
Tidak lupa, Liu Ryu menutup kembali segel portal dimensi, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Setelah itu, Liu Ryu kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan, lalu menuju ke Dunia Quzhu untuk menemui istrinya.
Saat berada di Dunia Quzhu, Liu Ryu dikejutkan dengan pemandangan dimana kapal udara miliknya jauh lebih kuat dari sebelumnya.
" Suamiku... Ternyata muridmu sangat jenius." Ucap Sheng Zhishu sambil melirik ke arah Xian Yin.
" Tenang saja bibi guru. Untuk masalah menciptakan berbagai senjata, serahkan saja padaku. Murid Xian Yin sangat ahli dalam bidang Penempa." Xian Yin membusungkan dadanya.
" Suamiku, bagaimana menurutmu dengan Pil ini? Sepertinya Pil ciptaan Sun Yueyue tidak kalah dengan Pil Roh Darah ciptaanmu." Ucap Xin Chie, sambil melemparkan Pil ciptaan Sun Yueyue kepada Liu Ryu.
Sesaat Liu Ryu memeriksa kemurnian Pil tersebut dimana dapat dikatakan jauh lebih baik dari Pil ciptaannya.
" Alkemis tingkat Semesta? Bahkan lebih tinggi lagi?" Liu Ryu membulatkan mata, karena ada seorang Alkemis yang lebih tinggi darinya.
Namun jika dipikir lagi, tentu saja Sun Yueyue bisa menciptakan Pil lebih baik lagi, karena usianya diperkirakan sudah jutaan tahun.
" Apa nama Pil ini?" Tanya Liu Ryu.
" Sun Yueyue menamakan Pil Susu Awan. Sekarang dia sedang berada di ruang Sumberdaya untuk menciptakan Pil Susu Awan ini lagi."
" Kata Sun Yueyue, Pil Susu Awan setara dengan Pil Roh Darah. Namun kelebihannya bisa menambah kekuatan vitalitas tubuh kita." Sheng Zhishu menjelaskan tentang khasiat Pil Susu Awan, dimana Sun Yueyue menggabungkan dari lima harta langit dengan daya serap lebih ringan.
" She Ling, She Bing, She Zhilin... Kita harus ke ruang Sumberdaya untuk meningkatkan pemahaman Alkemis kita." Xin Chie terlihat bersemangat untuk belajar dari Sun Yueyue.
Dengan sebuah anggukan, Keempat wanita itu melesat ke arah ruang Sumberdaya dimana Sun Yueyue sedang menciptakan Pil.
" Xun Quan... Ajarkan kami tentang teknik ilusi milikmu." Ucap Jin Niu sambil menatap ke arah Xun Quan.
" Baik bibi guru." Jawab Xun Quan, lalu membawa Jin Niu dan 69 Peri Cahaya melesat ke sebuah arah untuk belajar teknik ilusi.
" Bibi guru... Aku akan mengajarkan kalian tentang Formasi." Ucap Xian Yin sambil menatap ke arah Sheng Zhishu, Yuwang dan Feng bersaudara.
__ADS_1
Dengan sebuah anggukan, mereka langsung melesat ke sebuah arah untuk belajar pemahaman Formasi.
" Sebenarnya siapa yang menjadi guru? Dan siapa yang menjadi murid?" Liu Ryu tersenyum canggung karena ketujuh wanita itu lebih mahir dari Istrinya, bahkan untuk dirinya sendiri.
" Suamiku, bagaimana cara mengatasi mereka? Aku merasa risih karena mereka selalu memanggil kami bibi guru." Long Que Zhu memasang wajah masam karena dari segi usia, ketujuh wanita itu terlampau jauh dari usia mereka.
Sesaat Liu Ryu berpikir sejenak, jika menjelaskan bahwa dia bukan guru dari ketujuh wanita itu, maka mereka akan bertarung dengannya.
Namun yang membuat Liu Ryu merasa tidak enak, karena ketujuh wanita itu begitu baik dan polos.
Ditambah lagi dengan kejeniusan tujuh wanita itu, sangat diperlukan untuk perkembangan mereka, juga menambah kekuatan Kekaisaran Atas Awan.
" Pikiran mereka telah diracuni oleh guru mereka, sehingga mereka hanya ingin mengabdi kepada gurunya saja." Ucap Liu Ryu sambil menggelengkan kepala.
