
Di sisi lain para penjaga terlihat panik, karena getaran gempa akibat pertarungan antara Liu Ryu dan Dewi Arinia, bisa membuat wilayah itu menjadi hancur.
" Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya salah satu dari penjaga.
" Kita tidak bisa membantu Yang Mulia Ratu. Wilayah ini sangat dilarang bagi kita untuk menginjakkan kaki."
" Bagaimana jika Yang Mulia Ratu bisa dikalahkan, bukankah itu sangat berbahaya?"
" Ya... Hanya saja aturan tetap aturan. Semoga saja Yang Mulia Ratu bisa mengalahkan manusia itu."
Meskipun para penjaga berniat ingin membantu Dewi Arinia, namun mereka tidak berani menginjakkan kakinya di wilayah kolam Air Suci, karena mereka sudah tau apa yang dilakukan Dewi Arinia.
Di sisi lain Liu Ryu yang sedang bertarung melawan Dewi Arinia, kini memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut tanpa ada pertarungan.
Terlebih Liu Ryu juga mulai menyadari bahwa dia sudah melakukan kesalahan terhadap Dewi Arinia yang sedang melakukan ritual pemurnian.
Dengan kata lain Liu Ryu telah menggagalkan ritual pemurnian Dewi Arinia, bahkan telah melihat sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilihat.
" Tunggu! Aku datang kesini hanya untuk menyerap energi dari yang berada di kolam itu." Sambil menangkis pukulan dari Dewi Arinia, Liu Ryu mencoba untuk bernegosiasi.
" Jangankan untuk menyerap Air Suci, menginjakkan kakimu di wilayah ini saja kamu harus mati." Dewi Arinia terus melancarkan serangannya hingga sudah mengeluarkan berbagai macam teknik.
" Apa tidak ada cara lain? Aku sangat membutuhkan air yang berada di kolam itu." Ucap Liu Ryu, sambil menangkis serangan dari Dewi Arinia.
" Hanya suamiku yang bisa menyerap Air Suci itu. Namun tidak ada satupun yang pantas untuk menjadi suamiku." Jawab Dewi Arinia yang menatap ke arah Liu Ryu penuh dengan kebencian.
" Kalau begitu aku akan menjadi suamimu. Bukankah itu jauh lebih baik?" Liu Ryu seringai lebar, sambil bertukar serangan.
" Ciiih... Kamu tidak pantas untuk menjadi suamiku. Kecuali orang itu bisa mengalahkanku." Jawab Dewi Arinia yang kini sudah berubah wujud menjadi seekor ular gurun.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Dewi Arinia mengibaskan ekornya ke arah Liu Ryu, dimana Liu Ryu masih mampu menghindari arah kibasan ekor dari Dewi Arinia.
__ADS_1
" Baiklah, kalau begitu aku harus mengalahkan mu terlebih dulu." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, karena jika dia berhasil mengalahkan Dewi Arinia, maka dia bisa memulihkan diri di Air Suci di tempat itu.
" Sialan... Kenapa manusia ini bisa menghindari setiap seranganku?" Gumam Dewi Arinia yang terus melancarkan serangan terkuatnya.
Bahkan setiap kibasan ekornya yang sangat cepat, Liu Ryu masih mampu berpindah tempat dengan mudah.
Straaing!
Liu Ryu dengan terpaksa harus menggunakan teknik teleportasi, lalu muncul di belakang Dewi Arinia.
" Bagaimana mungkin?" Dewi Arinia memutar bola matanya, karena Liu Ryu bisa membelah ruang kosong.
Zzzrrrttt! Zzzrrrttt! Zzzrrrttt!
Bola Kehampaan yang berada di kepalan tangan Liu Ryu, langsung diarahkan ke tubuh Dewi Arinia.
Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat, membuat wilayah sekitar menimbulkan goncangan hebat, dimana Dewi Arinia terpental hingga menciptakan kawah kecil.
Wuush!
" Bagaimana? Apa aku belum layak menjadi suamimu?" Tanya Liu Ryu berusaha untuk bersikap tenang, meskipun sebenarnya dia sedikit khawatir.
Jika Dewi Arinia terus melawannya, maka dapat dipastikan bahwa Liu Ryu tidak bisa bertahan lama, karena Qi miliknya sudah banyak terkuras.
