
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu meminta kepada pemilik penginapan untuk menutup penginapan dan restoran miliknya, agar para pelayan bisa fokus melakukan pekerjaan mereka.
Tentu dengan tiga batangan emas yang Liu Ryu berikan sebelumnya, sehingga pemilik penginapan tidak merugi.
" Aku serahkan masalah ini kepadamu! Jika kelompok suci itu datang kesini, biarkan aku yang mengurus mereka." Ucap Liu Ryu, seraya melemparkan dua batangan emas sebelumnya.
" Baik tuan." Pemilik penginapan menyambut dua batangan emas yang melayang ke arahnya, lalu memasukkan dibalik bajunya.
" Mmmmm... Aku ingin Istirahat terlebih dulu." Liu Ryu mengangguk kecil, lalu berjalan menuju lantai dua penginapan.
Pemilik penginapan itupun dengan sigap meminta kepada dua pelayan untuk menyiapkan kamar untuk Liu Ryu, yang berada di lantai dua penginapan.
" Sekarang kalian boleh bekerja." Pemilik penginapan memberi perintah kepada bawahannya.
" Baik tuan." Jawab mereka serempak, lalu mengerjakan tugas masing-masing.
Sementara itu, pemilik penginapan berinisiatif untuk meminta bantuan kepada pihak walikota, karena dia membutuhkan bantuan untuk mengatur para warga yang nantinya akan makan di tempat itu.
Walikota juga terlihat senang, karena ada orang yang mau membantu kesulitan para warga.
Puluhan para prajurit juga dikerahkan untuk menyiapkan berbagai hal, agar para warga biasa mengantri dengan baik.
*******
Waktu terus berjalan, kini pihak penginapan telah menyediakan makanan bagi para warga, dengan bantuan dari pihak walikota.
Meskipun awalnya para warga saling berebut, namun berkat bantuan para prajurit, semuanya berhasil dikendalikan.
Setelah semuanya selesai makan, para warga begitu memuji pemilik penginapan yang telah menyediakan makanan kepada mereka.
" Bukan aku yang melakukannya, tapi ada seorang dermawan yang menyediakan makanan ini kepada kalian." Pemilik penginapan mengelak, karena dia hanya mengikuti keinginan Liu Ryu.
Saat itu juga Liu Ryu keluar dari kamarnya, lalu berjalan mendekati kerumunan para warga.
" Dialah orang dermawan itu." Pemilik penginapan menunjuk ke arah Liu Ryu yang sedang berjalan mendekatinya.
Sesaat pemilik penginapan memberi isyarat kepada Liu Ryu, karena sosok itu belum memperkenalkan dirinya.
" Mmmmm... Perkenalkan namaku Liu Ryu." Liu Ryu menjawab dengan singkat.
" Terimakasih atas bantuan tuan dermawan." Para warga langsung berlutut di hadapan Liu Ryu.
Walikota yang kebetulan berada di tempat itu, juga berdecak kagum dengan kepedulian Liu Ryu kepada para warganya.
__ADS_1
" Kalian boleh makan sepuasnya disini, sampai situasi mulai membaik." Ucap Liu Ryu, lalu kembali mengeluarkan tumpukan hewan laut dan berbagai macam hewan dari Dunia Quzhu.
Liu Ryu bernafas lega, karena sepanjang perjalanan dari daratan Efhoria hingga sampai di daratan Muktho, dia telah banyak mengumpulkan hewan buas yang masih hidup.
Sedangkan hewan buas yang telah mati, tentu akan menyatu dengan Dunia Quzhu, sehingga tidak bisa digunakan.
" Tuan dermawan... Saya sebagai walikota disini, mengucapkan terimakasih kepada tuan dermawan. Kedepannya aku akan meminta kepada pihak Istana walikota untuk membantu pihak penginapan." Walikota dengan senang hati melayani para warga, agar tidak ada lagi yang kelaparan.
Tidak lama kemudian, terlihat kelompok suci datang bersama puluhan wanita yang melayani mereka sebelumnya.
" Siapa yang berani mengusik dan membunuh wanita kelompok suci?" Tanya salah satu sosok, yang berdiri di kerumunan warga.
Mendengar ucapan tersebut, semua langsung terdiam, karena kelompok suci merupakan dewa penolong mereka.
