SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 224. Kerajaan Guang


__ADS_3

Kini di dalam Istana Kerajaan Gong hanya tersisa Gong Sifa, kelima Jenderal dan 75 prajurit wanita Ras Peri.


Gong Sifa meminta kepada 80 wanita itu memilih kamarnya sendiri, karena dia sudah menganggap mereka sebagai saudaranya.


Namun kelima Jenderal dan 75 prajurit wanita tersebut masih ingin melakukan tugas mereka sebagai seorang prajurit, mengingat sisa mereka hanya sedikit.


Gong Sifa juga tidak keberatan jika mereka masih melakukan tugas mereka, mengingat kondisi mereka sekarang.


" Suamiku, bagaimana jika anakmu ini terlahir sebagai seorang pria? Sedangkan untuk Kerajaan Gong hanya mengangkat seorang wanita sebagai pemimpin Ras Peri Hutan." Tanya Gong Sifa.


" Kamu tenang saja, setelah urusanku selesai, aku akan mengunjungi kalian disini." Liu Ryu tersenyum lebar karena dia mengetahui tujuan dari Gong Sifa.


" Kalau begitu, tinggallah disini untuk beberapa saat." Gong Sifa terlihat senang, lalu memeluk suaminya dengan erat, seperti seorang gadis yang sedang kasmaran.


Sesaat kelima Jenderal dan 75 wanita lain muncul di ruangan tersebut sambil menatap ke arah Liu Ryu.


" Kalian kemarilah! Kita sudah memiliki hak yang sama." Ucap Gong Sifa, sambil melambaikan tangannya pada 80 wanita itu.


" Baik Yang Mulia Ratu." 80 wanita tersebut berjalan mendekati Liu Ryu.


Sesaat Liu Ryu menatap ke arah 81 Istrinya, jika saja mereka tinggal di Dunia Tiantang, maka dia bisa melakukan Kultivasi Ganda untuk meningkatkan Kultivasinya.


Namun karena mereka berada di Dunia Nuse, maka hal itu tidak berlaku, karena Liu Ryu sudah mencapai puncak Kultivator di Dunia Nuse.


" Suamiku... Untuk sementara, kamu harus membagi waktu untuk kami." Ucap Gong Sifa sambil menatap ke arah Liu Ryu, lalu menoleh ke arah 80 wanita yang terlihat malu-malu.


" Aku tidak bisa terlalu lama disini, tapi aku akan membawa kalian ke suatu tempat agar kita bisa memiliki waktu yang cukup." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu membawa mereka ke Dunia Quzhu.


Sesaat mereka telah berpindah tempat ke Dunia Quzhu, dimana Gong Sifa dan 80 Istri Liu Ryu dimanjakan dengan aroma wangi dari melati emas.


" Suamiku, apa ini alam jiwa milikmu?" Tanya Gong Sifa sambil menikmati pemandangan yang memanjakan mata.

__ADS_1


" Bukan... Tempat ini merupakan dunia kecil milikku, juga milik kita bersama." Ucap Liu Ryu sambil membawa mereka mengelilingi Dunia Quzhu dengan menggunakan awan ciptaannya.


Kini Gong Sifa mulai mengerti mengapa Istri Liu Ryu yang lain bisa dengan mudah meningkatkan Kultivasi, karena di Dunia Quzhu memiliki kecepatan waktu.


Setelah memperlihatkan semua isi dari Dunia Quzhu, Liu Ryu kembali membawa mereka ke Istana Kristal untuk beristirahat.


" Suamiku, Istana ini juga ciptaanmu?" Gong Sifa dan 80 Istri Liu Ryu bertanya dengan serentak.


" Ya... Tapi istriku yang lain juga ikut membantuku." Jawab Liu Ryu.


" Dengan begini, kita memiliki waktu yang sangat lama." Ucap salah satu prajurit wanita, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


Tentu Gong Sifa dan yang lain mengerti apa yang dimaksud, sehingga mereka saling berpandangan.


" Ya... Kita bisa tinggal disini selama satu 30 tahun. Itu artinya kita hanya menghabiskan waktu selama satu bulan diluar sana." Jawab Liu Ryu.


" Apa itu akan berpengaruh dengan calon bayi yang ada di kandungan kami?" Tanya salah satu Jenderal tersebut sambil mengusap perutnya yang masih kecil.


