
Xie Hua memberi tugas kepada para pelayannya untuk taman bunga yang berada di bawah kaki gunung, karena bisa berlatih disela pekerjaan mereka.
" Baik Yang Mulia Permaisuri." Jawab para pelayan serempak.
Xie Hua pun membawa mereka ke tempat lain untuk menunjukkan kamarnya dan kamar utama Istana Kekaisaran Atas Awan.
Begitupun dengan Nan Sian, juga membawa pelayan pribadinya untuk menunjukkan kamarnya dan kamar utama Istana Kekaisaran Atas Awan.
Satu-persatu Istri Liu Ryu juga membawa pelayan pribadinya agar mengetahui kamar majikan mereka dan tentu akan dibagikan tugas.
*******
( Kerajaan Naga Langit )
Di sebuah Istana yang terlihat sangat megah, kini terlihat beberapa sosok yang sedang melakukan perbincangan mengenai pasukan suku Raksasa yang diberikan tugas sebelumnya.
" Yang Mulia Raja... Semua giok jiwa milik pasukan suku Raksasa sudah redup. Itu artinya ada orang yang mampu mengalahkan mereka." Ucap salah satu sosok yang berada di ruangan tersebut.
" Ya... Tapi siapa yang melakukannya? Bukankah di Benua Timur, tidak ada yang memiliki kekuatan besar." Raja Naga Langit merasa heran karena, giok jiwa pasukan suku Raksasa redup secara bersamaan.
Kini semua yang berada di tempat itu terdiam sejenak sambil memikirkan apa yang terjadi pada pasukan suku Raksasa.
" Jika mereka semua mati, maka dapat dipastikan semua Kekaisaran yang berada di Benua Timur bersatu untuk mengalahkan mereka." Salah satu sosok berspekulasi tentang kejadian tersebut.
Kini Raja Naga Langit teringat saat utusan dari Kerajaan Langit Timur meminta bantuan kepada Kerajaan Naga Langit untuk mengalahkan prajurit Kekaisaran Han.
Sesaat Raja Naga Langit mengirim pesan jiwa kepada Raja Langit Timur, karena dia ingin mencari informasi tentang kekuatan dari prajurit Kekaisaran Han.
Tidak lama kemudian, Raja Langit Timur muncul di depan mereka, berusaha untuk tetap tenang, meskipun masih menyimpan kekecewaan terhadap Raja Naga Langit.
__ADS_1
" Apa kabar saudara? Sudah lama kita tidak bertemu." Raja Naga Langit menyapa ramah kepada Raja Langit Timur, meskipun hanya sekedar basa-basi.
" Seperti yang anda lihat sendiri. Aku masih baik-baik." Ucap Xu Dongtian sambil merentangkan kedua tangannya, dengan sebuah senyuman yang dipaksakan.
Percakapan antara kedua Raja itupun berlangsung cukup lama, meskipun sama-sama memiliki tujuan masing-masing.
" Saudara... Kamu pernah mengatakan bahwa sebelumnya kamu ingin meminta bantuan kepada Kerajaan Naga Langit untuk menyerang Kekaisaran Han. Apa sudah berhasil?" Tanya Raja Naga Langit yang sebelumnya tidak pernah peduli dengan Kerajaan Langit Timur.
" Itu benar. Tapi aku mengurungkan niatku untuk menguasai Benua Timur, karena jumlah pasukanku belum mampu mengalahkan mereka." Raja Langit Timur tidak ingin menceritakan bahwa pasukannya banyak yang mati saat dikirim ke Benua Timur.
Tentu Raja Langit Timur tidak ingin kekalahannya tersebar luas, sehingga akan menarik perhatian Kerajaan lainnya untuk memperluas kekuasaan.
" Benarkah? Sekuat apa mereka?" Raja Naga Langit memasang wajah serius, karena pasukan suku Raksasa yang merupakan bawahannya juga gagal dalam menjalankan tugas.
" Aku tidak tau secara pasti. Lebih baik kamu urungkan niatmu untuk menyerang Kultivator yang berada di Benua Timur. Karena salah satu dari mereka menantang Kerajaan Naga Langit, karena dianggap sangat lemah." Raja Langit Timur dengan sengaja memanas-manasi Raja Naga Langit, meskipun ucapannya hanya dibuat-buat.
" Saudara... Apa kamu tidak ingin membalas penghinaan itu?" Tanya Raja Naga Langit.