" Aku. Apa kalian ingin menuntut balas atas kematian wanita kalian?" Liu Ryu yang secara tiba-tiba muncul di hadapan kelompok suci, langsung melepaskan Aura Dewa Agung tertuju pada belasan sosok tersebut.
" Gluug." Semua kelompok suci menelan ludah kasar, karena aura yang dilepaskan oleh Liu Ryu membuat mereka merasa sesak nafas.
Kelompok suci itupun saling berpandangan, karena kemampuan Liu Ryu berada di atas mereka.
" Tuan suci... Dialah pelakunya!" Salah satu wanita kelompok suci menunjuk ke arah Liu Ryu.
Puluhan wanita kelompok suci tersenyum puas, karena kali ini mereka bisa membalas atas penghinaan dari Liu Ryu terhadap mereka.
" Tuan suci, suruh pemuda itu berlutut dan mencium kaki kami."
" Tuan suci, bunuh saja pemuda itu!"
" Tuan suci, aku ingin tubuhnya dipotong hingga beberapa bagian."
Satu-persatu dari puluhan wanita kelompok suci meminta kepada kelompok suci untuk memberi pelajaran kepada Liu Ryu.
Di sisi lain, belasan kelompok suci mengumpat dalam hati, karena puluhan wanitanya telah berani menyinggung sosok yang memiliki kekuatan besar.
" Kalian hanya sekelompok bandit yang mengatasnamakan kelompok suci."
Baaang! Baaang! Baaang!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu menendang satu-persatu kelompok suci, hingga terpental puluhan meter.
Melihat kejadian tersebut, semua yang berada di tempat itu membulatkan mata dengan rahang terbuka lebar.
" Bagaimana mungkin?"
__ADS_1
Semua yang berada di tempat itu seakan tidak percaya jika Liu Ryu telah menghajar belasan kelompok suci dengan mudah.
Sesaat Liu Ryu menoleh ke arah puluhan wanita itu, dengan tatapan dingin.
" Sebelumnya aku membiarkan kalian untuk hidup. Tapi kali ini, tidak ada satupun dari kalian yang selamat."
Kraaack!
Kraaack!
Kraaack!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mencekik leher satu-persatu para wanita itu, hingga tulang lehernya patah. Hingga mati seketika.
Melihat kengerian yang dilakukan Liu Ryu, semua yang berada di tempat itu terlihat pucat, sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.
Para warga yang awalnya begitu memuji Liu Ryu yang begitu dermawan, kini berubah menjadi ketakutan yang begitu mendalam.
Wuush!
Liu Ryu menarik mayat dari puluhan wanita, menuju ke Dunia Quzhu, tepat di tempat kediaman ras duyung.
" Kalian tidak perlu khawatir! Aku hanya tidak menyukai orang-orang yang memanfaatkan situasi seperti ini." Liu Ryu tersenyum tipis, sambil menatap ke arah belasan kelompok suci yang terkapar di tanah.
Meskipun dari raut wajah Liu Ryu sedang tersenyum, namun senyumannya justru menambah rasa takut para warga.
Di sisi lain, kelompok suci mulai bangkit berdiri, menggerakkan tubuhnya yang terasa sakit.
Kelompok suci itupun tidak berani mengusik Liu Ryu, karena sosok itu jauh lebih berbahaya dari pasukan Iblis Merah.
" Gawat! Ada serangan." Teriak salah satu penjaga gerbang yang dengan buru-buru berlari ke arah kelompok suci.
Kelompok suci saling berpandangan, karena situasi tersebut sama sekali tidak menguntungkan bagi mereka.
" Tuan suci... Diluar tembok pertahanan, ada pasukan Iblis Merah ingin menerobos masuk ke kota ini." Penjaga gerbang itupun kembali bersuara.
Karena tidak ada pilihan lain, kelompok suci langsung melesat ke arah pintu gerbang kota, untuk menghadapi pasukan Iblis Merah.
Di sisi lain, Liu Ryu berjalan dengan santai, karena hal yang dia tunggu sudah berada di depan mata.
Tidak lama kemudian, belasan kelompok suci telah berada di atas tembok pertahanan, sambil menatap ke arah ratusan pasukan Iblis Merah.
Kelompok suci memasang wajah jelek, karena jumlah pasukan Iblis Merah terlalu banyak, sehingga mereka tidak mungkin bisa menghadapinya.
__ADS_1