SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 276. Dihadang


__ADS_3

Mendapatkan isyarat dari Walikota, para prajurit yang berada di tempat itu langsung bergerak dan meringkus Liu Ryu dan keempat istrinya.


" Tuan Walikota, apa yang kamu lakukan?" Tanya Liu Ryu, sekedar basa-basi.


" Kalian telah berani melanggar aturan Kekaisaran Han. Tapi aku bisa membantu Assosiasi Senjata mendirikan cabang di kota ini." Ucap Walikota, lalu menoleh ke arah keempat wanita tersebut.


" Asalkan keempat wanita itu harus menjadi Istriku." Walikota melanjutkan pembicaraannya.


Mendengar ucapan tersebut, Yunjiang, Yinshi, Yuwang dan Xie Hua tersenyum lebar sambil memberi isyarat kepada Liu Ryu.


Buussshh!


Liu Ryu dan keempat istrinya melepaskan diri dari para prajurit.


Bboooom! Bboooom!


Para prajurit terpental hingga membentur dinding dan muntah darah.


Melihat kejadian tersebut, Walikota memasang wajah memerah padam karena kelima sosok itu telah berani memberontak.


" Kalian tau apa yang telah kalian lakukan? Pihak Istana Kekaisaran Han tidak akan membiarkan kalian bertindak semena-mena." Ucap Walikota dengan nada mengancam.


Sesaat Liu Ryu mengeluarkan Lencana milik Kekaisaran Han, lalu melemparkan ke arah Walikota.


" Ini..." Walikota berkeringat dingin saat melihat Lencana yang berasal dari Istana Kekaisaran Han.


Tentu Walikota bisa mengenal Lencana itu mana yang asli atau palsu, sehingga membuat wajahnya pucat seperti kapas.


" Tuan muda, maafkan hamba, karena tidak mengenali kalian." Walikota langsung berlutut di hadapan Liu Ryu, sambil menyeka keringatnya.


Begitupun beberapa sosok tersebut berada di ruangan tersebut, langsung berlutut di hadapan mereka.


" Ternyata apa yang dikatakan Yang Mulia Kaisar Han Kiang itu benar. Kalian telah berani menyalah gunakan kekuasaan kalian untuk kepentingan pribadi." Yunjiang berkata dengan asal-asalan, karena dia hanya berspekulasi tentang apa yang terjadi sebelumnya.


" Ampun tuan putri, hamba mengaku salah." Ucap Walikota dengan tangan gemetar.


" Baiklah, kami akan mengampuni kalian. Tapi kalian harus jujur dengan apa yang kalian lakukan selama ini."


Sambil mengatur nafas, Walikota itupun menceritakan bahwa mereka sudah memungut pajak lebih besar dari yang diperintahkan oleh pihak Istana Kekaisaran Han.

__ADS_1


Tidak hanya itu, juga mengumpulkan Sumberdaya dari berbagai wilayah untuk dijual kembali ke wilayah Kekaisaran Taiyang, karena disana bisa dijual dengan harga tinggi.


" Kemana Sumberdaya itu sekarang?" Tanya Yuwang, sambil menginjak tangan Walikota.


" Aarrgggh... Ampun tuan putri... Sumberdaya itu masih belum kami kirim." Ucap Walikota.


" Bawa Sumberdaya itu kesini!" Yunjiang memberi perintah.


Walikota itupun meminta kepada para pelayan untuk mengambil semua peti yang berisi Sumberdaya.


Tidak lama kemudian, terlihat puluhan peti berjejer di depan Liu Ryu dan keempat istrinya, dimana semuanya masih terlihat rapi.


Melihat hal itu, Liu Ryu lebih memilih untuk berdiam diri, karena tidak ingin ikut campur dengan Istrinya.


" Apa ada yang lain?" Tanya Xie Hua, yang terlihat senang karena Sumberdaya tersebut sangatlah banyak.


" Tidak ada tuan putri. Semuanya sudah kami berikan." Ucap Walikota yang masih dalam posisi berlutut.


" Kamu, aku perintahkan untuk membeli Sumberdaya yang berada di Rumah Sumberdaya di kota ini." Ucap Yuwang, sambil menatap ke arah salah satu dari yang berlutut di depannya, lalu memberikan dua peti berisi Batu Roh yang mereka keluarkan sebelumnya.


" Baik tuan putri." Ucap sosok tersebut, sambil memberi hormat, lalu meninggalkan ruangan tersebut.


