SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 304. Wilayah Terlarang Naga Kuno


__ADS_3

Di sisi lain, Liu Ryu dan Istrinya yang sudah berada di hutan terlarang Klan Naga, kini terus berjalan mengikuti petunjuk yang Liu Ryu dapatkan dari hutan larangan sebelumnya.


Di dalam hutan tersebut terdapat sebuah jurang yang sangat luas, dimana Liu Ryu langsung menciptakan awan sebagai pijakan mereka.


" Suamiku, apa kamu yakin di dasar jurang ini tempatnya?" Tanya Sheng Zhishu yang sudah berdiri di atas awan.


" Ya... Menurut informasi yang aku dapatkan, wilayah terlarang Naga Kuno berada di dasar jurang ini." Ucap Liu Ryu, lalu membawa mereka menuruni jurang tersebut.


Wuush!


Energi yang sangat kuat seakan menghisap Liu Ryu dan Istrinya yang berdiri di atas awan.


" Gravitasi di tempat ini sangat kuat." Gumam Liu Ryu sambil mengendalikan awan ciptaannya agar tidak jatuh dengan cepat.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain, mereka juga menggunakan kekuatan spiritual mereka untuk menahan tekanan energi dari dasar jurang.


Semakin dalam Liu Ryu dan Istrinya berada di jurang, semakin kuat gravitasi yang menekan mereka.


Bahkan pandangan Liu Ryu dan Istrinya menjadi kabur karena kecepatan hisap gravitasi tersebut semakin kuat.


" Suamiku, bagaimana ini?" Semua Istri Liu Ryu terlihat khawatir karena dengan kecepatan seperti itu, tidak menutup kemungkinan bahwa tubuh mereka akan hancur jika jatuh ke dasar jurang.


" Tidak ada pilihan lain, cepat naik ke punggungku."


Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu langsung berubah wujud menjadi Naga Agung dengan ukuran yang lebih besar.


" Mmmm." Sheng Zhishu dan yang lain langsung melompat ke punggung Liu Ryu yang berwujud Naga Agung.


Wuush! Wuush! Wuush!


Puluhan tali berbentuk jaring laba-laba, melesat ke arah dinding jurang dari kedua tangan Liu Ryu.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Jaring yang diciptakan dari elemen Kehampaan, kini menancap sempurna di dinding jurang untuk menahan beban gravitasi.


Namun itu tidak berlangsung lama, karena dalam hitungan detik, tali berbentuk jaring laba-laba langsung terputus karena tidak mampu menahan beban.


Aarrgggh!


Liu Ryu merasakan kekuatan spiritualnya seakan tersedot, terus menciptakan jaring laba-laba yang baru untuk melindungi tubuh mereka agar tidak membentur dasar jurang.

__ADS_1


Melihat suaminya yang tidak mampu menahan beban gravitasi, Sheng Zhishu dan yang lain juga menciptakan tali dari elemen masing-masing untuk membantu suami mereka.


Proses itupun berlangsung cukup lama hingga berhari-hari, dimana Liu Ryu dan Istrinya saling bekerjasama untuk menahan beban gravitasi.


" Berapa lama lagi kita terperangkap disini." Liu Ryu menggerutu, karena jurang tersebut seakan tanpa dasar.


Jika saja Liu Ryu dan Istrinya tidak memiliki Qi dalam jumlah besar, maka dapat dipastikan mereka sudah kehabisan tenaga.


*******


Satu bulan telah berlalu kini Liu Ryu dan Istrinya benar-benar sudah kehabisan tenaga untuk menahan beban gravitasi yang berada di jurang tersebut.


Saat itu pandangan Liu Ryu dan Istrinya menjadi gelap, karena jurang tersebut seakan tanpa dasar.


" Apakah kita akan mati disini." Liu Ryu terlihat pasrah menanti ajalnya, karena tidak mampu menahan beban gravitasi.


Meskipun demikian, Liu Ryu menggunakan tubuh Naga Agung untuk melindungi Istrinya agar tidak membentur dasar jurang.


" Suamiku, jangan jadikan tubuhmu sebagai tameng untuk melindungi kami." Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang berada di punggung suaminya kini berusaha sekuat tenaga untuk membantu Liu Ryu.


Wuush!