Di sisi lain Dewi Arinia menggigit bibirnya, tidak menyangka sosok yang berada di depannya memiliki kekuatan besar.
" Tidak! Tidak mungkin! Aku tidak mau menjadi Istri manusia ini." Pikir Dewi Arinia, sambil memegang dadanya yang terasa sakit.
Namun jika dia terus bertarung melawan Liu Ryu maka wilayah Air Suci akan rusak total, yang tentu berakibat lebih buruk baginya.
" Jika aku mati, maka kelangsungan hidup ular gurun akan musnah." Pikir Dewi Arinia, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Begitu banyak hal yang dikhawatirkan Dewi Arinia, karena bertarung melawan Liu Ryu, justru akan mengurangi kekuatan Siluman Ular Gurun.
" Baiklah, aku akan menjadi Istrimu." Dewi Arinia yang tidak memiliki pilihan lain, dengan terpaksa harus mengikuti keinginan Liu Ryu.
__ADS_1
" Jawaban yang tepat." Ucap Liu Ryu, lalu menjulurkan tangannya.
Melihat hal itu, Dewi Arinia memasang wajah memerah, karena baru pertama kali mendapatkan perlakuan seperti itu.
Meskipun merasa malu, Dewi Arinia menjulurkan tangannya agar Liu Ryu bisa mengangkat tubuhnya.
' Aku tidak menyangka bahwa selama jutaan tahun, aku bisa dikalahkan dengan mudah.' Pikir Dewi Arinia, sambil melirik ke arah Liu Ryu.
Tentu pada masa lalunya, banyak sekali para Dewa yang turun ke kediaman Istana Dewi Arinia untuk melamarnya.
Namun dari semua para dewa yang melamarnya harus menelan kekecewaan, karena tidak ada satupun yang bisa mengalahkan Dewi Arinia.
Dewi Arinia pun kembali ke wujud manusia, lalu mengibaskan tangannya untuk membuka sihir pelindung yang mengelilingi kolam Air Suci.
" Terimakasih." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan mendekati kolam tersebut.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung berendam di kolam kecil itu, dimana Dewi Arinia hanya menatapnya dari kejauhan.
' Apakah ini pertanda baik atau buruk untukku?' Dewi Arinia membatin, sambil menatap ke arah Liu Ryu yang sedang menyerap energi dari Air Suci.
Terlebih saat Dewi Arinia sedang melakukan ritual pemurnian, dia sudah diganggu dengan kedatangan Liu Ryu, sehingga kali ini dia sudah gagal untuk meningkatkan kemampuannya.
Hal yang membuat Dewi Arinia jauh lebih khawatir, jika tidak mampu mengalahkan raja Siluman Kalajengking Gurun, maka kelangsungan hidup ular gurun sebagai taruhannya.
Jika saja raja Siluman Kalajengking Gurun tidak mendapatkan bantuan dari Dewi Malam, maka dengan mudah Dewi Arinia mengalahkan sosok itu.
Untuk menyikapi kekhawatiran para penjaga, Dewi Arinia memejamkan mata untuk memakai kembali pakaiannya, lalu berjalan menuju bagian luar wilayah kolam Air Suci.
Saat berada di tempat itu, terlihat para penjaga terlihat panik karena kali ini dapat dipastikan bahwa mereka akan mendapatkan hukuman.
" Salam Yang Mulia Ratu." Para penjaga dengan buru-buru berlutut di hadapan Dewi Arinia.
" Kalian tidak becus menjaga wilayah kolam Air Suci ini." Dewi Arinia terlihat marah, karena bawahannya tidak bisa menghadang Liu Ryu yang mendatanginya, sehingga dia terjebak dalam situasi seperti itu.
" Maafkan kami Yang Mulia Ratu. Kami tidak becus menjalankan perintah Yang Mulia Ratu." Para penjaga berkeringat dingin, sambil menundukkan kepala.
" Sudahlah, semuanya sudah terlambat. Sekarang kalian boleh pergi." Dewi Arinia memberi perintah kepada bawahannya agar kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
__ADS_1
" Yang Mulia Ratu, apakah manusia itu sudah mati?" Tanya salah satu dari penjaga.
Tanpa berkata apapun, Dewi Arinia kembali masuk ke dalam wilayah terlarang kolam Air Suci, membuat para penjaga merasa heran.