SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 459. Liu Ryu Vs Raja Siluman Kera


__ADS_3

Di sisi lain Liu Ryu yang sudah berada di atas udara, kini menatap ke arah makhluk raksasa yang seperti sedang tertidur.


Merasakan kehadiran Liu Ryu, raja siluman kera membuka matanya, lalu bangkit berdiri membuat pepohonan yang tumbuh di tubuhnya bertumbangan.


Ggooooaaarr!


Raja siluman kera raksasa meraung keras sambil memukul dadanya dengan kedua tangannya sendiri, seakan menunjukkan bahwa dia adalah penguasa mutlak di hutan tersebut.


" Sepertinya kekuatan raja siluman kera ini jauh lebih kuat dari raja siluman Landak Api." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah makhluk raksasa yang seukuran gunung kecil.


Menyadari kedatangan Liu Ryu ke arahnya, raja siluman melompat ke arah Liu Ryu seakan menghilang dibalik awan.


Melihat makhluk raksasa yang memiliki kecepatan tinggi, Liu Ryu menyipitkan matanya, sambil mendongakkan kepalanya ke atas langit.


Wuush!


Raja siluman kera seakan turun dari langit, sambil mengarahkan tinjunya ke arah Liu Ryu yang melayang di udara.


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Liu Ryu berpindah tempat ke arah yang lain, untuk menghindari pukulan dari raja siluman kera.


Bboooom!


Sebuah tinju raksasa bersarang di tanah, seketika wilayah serangan menciptakan kawah besar, diikuti getaran gempa yang sangat kuat.


" Cukup menarik." Gumam Liu Ryu, lalu berubah wujud menjadi Naga Agung yang diikuti sambaran elemen Kehampaan yang menyelimuti tubuhnya.


Melihat kejadian tersebut, raja siluman kera menyipitkan matanya, lalu menyilangkan kedua tangannya.


Buussshh!


Kobaran api biru menyelimuti tubuh raja kera membuat pepohonan di sekitarnya langsung hangus terbakar.


" Kamu telah membangunkan tidurku. Untuk itu, aku akan memakanmu sebelum tidur kembali."


Wuush!


Bersamaan dengan ucapannya, raja siluman kera melesat cepat ke arah Liu Ryu yang juga menjadi Naga Agung yang memiliki ukuran raksasa.


Liu Ryu tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah raja siluman kera , sambil mengayunkan tangannya.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Benturan pukulan dari kedua belah pihak, menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah hingga membuat pepohonan bertumbangan.


Ketangkasan raja siluman kera sangat luar biasa, dimana dia mampu mengimbangi kecepatan serangan dari Liu Ryu.


Hutan yang awalnya terlihat rimbun dan hijau, kini berubah menjadi lahan gersang dimana pepohonan di sekeliling mereka berterbangan ke berbagai arah.


Bahkan akibat pertukaran serangan antara Liu Ryu dan raja siluman kera, menciptakan kawah besar diikuti retakan tanah di berbagai tempat.


" Dewa ini tidak bisa dianggap remeh. Baru kali ini aku menemukan lawan yang tangguh." Gumam raja siluman kera sambil bertukar serangan dengan Liu Ryu.


Bahkan akibat benturan dan gesekan dari kedua belah pihak membuat kedua tangan raja siluman kera merasa kebas.


" Raja siluman kera ini adalah lawan yang pantas." Gumam Liu Ryu yang juga merasakan dampak dari kobaran api milik raja siluman kera.


Jika saja Liu Ryu tidak menggunakan teknik perubahan wujud Naga Agung, dapat dipastikan dia tidak mampu menahan hawa panas dari raja siluman kera.


" Pukulan Penghancur Gunung."

__ADS_1


Wuush!


Sebuah tangan kanan raksasa dari raja siluman kera, melesat cepat ke arah perut Liu Ryu.


" Seni Naga Kehampaan, Tinju Sang Agung."


Wuush!


Tangan kanan Liu Ryu melesat cepat ke arah pukulan dari raja siluman kera.


Bboooom!


Blaaar!


Kedua serangan tinju saling bertemu, menciptakan ledakan energi yang sangat kuat, membuat keduanya terpental belasan meter hingga tersungkur di tanah.


Raja siluman kera, dengan buru-buru bangkit berdiri, lalu mengarahkan kedua tangannya ke depan.