" Istriku, maafkan aku telah membawa kalian seperti ini." Liu Ryu merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Istrinya.


" Suamiku... Kita sudah lama hidup bersama. Aku siap jika harus mati bersamamu." Ucap Huli Yue, sambil menggenggam tangan Liu Ryu.


" Suamiku, bersamamu adalah hal yang paling indah. Jika takdir berkata lain, aku harap agar kita dipertemukan kembali di kehidupan selanjutnya."


Satu-persatu Istri Liu Ryu menerima kematian mereka dan berharap agar dipertemukan kembali jika bereinkarnasi di masa depan.


Di jurang yang sangat gelap, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain perlahan menutup mata seakan sudah siap menanti ajalnya.


Di sisi lain Liu Ryu berusaha keras untuk menghadapi situasi tersebut, meskipun tubuhnya terasa remuk karena ditekan gravitasi yang berada di jurang tersebut.


" Maafkan aku Istriku." Gumam Liu Ryu, lalu memejamkan mata,. dimana mereka saling berpegangan tangan.


*******


Di sebuah tempat yang sangat asing, kini terlihat beberapa sosok yang sedang terbaring di atas tanah, hingga membentuk kawah kecil.


Satu-persatu sosok tersebut membuka mata sambil memperhatikan keadaan sekitar, lalu memeriksa kondisi tubuh mereka.

__ADS_1


" Apa aku masih hidup?" Gumam Liu Ryu yang tidak merasakan lecet sedikitpun.


Sesaat Liu Ryu menatap beberapa sosok wanita yang juga mengalami hal yang sama, dimana kondisi mereka dalam keadaan baik-baik.


Kini satu-persatu Liu Ryu dan Istrinya bangkit berdiri, lalu mencari tempat untuk memulihkan diri.


" Suamiku, kita ada dimana sekarang?" Tanya Sheng Zhishu yang terlihat senang karena mereka masih hidup.


Tanpa menjawab apapun, Liu Ryu kembali memperhatikan keadaan sekitar dimana matanya tertuju pada sebuah benda yang menjulang tinggi dari tumpukan bebatuan.


Benda tersebut seperti sebuah pilar yang terdiri dari delapan penjuru mata angin.


" Sepertinya kita sudah sampai di wilayah terlarang Naga Kuno." Ucap Liu Ryu,. lalu berjalan mendekati delapan pilar yang disusun dari bebatuan.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain juga berjalan mengikuti suami mereka menuju ke arah pilar delapan penjuru.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan Istrinya telah sampai di pilar delapan penjuru yang berukuran besar dimana bagian tengahnya terdapat sebuah simbol.


" Tidak salah lagi, ini adalah tempat untuk menyerap darah Naga Kuno." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan mayat Naga Kuno yang dia bunuh sebelumnya.


Buussshh!


Seketika pilar delapan penjuru mengeluarkan energi yang sangat kuat, hingga mayat Naga Kuno berubah menjadi segumpal darah yang membentuk awan.


Tanpa menunggu lama, Liu Ryu mengeluarkan Altar Naga Kuno, lalu meletakkan di bagian tengah pilar delapan penjuru.


Dengan suara lantang, Liu Ryu membaca Kitab Naga Kuno dimana sulit dimengerti oleh Sheng Zhishu dan yang lain.


Zzzrrrttt! Zzzrrrttt! Zzzrrrttt!


Pilar delapan penjuru mengeluarkan energi berbentuk petir, hingga seakan saling terhubung.


" Sekarang saatnya kita menyerap darah Naga Kuno ini." Liu Ryu memberi isyarat kepada Istrinya untuk mencari tempat untuk duduk bersila.


" Baik." Jawab mereka serempak, lalu mengambil tempat duduk, sesuai arahan dari Liu Ryu.


Melihat Istrinya yang sudah bersiap,.Liu Ryu juga mengambil tempat duduk bersila, lalu mengeluarkan prasasti Naga Kuno dan menempatkan di sebuah simbol yang disediakan.


" Pejamkan mata dan seraplah energi darah Naga Kuno ini." Ucap Liu Ryu, lalu memejamkan mata yang diikuti Istrinya.


Seketika udara di sekitar bergerak liar, diikuti sambaran petir dan berbagai jenis elemen yang lain mengelilingi tubuh mereka.

__ADS_1


__ADS_2