
Setelah dua hari berada di Sekte Kabut Ilusi, kini Ryu berkunjung ke Sekte Gunung Phoenix, dimana Hong Kian memperkenalkan suaminya kepada anggota baru Sekte Gunung Phoenix.
Anggota Sekte Gunung Phoenix yang baru saja ikut bergabung, tidak menyangka bahwa Matriak mereka memiliki suami seorang Kaisar.
Banyak anggota Sekte Gunung Phoenix yang patah hati saat melihat kedekatan Ryu dan Hong Kian.
Meskipun begitu, mereka juga sadar diri bahwa status sosial mereka terlalu jauh.
Namun bagi anggota Sekte Gunung Phoenix yang sudah lama mengenal Matriak Hong Kian dan Kaisar Ryu, tentu saja sudah tidak heran jika beberapa sosok pengagum dadakan Hong Kian maupun Kaisar Ryu karena mereka juga pernah mengalami hal yang sama.
Di sebuah lapangan Sekte Gunung Phoenix, banyak sekali para murid pria maupun wanita begitu mengagumi pasangan kekasih yang berada di atas panggung.
Setelah memperkenalkan diri mereka, Hong Kian membawa Ryu kembali ke kediaman keduanya yaitu berada di atas sebuah Gunung yang tidak jauh dari Sekte tersebut.
Gunung tersebut berada di tempat yang paling sepi, dimana tidak ada seorangpun yang bisa memasuki kaki gunung itu tanpa seizin Hong Kian itu sendiri.
" Gege, gunung ini adalah gunung yang paling tinggi di wilayah ini." Hong Kian memperlihatkan beberapa bagian yang ada di wilayah gunung tersebut.
Tidak lama kemudian, mereka telah mendarat di puncak gunung tersebut dimana terdapat sebuah bangunan yang cukup besar.
Namun sebelum mengajak Ryu ke dalam rumahnya, Hong Kian membawa Ryu ke suatu tempat dimana di tempat itu terdapat sebuah pohon besar.
Di bawah pohon besar itu, terdapat beberapa kursi yang terbuat dari batu.
" Gege, tempat ini adalah tempat tinggalku yang kedua. Aku tidak pernah membawa orang lain kesini, bahkan anakku Tiankong sendiri." Ucap Hong Kian sambil menatap ke arah kaki gunung.
" Apa kamu merindukan Putramu itu?" Tanya Ryu.
__ADS_1
" Sebagai seorang Ibu, tentu saja aku merindukannya. Hanya saja, sekarang dia menjadi seorang Raja. Jika aku kesana, mau ditaruh dimana mukaku. Pasti dia sudah memiliki anak, dan tentu saja aku akan dipanggil nenek." Hong Kian tersenyum pahit membayangkan jika dia dipanggil nenek.
Bukan karena dia tidak ingin dipanggil dengan sebutan itu, namun jika usia cucunya masih 13 sampai 15 tahun, maka ada sesuatu yang ganjal.
Apalagi dengan adanya sebuah tradisi yang mengharuskan jika seseorang sudah memiliki cucu, maka hanya bisa berkunjung sekali dalam sepuluh tahun.
Namun hal itu hanya berlaku untuk seseorang yang bisa melakukan regenerasi dan selalu awet muda.
Apa yang dikatakan orang, jika seorang nenek atau kakek malah terlihat lebih cantik atau tampan dan muda dari cucunya.
Itulah hal yang dihindarkan oleh suatu keluarga, sehingga mereka yang sudah mencapai usia ratusan tahun lebih harus mengasingkan diri dari keluarganya.
Jika memungkinkan, mereka kembali membangun keluarga yang baru agar bisa mendapatkan keturunan.
" Gege, disanalah tempat lembah ular yang dimana tempat tinggal Sekte Ular sebelumnya. Di bagian sana ada sebuah dinding dilapisi Petir dimana tempat kediaman Phoenix Petir yang tidak lain adalah Yuwang." Hong Kian menunjukkan suatu tempat yang sangat jauh dari tempat mereka.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu hanya mengangguk kecil karena dia juga pernah bertemu dengan Yuwang saat pertama kali menggunakan Tubuh Phoenix Petir sebagai tubuh barunya meskipun dia tidak tau persis letaknya.