' Kau pikir aku orang bodoh. Jika saja kalian tau bahwa empat Kerajaan sekalipun tidak mampu menaklukkan Benua Timur. Maka kalian tidak berani mengusik mereka.' Pikir Raja Langit Timur, yang kini ingin membalas dendam kepada Kerajaan Naga Langit.
" Aku rasa dengan kekuatan kami, kami tidak mampu melawan mereka. Mungkin hanya kerajaanmu saja yang mampu menaklukkan Benua Timur. Itupun dengan kekuatan penuh. Bila perlu kamu juga ikut berperang."
" Dengan demikian kalian memiliki harapan untuk menang. Meskipun kemenangan kalian hanya berbeda tipis." Raja Langit Timur sengaja memprovokasi, sambil memasang ekspresi seperti orang yang ketakutan.
Mendengar ucapan tersebut, Raja Naga Langit memasang wajah memerah padam, karena ucapan dari Raja Langit Timur adalah sebuah penghinaan.
Namun Raja Naga Langit tidak berani bertindak, karena bagaimanapun mereka semua berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Langit.
" Baiklah, kalau begitu akan aku buktikan kepadamu bahwa Kerajaan Naga Langit bisa menghancurkan Benua Timur dengan mudah." Raja Naga Langit yang begitu percaya diri, langsung menjawab tantangan dari Raja Langit Timur.
__ADS_1
" Aku tunggu kedatangan kalian. Jika kalian menang, maka aku akan memberikan 10% pajak pendapatan Kerajaan Langit Timur kepada kalian setiap tahun." Raja Langit Timur tidak segan memberikan hasil pendapatan mereka, meskipun dalam jumlah besar.
Namun Raja Langit Timur merasa tidak yakin jika pasukan Kerajaan Naga Langit berhasil mengalahkan pasukan dari Benua Timur.
Meskipun pasukan Kerajaan Naga Langit bisa memenangkan peperangan, namun tetap saja mereka mengalami kerugian besar.
Di sisi lain Raja Naga Langit tersenyum lebar, karena jumlah yang ditawarkan oleh Raja Langit Timur sangat menggiurkan.
' Apa Raja Langit Timur ini sudah gila? Bagaimana mungkin dia begitu berani memberikan 10% pajak Kerajaan Langit Timur dengan mudah. Ah... Itu tidak penting. Sekarang aku harus memanfaatkan situasi ini.' Pikir Raja Naga Langit, lalu mengeluarkan sebuah kertas yang terbuat dari kulit hewan buas.
" Saudara... Bagaimana jika kita membuat perjanjian itu sekarang?" Raja Naga Langit langsung menulis surat perjanjian yang diberikan sebuah mantra khusus.
" Baiklah, aku akan menyetujuinya." Raja Langit Timur langsung meneteskan darahnya pada surat perjanjian tersebut.
Setelah itu Raja Langit Timur meninggalkan ruangan tersebut, kembali ke Istana Kerajaan miliknya sendiri.
" Yang Mulia Raja... Sepertinya Raja Langit Timur sangat bersungguh-sungguh. Aku yakin apa yang dia katakan memang ada benarnya." Salah satu Jenderal Besar menanggapi apa yang dikatakan Xu Dongtian memang benar.
" Ini semua seperti sebuah judi besar. Untuk itu aku juga tidak main-main. Kerahkan semua prajurit Kerajaan Naga Langit. Biar aku sendiri yang ikut berperang melawan mereka." Raja Naga Langit juga terlihat bersungguh-sungguh dengan peringatan dari Raja Langit Timur.
Raja Naga Langit menganggap bahwa Raja Langit Timur sudah kehilangan rasa percaya diri, sehingga melebih-lebihkan kemampuan dari pasukan dari Benua Tengah.
" Baik Yang Mulia Raja." Ucap para Jenderal Besar, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Raja Langit Timur juga meminta kepada seluruh anggota keluarganya untuk ikut berperang melawan pasukan dari Benua Tengah.
" Ayah... Yang benar saja? Apakah kita semua harus ikut berperang melawan pasukan dari Benua Timur yang sangat lemah itu?" Putra ke-13 Raja Naga Langit menggelengkan kepala, karena sikap ayahnya terlalu berlebihan.
Tentu para putra Raja Naga Langit tidak ingin turun tangan hanya untuk melawan pasukan yang mereka anggap seperti pasukan semut.
__ADS_1