
Melihat kedatangan sosok raksasa tersebut, 22 Istri Ryu juga sangat tertarik untuk mencoba kemampuan mereka.
Buussshh!
Enam pasang sayap keluar dari punggung 22 Istri Ryu, lalu terbang ke arah sosok raksasa tersebut dan mengambil bagian masing-masing.
Kraaack! Kraaack! Kraaack!
Bersamaan dengan 22 Istri Ryu yang terbang melewati gelombang manusia berkepala hewan, tubuh manusia berkepala hewan langsung menjadi kabut darah.
Wuush...!
Kraaack! Kraaack! Kraaack!
Bersamaan dengan Ryu terbang ke arah sosok raksasa, dia juga membunuh semua manusia berkepala hewan yang berada di wilayah tekanan Aura Dewa Agung.
Gggrrrrrrr!
Manusia raksasa berkepala Singa menyipitkan matanya saat melihat Ryu mendatanginya dengan kecepatan tinggi.
Ggooooaaarr!
Manusia raksasa berkepala Singa meraung keras hingga menciptakan gelombang kejut mengarah kepada Ryu.
Merasakan Aura dari raungan tersebut sangat kuat, Ryu langsung menyilangkan kedua tangannya ke depan dengan menciptakan energi pelindung.
Kraaack! Kraaack Kraaack!
Gelombang kejut tersebut menyapu bersih manusia berkepala hewan yang di area raungan.
Bboooom!
Serangan tersebut membuat Ryu terpental puluhan meter hingga jatuh ke tanah.
Bahkan Pasukan Semesta yang berada di wilayah serangan juga mendapatkan luka, meskipun jarak mereka sangat jauh.
" Hmmm." Ryu menyipitkan matanya, tidak menyangka bahwa sosok raksasa tersebut tidak memperdulikan bawahannya.
Bahkan kekuatannya semakin meningkat karena banyak membunuh manusia berkepala hewan hanya dalam satu kali serangan.
" Jika seperti ini, aku harus membunuhnya lebih cepat. Jika tidak, maka akan sangat berbahaya." Ryu dapat memperkirakan bahwa semakin banyak manusia raksasa berkepala Singa membunuh bawahannya, maka dia akan kesulitan untuk membunuhnya.
Straaing!
Ryu berpindah tempat ke arah belakang manusia raksasa berkepala Singa.
Menyadari kemunculan Ryu dari belakang, sosok raksasa tersebut membalikkan badannya sambil menciptakan pukulan yang sangat cepat.
" Cepat sekali." Ryu yang menyadari serangan dari arah samping, langsung membenturkan serangan mereka.
Bboooom!
__ADS_1
Ryu kembali terpental sangat jauh, sedangkan sosok tersebut terjatuh dari tempatnya berdiri.
" Tidak ada pilihan lain." Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir.
Karena semakin lama mereka bertarung, maka sosok tersebut akan bertambah kuat karena mendapatkan asupan dari manusia berkepala hewan yang merupakan bawahannya.
Begitupun dengan 22 Istri Ryu dan Naga Kerang yang berhadapan dengan sosok raksasa.
Mereka juga menyadari bahwa lawan mereka akan bertambah kuat karena benturan serangan mereka akan membunuh manusia berkepala hewan.
' Dengarkan semuanya, Cepat bunuh lawan kalian! Jika tidak, kitalah yang mengalami kekalahan.' Ryu mengirim pesan jiwa kepada 22 Istrinya dan 70 Naga Kerang.
Mendapatkan pesan jiwa dari Ryu, semua mengangguk setuju, karena mereka juga berpikir demikian.
Swing...!
Ryu kembali berpindah tempat dengan menggunakan teleportasi dan muncul di bagian kaki manusia raksasa berkepala Singa.
Craaash!
Ryu menebas kaki kanan sosok raksasa tersebut hingga menyemburkan darah berwarna hitam.
" Hmmm... Jadi begitu." Ryu merasakan kekuatan sosok tersebut sedikit berkurang saat darahnya keluar.
Ggooooaaarr!
Rrraawr.!
Swing!
Menyadari arah serangan, Ryu langsung berpindah tempat ke bagian leher sosok tersebut.
Craaash!
Ryu menebas leher sosok tersebut hingga kembali menyemburkan darah berwarna hitam.
Rrraawr...!
Sosok raksasa begitu terkejut karena Ryu menghilang dan muncul di lehernya.
Wuush!
Sebuah tangan raksasa melesat ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi.
