SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Hukum Alam ( Tetap Berlaku )


__ADS_3

Namun setelah Jin Niu memeriksa tulisan tersebut, dia juga tidak bisa mengartikan tulisan tersebut.


" Maaf Dewa Agung, aku tidak mengenal tulisan ini." Jawab Jin Niu.


" Baiklah, kamu boleh kembali." Ryu yang tidak ingin Naga Kerang tersebut terlalu lama beranda di tempat itu.


" Baik Dewa Agung." Jawab Jin Niu yang berwujud Naga Kerang, lalu menghilang dari pandangan.


" Haaahh... Sepertinya tidak ada cara lain." Ryu kembali mengirim pesan jiwa kepada Istrinya.


Tidak lama kemudian 22 Istri Ryu muncul di tempat tersebut, hingga Ryu langsung meminta kepada mereka untuk mengartikan tulisan tersebut.


Satu-persatu mereka memeriksa tulisan tersebut hingga Long bersaudara dan Huang bersaudara hanya bisa menggelengkan kepala.


" Istriku, apa yang kalian temukan?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah Istrinya.


" Suamiku, kami juga tidak mengetahui dengan jelas. Tapi yang pasti tulisan itu memberikan sebuah peringatan." Ucap Long Que Zhu dengan sedikit menghela nafas.


" Istriku, apa maksudnya?" Ryu semakin penasaran.


" Suamiku, tulisan itu mengatakan bahwa tidak ada satupun makhluk hidup yang bisa melanggar hukum alam. Sekalipun dia seorang penguasa tertinggi di salah satu Dunia."


" Artinya kita juga mengikuti aturan hukum alam, yaitu mengalami penurunan Kultivasi." Long Que Zhu menjelaskan kepada Ryu.


" Suamiku... Meskipun kamu memiliki tubuh Dewa Agung, tidak ada yang lepas dari penurunan Kultivasi. Bahkan para Dewa tertinggi sekalipun." Huang Que Yun ikut menimpal.


Sesaat Ryu tersenyum terdiam mematung karena situasi tersebut melesat dari perkiraannya.


" Suamiku, kamu sudah melihat sendiri bagaimana Dewa tertinggi pergi ke Dunia Abadi untuk menghancurkan Kekaisaran Awan. Dapat dipastikan mereka juga akan mengalami penurunan Kultivasi. Itulah kenapa mereka tidak berani lagi turun ke Dunia Abadi." Huang Hong Yun kembali menjelaskan tentang hukum alam semesta.


Tentu semua itu bukan tanpa alasan, Jika penghuni dari Dunia lain sudah mencapai puncak Kultivator dengan bebas pergi ke Dunia lain untuk menguasainya, maka Dunia tersebut tidak akan seimbang lagi.

__ADS_1


" Hmmm, cukup masuk akal. Pantas saja Dewa tertinggi yang dikenal sebagai Ras terkuat seakan melemah saat berada di Dunia Abadi. Jika tidak, maka Dunia Abadi ini sudah dikuasai oleh Ras Dewa tertinggi." Ryu mulai mengerti tentang situasi tersebut.


Tapi yang menjadi pertanyaan bagi Ryu sekarang adalah mengapa Penguasa Elemen tidak menjelaskan secara rinci hal itu kepadanya.


" Leluhurku pernah mengatakan bahwa ada satu cara agar tidak terjadi penurunan Kultivasi, yaitu dengan melakukan sumpah langit. Tapi sayangnya orang itu tidak bisa lagi bersinggungan dengan makhluk hidup."


" Artinya orang yang melakukan sumpah langit tidak bisa lagi mengurus masalah alam semesta. Jika tidak, maka tubuh mereka akan hancur berkeping-keping." She Xia menjelaskan apa yang dia ketahui dari leluhur mereka.


Tentu itu semua diatur oleh sang pencipta, agar seluruh alam semesta akan tetap seimbang.


Karena masih penasaran, Ryu mengeluarkan sebuah gulungan peta yang dia dapatkan dari Dunia Setengah Abadi, lalu menggabungkan dengan pemahaman yang berada di Kitab para Dewa, dan semua Kitab-kitab yang saling berhubungan.


Kini 22 Istri Ryu dan Pasukan Semesta hanya berdiam diri sambil menatap ke arah Ryu yang sedang sibuk membaca semua Kitab yang dia keluarkan.


