SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Jin Niu


__ADS_3

" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak.


Tanpa menunggu lama, Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta mengambil tempat duduk untuk menyerap Inti Roh Kepiting Batu.


Begitupun dengan Ryu dan 22 Istrinya, mereka juga mengambil posisi duduk bersila untuk menyerap Inti Roh Kepiting Batu.


Kini hanya penjaga Kerang Langit yang hanya berdiam diri, sambil menyaksikan apa yang dilakukan oleh mereka.


Hal yang membuat penjaga Kerang Langit membulatkan mata, dimana Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta bisa menghabiskan Inti Roh dalam waktu singkat.


Seperti tubuh yang kelaparan, melahap apapun yang mereka serap.


" Bagaimana mungkin mereka bisa menyerapnya sekaligus? Tapi mengapa Kultivasi mereka tidak bisa meningkat? Seharusnya dengan Inti Roh sebanyak itu, mereka pasti akan menerobos." Penjaga Kerang Langit menyipitkan mata, menatap mereka dengan wajah serius.


" Dantian mereka benar-benar seperti jurang tanpa dasar." Penjaga Kerang Langit benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini Ryu dan 22 Istrinya serta Pasukan Semesta kembali membuka mata, dimana semua tersenyum puas karena kekuatan fisik mereka semakin meningkat.


Bahkan mereka tidak lagi merasakan tekanan gravitasi yang ada di tempat itu.


" Tuan, Apa aku bisa ikut bersama kalian?" Tanya wanita paruh baya yang merasa tertarik dengan Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta.


" Sebelumnya aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Apa kamu tidak keberatan?" Tanya Ryu sambil menatap wanita paruh baya itu.


Mendengar perkataan dari Ryu, wanita paruh baya sedikit heran dengan berbagai macam pertanyaan di pikirannya.


" Baik Tuan, Aku bersedia." Jawab wanita paruh baya.


" Mmmm... Istriku, kalian kembali dulu ke Istana Kristal! Nanti aku akan memanggil kalian kembali, setelah urusanku selesai." Ucap Ryu sambil menatap 22 Istrinya.


" Baik Suamiku." Jawab 22 Istrinya, lalu kembali ke Istana Kristal.

__ADS_1


" Shuijing, Jiu... Kalian bawa semua Pasukan Semesta menelusuri lorong ini! Aku yakin di lorong ini masih banyak menyimpan Ular Laut ataupun Kepiting Batu. Tentu kalian akan menemukan benda yang berharga." Ryu menunjuk ke sebuah lorong, dimana dia dapat merasakan banyak Batu Pelangi, kristal spiritual kristal roh dan Mutiara kerang langit.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing dan Jiu Tou She menundukkan kepala lalu berjalan menyusuri lorong tersebut diikuti Pasukan Semesta.


" Jika boleh tau, siapa namamu?" Ryu bertanya kepada wanita paruh baya itu.


Meskipun wanita itu terlihat tua, namun terlihat jelas bahwa pancaran aura wajahnya mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya.


" Tuan bisa memanggilku Jin Niu." Jawab wanita paruh baya.


Dengan sebuah anggukan kecil, Ryu membawa Jin Niu ke Dunia Quzhu tepat di pantai tempat keberadaan Kerang Langit yang pernah dia bawa dari Dunia Fana.


" Jin Niu, apa kamu bisa merasakan sesuatu yang tinggal di lautan sana?" Ryu menunjuk ke arah lautan lepas yang tidak kelihatan tepinya.


" Tuan, aku bisa merasakan bahwa mereka juga berasal dari Ras yang sama denganku. Bisa dibilang aku adalah Dewa mereka." Jin Niu tidak menyangka bahwa Ryu menyimpan Kerang Langit di tempatnya.


Tentu saja Jin Niu sangat senang karena bisa bertemu dengan satu Ras, dimana dia berpikir bahwa dia akan tinggal seorang diri atas pembantaian Rasnya oleh Ular Laut.


" Ya... Meskipun Kerang Langit memiliki cangkang yang sangat kuat, namun mereka memiliki kelemahan. Dimana saat mereka membuka cangkangnya, maka bagian dalam cangkang sangatlah lembut. Itulah kenapa Ras kami dengan mudah dikalahkan." Jin Niu menjelaskan kepada Ryu, tanpa menutupi kelemahan mereka.


