Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 224


__ADS_3

Sesuai dengan rencana awal mereka hari ini adalah hari keberangkatan mereka menuju Makkah, menjalankan ibadah haji.


Saat ini semua keluarga sudah ada di bandara tengah menunggu keberangkatan bersama pesawat yang akan membawa mereka ke tanah suci.


Dalam keberangkatan kali ini ada kedua orang tua Neera, keluarga Uni, kedua adik Neera dan Ayyub beserta keluarga kecil Ayyub. Bahkan triplets sudah antusias sedari tadi. Mereka sudah menghafal bacaan do'a saat melaksanakan runtutan ibadah haji.


Bahkan mereka sudah bilang bahwa tidak ingin digendong saat safar tetapi hal itu masih menjadi dilema bagi kedua orang tuanya bahwa musim haji tentu saja akan banyak umat muslim yang beribadah dan takut mereka akan terdorong-dorong.


Akhirnya 13 jam mengudara akhirnya mereka sampai di Jeddah karena akan melaksanakan ihram terlebih dahulu. Dengan khuyuk dan hati yang ikhlas mereka melaksanakan ibadah haji bahkan triplets juga bersungguh-sungguh tanpa keluhan sedikitpun meskipun mereka harus Sa'i dan tawaf. Bahkan saat wukuf di Arafah mereka melaksanakan tanpa rengekan sedikitpun membuat para orang tua kagum.


Akhirnya setelah akhirnya tahlul dan pemotongan hewan kurban mereka kembali ke hotel yang sudah Ayyub pesan di kota Mekkah. Hotel yang terdekat dengan masjidil haram bahkan Kakbah terlihat jelas dari jendela kamar mereka.


Sengaja Ayyub mencari hotel terdekat dengan fasilitas yang sangat mewah agar keluarga nyaman dan mempermudah ibadah mereka. Bahkan cukup berjalan kaki saat ingin sholat di Masjidil Haram.


Saat ini semua orang tengah beristirahat setelah selesai melaksanakan ibdaha haji. Hanya Ayyub yang masih setia terbangun dengan laptopnya setelah lebih dua minggu fokus pada ibadahnya dan sama sekali tidak menyentuh benda yang selama ini menjadi alatnya mengumpulkan pundi-pundi rezeki.


Syukurlah semuanya baik-baik saja, perusahaannya dan Neera stabil tanpa kendala yang berarti karena sebelumnya ia sudah menyiapkan plan bagi anak buah mereka.


Lelah dengan pekerjaan Ayyub rehat sejenak dan mengambil wudhu. Melaksanakan sholat hajat dan meminta sungguh-sungguh pada Sang Khalik. Berada di Tanah Suci semoga saja do'a nya lebih di jabah, ia hanya memohon ampun atas segala dosa masa lalu ia dan istrinya, kedua orang tuanya dan orang tua Neera, kebahagiaan dan kesehatan keluarga serta selama ini yang sangat ia dambakan yaitu kehamilan Neera.


Dengan kesungguhan hati Ayyub meminta sekali lagi diberi kepercayaan menjadi seorang ayah dari anak yang akan bertumbuh di perut istrinya.


Bukan tidak bersyukur dengan hadirnya triplets tetapi ia hanya ingin menebus semua waktu yang ia lewatkan saat Neera mengandung triplets, ia berjanji akan lebih bertanggung jawab dan menemani kehamilan istrinya kali ini.


Selesai berdo'a Ayyub beranjak menuju ranjang tempat istrinya tidur. Perlahan tangan besar dan hangat itu membelai perut istrinya dengan lembut.


..."Ya Allah semoga akan ada kehidupan baru di rahim wanita yang sangat aku cintai karena Mu ini Ya Allah, Amiin" do'a Ayyub lalu mengecup perut yang terlihat sudah sedikit membukit itu....


Puas memandangi wanita cantik yang tengah terlelap itu kini Ayyub membereskan sajadah dan mengganti jubah gamis yang ia kenakan lalu mengganti dengan piyama tidur.

__ADS_1


Perlahan Ayyub naik ke kasur mengikuti anak dan istrinya yang tidur dengan wajah damai. Dengan lembut Ayyub memeluk istrinya yang kebetulan tidur di bagian pinggir menjadi keuntungan tersendiri baginya karena tidak perlu memindahkan triplets dan mendapatkan tatapan tajam saat mereka bangun tidur.


Entah kenapa balita itu tau saat mereka berpindah posisi ketika bangun tidur. Mereka akan langsung menatap ayahnya dengan mata tajam dan penuh permusuhan membuat Ayyub selalu kalah dan berakhir meloloskan keinginan mereka.


Ketiganya ibarat bodyguard sang bunda, mereka menjadi garis terdepan yang menghadang siapapun yang ingin mengambil bundanya. Satu sisi Ayyub merasa bahagia tetapi terkadang ia menjadi sedikit cemburu dengan sikap protektif buah hatinya terhadap istri tercinta karena ia harus mencuri-curi waktu agar bisa bermesraan.


Menghirup aroma tubuh Neera adalah obat tidur terampuh bagi Ayyub. Menyerusukkan wajahnya di lipatan leher mulus dan lembut. Memeluk lembut tubuh mungil yang langsung tersembunyi di balik badan besarnya hingga akhirnya mimpi ikut menjemputnya menuju ruang mimpi.