"Disana disebut Hutan Angin. Sejak berdirinya Sekte Gunung Phoenix ini dua juta tahun yang lalu, tidak ada yang berani mendekati Hutan Angin. Hutan Angin itu sendiri tempat kediaman Hewan Roh tingkat tinggi. Jika seorang manusia masuk ke tempat itu, maka tubuhnya akan hancur seketika." Hong Kian menjelaskan kepada Ryu.
" Apa itu benar? " Ryu merasa tidak yakin dengan apa yang dikatakan Hong Kian.
" Gege, kamu jangan pernah coba-coba mendekati Hutan Angin. Banyak sekali para Kultivator pendahulu Sekte Gunung Phoenix yang tidak percaya dengan rumor itu. Mereka semua tidak ada yang selamat, karena baru saja melangkahkan kakinya ke Hutan Angin, tubuh mereka sudah hancur." Hong Kian menggelengkan kepala karena Ryu masih tidak percaya dengan apa yang dia katakan.
Hong Kian menceritakan bahwa Hutan Angin dilindungi Formasi tingkat Semesta yang berasal dari perkumpulan Ras Hewan Buas untuk melindungi diri dari Ras Dewa dan Manusia.
Namun jika yang memasuki Hutan Angin itu adalah hewan, maka mereka tidak kesulitan meskipun hanya hewan biasa.
__ADS_1
" Kata leluhurku pernah ada beberapa sosok dari Ras Dewa tertinggi yang ingin masuk ke Hutan Angin, namun mereka juga hancur seketika saat berada di hutan itu. Aku harap Gege tidak bertindak gegabah. Lagi pula Hewan Buas yang ada di tempat itu juga tidak pernah menyerang manusia." Lan Liwei melanjutkan pembicaraannya.
" Baiklah, aku tidak akan kesana. Tapi aku bisa meminta bantuan Bawahanku." Ryu tersenyum lebar lalu mengirim pesan jiwa kepada Tou Shuijing, Zi Mayi dan Pasukan Naga Gunung.
Seketika Tou Shuijing, Jiu Tou She Zi Mayi dan Zi Mifeng beserta Pasukannya muncul di hadapan Ryu.
" Salam Tuan. Ada apa Tuan memanggil kami?" Tanya Tou Shuijing diikuti yang lain.
Sebelum Ryu menjawab pertanyaan tersebut, tiba-tiba langit seakan terbelah diikuti Awan mendung dan suara menggelegar membuat wilayah sekitar Gunung tersebut menjadi gelap.
Kini muncul ratusan Naga Gunung yang keluar dari celah langit yang terbelah tersebut.
Hong Kian yang menyaksikan kehadiran ratusan Naga Gunung tersebut tidak bisa tidak kaget, meskipun masih terlihat santai.
" Salam Tuan Penguasa. Apa ada perintah untuk kami?" Jinshan dan yang lain memberi hormat.
" Gege, siapa mereka?" Tanya Hong Kian.
" Salam Tuan Putri. Maaf karena ketidak tahuan kami." Baishan memperbaiki sikap karena sebelumnya tidak sadar bahwa wanita yang ada di samping Ryu adalah Isterinya.
Begitupun dengan yang lain, mereka satu-persatu memberi hormat kepada Hong Kian.
" Kian'er, mereka adalah teman-temanku yang berasal dari Dunia Fana." Ryu menjelaskan kepada Istrinya setelah keempat Naga Gunung memperkenalkan diri.
" Ukuran mereka cukup unik. Hanya saja mereka masih lemah. Tapi aku yakin, mereka akan lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi dengan bantuanmu." Ucap Hong Kian dengan santai lalu menoleh ke arah suaminya.
Mendengar ucapan tersebut Jinshan dan yang lain tersenyum pahit karena apa yang dikatakan Hong Kian memang benar.
__ADS_1
" Kalian semua, dengarkan aku! Kalian lihat Hutan disana? Aku ingin kalian menelusuri Hutan itu! Aku tidak bisa memasukinya karena Hutan itu hanya bisa dimasuki Hewan Buas saja." Ryu menunjuk ke arah Hutan yang sangat jauh dari tempat mereka.
Semua bawahan Ryu langsung menoleh ke arah yang ditunjukkan dimana mereka semua dapat merasakan bahwa apa yang dikatakan Ryu memang benar.