" Sepertinya mereka bisa menjadi anggota keluarga kita." Huang Que Yun memberi usul.
" Ya... Aku juga berpikir begitu." Liu Ryu berniat ingin menjadikan ketujuh wanita tersebut sebagai Istrinya.
Terlebih ketujuh wanita itu memiliki Yin murni yang sudah berusia jutaan tahun, tentu dengan bantuan mereka, Liu Ryu bisa menerobos Bintang Emas.
Terutama untuk perkembangan Liu Ryu itu sendiri, juga perkembangan mereka.
Satu hari telah berlalu, kini Liu Ryu dan Istrinya, juga ketujuh wanita berkumpul di Istana Kekaisaran Atas Awan.
" Guru, bibi guru semuanya... Istana ini sangat indah dan megah." Tai Bai dan saudarinya begitu terpana melihat keindahan Istana Kekaisaran Atas Awan.
Bahkan mata ketujuh wanita itu sampai tidak berkedip saat menyaksikan keindahan Istana tersebut.
" Seumur hidupku, tidak pernah melihat Istana semegah ini." Ucap Tai Bai dan saudarinya.
Sesaat mereka tersadar dari kekaguman mereka, lalu berusaha mengendalikan diri.
" Guru, bibi guru semuanya... Ada apa memanggil kami kesini?" Tanya Tai Bai dan saudarinya sambil menatap ruangan Istana Kekaisaran Atas Awan yang begitu megah.
__ADS_1
" Tai Bai, Tai Lung, Sun Yueyue, Lin Jia, Xian Yin Xun Quan, Qu Jian... Apa kalian ingin menjadi Istriku?" Tanya Liu Ryu.
Mendengar ucapan tersebut, ketujuh wanita itu terlihat senang, karena mereka sangat menginginkan hal itu sejak jutaan tahun yang lalu.
Apalagi yang menjadi suami mereka adalah guru mereka sendiri yang memiliki tampang yang rupawan.
" Tai Lung, coba kamu tampar aku! Apa aku sedang bermimpi?" Tanya Tai Bai sambil menatap ke arah Tai Lung.
Baaam!
Sebuah tamparan keras di wajah Tai Bai, membuat wanita itu meringis kesakitan akibat tamparan dari Tai Lung.
" Benar... Aku tidak bermimpi. Terimakasih guru." Tai Bai tidak memperdulikan rasa sakit di wajahnya, karena hatinya sedang berbunga-bunga.
Begitupun dengan Tai Lung dan yang lain, dimana mereka memiliki perasaan yang sama.
Sebenarnya Liu Ryu merasa tidak enak, karena telah memanfaatkan keluguan ketujuh wanita itu.
Namun Liu Ryu dan Istrinya berjanji akan menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada ketujuh wanita itu secara perlahan.
" Mulai sekarang kalian tidak perlu lagi memanggil kami bibi guru." Huang Que Yun bernafas lega karena tidak lagi telinganya dipenuhi dengan sebutan bibi guru.
" Mulai sekarang kalian tidak boleh memperlihatkan bagian tubuh kalian! Jadilah Istri yang baik dan anggun, layaknya seorang putri Istana Kekaisaran Atas Awan." Ucap Sheng Zhishu sambil memberikan pakaian yang pantas kepada mereka.
" Terimakasih bi... Eh.." Ketujuh wanita itu hampir keceplosan, tidak tau cara memanggil Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain.
" Kalian boleh memanggil kami dengan sebutan nama atau saudari. Untuk suami kita, kalian harus memanggilnya dengan nama seperti yang kami ucapkan." Yuwang menggelengkan kepala karena ketujuh wanita itu tidak seperti wanita lainnya.
" Su... Suamiku." Ucap ketujuh wanita itu dengan serentak, lalu menoleh ke arah Liu Ryu dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.
Dengan sebuah anggukan kecil, Liu Ryu meneteskan darahnya untuk disatukan kepada ketujuh Istri barunya sambil mengikrarkan janji setia.
Sedangkan ketujuh wanita itu yang masih belum mengerti, harus dipandu oleh Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain.
__ADS_1
Setelah ikatan pernikahan sudah selesai, Liu Ryu mengumumkan kepada seluruh anggota Pasukan Semesta juga para pendukungnya.