Butuh waktu yang cukup lama, akhirnya Ryu sedikit bernafas lega, namun terlihat senyuman pahit dari wajahnya.


" Sepertinya begitu." Ryu bergumam lalu mengembalikan semua Kitab dan gulungan peta ke Cincin miliknya.


" Suamiku, apa yang kamu temukan?" Xie Xian terlihat serius.


" Di Dunia Fana aku sudah diakui oleh Wu Kong pelindung dari Dunia Fana, di Dunia Setengah Abadi aku mendapatkan anugerah dari pelindung dua Benua yang berbentuk Inti pohon bodhi dan di Dunia Abadi aku mendapatkan anugerah dari enam Penguasa elemen."


" Saat itulah tubuhku tidak mengalami penurunan Kultivasi. Termasuk orang yang aku bawa."


" Itu artinya aku harus mencari keberadaan penguasa elemen Kegelapan di Dunia Yuzhou, penguasa elemen racun di Dunia Nuse ataupun Dongwu, dan penguasa elemen Cahaya di Dunia Tiantang."


" Dengan demikian kita tidak akan mengalami penurunan Kultivasi lagi setelah mendapat anugerah tersebut." Ryu menjelaskan tentang apa yang dia ketahui.


" Maksud Dewa Agung, saat kita kembali ke Dunia itu lagi, kita tidak mengalami penurunan Kultivasi lagi?" Tanya Dao Luo.


" Benar sekali." Jawab Ryu singkat.

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan Dunia Nuse dan Dunia Dongwu? Bukankah salah satu dari Dunia itu hanya ada satu penguasa? Itu artinya jika Dewa Agung mendapatkan anugerah dari penguasa elemen racun di Dunia Dongwu, maka kita akan mengalami penurunan saat berada di Dunia Nuse." Xie Xian berandai-andai jika segala kemungkinan yang akan terjadi.


" Itu juga yang aku pikirkan. Tapi tidak menutup kemungkinan ada penguasa yang lain selain penguasa elemen." Ryu sedikit tertarik untuk menemukan penguasa yang lain antara kedua Dunia tersebut.


" Dewa Agung... Meskipun kita akan mengalami penurunan Kultivasi, tapi aku yakin kita bisa menghadapi segala tantangan sebelum menentukan penguasa yang lain." Tou Shuijing merasa tertantang untuk melakukan perjalanan.


" Ya, Meskipun kita mengalami penurunan, tapi semangatku tidak pernah turun." Jiu Tou She juga merasa tertantang.


" Pasukan Semesta juga tidak pernah takut di Dunia manapun." Semua anggota Pasukan Semesta berseru dengan lantang.


" Bagus! Itu juga yang aku inginkan dari kalian." Ryu tersenyum lebar, karena dia sangat yakin bisa menghadapi segala tantangan.


Ryu tidak lagi memikirkan cara untuk menciptakan portal teleportasi, karena dia berpikir bahwa keempat portal teleportasi itu memang tidak bisa dipelajari oleh siapapun.


Namun Ryu bisa menciptakan portal teleportasi yang pernah dia pelajari.


" Suamiku, kalau begitu kami pergi dulu." Ucap Xie Xian dimana mereka langsung menghilang dari pandangan.


" Baiklah, sekarang kita taklukkan Dunia Yuzhou." Ryu berseru dengan lantang sambil mengangkat tangan kanannya.


" BAIK." Jawab semua Pasukan Semesta dengan lantang.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung mengeluarkan tumpukan Batu Roh di salah satu portal teleportasi tersebut, dimana terdapat sebuah lobang di tengahnya.


Ryu tersenyum pahit saat melihat tumpukan Batu Roh yang menggunung seakan dilahap habis oleh lobang tersebut.


" Seberapa banyak Batu Roh yang digunakan untuk mengaktifkan portal ini?" Ryu bergumam sambil melempar kembali tumpukan Batu Roh.


Bahkan semua Pasukan Semesta saling berpandangan karena portal teleportasi begitu rakus dengan Batu Roh.


" Sialan." Ryu menggerutu sambil melempar kembali tumpukan Batu Roh untuk ketiga kalinya.

__ADS_1


Sesaat terlihat sebuah cahaya keluar dari portal tersebut yang menandakan sudah aktif.


Tanpa menunggu lama, Ryu dan Pasukan Semesta satu-persatu masuk ke portal teleportasi hingga saat mereka sudah menghilang dari pandangan.


__ADS_2