Karena Jin Niu yakin bahwa Ryu tidak mungkin memiliki niat buruk kepada dirinya dan Ras Kerang Langit.


" Meskipun Ras kami sangatlah lemah, namun jiwa kami sangat kuat. Bahkan roh kami bisa berpindah ke wadah yang baru, meskipun harus menggunakan teknik khusus yang berasal dari Ras kami." Jin Niu melanjutkan penjelasannya.


" Hmmm... Jadi begitu? Apakah Boneka Bernyawa ini bisa membantu kalian?" Tanya Ryu sambil mengeluarkan barisan Boneka Bernyawa ciptaannya.


Boneka Bernyawa itu tampak seperti mayat hidup, karena belum memiliki roh.


" Tuan... Ini..." Jin Niu menatap barisan Boneka Bernyawa tersebut dengan tangan gemetar.


Tentu dia dapat merasakan Aura yang sangat kuat dari Boneka Bernyawa, karena Ryu menciptakannya dari bahan yang langka dan Sumberdaya yang langka.

__ADS_1


Bisa dibilang jika Kerang Langit menempati wadah barunya, tentu mereka sangat senang karena kekuatan mereka meningkat drastis hingga berkali-kali lipat.


" Apa Tuan tidak keberatan jika kami tinggal di wadah baru ini?" Tanya Jin Niu yang terlihat ragu.


" Kalian ambil saja sebagai wadah baru kalian! Aku bisa menciptakan Boneka Bernyawa lebih banyak lagi, jika mendapatkan Sumberdaya dan bahan yang lain." Ryu merasa itu hal yang pantas mereka dapatkan, karena Jin Niu sudah memberikan sepuluh Mutiara Emas yang merupakan hasil meditasi mereka selama jutaan tahun.


Ditambah lagi dengan Kerang Langit yang pernah memberikan kepadanya Mutiara kerang untuk memperkuat akar jiwa miliknya.


" Terimakasih Tuan." Jin Niu terlihat senang, lalu menutup mata untuk memanggil Ras Kerang Langit yang berdiam di bawah lautan.


Tidak lama kemudian, puluhan Kerang Langit bermunculan dan mendekati bibir pantai, karena dapat merasakan panggilan dari Dewa mereka.


" Salam Sang Dewi." Salah satu Kerang Langit yang paling besar bersuara diikuti yang lain.


" Ratu Kerang Langit, aku tidak menyangka kalau kamu bisa melindungi bawahanmu hingga bisa bertahan hidup seperti sekarang." Jin Niu menatap ke arah barisan kerang yang berbaris rapi di bibir pantai.


" Itu semua berkat bantuan Tuan Ryu yang membawa kami di Dunia ini. Jika tidak, mungkin kami tidak bisa bertahan lama." Jawab Ratu Kerang Langit.


" Terimakasih Tuan Ryu, kamu telah melindungi Ras kami." Kini mata Jin Niu berbinar dengan perasaan senang yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


" Mmmm... Lakukan saja Proses pemindahan jiwa kalian." Ryu mengangguk kecil, sedikit penasaran dengan proses pemindahan jiwa yang Jin Niu katakan.


" Baik Dewa Agung." Kini Jin Niu memanggil Ryu dengan sebutan lain, karena dia mendengar sebutan tersebut dari bawahan Ryu sebelumnya.


Tanpa memperdulikan ucapan tersebut, Ryu hanya berfokus pada proses yang mereka lakukan.


Mendapatkan persetujuan dari Ryu, Jin Niu langsung menutup mata, lalu merapalkan sebuah mantra.


Seketika sebuah cahaya keluar dari tangannya, lalu masuk ke dalam kerang langit.


Beberapa menit kemudian, kini kerang langit yang berjumlah sekitar 95 tersebut mengeluarkan cahaya berkilauan lalu masuk ke dalam Boneka Bernyawa.

__ADS_1


Begitupun dengan Jin Niu, dia pun berubah wujud menjadi Kerang berwarna keemasan, lalu mengambil salah satu Boneka Bernyawa sebagai wadah barunya dimana memiliki penampilan yang lebih muda dari sebelumnya.


__ADS_2