SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 209. Firasat Liu Ryu


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Meskipun Liu Guangxi adalah putra pertama Liu Ryu, namun dia tidak keberatan jika Istana Kekaisaran Matahari Terbit menjadi milik Liu Yunjun karena dia adalah putra dari Huli Yue yang sebagai Istri Ryu yang pertama.


Dari semua Istana yang baru diciptakan, semuanya sudah diisi dengan para petinggi dan prajurit dimana semua memiliki wilayah masing-masing.


Hanya Istana Yexuan saja yang belum terisi, karena Liu Yexuan masih menjadikan Istananya tempat kediaman Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain sebelum Liu Ryu ayahnya kembali.


Tentu Istana Yexuan tidak boleh ditempati sembarang orang, karena tempat tersebut memiliki danau Air Embun Surgawi, juga terdapat tempat pemandian Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain dibawah bukit Yexuan.


" Suamiku... Di bagian utara Istana Yexuan akan ditempatkan permukiman warga. Sedangkan tempat pemandian kami sudah ditutup dan dijadikan wilayah terlarang Kekaisaran Yexuan nantinya." Sheng Zhishu menjelaskan tentang Istana Yexuan.


" Ayah... Bagaimana menurutmu tentang Istana Kekaisaran Matahari Terbit ini?" Tanya Liu Yunjun sambil memperlihatkan Istananya.


Sesaat Liu Ryu melihat sekelilingnya, dimana Istana Kekaisaran Matahari Terbit tiga kali lebih besar dari Istana yang lain dan dilengkapi dengan berbagai bebatuan yang berharga.


" Sangat sempurna." Liu Ryu mengangguk kecil, sangat kagum dengan karya dari putranya.


Jika saja mereka mengetahui bagaimana megahnya Istana Kekaisaran Atas Awan yang berada di Dunia Tiantang, mungkin Istana Kekaisaran Matahari Terbit masih belum apa-apanya.


" Ayah... Sebenarnya kami juga ingin membantu ayah di Dunia Tiantang. Tapi kami juga memikirkan masalah rakyat di wilayah kami masing-masing. Jika semuanya sudah beres, suatu saat kami akan berkunjung ke Dunia Tiantang." Liu Yunjun merasa tidak enak jika meninggalkan tugasnya sebagai seorang Kaisar.


" Kalian tidak perlu khawatir. Ayah sudah banyak memiliki bawahan. Jadi, pikirkanlah masalah kemakmuran rakyat kalian." Liu Ryu juga mengatakan bahwa dia juga tidak langsung melakukan penyerangan terhadap Kekaisaran Langit, melainkan melebarkan kekuasaan di Dunia Tiantang terlebih dulu.


" Terimakasih ayah." Liu Yunjun terlihat senang.

__ADS_1


" Ayah... Hanya ada beberapa tempat yang belum kami kuasai, yaitu hutan di wilayah Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Han. Dengan pasukan gabungan dari Kekaisaran Matahari Terbit dan Kekaisaran Teratai, maka semua Hewan Roh yang berada di tempat itu bisa kami singkirkan." Liu Yunjun terlihat antusias untuk menambah wilayah kekuasaan mereka.


" Yunjun... Hewan Roh juga makhluk hidup. Kamu tidak boleh bertindak semena-mena terhadap mereka." Liu Ryu mengingatkan kepada putranya.


" Untuk masalah itu, ayah tidak perlu khawatir. Setiap kami membuka wilayah baru, maka kami memberi tempat yang layak sebagai kediaman Hewan Roh. Jika mereka melawan, maka kami harus mengambil tindakan." Liu Yunjun menceritakan bahwa setiap mereka bertemu dengan kelompok Hewan Roh, maka terlebih dulu melakukan negosiasi.


Jika sekelompok Hewan Roh setuju, maka mereka membawanya ke Hutan Angin yang merupakan tempat tinggal Hewan Roh.


Tidak hanya disitu saja, Liu Guangxi dan saudaranya juga menempatkan Hewan Roh di Hutan Anggrek yang merupakan tempat tinggal She Xia sebelumnya.


Dengan demikian semua Hewan Roh akan lebih aman, karena memiliki seorang pemimpin yang mengatur kelangsungan hidup mereka.


