
Meskipun Liu Ryu dan kedua Istrinya masih mampu menghalau Flains yang memiliki jumlah yang sangat banyak, namun secara perlahan Qi yang mereka miliki secara perlahan mulai berkurang.
Dua hari telah berlalu, kini jumlah Flains yang berdatangan semakin banyak, meskipun jumlah korban sudah banyak yang berjatuhan.
" Suamiku, jumlah mereka terlalu banyak." Dewi Arinia merasa khawatir jika terus bertarung, maka mereka akan kelelahan.
Bahkan wajah Elena terlihat pucat, karena melakukan pertarungan selama dua hari tanpa henti, sangat menguras tenaganya.
" Lebih baik kita mundur! Aku yakin jumlah mereka lebih banyak lagi di depan." Liu Ryu tidak ingin memaksakan kedua Istrinya, karena bagaimanapun mereka hanya mencapai Bintang Perak.
Kedua wanita itupun mengangguk setuju, lalu secara perlahan mundur ke belakang, sambil melancarkan serangan anak panahnya.
Begitupun dengan Liu Ryu, dengan terpaksa harus mengikuti kedua Istrinya untuk memulihkan diri terlebih dulu.
Lebih dari satu kilometer, mereka sudah mundur dari tempat semula, namun Flains terus mengejar mereka, meskipun jumlah mereka mulai sedikit.
Tiga hari telah berlalu, kini Flains yang mengejar mereka sudah habis sehingga Dewi Arinia dan Elena bisa bernafas lega.
" Haaah... Jumlah mereka sangat mengerikan." Ucap Dewi Arinia dengan nafas memburu.
" Aku tidak menyangka bahwa jumlah mereka bisa sebanyak itu." Elena mengumpat karena awalnya dia sangat senang dengan adanya Flains yang bisa meningkatkan kekuatan serangan mereka.
Namun hal yang tidak terduga, jumlah Flains sungguh diluar dugaan mereka.
Mendengar keluhan dari kedua Istrinya, Liu Ryu hanya tersenyum, karena bagaimanapun mereka tidak bisa menggunakan kekuatan penuh saat berada di dalam goa bawah tanah.
Jika saja Liu Ryu menggunakan teknik Malapetaka, dapat dipastikan goa bawah tanah akan hancur, sehingga tubuh mereka akan terkubur.
" Lebih baik kita beristirahat sejenak." Ucap Liu Ryu, sambil menciptakan Pelindung transparan untuk mengelilingi tubuh mereka.
Kedua wanita itupun mengangguk pelan, lalu mengambil posisi duduk bersila untuk memulihkan diri.
Sedangkan Liu Ryu langsung mengambil potongan daging dari dewa dan dewi hewan buas yang dia bunuh sebelumnya.
Dengan berbagai peralatan yang dia ambil dari Dunia Quzhu, Liu Ryu membuat api unggun untuk memanggang daging tersebut.
Tentu dengan semakin kuat kualitas daging yang mereka konsumsi, akan membantu proses pemulihan mereka.
__ADS_1
" Dengan bantuan dua Inti Roh dewa dan dewi hewan buas, mereka bisa menerobos Bintang Emas." Gumam Liu Ryu sambil memanggang daging hewan buas di tangannya.
Tidak lama kemudian, Dewi Arinia dan Elena membuka matanya, karena hidung mereka dimanjakan dengan aroma wangi dari daging panggang.
" Suamiku, kamu menyediakan untuk kami." Kedua wanita itu terlihat senang lalu berjalan mendekati Liu Ryu.
" Ambillah! Kalian sangat membutuhkannya, agar bisa membantu pemulihan kalian." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan potongan daging kepada kedua Istrinya.
Kali ini Dewi Arinia dan Elena tidak sungkan lagi untuk melahap daging panggang yang dimasak oleh suami mereka.
Bahkan jatah milik Liu Ryu juga mereka habiskan, karena dengan fisik mereka sekarang, kedua wanita itu bisa menyerap lebih banyak lagi.
" Suamiku... Sepertinya daging itu sangat cocok untuk memulihkan kondisi kami." Tanpa malu-malu lagi, Dewi Arinia menginginkan daging hewan buas lebih banyak lagi.
" Suamiku, kamu tenang saja! Biarkan kami saja yang memasaknya untuk kita." Elena juga terlihat bersemangat untuk menikmati daging panggang hewan buas.
