SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 315. Meriam Peledak


__ADS_3

Sesaat Kaisar Haguro teringat akan putrinya yang sudah lama melakukan latihan tertutup sudah hampir 7000 tahun, semenjak putrinya masih berusia 16 tahun.


" Jika Kaisar Han Kiang bisa menjodohkan putrinya kepada Kaisar Ryu, apa salahnya jika aku menjodohkan putriku." Kaisar Haguro berniat untuk bertemu dengan putrinya Haruki yang ke-37.


Terlihat sebuah senyuman dari wajah Kaisar Haguro, karena Haruki memiliki paras yang sangat cantik, seperti indahnya bunga sakura yang sedang bermekaran.


" Aku harus mendatanginya secara langsung di hutan bambu." Gumam Kaisar Haguro, lalu membubarkan rapat tersebut.


*******


( Istana Kerajaan Langit Timur )


Kini keempat Raja dari Benua Tengah memasang wajah jelek, karena prajurit yang mereka kirim, berhasil dikalahkan.


" Raja Langit Timur, apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Raja Langit Selatan, yang seakan tidak percaya bahwa prajurit yang mereka kirim bisa mengalami kekalahan.


" Aku sudah meminta bantuan kepada Kekaisaran Langit, namun mereka tetap saja tidak mau membantu. Kecuali kita memberikan sesuatu yang berharga untuk mereka." Xu Dongtian menggelengkan kepala, karena Kaisar Langit tidak ingin membantu mereka.


Kaisar Langit menganggap bahwa keempat Kerajaan tersebut sudah kehilangan wibawa mereka, karena untuk pasukan dari Benua Timur saja tidak mampu.


Menurutnya keempat Kerajaan itu sudah melemah, sehingga dengan mudah dikalahkan oleh Kultivator dari Benua Timur.


Juga Kaisar Langit sedang mencari keberadaan Liu Ryu, karena sosok tersebut bisa membahayakan Kekaisaran Langit jika masih belum ditemukan.


Kaisar Langit masih belum menyadari bahwa dibalik kekalahan keempat Kerajaan tersebut adalah sosok yang sedang dia cari, sehingga dia meminta kepada beberapa pengawalnya untuk mencari keberadaan Liu Ryu di benua yang lain.


Sayangnya mata-mata yang dikirim oleh Kaisar Langit mencarinya ke benua yang lain, sehingga mereka tidak mengetahui bahwa Liu Ryu tinggal di Benua Timur.


" Lalu, apakah kita akan berdiam diri setelah kita mendapatkan kekalahan." Raja Langit Barat merasa tidak terima jika belum mengembalikan kehormatannya.


" Tapi kita sudah banyak mengalami kerugian." Raja Langit Utara tidak ingin kehilangan pasukan lagi, karena sebelumnya dia sudah kehilangan 300 miliar pasukan.

__ADS_1


Belum termasuk jumlah harta yang dikeluarkan untuk keberangkatan para prajurit menuju Benua Timur.


" Kehilangan pasukan memang memiliki kerugian besar. Tapi kita sudah terlanjur, maka kita harus kerahkan prajurit lebih banyak lagi." Raja Langit Selatan yang merasa sudah terlanjur, kini ingin mengirim para prajurit lebih banyak lagi.


Tentu Raja Langit Selatan harus mengembalikan harga diri sebagai salah satu penguasa di Benua Tengah. Untuk masalah prajurit, bisa direkrut dari warganya.


Raja Langit Selatan merasa yakin untuk kali ini mereka bisa menaklukkan Benua Timur. Dengan demikian, Raja Langit Selatan ingin menangkap semua prajurit yang berada di Benua Timur dan dijadikan sebagai budak.


Untuk menutupi kerugiannya, Raja Langit Selatan akan menarik para budak untuk menjadi prajurit, sehingga dia bisa mendapatkan keuntungan dari penyerangan tersebut.


" Aku setuju denganmu. Meskipun prajurit di Benua Timur sangat lemah, namun jika kita taklukkan mereka, maka kita memiliki jumlah prajurit lebih banyak lagi tanpa harus membayar mereka."


Keempat Raja itupun setuju jika untuk penyerangan kali ini hanya berfokus untuk menangkap Kaisar atau Rajanya saja.


Dengan demikian seluruh prajurit yang tersisa, dan warganya akan menjadi budak kerajaan yang memenangkan sebuah peperangan.


