
Di sisi lain Tan Bai yang mendengar ucapan tersebut, kini terlihat murung karena dia juga tidak bisa memaksa keinginan Ryu. Meskipun itu adalah permintaan dari leluhur mereka.
" Dewa Agung, paling tidak mereka bisa menjadi Selirmu. Karena kami ingin mengabulkan permintaan leluhur kami." Tan Bai langsung berlutut di kaki Ryu, tidak memperdulikan lagi tentang statusnya sebagai Raja.
Melihat hal itu, seluruh petinggi Klan Tanlan Putih juga langsung berlutut mengikuti Raja mereka.
Melihat Tan Bai sampai menurunkan harga dirinya sebagai seorang Raja, Ryu tersenyum pahit merasa tidak enak dengan sikap mereka.
" Baiklah Raja Bai, aku akan mengangkat cucumu menjadi Istriku. Tapi untuk 24 wanita yang lain, aku tidak berani berjanji." Ryu tersenyum pahit karena tidak tau apa yang harus dia lakukan.
Di sisi lain Ryu juga ingin membawa mereka ke Dunia Abadi dimana tempat asal leluhur mereka.
Sementara 24 wanita yang lain terlihat murung karena Ryu tidak memilih mereka sebagai Istrinya.
" Terimakasih Dewa Agung. Semoga saja Dewa Agung mempertimbangkan lagi" Tan Bai merasa belum puas jika Ryu hanya mengambil satu Istri dari Klan mereka.
Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba seorang prajurit masuk ke dalam istana terlihat sedang buru-buru.
" Maaf Yang Mulia Raja, di depan gerbang ada pasukan dari Klan Tanlan Hitam. Sepertinya mereka sudah mengetahui keberadaan Dewa Agung yang berada di tempat ini." Ucap prajurit sambil berlutut di hadapan Ryu.
" Mereka benar-benar keterlaluan. Mereka sudah berani terang-terangan." Tan Bai terlihat geram sambil mengepalkan kedua tangannya.
" Raja Bai... Mereka juga mencariku, biarkan aku mengikuti keinginan mereka." Ryu menatap ke arah prajurit tersebut.
" Dewa Agung, aku tau kau sangat kuat. Tapi berhati-hatilah, mereka sangat licik. " Tan Bai mengingatkan kepada Ryu.
" Raja Bai, serahkan saja padaku." Ryu berjalan keluar dari Istana.
" Dewa Agung, bagaimana dengan kami?" Tan Shuying membuka suara, karena Ryu sama sekali tidak memperdulikan mereka.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah mereka.
__ADS_1
Sesaat, Xie Shui muncul di tengah mereka yang membuat semua yang berada di tempat itu kaget.
" Salam Tuan Pendekar." Xie Shui menundukkan kepalanya.
" Xie Shui, bawa mereka ke pulau kecil. Sedangkan untuk wanita itu, kamu membawanya ke Istana Kristal." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah Tan Shuying.
" Dengan senang hati Tuan Pendekar." Xie Shui mendekati mereka, dimana Ryu langsung mengibaskan tangannya membawa mereka ke Dunia Quzhu.
Sesaat Ryu mengirimkan pesan jiwa kepada Istrinya untuk memberitahukan tentang Tan Shuying.
" Raja Bai, terimalah hadiah dariku. Semoga ini bisa membantu kalian." Ryu mengeluarkan lima peti berukuran besar yang berisi lima jenis Harta langit.
" Dewa Agung, Ini..." Tan Bai membulatkan mata dengan tangan gemetar saat kelima peti tersebut terbuka.
Bahkan semua yang berada di tempat itu terlihat gemetar saat melihat lima jenis Harta langit yang sangat langka dengan mudah Ryu berikan kepada mereka.
" Hanya ini yang bisa aku berikan." Ucap Ryu.
" Terimakasih Dewa Agung. Ini sungguh anugerah untuk Klan kami." Tan Bai tidak bisa berkata apa-apa lagi karena, Harta langit tersebut bisa membuat mereka lebih kuat lagi.