" Kobaran Api Pemusnah."


Buussshh!


Saat kedua telapak tangan raja siluman kera saling bertemu, kini keluar kobaran api keluar dari tangannya, menuju ke arah Liu Ryu.


" Seni Naga Kehampaan, Badai Kehampaan."


Buussshh!


Qi unsur Kehampaan membentuk sinar laser raksasa mengarah kepada kobaran api yang mengarah kepada Liu Ryu.


Bboooom!


Kedua serangan jarak jauh dari kedua belah pihak menciptakan ledakan energi yang menyebar ke berbagai arah.


Melihat serangannya berhasil dipatahkan,.raja siluman kera menyipitkan matanya, sambil memikirkan cara untuk menghadapi Liu Ryu.


" Tongkat Penyangga Langit."


Duuung!


Bboooom!


Sebuah tongkat raksasa menancap sempurna di tanah dimana tempat raja siluman kera sedang berdiri.


Kraaack!


Kraaack!


Kraaack!


Pilar raksasa yang tercipta dari lahar api, kini semakin memadat hingga membentuk benda logam berwarna merah menyala.


Raja siluman kera itupun mencabut tongkat raksasa, lalu melompat ke arah Liu Ryu, sambil mengayunkan tongkatnya.


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu menyipitkan matanya lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.


" Membesar."


Buussshh!


Pedang Naga Petir yang berada di tangan Liu Ryu, langsung membesar hingga menyamai ukuran dari tongkat milik raja siluman kera.


Wuush!


Liu Ryu melesat dengan kecepatan tinggi layaknya meteor, lalu mengayunkan pedangnya untuk menyambut serangan dari raja siluman kera.


Traaang!

__ADS_1


Bboooom!


Benturan keras dari kedua senjata, menciptakan gelombang energi yang sangat kuat.


Traaang!


Traaang!


Traaang!


Pertukaran serangan dari kedua jenis senjata membuat alam sekitar menjadi gelap, seakan terjadi bencana besar.


" Tongkat Penghancur Daratan."


Wuush!


Raja siluman kera mengarahkan tongkatnya ke arah Liu Ryu hingga semakin memanjang dan besar.


" Seni Naga Kehampaan, Tebasan Sang Agung."


Creeessh!


Liu Ryu yang melompat ke arah belakang, kini mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan dari raja siluman kera.


Traaang!


Blaaar!


Saat kedua serangan saling bertemu, seluruh hutan berguncang hebat, hingga menciptakan sebuah jurang raksasa.


" Teleportasi."


Duuung!


Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping raja siluman kera, lalu mengayunkan pedangnya.


Raja siluman kera memutar bola matanya ke arah samping tempat kemunculan Liu Ryu, lalu mengayunkan tombaknya.


Craaakk!


Ggooooaaarr!


Sebuah tebasan bersarang pada tubuh raja siluman kera, hingga membuatnya meraung keras.


Creeessh!


Dalam hitungan kurang dari satu detik, Liu Ryu mengayunkan pedangnya ke atas untuk menangkis pukulan tongkat dari raja siluman kera.


Traaang!


Kedua jenis senjata saling bertemu, membuat keduanya terpental puluhan meter.


Raja siluman kera menyipitkan matanya, sambil memegang dadanya yang terkena luka sayatan yang secara perlahan mulai menutup.


Raja siluman kera menatap ke arah Liu Ryu penuh dengan kebencian, karena lawannya menggunakan konsep ruang waktu untuk menyerangnya.


" Dasar dewa licik." Raja siluman kera mengumpat dalam hati.


Meskipun luka sayatan di dadanya kembali menutup, namun tentu saja akan menguras tenaganya.


" Itu bukan cara licik, melainkan sebuah strategi bertarung." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu kembali melesat ke arah raja siluman kera, sambil mengayunkan pedangnya.


Raja siluman kera juga tidak tinggal diam, langsung menancapkan tongkatnya ke dalam tanah, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.


" Hujan Lahar Api."


Wuush! Wuush! Wuush!

__ADS_1


Hujan lahar api berjatuhan dari langit, seperti menjatuhkan sebuah meteor, mengarah kepada Liu Ryu.


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu langsung berhenti, lalu melemparkan Pedang Naga Petir ke udara, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.


__ADS_2