" Baiklah, aku akan mengirim prajurit dua kali lipat dari sebelumnya." Ucap Xu Dongtian.


" Dengan demikian, semua hasil jarahan dan semua para tawanan perang kita bisa bagi rata." Raja Langit Barat tersenyum puas, karena jumlah pasukan yang dikirim, jauh lebih banyak dari sebelumnya.


" Aku yakin, sekuat apapun mereka. Pasti jumlah mereka akan berkurang, akibat peperangan sebelumnya." Ucap Raja Langit Utara.


Alasan keempat Raja itu cukup logis, karena didalam peperangan pasti akan banyak mengalami kerugian. Namun mereka tidak pernah berfikir bahwa setengah pasukan yang dikirim sebelumnya sudah menjadi budak Kekaisaran Atas Awan.


Sebuah kesombongan yang sudah merasuki tubuh makhluk hidup. Saat mereka merasa bahwa merekalah yang terkuat, maka mereka akan terus menekan orang yang mereka anggap paling lemah, hingga orang itu tidak bisa berkutik karena telah berani menyinggung orang yang tidak bisa disinggung.


*******


Di sisi lain Liu Ryu juga tidak tinggal diam, dimana dia meminta kepada seluruh prajurit untuk membuat tembok besar di kota Lanshui.


Pihak Kekaisaran Han sendiri sudah memberikan Kota Lanshui kepada pihak Istana Kekaisaran Atas Awan, atas usulan Liu Ryu sendiri.

__ADS_1


Dengan demikian, Istana Kekaisaran Atas Awan akan menjadikan tempat itu sebagai benteng pertahanan Benua Timur.


Bahkan pihak Istana Kekaisaran Atas Awan membuat benteng pertahanan lebih besar dan lebih kuat, dengan menggunakan bebatuan khusus yang tidak mudah dihancurkan.


Di setiap sudut benteng pertahanan, Liu Ryu menciptakan sebuah meriam peledak yang bisa memporak porandakan barisan musuh.


Di depan Istana Kekaisaran Atas Awan, Liu Ryu mengumpulkan para prajurit untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi pasukan dari Benua Tengah.


" Benda ini aku namakan dengan meriam peledak. Kalian cukup salurkan Qi ke dalam meriam peledak ini ke arah musuh." Karena Liu Ryu berasal dari Dewa masa depan, sehingga dia bisa menciptakan sesuatu yang baru yang tidak bisa diketahui oleh para Kultivator pada Zamannya.


" Sebagai bahan amunisi, setiap satu kali serangan, kita membutuhkan satu milyar Batu Roh." Liu Ryu menjelaskan cara kerja meriam peledak yang ada di depan mereka.


Agar tidak ada kesalahan, Liu Ryu langsung mengisi satu milyar Batu Roh ke dalam meriam peledak tersebut lalu menyalurkan Qi miliknya.


Buussshh!


Sebuah bola yang terbentuk dari elemen Kehampaan miliknya, keluar dari meriam peledak.


Bboooom!


Sebuah ledakan yang sangat kuat di atas langit, membuat wilayah sekitar bergetar hebat.


Kelima Jenderal Besar dan para prajurit yang menyaksikan kejadian tersebut, kini membulatkan mata karena daya hancur serangan tersebut bisa membunuh ribuan Kultivator yang sudah mencapai Bintang Bumi dalam satu kali serangan.


" Serangan dari meriam peledak ini akan menyesuaikan dengan elemen yang dimiliki oleh penggunanya."


" Karena pihak Istana Kekaisaran Atas Awan memiliki Batu Roh yang tidak terbatas, jadi aku memanfaatkan Batu Roh agar memiliki fungsi." Suatu alasan Liu Ryu menciptakan meriam peledak, agar Batu Roh tidak menumpuk bagaikan sampah di Dunia Quzhu ataupun di danau yang mengelilingi Istana Kekaisaran Atas Awan.


Setelah memperagakan kepada para prajurit, Liu Ryu meminta kepada mereka untuk menaruh ratusan meriam peledak di benteng pertahanan.


Tidak hanya disitu saja, Liu Ryu juga memberi perintah kepada beberapa prajurit untuk menanam Batu Roh di dekat bibir pantai, agar bisa mengurung para prajurit dari Benua Tengah untuk dijadikan sebagai tawanan.

__ADS_1


__ADS_2