Mendengar ucapan tersebut, Gong Sifa dan yang lain saling berpandangan dengan memasang wajah memerah.


Sesaat Liu Ryu membawa mereka ke dalam kamar utama Istana Kristal, yang membuat jantung mereka berdetak kencang.


Melihat tingkah 81 Istrinya, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala lalu menuntun mereka untuk memilih kamar untuk mereka tinggali.


Tidak hanya itu saja, Liu Ryu juga menunjukkan kamar dari Istrinya yang lain, mengingat Istana Kristal sangat luas, sehingga masih mampu menampung mereka semua.


" Baiklah... Sekarang kalian boleh kembali ke kamar masing-masing. mulai besok kalian boleh Berkultivasi di ruang Kultivasi." Ucap Liu Ryu,. lalu kembali ke kamarnya.


Setelah Liu Ryu kembali ke kamarnya, Gong Sifa dan 80 Istri Liu Ryu yang lain saling berpandangan.


" Waktu kita sangat lama disini. 30 tahun sepertinya bisa sangat cukup untuk melayani suami kita." Ucap Gong Sifa.

__ADS_1


" Sepertinya malam ini Yang Mulia Ratu saja yang menemani suami kita. Untuk malam berikutnya kami akan mengatur semuanya." Istri Liu Ryu yang lain sepakat jika Gong Sifa terlebih dulu.


Untuk malam berikutnya dua Istri Liu Ryu yang lain akan menemani suami mereka, agar masih memiliki waktu untuk memulihkan diri.


Tentu mereka sudah mengetahui bagaimana kuatnya Liu Ryu, sehingga dengan demikian mereka ada waktu untuk memulihkan diri.


Meskipun sedikit ragu, Gong Sifa mengangguk setuju, meskipun dia tidak yakin bisa menghadapi suami mereka.


*******


Satu bulan telah berlalu, kini Liu Ryu berpamitan kepada Gong Sifa dan 80 Istrinya untuk menemui Jin Niu dan yang lain karena ingin membawa mereka ke Dunia Tiantang.


Selama satu bulan itu juga Gong Sifa dan 80 Istri Liu Ryu berhasil mencapai Pendekar Semesta tahap akhir, dimana dengan bantuan Kultivasi Ganda.


Meskipun Liu Ryu tidak mengalami peningkatan karena sudah mencapai puncak Kultivator di Dunia Nuse, namun dia sangat senang bisa membantu Istrinya.


" Haaahh... Butuh seratus tahun agar Sumberdaya di Dunia Quzhu bisa dipanen kembali." Liu Ryu menggelengkan kepala karena tidak bisa memberikan Sumberdaya kepada Kerajaan Gong seperti biasanya.


Saat berada di depan pintu gerbang Istana Kerajaan Guang, kini Liu Ryu langsung disambut ramah oleh para penjaga yang sudah mengenalnya.


" Silahkan masuk Dewa Agung! 70 Dewi Agung yang lain sedang menunggu di Istana." Ucap salah satu pengawal, lalu mempersilahkan kepada Liu Ryu.


" Terimakasih penjaga." Liu Ryu menyapa ramah kepada mereka, lalu masuk ke dalam Istana.


Di dalam Istana Kerajaan Guang, kini terlihat Jin Niu dan 69 Istri Liu Ryu sedang berbincang kecil kepada Guang Liang, hingga sesaat merasakan aura yang familiar sedang menuju ke arah mereka.


" Suamiku, akhirnya kamu datang juga." Jin Niu dan 69 Istrinya terlihat senang, lalu berlari kecil menuju ke arah Liu Ryu.


Melihat tingkah 70 saudarinya, Guang Liang hanya menggelengkan kepala karena selama 70 Istri Liu Ryu bersamanya, telinganya dipenuhi dengan nama Liu Ryu.


' Haaah... Akhirnya telingaku bisa tenang' Guang Liang membatin, karena sebelumnya mereka selalu melontarkan pujian kepada Liu Ryu dimanapun mereka sedang berbincang.

__ADS_1


" Salam saudara ipar." Liu Ryu menundukkan kepala kepada sosok mungil tersebut.


" Mmmm... Sekarang aku lebih aman. 70 Istrimu itu selalu memujimu, sehingga telingaku dipenuhi dengan kata Liu Ryu." Guang Liang bicara dengan nada datar, membuat Jin Niu dan 69 Istri Liu Ryu memasang wajah memerah.


__ADS_2