SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 423. Pohon Pengetahuan


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, kini Dewi Arinia dan Elena telah berhasil menerobos Bintang Perunggu.


Dengan 12 Inti Roh yang mereka gunakan, kualitas darah, Qi, sum-sum, tulang, jiwa dan otot Dewi Arinia dan Elena sudah melebihi kualitas manusia normal.


Bisa dikatakan Dewi Arinia dan Elena sudah menjadi Dewa tertinggi ketika berada di Dunia Tiantang.


Meskipun demikian, Liu Ryu mengingatkan kepada kedua istrinya agar tetap berhati-hati, karena masih ada beberapa makhluk yang memiliki kekuatan besar.


" Jadi begini rasanya ketika menjadi Dewa tertinggi?" Gumam Elena, sambil membuka matanya.


" Meskipun aku memiliki darah campuran Dewa tertinggi, namun aku tidak menyangka bahwa bisa mendapatkan pencapaian seperti ini." Dewi Arinia terlihat senang karena tubuhnya terasa ringan dan bertenaga.


Disamping memiliki kekuatan besar, kulit kedua wanita itu semakin kencang dan halus.


Liu Ryu mengangguk pelan, lalu membawa kedua Istrinya keluar dari ruang Kultivasi.


" Suamiku, apa kita kembali melanjutkan perjalanan?" Tanya Elena, meskipun dia ingin menguji kemampuannya untuk malam ini.


" Tidak perlu terburu-buru. Kini harus melayani suami kita untuk beberapa waktu." Dewi Arinia tersenyum penuh makna, sambil menoleh ke arah Liu Ryu.


" Baiklah, untuk malam ini kita beristirahat sejenak." Jawab Liu Ryu, lalu berjalan menuju kamar utama Istana Kristal.


*******


Pada keesokan pagi, Liu Ryu dan Istrinya keluar dari Dunia Quzhu untuk melanjutkan perjalanan.


Meskipun beberapa kali dihadang oleh raja atau ratu siluman yang lain, Liu Ryu dan Istrinya masih mampu mengalahkan mereka dengan mudah.


Kini Liu Ryu dan Istrinya sudah berada di bagian terdalam hutan, dimana Liu Ryu merasakan samar-samar aura yang sangat kuat.


" Suamiku, apa yang terjadi?" Tanya Dewi Arinia yang menyadari bahwa suaminya sedang merasakan sesuatu.


" Tidak ada... Mungkin hanya perasaanku saja." Jawab Liu Ryu, meskipun dia sendiri sedang mencari keberadaan pemilik aura tersebut.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan Istrinya berdiri di dekat sebuah pohon yang sangat besar dan memiliki aura yang sangat kuat.

__ADS_1


Liu Ryu menyipitkan matanya sambil menatap ke arah pohon tersebut, untuk memeriksanya.


" Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Liu Ryu.


" Oh... Jadi kamu menyadari keberadaanku?" Terdengar suara dari pohon besar, membuat Dewi Arinia dan Elena sontak kaget.


Keduanya tidak menyadari bahwa pohon tersebut bisa berbicara layaknya manusia.


" Aku adalah pohon pengetahuan yang sudah lama tinggal disini." Jawab pohon pengetahuan, melanjutkan ucapannya.


Liu Ryu terdiam sejenak, karena jika pohon itu adalah pohon pengetahuan, maka pasti banyak hal yang dia ketahui.


" Apa yang kamu ketahui tentang diriku dan tentang dunia ini?" Tanya Liu Ryu yang ingin menguji pengetahuan pohon itu.


" Anak muda... Tidak ada satupun makhluk hidup yang berada di seluruh alam semesta yang mengetahui rahasia dari sang pencipta. Sekalipun aku sendiri yang mengetahui segala yang ada di alam semesta." Jawab pohon pengetahuan, karena semua makhluk hidup memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.


Siapapun makhluk hidup, tentu memiliki batasan tersendiri, sehingga jika dia mengetahui segalanya, maka makhluk itu akan mengalami gangguan jiwa.


" Anak muda... Aku dapat merasakan bahwa kamu pernah mendapatkan anugerah dari penguasa elemen. Sayangnya banyak sekali aturan alam semesta yang sudah kamu langgar.


Pohon pengetahuan menjelaskan bahwa Liu Ryu terlalu banyak melakukan kesalahan, sehingga fungsi dari Inti Elemen yang dia miliki semakin berkurang.


" Kesalahanmu yang paling besar adalah membawa semua Istrimu ke dunia yang tidak seharusnya mereka tinggali."