Tanpa ragu, Liu Ryu mengeluarkan tumpukan daging hewan buas, dimana Dewi Arinia dan Elena langsung memanggangnya sesuai arahan dari Liu Ryu.
Namun setiap daging hewan buas sudah masak, saat itu juga Dewi Arinia dan Elena melahapnya hingga tanpa tersisa, meskipun ukuran tubuh mereka terlihat kecil.
" Akhirnya aku bisa kenyang juga." Ucap Elena yang sudah bersendawa, sambil menepuk perutnya.
Begitupun dengan Dewi Arinia, juga mengeluarkan sendawa karena merasa kekenyangan.
Sesaat kedua wanita itu saling berpandangan, lalu menoleh ke arah Liu Ryu yang baru saja menghabiskan makanannya.
" Setelah makan dalam jumlah banyak, tidak lengkap jika tidak diikuti hidangan penutup." Elena tersenyum penuh makna, langsung membaringkan tubuh Liu Ryu.
" Ya... Malam ini kami menginginkan sesuatu yang lebih." Dewi Arinia ikut menimpal, juga tidak ingin ketinggalan bagian.
" Aku harap kalian bisa memberikan Yin dalam jumlah banyak untukku." Liu Ryu tidak mau kalah, langsung membawa mereka ke Dunia Quzhu, tepat di kamar utama Istana Kristal.
Kini kedua wanita itu saling berpandangan, lalu dengan manja menyerang Liu Ryu dengan agresif.
Kedua wanita itupun saling bekerjasama untuk menaklukkan suami mereka, karena efek dari hewan buas yang mereka makan membuat gairah mereka meningkat.
" Mmmhhh." Elena yang sudah berada di atas tubuh Liu Ryu, dan sudah menyatukan bagian intim mereka, kini wajahnya berseri-seri sambil menjambak rambutnya sendiri.
__ADS_1
Sikap Elena semakin liar, dimana Liu Ryu hanya mengikuti keinginan kedua Istrinya, karena kemampuan kedua wanita itu juga semakin meningkat.
Saat Elena sudah merasa kelelahan, Dewi Arinia mendorong tubuh wanita itu lalu menggantikan posisi Elena.
Dewi Arinia juga merasakan sensasi yang sama, membuat wajahnya berseri-seri sambil menjambak rambutnya sendiri dengan manja.
Di sisi lain, Elena yang sudah kelelahan karena sudah banyak mengeluarkan Yin, kini berusaha mengumpulkan tenaganya agar bisa menggantikan posisi Dewi Arinia, ketika wanita itu sudah kelelahan.
Kejadian itu terus berulang-ulang, hingga Dewi Arinia dan Elena benar-benar sudah kelelahan.
" Sekarang giliranku." Ucap Liu Ryu, saat kedua Istrinya terbaring di ranjang karena kelelahan.
Meskipun tidak berkata apapun, Dewi Arinia dan Elena justru sangat senang dengan hukuman yang membuat mereka bahagia hingga melayang sampai di dunia surgawi lapis tujuh.
Di ruangan itu, kini dipenuhi aroma energi Yin dari Dewi Arinia dan Elena yang bertambah banyak dari sebelumnya.
Begitupun dengan Liu Ryu juga bisa melepaskan energi 'Yang' Matahari miliknya kepada kedua Istrinya hingga belasan kali.
Bboooom!
Bboooom!
Saat sedang menikmati Kultivasi Ganda, Dewi Arinia dan Elena berhasil menerobos Bintang Emas dengan bantuan suami mereka.
" Uuhhh." Sebuah kesenangan yang tidak bisa digambarkan, terlihat jelas dari raut wajah Dewi Arinia dan Elena.
Saat itu juga Liu Ryu juga membaringkan tubuhnya di tengah kedua Istrinya, karena dia juga merasa kelelahan.
" Daging hewan buas itu sangat membantu kita." Ucap Dewi Arinia, sambil memeluk erat suaminya penuh dengan kebahagiaan.
Begitupun dengan Elena, juga memeluk erat suaminya karena Liu Ryu bisa memanjakan keinginannya.
*******
Dua hari kemudian, Liu Ryu dan kedua Istrinya keluar dari Dunia Quzhu, karena kondisi mereka sudah pulih total.
Terlebih untuk Dewi Arinia dan Elena yang sudah mencapai Bintang Emas, sehingga Liu Ryu mengurungkan niatnya untuk memberikan dua Inti Roh dari dewa dan dewi hewan buas kepada kedua Istrinya.
__ADS_1