
Karena Neera diharuskan istirahat yang cukup maka jadilah sedari mereka sampai di rumah Ayyub yang mengerjakan semua hal. Untuk urusan memasak dan membersihkan rumah sudah ada asisten rumah tangga yang selalu siap sedia.
Sementara triplets, Ayyub sendiri yang membantu mereka ganti baju tidur, gosok gigi dan berwudhu. Mereka sudah lebih pintar dan mandiri sekarang. Tumbuh kembang mereka sangat pesat padahal Ayyub hanya meninggalkan mereka selama satu bulan lebih tetapi mereka sudah terlihat lebih besar.
Malam ini juga triplets memilih tidur di kamar mereka. Tetap bertiga dalam satu kamar yang sudah Ayyub pastikan keamanannya dan lagi kamar itu berada di sebelah kamar utama dan terhubung dengan pintu dari dalam sehingga Neera dan Ayyub tidak akan terlalu khawatir.
Sementara Neera sendiri saat ini sudah berbaring di atas kasur. Melepaskan lelah dan pegal-pegal pada punggung dan pinggangnya.
Melihat Neera yang terlihat kesusahan Ayyub lantas duduk disamping istrinya membuat posisi Neera miring dan mengusap punggung hingga pinggang Neera dengan sedikit pijatan.
Merasakan tangan hangat suaminya Neera membalik wajah dan menatap Ayyub dengan penuh cinta. Mengucap terima kasih melalui mata yang menyiratkan ketulusan.
"Sayang, jangan menatap Uda seperti itu. Uda tidak akan mungkin tega menyerang Neera dalam keadaan seperti itu" ujar Ayyub yang memilih kembali fokus mengurut tubuh istrinya.
"Ya Allah Uda, apaan sih yang dipikirkan, orang Neera cuma mau bilang makasih aja kok, kok malah jadi kemana-mana" ujar Neera yang tak habis pikir dengan suaminya.
"Ya habisnya siapa yang tidak akan ketar ketir ditatap seperti itu, sama Neera lagi ya pasti runtuhlah iman Uda yang setipis kertas ini" canda Ayyub yang membuat keduanya terkekeh.
"Uda ini bikin Neera pusing, ditatap salah gak diperhatikan malah makin salah. Dasar bapak-bapak anak tiga" dumal Neera yang membuat Ayyub terbahak dengan istilah baru istrinya.
"Ya sudah tatap aja terus sayang, biar Uda bisa merasakan indahnya melayang di angkasa yang" canda Ayyub yang mendapat pukulan sayang dari istrinya.
"Mana ada seperti itu, memangnya Uda setan atau jin bisa melayang" balas Neera yang mendapatkan gigitan manja dari suaminya.
__ADS_1
"Awww Uda, bikin kaget aja" ujar Neera yang membuat Ayyub terkekeh justru semakin menjadi.
"Sayang, istri Uda ini gemesin banget sih, Neera tambah cantik lo sayang kalau lagi hamil, nanti habis ini lahir Neera hamil terus aja ya" bujuk Ayyub yang membuat Neera geleng-geleng kepala.
"Boleh saja, asal Uda dan mual-mual yang lemas dan ngidam, kalo bisa pas lahiran sakitnya juga Uda yang rasain, mau ?" tantang Neera pada suaminya.
"Oke boss, siap sedia" setuju Ayyub yang membuat Neera geleng-gelang kepala.
Bukan hanya omong kosong Ayyub benar-benar rela jika memang ia yang merasakan semua rasa sakit istrinya. Sebesar itu rasa cinta dan sayang Ayyub untuk istri tercintanya.
Kini lelaki tampan itu juga rela terjaga dan merawat istrinya meski berkali-kali Neera juga menyuruhnya istirahat tetapi Ayyub masih bertahan dan memijat lembut tubuh istrinya hingga menimbulkan rasa nyaman yang membuat Neera akhirnya tertidur.
Sehabis Neera tidur barulah Ayyub kembali ke ruang kerja mengambil ipad dan beberapa berkas penting yang harus ia pelajari. Selain itu ia juga harus mengontrol perusahaan Neera meski sebagian besar sudah dikerjakan istrinya tetapi Ayyub tetap harus memastikan perusahaan itu memiliki profit yang tinggi dan selalu berkembang.