" Setelah itu kamu juga menjadikan semua Istrimu memiliki kemampuan hingga menjadi seorang Dewa." Pohon pengetahuan memberitahukan kepada Liu Ryu bahwa dia sudah banyak melawan takdir.


Seharusnya beberapa Istri Liu Ryu sudah ditakdirkan untuk mati, namun Liu Ryu menggunakan takdir miliknya agar semua Istrinya bisa hidup abadi.


Karena itulah fungsi dari Inti Elemen yang Liu Ryu miliki semakin lama semakin terkikis hingga seperti elemen pada umumnya.


" Untuk menjadi seorang Dewa tertinggi, seharusnya kamu mengesampingkan kepentingan pribadi."


" Namun di setiap perjalanan hidupmu, kamu justru mementingkan keinginan manusiawi, sehingga anugerah itu tidak bisa digunakan dengan baik."


Pohon pengetahuan menjelaskan tentang apa yang dia alami sekarang adalah hukuman alam semesta, sehingga dia seakan dipermainkan oleh takdir.

__ADS_1


" Kamu lihat sendiri Dewi Arinia yang menjadi Istrimu. Ayahnya adalah seorang Dewa tertinggi yang sangat menyayanginya."


" Namun dia mengesampingkan perasaannya agar tidak terkena hukuman alam semesta."


Pohon pengetahuan menceritakan banyak sekali para Dewa yang jatuh oleh perasaannya sendiri, sehingga mengalami nasib buruk.


Begitupun dengan Elena yang seharusnya menjadi manusia biasa, namun ketika bertemu dengan Liu Ryu, kemampuannya mengimbangi kekuatan para Dewa tertinggi.


" Apakah aku salah untuk menjadikan mereka agar lebih kuat?" Tanya Liu Ryu.


" Jika menggunakan perasaan manusia, tentu kamu tidak salah. Namun untuk kalangan para Dewa, harus memiliki aturan tersendiri." Jawab pohon pengetahuan.


Namun Liu Ryu sama sekali tidak peduli dengan aturan alam semesta, karena baginya berkumpul bersama keluarganya adalah hal yang mutlak.


Terlebih Liu Ryu tidak akan membiarkan siapapun yang berani mengusik keluarganya, meskipun harus menentang langit.


" Jika itu keinginanmu, maka lakukanlah! Aku hanya mengingatkanmu saja." Pohon pengetahuan tidak bisa memaksa keinginan Liu Ryu, karena dia hanya memiliki kewajiban untuk menyampaikan apa yang dia ketahui.


" Terimakasih senior sudah mengingatkanku. Namun aku hanya memilih jalanku sendiri." Ucap Liu Ryu, lalu membawa kedua Istrinya untuk meninggalkan tempat tersebut.


Melihat keteguhan hati Liu Ryu, pohon pengetahuan tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu semua ada baik dan buruknya.


Jika seseorang ingin menjadi seorang Dewa, maka dia harus meninggalkan masalah duniawi dan hidup dalam pengasingan.


Namun tidak sedikit seseorang yang mencapai tahap Dewa yang masih mengikuti keinginan duniawi.


Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya yang terus melanjutkan perjalanan, kini sudah berada di tempat yang sangat jauh dari tempat keberadaan pohon pengetahuan.


" Kalian tidak perlu mendengarkan perkataan dari pohon aneh itu. Pantas saja banyak sekali para Dewa yang jatuh ke tangan para Iblis." Ucap Liu Ryu agar kedua Istrinya tidak mengambil hati.


" Apa gunanya hidup tanpa ada perasaan." Dewi Arinia dan Elena menggelengkan kepala, hidup tanpa tujuan hanya seperti mayat hidup.


Dengan demikian mereka bisa dikendalikan oleh para Kultivator yang menggunakan Iblis Hati pada dirinya.


Seperti yang terjadi pada pelindung dunia yang terlalu mengikuti aturan alam semesta, justru mereka mengalami nasib buruk oleh Xu Tianpeng yang memiliki ambisi untuk menguasai dunia.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Liu Ryu menghentikan langkahnya, karena dia dapat merasakan ada aura yang sangat kuat sedang menuju ke arah mereka.


" Sebaiknya kalian kembali ke Dunia Quzhu. Makhluk ini memiliki kekuatan besar yang tidak bisa kalian lawan." Ucap Liu Ryu, lalu menarik kedua Istrinya ke Dunia Quzhu.


__ADS_2