Cukup lama mereka tidur hingga akhirnya Ayyub terbangun akibat gejolak perut yang sangat sulit untuk ditahannya. Pergerakan yang begitu cepat dan tiba-tiba membuat Neera ikut terbangun dan terkejut saat mendengar suara muntahan suaminya di kamar mandi.


Dengan gesit ia mencari minyak angin dan membawa segelas air hangat ke wastafel. Mengurut lembut tengkuk suaminya sembari mengoles minyak kayu putih dari tenguk hingga punggung.


Puas mengeluarkan semua isi perutnya Ayyub lemas tanpa tenaga bersandar pada tubuh mungil istrinya, entah kenapa aroma tubuh Neera terasa lebih ampuh dari pada minyak angin yang tengah diciumkan Neera di caping hidungnya.


Selang beberapa menit perutnya bergejolak lagi meskipun hanya cairan yang keluar karena perutnya sudah kosong. Kembali Neera mengurut lembut tengkuk suaminya hingga lelaki kokoh itu merosot ke lantai.


Perlahan Neera membersihkan mulut Ayyub dengan handuk kecil dan memberikan minum berharap akan mengurangi sedikit rasa pahit di kerongkongannya.


Neera terus mengelus dan memijat kepala yang ditumbuhi rambut lebat dan halus itu dengan penuh cinta. Sementara Ayyub masih betah berbaring di pangkuan istrinya dan menenggelamkan wajah nya di perut Neera.


"Sayang, Uda kenapa, gimana perasaannya sekarang ?" tanya Neera saat ia rasa suaminya sudah tenang.


"Gak tau sayang, perut Uda mual dan pingin mutah aja" gumam Ayyub.


"Tadi Uda makan apa, terus kemana saja. Apa Uda masuk angin ?" tanya Neera lagi.


"Uda cuma makan menu makan siang tadi sayang, terus gak kemana-mana lagi, pusing sayang" jawab dan rengekan Ayyub yang membuat Neera kembali memijat kepala suaminya.


"Yasudah Uda tidur yang baik dulu, biar Neera panggilkan dokter ya" bujuk Neera yang dijawab gelengan Ayyub.

__ADS_1


Bahkan lelaki itu semakin kuat membelit tubuh istrinya dengan tangan kekarnya membuat Neera sulit beranjak. Persis seperti triplets jika sudah merajuk, seperti memiliki bayi besar.


Akhirnya Neera pasrah meneruskan pijatan dan usapan lembut pada kepala Ayyub hingga suaminya itu kembali tertidur.


Setelah yakin Ayyub tertidur Neera mengganti pahanya dengan bantal dan menelpon dokter dengan telepon hotel.


Tidak lama seorang pria paruh baya diiringi dua orang suster datang setelah Neera memakai gamis dan cadarnya. Lalu membuka pintu mempersilahkan ketiganya masuk.


Selama di Saudi Arabia, Neera memang menggunakan cadar dan mendapat dukungan penuh dari suami dan orang tuanya.


Setelah menjelaskan kronologi kejadian dan memeriksa keadaan Ayyub kini dokter itu pindah ke ruang tengah bersama dua perawat yang tengah menyiapkan obat berdasarkan resep dokter tadi.


"Jadi dokter, bagaimana keadaan suami saya dan apakah diagnosa penyakitnya ?" tanya Neera demi memastikan asumsinya.


"Dari hasil pemeriksaan saya suami anda tidak menunjukkan indikasi pada penyakit apapun, lambungnya aman, tidak asam lambung, maag juga tidak gangguan organ lain juga tidak ada, bahkan indikasi keracunan juga tidak mungkin Mohon maaf Mrs., apakah sekiranya Nyonya sedang hamil saat ini ?" tanya dokter tersebut setelah berpikir cukup lama.


Saat itu juga Neera langsung bisa menangkap maksud dokter tersebut. Sebagai seorang yang mempelajari medis tentu saja ia paham kemana arah pertanyaan dokter lelaki itu.


"Hmm saat ini saya belum bisa memastikan dokter, semoga saja seperti yang kita harapkan" balas Nana dengan senyuman meskipun hanya terlihat matanya.


"Kebetulan kami ada memiliki tespeck, apakah nyonya ingin mencobanya ?" tawar dokter tersebut yang diangguki Neera.


"Terima kasih kalau begitu, maaf sudah merepotkan" ujar Neera.


"Tidak apa-apa Nyonya, sudah menjadi tugas kami. Ini adalah vitamin dan obat mual, lalu ini alat test kehamilan, semoga hasilnya sesuai dengan harapan nyonya dan Tuan lekas pulih dari kondisinya. Jika ternyata sesuai harapan Nyonya bisa langsung konsultasi dengan dokter kandungan, Masyaa Allah Kuasa Allah begitu besar, kami pamit undur diri Nyonya" jelas dokter tersebut panjang lebar.


"Syukran, Jazakunullahu Khayr semua. Semoga Allah membalas kebaikan anda semua" balas Neera yang disambut senyuman ketiganya.


"Waiyyaki Nyonya, Assalamu'alaikum" pamit mereka.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalaam" jawab Neera sembari menutup kembali pintu hotelnya.


__ADS_2