SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 222. Rahasia 10 Portal


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Tidak lupa Liu Ryu memberikan masing-masing satu kotak yang berisi salinan Kitab untuk meningkatkan Kultivasi.


Setelah berkunjung ke keenam Istana tersebut, Liu Ryu dan Istrinya yang lain kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan.


" Suamiku, apa kamu langsung pergi ke Dunia Dongwu?" Tanya Xie Hua.


" Ya... Lebih cepat lebih baik." Ucap Liu Ryu, lalu mengarahkan Artefak teleportasi.


Tanpa menunggu lama, Liu Ryu berpamitan kepada Istrinya, lalu masuk ke dalam portal teleportasi.


*******


( Dunia Dongwu )


Di sebuah rawa yang tidak memiliki tumbuhan apapun, dimana tanahnya berwarna hijau pekat.


Liu Ryu berjalan melewati rawa tersebut dengan menggunakan elemen Kehampaan yang sudah dia gabungkan dengan elemen cahaya.


" Tempat ini benar-benar tidak bisa ditinggali makhluk hidup sedikitpun." Gumam Liu Ryu sambil melangkahkan kakinya.


Aura yang dilepaskan tanah yang berada di rawa tersebut mengandung racun korosif yang bisa merusak apapun.


Di dalam rawa tersebut hanya ada satu pohon yang mampu bertahan, hingga Liu Ryu bergegas menuju pohon itu.


" Hmmm.... Tidak menyangka ada Ras manusia yang bisa mendapatkan anugerah dari penguasa elemen yang lain." Terdengar suara dari pohon tersebut dimana membentuk manusia raksasa.


" Salam penguasa." Liu Ryu menundukkan kepalanya.


" Aku tau tujuanmu datang kesini. Kamu pasti ingin meminta inti elemen racun dariku. Asal kamu ketahui bahwa kamu tidak bisa menggunakan elemen racun untuk membunuh." Ucap penguasa elemen racun, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


" Tapi Inti elemen racun sepertinya sangat berguna untukmu. Tubuh Fana yang sudah menjadi garis keturunan darah Ilahi yang kebal terhadap racun mematikan, tapi tidak kebal terhadap racun pembangkit gairah." Ucap penguasa elemen racun.

__ADS_1


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu memasang wajah jelek karena dia mengakui bahwa racun pembangkit gairah sangat sulit dinetralkan.


" Inti racun milikku ada dua jenis. Yang pertama untuk membunuh, dan yang kedua untuk menangkal segala jenis racun."


" Inti racun pembunuh tidak bisa kuberikan kepadamu, karena dalam sesaat tubuhmu akan membusuk. Untuk itu aku hanya bisa memberikan Inti racun pertahanan saja untukmu." Penguasa elemen racun menjelaskan kepada Liu Ryu tentang elemen yang dia miliki.


" Tidak masalah penguasa. Yang penting aku tidak dipermainkan oleh racun pembangkit gairah." Ucap Liu Ryu.


" Baiklah... Terimalah anugerah dariku." Penguasa elemen racun mengeluarkan sebuah bola berwarna hijau kehitaman yang memiliki aura berwarna hijau pekat.


Sesaat bola hijau masuk ke dalam tubuh Liu Ryu dan masuk ke alam jiwa mengisi ruang kosong di akar jiwa miliknya.


" Terimakasih penguasa." Liu Ryu menundukkan kepala.


" Mmmm... Sekarang pergilah! Saat kamu berada di Dunia Tiantang, kamu akan menerobos Bintang Perak dengan bantuan Inti elemen racun itu." Saat ini kamu tidak bisa menerobos, karena puncak Kultivator di dunia ini hanya bisa mencapai Pendekar Semesta tahap akhir." Ucap penguasa elemen racun.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu terlihat senang karena dia bisa menerobos Bintang Perak dengan mudah.


Jika Liu Ryu ingin menerobos Bintang Perak, maka dia harus menggunakan sepuluh Pil Roh Darah.


Sesaat Liu Ryu memikirkan cara untuk mencari Sumberdaya di Dunia Dongwu, agar bisa menciptakan Pil Roh Darah saat kembali ke Dunia Tiantang.


" Untuk menerobos Bintang Emas, aku membutuhkan seratus Pil Roh Darah. Sangat menyusahkan." Liu Ryu tersenyum pahit karena untuk ke tahap selanjutnya, lebih berat lagi.