Swing...!
Ryu yang sudah memahami jalannya pertarungan tersebut, langsung berpindah tempat ke bagian kaki kanan sosok raksasa.
Craaash...!
Sebuah tebasan di kaki kiri sosok raksasa kembali menyemburkan darah berwarna hitam.
__ADS_1
Merasa yakin cara mengalahkan sosok raksasa tersebut, Ryu kembali mengirim pesan jiwa kepada 22 Istri dan 70 Naga Kerang agar menggunakan cara yang sama.
Setelah itu Ryu kembali melakukan serangan tebasan dari berbagai arah dengan menggunakan teknik teleportasi.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya manusia raksasa berkepala Singa juga tumbang dan menimbulkan gempa.
Begitupun dengan 22 Istrinya dan 70 Naga Kerang, mereka juga telah berhasil menumbangkan manusia raksasa berkepala hewan yang menjadi lawan mereka.
Tentu dengan jatuhnya penguasa manusia berkepala hewan, Ryu dan kelompoknya kembali melanjutkan pembantaian terhadap manusia berkepala hewan yang lain sambil bergerak ke berbagai arah.
*******
Selama satu tahun Ryu dan kelompoknya melakukan perburuan terhadap manusia berkepala hewan, kini Kultivasi mereka semakin meningkat drastis.
Bahkan tidak jarang Ryu dan rombongan bertemu dengan penguasa manusia berkepala hewan, namun hal itu tidak terlalu berarti lagi karena mereka sudah mengetahui kelemahannya.
Kini Ryu sudah mencapai Pendekar Semesta tahap menengah, 22 Istrinya dan 70 Naga Kerang juga mencapai Pendekar Semesta tahap awal.
Sedangkan Tou Shuijing dan Jiu Tou She sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir.
Untuk Pasukan Semesta sendiri juga sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir.
Tentu itu semua karena kegigihan mereka dalam melakukan pertarungan yang seakan tidak pernah berujung.
" Sekarang kita sudah menguasai wilayah tanah hitam, selanjutnya kita akan kuasai wilayah tanah merah di depan kita." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah tanah yang berwarna merah darah.
Tentu pemandangan tersebut jauh lebih mengerikan dari wilayah tanah hitam sebelumnya.
" Dewa Agung, Apa yang kamu ketahui tentang wilayah tanah merah ini?" Tanya Tou Shuijing yang terlihat antusias.
Begitupun dengan Jiu Tou She, Naga Kerang dan Pasukan Semesta. Mereka juga terlihat bersemangat untuk menjelajahi wilayah di depan mereka.
" Tentu akan sedikit mengetahuinya. Di wilayah tanah merah ini memiliki monster yang jauh lebih kuat. Juga jiwa mereka sangat kuat. Artinya jika kita membunuh mereka, maka kekuatan jiwa kita semakin meningkat."
" Aku ingin kita semua menjadi puncak Kultivator di Dunia Yuzhou ini sebelum kita pergi ke Dunia yang lain." Ryu begitu yakin dengan kemampuan mereka sekarang, mereka mampu menjadi penguasa mutlak di Dunia Yuzhou.
" Baik Dewa Agung." Semua terlihat bersemangat.
Tentu itu semua berkat Pil Pelangi yang pernah Ryu berikan kepada mereka.
" Sekarang kita berangkat! Di depan sana kita tidak bisa lagi menggunakan Aura, karena tidak memiliki efek sama sekali terhadap mereka. Yang kita butuhkan sekarang adalah kekuatan fisik dan tingkatan Kultivasi." Ryu menyipitkan matanya karena dari kejauhan dia sudah melihat beberapa sosok yang memiliki penampilan mengerikan.
Tentu Mata Ryu sekarang lebih tajam dari sebelumnya berkat darah 70 Naga Kerang.
Tanpa menunggu lama, Ryu dan rombongan langsung melesat ke arah tanah merah, dimana mereka langsung disambut oleh sekelompok beruang bersisik seperti sisik naga.
" Kalian lihat sendiri bagaimana wujud mereka." Ryu menatap ke arah depan sambil mengeluarkan Pedang Naga Petir.
" Tempat ini benar-benar sangat aneh." Wu Tian menggelengkan kepala karena melihat kelompok beruang bisa memiliki sisik naga.
" Kalian lihat di atas sana." Ucap Tou Shuijing sambil menunjuk ke arah seekor burung yang terbang di udara, juga memiliki sisik seperti sisik naga.
__ADS_1