" Untuk sekarang ada puluhan Sekte yang ingin berada di bawah kekuasaanku. Mereka juga aku berikan berbagai Sumberdaya untuk perkembangan mereka." Liu Yunjun melanjutkan pembicaraannya.


" Baiklah... Semuanya telah kalian atur dengan baik. Aku rasa Benua Timur yang 80% merupakan hutan, tidak lama lagi akan menjadi permukiman yang baru." Liu Ryu terlihat senang dengan keberhasilan putranya.


Disamping bebas pajak hingga sepuluh tahun kedepan, tapi juga membawa kemakmuran bagi mereka karena banyak sekali lahan pertanian yang disediakan oleh pihak Istana Kekaisaran.


Setelah cukup lama melakukan perbincangan, Liu Yunjun mempersilahkan kepada ayah dan ibunya untuk tinggal di Istana Kekaisaran Matahari Terbit, sambil menunggu hari pernikahan mereka.


*******


Satu bulan telah berlalu, kini hari pernikahan telah dilangsungkan di Istana Kekaisaran Matahari Terbit.


Sebuah Pernikahan itu berlangsung dengan mewah, karena mereka melangsungkan pernikahan secara bersamaan, dimana para tamu undangan datang dari berbagai Benua yang merupakan keluarga dari menantu Liu Ryu.


Tentu itu semua terjadi karena sudah jauh-jauh hari mereka bicarakan, agar bisa saling bersilaturahmi.

__ADS_1


Zi Mayi, Zi Mifeng dan bawahannya yang sudah menjadi manusia seutuhnya kini melayani para tamu undangan dengan senang hati, dalam menyajikan makanan tanpa perintah dari Penguasa mereka.


Bagi yang tidak pernah bertemu dengan Kaisar Liu Ryu, kini bisa menyapanya dengan langsung, karena sebelumnya mereka hanya mendengar keagungannya saja saat Kekaisaran Awan berhasil mengalahkan pasukan dari Dunia Tiantang.


Di sisi lain, dibalik semua kebahagiaan itu Liu Ryu terlihat khawatir karena ada hal yang mengganjal di pikirannya.


" Suamiku... Apa yang terjadi denganmu? Bukankah hari ini adalah hari kebahagiaan anak-anak kita?" Sheng Zhishu menatap ke arah Liu Ryu yang terlihat murung.


" Entahlah.... Hanya saja perasaanku tidak enak dengan hal ini. Tapi biar bagaimanapun ini semua demi kebahagiaan anak-anak kita." Dibalik kebahagiaan dari wajahnya, Liu Ryu menyimpan suatu kesedihan dari raut wajahnya.


" Suamiku... Apa ada yang salah dengan cara kami mengajarkan anak-anak kita?" Tanya Xin Chie.


" Kalian tidak salah, anak-anak kita juga sangat baik. Hanya saja suatu saat mereka akan bergaul dengan orang-orang yang munafik. Namun kita tidak bisa melarang mereka, dengan demikian mereka akan menjadi dewasa dalam berfikir." Liu Ryu tidak mungkin menjaga dan melindungi anak-anaknya, karena mereka sudah dewasa.


Entah itu akan terjadi seratus tahun, seribu tahun, atau jutaan tahun kedepan, Ryu dapat merasakan bahwa akan terjadi sesuatu pada keturunannya.


Namun dibalik itu semua, Ryu dapat merasakan bahwa keturunannya akan berkumpul kembali di sebuah tempat di Istana Yexuan.


" Suamiku... Kita tidak bisa melawan kehendak sang pencipta. Seiring berjalannya waktu, mereka akan mengetahuinya sendiri."


" Bukankah kita juga pernah mengalami masa-masa sulit? Kita sudah lama menjalani hidup mulai dari Dunia Fana hingga sampai disini." Huli Yue memahami apa yang dirasakan oleh Liu Ryu, berusaha untuk menghibur suaminya.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu menghela nafas panjang lalu berbaur dengan para tamu undangan yang hadir di tempat itu.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain, mereka langsung kembali ke dalam Istana Matahari Timur saat acara pernikahan sudah selesai.


Pada saat malam hari, Kini Liu Ryu kembali ke kamarnya, dimana para tamu undangan juga satu-persatu meninggalkan tempat tersebut menuju ke kediaman yang telah disediakan oleh pihak Istana Matahari Terbit.

__ADS_1


__ADS_2