, jadi ayah tidak mendengar panggilan Qai sayang" lembut Ayyub sembari mengecup gemas pipi Qai.


"Kenapa bunda dimandikan ayah, apa bunda juga tidak bersih mandi sendiri ?" celutuk Qee yang membuat Neera mendelikkan mata pada Ayyub setelahnya tersenyum lembut pada putranya.


"No sayang, bunda mandi sendiri tapi ayah malah ikutan mandi. Bagaimana jika sekarang kita juga mandi bersama-sama ?" alih Neera pada triplets.


"Bolehkan kita tidur saja bunda ?" tanya polos Qal.


"Bunda tidak mau tidur dengan anak bunda yang bau, lagipula Tuhan cinta apa ?" sengaja Neera menggantung kalimatnya.


"Kebersihan" jawab mereka serentak dan berlari kearah sang bunda.


"Baiklah, anak-anak bunda yang sholeh dan sholeha, anak ganteng dan cantiknya bunda, sekarang kita mandi oke?"


"Okay bunda" jawab ketiganya serempak.


Mereka pun segera memasuki kamar mandi dan berendam di bathub yang sudah disiapkan Ayyub setelah sebelumnya membuka baju yang dibantu oleh sang bunda.


Sementara mereka mandi Neera sibuk menyiapkan salinan dan lotion serta minyak untuk dioleskan pada tubuh triplets agar selalu hangat.


Kini mereka sudah terbiasa membagi tugas saat Ayyub ada di rumah nanti saat Ayyub terbang maka semuanya akan kembali seperti semula.


Setelah selesai mandi dan berpakaian mereka menonton tayangan melalui youtube, sengaja Neera tidak memasang televisi untuk tontonan sang anak.


Berbeda dengan triplets, Neera dan Ayyub tengah berkolaborasi di dapur membuat makan malam simpel untuk mereka semua. Meski menolong tetapi Neera tidak pernah lepas dari tingkah jahil Ayyub.

__ADS_1


Kurang dari setengah jam makanan sudah terhidang di meja, begitupun dengan triplets makanan mereka sudah disipkan di piring masing-masing dan diletakkan di kursi makan mereka.


Malam ini semua makan dengan lahap dikarenakan seharian ini telah lelah dengan aktifitas masing-masing. Terlebih triplets, jika mereka main dengan sang ayah bisa dipastikan mereka sangat kelelahan karena sang ayah selalu menguras energi mereka dengan berbagai cara yang seru.


Kini ketiganya terlihat setengah tertidur di kursi makan masing-masing. Neera yang menyadarinya segera mengambil tisu basah dan membersihkan sisa makan mereka.


Beruntung makanan mereka sudah tinggal sedikit, setelah selesai Neera dan Ayyub mengangkat tubuh chubby buah hatinya dan membaringkan di kasur.


Neera kembali ke ruang makan untuk membereskan sisa makanan yang ada di meja serta mencuci piring kotor, sementara Ayyub tengah memandangi ketiga buah hatinya yang tertidur lelap dengan wajah damai.


Meskipun mereka telah kembali bersama tetap saja Ayyub merasakan penyesalan yang teramat sangat saat memandang triplets. Bagaimana dulu mereka tumbuh tanp sang ayah, mereka berjuang sementara Ayyub malah berkencan dengan wanita lain.


Walaupun itu bukan keinginannya, tetapi Ayyub tetap saja salah karena tidak berusaha lebih keras mencari keberadaan mereka malah terkesan acuh dan membiarkan segalanya mengalir apa adanya.


Beruntung Neera dan ketiga anaknya mau menerima ia kembali, dirinya yang tidak pantas tetapi dengan tangan terbuka Neera dan anaknya menyambut dengan hati yang lapang serta menghormatinya sebagai kepala keluarga.


Ayyub berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan untuk dirinya. Sebisa mungkin ia akan memberikan apapun yang terbaik untuk keluarga kecilnya, mencintai mereka dan melindungi mereka apapun yang terjadi.


Setelah keluar kamar, Ayyub segera menyusul Neera yang baru saja selesai dengan urusan dapur. Langsung saja ia menarik pinggang istrinya dan memeluk dari belakang.