Cukup lama Ayyub terhanyut dalam pekerjaannya hingga sesuatu hal mengusik fokusnya, Neera yang terlihat mencari keberadaannya sehingga Ayyub segera meletakkan ipad dan sagera berbaring memeluk istrinya.
Istrinya ini terkadang sungguh lucu dan menggemaskan. Ayyub sangat tahu jelas jika terkadang Neera memiliki sisi manja dan ingin selalu diperhatikan terlebih selama masa kehamilannya.
Tetapi sikap dan pembawaan Neera yang terkesan diam dan cuek membuat hal itu tersamarkan, terkadang juga Neera manahan diri untuk tidak merecoki suaminya karena wanita hamil itu tau pasti kesibukan Ayyub sehingga tidak ingin mengganggu.
Jika saat tidur begitu ketahuan sudah bagaimana manjanya si cantik yang kini tengah memeluk erat suaminya. Perlahan Ayyub mengecup puncak kepala istrinya yang selalu menguarkan wangi menyejukkan, hal yang tidak pernah bosan ia lakukan setiap saat.
Lihatlah betapa polos dan lugunya perempuan cantik itu tertidur dengan mulut sedikit menganga, terkadang jika terlalu lelah ia akan mengences tetapi bukannya jijik Ayyub malah gemas dengan muka tidur istrinya.
__ADS_1
Seperti saat ini, lelaki itu mengambil banyak foto istrinya yang tengah tertidur dengan wajah yang lucu. Bahkan beberapa kali Ayyub menciumi wajah yang kini tengah menengadah menghadap wajahnya.
Memang postur tubuh mungil Neera membuat wanita itu seakan tenggelam dalam pelukan Ayyub sehingga membuat tubuh tinggi besar lelaki itu terasa hangat dan nyaman dengan pelukan istrinya.
Salah satu hal yang dirindukan Ayyub saat mereka berjauhan. Hangat tubuh dan aroma istrinya yang membuat Ayyub selalu tenang dan nyaman dengan keberadaan istri tercintanya.
Cukup lama Ayyub memandangi wajah istrinya hingga terdengar rengekan dari kamar sebelah yang membuat Ayyub harus bangun perlahan, melepaskan belitan istrinya dan mengganti dengan guling lantas berjalan menuju connecting door untuk mengecek triplets.
Benar saja, ternyata Qee bangun, Qeenan memang sedikit lebih sensitif dibandingkan dua saudaranya yang lain, mungkin karena berada di tempat baru sehingga membuat Qee kurang nyaman dalam tidurnya.
Perlahan Ayyub mengangkat dan menggendong putranya untuk ditimang sehingga tidak akan membangunkan saudaranya yang lain.
"Ayah..." rengek Qee yang masih setengah tidur.
"Iya nak, ini ayah sayang. Ayo bobok lagi nak, sudah malam sayang" bujuk Ayyub sembari masih menimang putra kecilnya dalam pelukan.
Qee yang masih menyandarkan kepala di pundak ayahnya perlahan terlelap dalam dekapan hangat sang ayah.
Setelah benar-benar pulas, Ayyub meletakkan kembali putranya ke tempat tidur dan menyamankan posisinya, tidak lupa juga Ayyub menyelimuti ketiganya agar tidak masuk angin.
Benar-benar hari yang panjang, tapi lelaki itu sangat bahagia bahkan lelahpun tak ia rasakan seharian ini, rasa itu sirna saat istri dan anak-anak yang ia cinta membersamainya.
Bahkan jika esok ia akan lebih sibuk dari hari sebelumnya ia akan sangat bersemangat menjalaninya. Karena bagi Ayyub sumber semangat dan kekuatannya adalah keluarga kecil tercinta.
__ADS_1
Setelah memastikan triplets aman ditinggalkan, Ayyub berjalan pelan menuju kamar utama, sholat malam dan tadarus lalu merebahkan dirinya sejenak mencari kedamaian ditengah pelukan hangat sang istri yang sangat dirindukan.