Dengan sebuah anggukan, para prajurit langsung bergegas dari tempat tersebut untuk mengembalikan harga yang mereka kuras sebelumnya.


Melihat tingkah Walikota dan bawahannya, Yunjiang, Yinshi, Yuwang dan Xie Hua tertawa dalam hati karena hal itu merupakan sesuatu yang kebetulan.


Di sisi lain Liu Ryu sedikit heran, mengapa Walikota di kota kecil itu berani mengambil tindakan seperti itu?


Menurut perkiraan Liu Ryu, pasti ada campur tangan dari orang lain ataupun campur tangan dari Walikota lainnya yang berkuasa di kota-kota yang lain.


" Siapa saja yang mencoba untuk berkhianat kepada pihak Istana Kekaisaran Han?" Tanya Liu Ryu.


Mendengar pertanyaan itu, Walikota langsung terdiam sejenak sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.


" Tuan muda... Ada beberapa kota kecil lainnya yang juga ikut terlibat. Hampir semua kota kecil yang berada di dekat perbatasan Kekaisaran Taiyang." Walikota itu menjelaskan bahwa sebelumnya mereka juga sangat tertarik dengan harga yang diberikan oleh pedagang di Kekaisaran Taiyang.


Sedangkan pihak Istana Kekaisaran Han tengah sibuk dengan perbatasan di bagian utara, sehingga perbatasan bagian barat tidak dijaga dengan ketat.


Dengan demikian para pengawal dari beberapa Walikota kota kecil dengan bebas menyusup ke wilayah Kekaisaran Taiyang untuk menjual Sumberdaya.

__ADS_1


Mendengar ucapan tersebut, keempat Istri Liu Ryu tersenyum lebar, karena mereka bisa memanfaatkan situasi tersebut.


Namun mereka juga tidak ingin merugikan pihak Kekaisaran Han, karena yang mereka butuhkan adalah Sumberdaya.


' Suamiku, biarkan masalah ini kami yang urus.' Xie Hua mengirim pesan jiwa kepada Liu Ryu.


Tidak lama kemudian prajurit yang disuruh untuk membeli Sumberdaya, muncul di tempat itu lalu memberikan sebuah Cincin Ruang kepada Yuwang.


" Aku anggap masalah ini selesai." Ucap Xie Hua, lalu mengambil peti yang berisi Sumberdaya.


Sedangkan beberapa peti yang berisi Batu Roh, dia berikan kembali kepada Walikota tersebut.


Tanpa menunggu lama, Liu Ryu meninggalkan tempat tersebut berencana untuk keluar dari kota untuk melanjutkan perjalanan, karena Sumberdaya yang mereka butuhkan sudah didapatkan.


" Pekerjaan ini sangat mudah." Ucap Yuwang sambil menatap ke arah depan.


" Ya... Mulai besok, pekerjaan kita digantikan oleh yang lain." Ucap Xie Hua, sambil mengirimkan pesan jiwa kepada Sheng Zhishu yang berada di Dunia Quzhu.


Saat berada di pintu gerbang, para penjaga tidak berani mengganggu perjalanan Liu Ryu dan keempat istrinya, karena mereka sudah mengetahui bahwa kelima sosok itu adalah utusan dari Kekaisaran Han.


Namun tidak ada yang berani mengabarkan tentang kejadian sebelumnya, karena jika didengar para warga, maka mereka akan memberontak.


" Sepertinya kita kedatangan tamu lagi." Ucap Liu Ryu, saat mereka sudah jauh dari kota sebelumnya.


" Tidak masalah... Kita ikuti keinginan mereka." Yuwang juga tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk mengumpulkan Sumberdaya.


Wuush! Wuush! Wuush!


Kini muncul beberapa sosok yang menghadang perjalanan Liu Ryu dan keempat istrinya.


" Tuan muda... Jadi kelima orang itu yang anda inginkan sebelumnya?" Tanya sosok pria yang berusia sekitar 300 tahun, sambil menatap ke arah mereka.


" Benar senior." Ucap salah satu sosok yang berada di rombongan tersebut.


Sesaat sosok yang paling tua diantara mereka berjalan kedepan lalu menatap ke arah Liu Ryu dan keempat wanita yang bersamanya.


Sesaat sosok itu tersenyum lebar karena keempat wanita itu benar-benar memiliki paras yang cantik.


" Pantas saja tuan muda menginginkan keempat wanita itu sebagai Istrinya." Gumam pria tersebut sambil menatap ke sebuah arah dimana merasakan kehadiran dua kelompok lainnya.

__ADS_1


__ADS_2