"Sayang, apa Neera tidak capek. Biar saja Uda yang mencuci piringnya"


"Tidak Uda, Neera tidak capek sekalian mencari pahala melayani keluarga kecil kita terutama melayani suami"


Inilah yang Ayyub kagumi dari Neera sesibuk apapun dia diluar tetapi tidak pernah melupakan tanggung jawabnya terhadap keluarga.


"Hmmm, manisnya istri Uda. Tapi apa Neera ingin pahala yang lebih sayang ?"


Tentu saja Neera paham maksudnya, terlebih sore tadi ia sudah berjanji pada suami pilotnya itu.


"Baiklah Uda sayang"


"Tapi Uda ada permintaan, bisakah Neera menggunakan lingerie yang seksi dan kali ini Uda mau kamu yang memimpin" bisik lembut Ayyub di telinga istrinya sehingga membuat bulu kuduk Neera meremang.

__ADS_1


"Baiklah Uda, tunggu saja Neera di kamar"


Setelahnya Neera berjalan ke kamar utama mereka sementara Ayyub memasuki kamar lain, kamar eksekusi untuk sang istri.


Lama Neera berdiri di ruang wardrobe sampai pilihannya jatuh pada lingerie berwarna hitam dengan tali spageti hingga pinggang yang menampakkan punggung mulusnya.


Bagian depan berupa kain yang hanya menutupi kedua dada dan bagian bawah yang menutupi bagian sensitifnya. Jadilah bagian perut dan bahu atas terekspos dengan sempurna. Begitupun dengan bagian paha mulusnya hingga kaki.


Bagian luar Neera menggunakan kimono untuk menutupinya. Malam ini ia sudah bertekad untuk menghabisi suaminya agar tidak berkutik dan segera selesai. Bagaimanapun caranya ia akan mencoba memuaskan suaminya.


Tidak lupa Neera memoles sedikit wajahnya, merapikan rambut dan menyemprotkan parfum sensual. Sentuhan terkahir Neera menambahkan lipstik dengan warna mencolok namun mengundang.


Perlahan Neera berjalan menggunakan heels dengan tali kecil terlilit tingga lutut. Setelah bertarung dengan kegugupannya Neera membuka hendel pintu dan mendorongnya sedikit kasar mengalihkan perhatian Ayyub yang tengah sibuk dengan ponselnya.


Terperagah tentu saja, terpesona apalagi. Melihat istrinya yang biasanya tampil lembut dan natural kini terlihat berani dengan warna lipstik yang ahhh.


Tanpa berkata-kata Ayyub segera menghampiri Neera, memang awalnya Ayyub ingin Neera yang aktif tetapi melihat pemandangan seperti ini siapa yang tahan terlebih istri tercinta.


Saat Ayyub akan meraih Neera dengan cepat Neera mendorong pelan dada bidang suaminya dan membuat Ayyub sedikit linglung sehingga dengan mudah Neera menjatuhkannya di kasur.


Dengan gerakan cepat Neera menduduki perut rata suaminya dan bergerak lambat membuka kimono yang menutupi lingerienya.


"Ah sayang..., Uda tidak tahan. Biarkan Uda saja yang bekerja oke" segera berdiri namun kembali ditahan Neera dengan merebahkan tubuhnya diatas tubuh atletis suaminya.


"Sssst sayang, aku yang memimpim permainnya, bukankah ini yang Uda mau" bisik sensual Neera setelahnya meniup pelan serta menjilati daun telinga Ayyub membuat sang empunya mengeram tertahan.


Akhirnya kini Ayyub pasrah melihat kelakuan istrinya yang sangat-sangat membuatnya terangsang hingga ke ubun-ubun.


Bagaimana tidak, istrinya itu kini berdiri mengangkangi tubuhnya melanjutkan membuka kain kimono meninggalkan lingerie yang sangat seksi, terlebih menampilkan payu****nya yang tidak mampu ditampung oleh kain tipis itu.


Lebih gerah lagi saat melihat bagian bawah istrinya yang ternyata memakai celana dalam dengan model bikini satu tali kebagian belakang, jelas saja Ayyub melihatnya karena istri cantiknya itu tepat berdiri diatas tubuhnya.


Apa yang terjandi selanjutnya.., jangan lupa vote, like dan comment ya bagaimana kamu ingin episode depannya oke

__ADS_1


__ADS_2