" Tidak salah lagi. Cucuku, kamu sangat beruntung bisa memiliki suami yang sangat dermawan. Aku yakin suatu hari nanti kamu akan menjadi Kultivator hebat bersama keluarga barumu." Gumam Tan Bai sambil menatap kepergian Ryu.
Di sisi lain Ryu telah berada di pintu gerbang, dimana terlihat lebih dari dua ratus sosok yang berada di depan pintu gerbang.
Ryu yang melihat hal itu, hanya tersenyum sambil berjalan mendekati mereka.
" Serahkan pada kami manusia Itu! Atau Kerajaan kalian akan musnah selamanya." Ucap salah satu sosok yang memiliki ukuran lebih besar dari yang lain dengan menggunakan pakaian seorang Jenderal dengan nada tinggi.
" Baiklah, aku mengikuti keinginan kalian." Ryu berjalan mendekati lautan Prajurit kelinci hitam.
" Hahaha... Ternyata kau yang membuat para Komandanku ketakutan. Tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk kami. Dan hal yang bijak jika kamu menyerah." Ucap Jenderal besar terlihat senang dengan suara lantang.
__ADS_1
" Prajurit, tangkap dia! Kita bawa dia di hadapan Yang Mulia Raja." Jendral Besar memberi perintah.
" Baik" Ucap Prajurit dengan serentak kemudian membekuk Ryu yang sedang berpura-pura dalam keadaan lemah.
" Hahaha... Sekarang kita pergi dari sini. " Jenderal besar membawa prajurit kembali ke Istana.
Sedangkan Jenderal yang berasal dari Klan Tanlan Putih, hanya menggelengkan kepala karena dia yakin bahwa Ryu dengan mudah menghancurkan Kerajaan Klan Tanlan Hitam.
Setelah menempuh perjalanan seharian, kini Ryu telah berada di depan gerbang Istana yang sangat luas kemudian dibawa langsung ke Istana menemui Raja meraka.
" Salam Yang Mulia Raja. Manusia itu sudah kami tangkap dan membawanya langsung di hadapan Yang Mulia Raja." Ucap jendral Besar dengan bangga dengan keberhasilannya.
" Jadi kamu yang banyak membunuh para prajuritku? Aku Raja Tan Hei tidak akan memaafkan siapapun." Ucap Raja Tan Hei yang sangat senang.
Mereka berfikir jika mengambil esensi darah Ryu, maka mereka semakin bertambah kuat.
" Benarkah? Bukankah mereka yang telah menyerang kami terlebih dulu." Ucap Ryu dengan nada santai.
" Nyalimu sungguh besar manusia. Asal Kau tau, kami sudah banyak membunuh pengunjung yang datang ke dunia ini. Dengan begitu darah mereka akan membuat kami bertambah kuat."
" Sebentar lagi kami juga akan menyajikan darahmu untuk ritual kami. Dengan begitu kami akan menjadi penguasa mutlak di Dunia Ini " Ucap Tan Hei yang sangat senang.
Di sisi lain Ryu yang sedari awal masih dirantai, kini mengirim pesan jiwa kepada Istrinya untuk berjaga di Penjara Abadi, karena jumlah mereka terlalu banyak sehingga dapat dipastikan Penjara Abadi tidak mampu menampung mereka semua.
" Aku harap agar kalian menghentikan tindakan kalian, sebelum aku berubah pikiran dan menghancurkan Istana ini." Ryu menatap ke arah mereka.
" Beraninya kamu bicara seperti Itu Kepada Raja Kami. " Jenderal Besar sangat geram langsung mencambuk tubuh Ryu hingga beberapa Kali.
Tanpa mereka sadari bahwa Ryu diam-diam menggunakan elemen Es dan Tanah untuk melindungi tubuhnya, sehingga mereka menganggap Ryu akan terluka hanya dengan cambuk biasa.
" Cukup Jenderal Besar! Penjarakan dia di penjara bawah tanah. Besok pagi kita akan hukum cambuk dia sampai mati." Ucap Raja Tan Hei.
__ADS_1
" Baik Yang Mulia Raja." Ucap Jendral Besar kemudian meminta prajurit membawanya untuk ke penjara bawah tanah.
' Suamiku, kami sudah berada di dekat Penjara Abadi.' Xie Xian memberi pesan jiwa kepada Ryu.