Saat keluar dari rawa tersebut, Liu Ryu mengambil tempat untuk menyandarkan tubuhnya sambil mengirim pesan jiwa kepada Chaizu.


' Dewa Agung... Tidak ada tempat untuk mencari Sumberdaya yang sangat banyak dan langka di dunia ini.' Chaizu mengirim pesan jiwa kepada Liu Ryu.


Mendapatkan pesan tersebut, Liu Ryu tersenyum pahit karena dia sangat yakin bahwa ada satu tempat di Dunia Dongwu yang bisa dijelajahi.


' Chaizu... Apa kamu yakin di dunia ini tidak ada tempat yang menyimpan banyak Sumberdaya?' Liu Ryu kembali mengirim pesan jiwa kepada Chaizu.


' Dewa Agung... Sebenarnya ada sebuah tempat yang belum pernah kami jelajahi. Tempat itu kami namakan wilayah larangan.'


' Jutaan tahun yang lalu semua Kultivator yang berada di dunia ini bersatu untuk menyegel wilayah larangan.' Chaizu menjelaskan tentang sebuah tempat yang sangat dilarang untuk memasukinya.

__ADS_1


Wilayah larangan terdapat 10 portal teleportasi yang menghubungkan ke alam semesta.


Sangat tabu bagi penghuni Dunia Dongwu untuk menginjakkan kakinya di wilayah tersebut, karena bisa merusak segel yang diciptakan oleh para leluhur di Dunia Dongwu.


Para leluhur telah mengorbankan diri mereka untuk menyegel 10 portal tersebut agar Dunia Dongwu tidak diambang kepunahan.


Jika saja satu portal teleportasi itu segelnya dirusak, maka seluruh Dunia Dongwu akan musnah, apalagi jika semuanya terbuka.


' Dewa Agung... Sebenarnya 10 portal itu semuanya ada di seluruh dunia. Hanya saja sangat tabu untuk diucapkan. Karena itulah tidak ada yang berani menyebutnya. Aku mengatakan hal ini karena menggunakan pesan jiwa saja. Tapi jika bicara secara langsung, aku tidak berani.' Chaizu kembali mengirimkan pesan jiwa.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu terdiam sejenak. Seberapa mengerikan 10 portal tersebut sehingga tidak ada yang berani menyebutnya?


' Seberapa mengerikan 10 portal itu?' Liu Ryu kembali mengirim pesan jiwa kepada Chaizu.


' Menurut leluhur kami, monster yang berada di 10 portal itu jumlahnya tidak terhitung seperti air bendungan yang jebol. Jika di dunia ini kemampuan mereka rata-rata setara dengan Pendekar Surgawi.' Pesan jiwa dari Chaizu.


Sesaat Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, sambil memikirkan hal tersebut.


Meskipun Liu Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta memiliki jiwa petualang yang kuat, namun kali ini Liu Ryu begitu ragu untuk mendekati 10 portal tersebut.


" Untuk masalah ini, sepertinya tidak bisa dianggap remeh. Sebaiknya aku pergi ke Dunia Nuse." Gumam Liu Ryu, lalu mengarahkan Artefak teleportasi.


*******


( Dunia Nuse )


Di belakang Istana Kerajaan Gong, kini Liu Ryu memperhatikan keadaan sekitar sambil mengerutkan kening.


" Kenapa aku bisa berada disini?" Liu Ryu merasa heran karena dia berpindah tempat ke portal teleportasi yang dia ciptakan di belakang Istana Kerajaan Gong.


Padahal Liu Ryu menggunakan Artefak teleportasi, itu artinya dia bisa berpindah tempat sesuai keinginannya.


Tanpa banyak berpikir, Liu Ryu berjalan menuju Istana Kerajaan Gong yang kebetulan tidak jauh dari tempatnya.


Sesaat Liu Ryu menatap ke arah sosok wanita yang sedang duduk melamun di sebuah kursi yang kebetulan berhadapan dengan kolam di taman bunga.

__ADS_1


Wanita cantik itu sedang menyangga dagunya dengan tangan kirinya dengan tatapan kosong, sehingga dia tidak menyadari bahwa Liu Ryu berada tidak jauh dari tempatnya.


__ADS_2