SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 278. Markas Terakhir Perampok


__ADS_3

Dengan kata lain, ketiga Tetua itu berfikir bahwa kelompok bertopeng adalah pasukan rahasia Kekaisaran Han.


Saat ketiganya sudah pergi, Liu Ryu dan keempat istrinya kembali melanjutkan perjalanan menuju markas perampok berikutnya.


Tentu untuk menuju tempat tersebut, membutuhkan waktu yang sangat lama, sehingga Liu Ryu harus mengunjungi beberapa kota kecil di pinggiran Kekaisaran Han.


Pada hari kedua perjalanan, kini Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei yang menemani perjalanan suami mereka.


Hari ketiga ditemani oleh Li Jilan, Ling Queqi, Jiang Caiping, dan Nan Sian. Hari keempat ditemani oleh Zhao Luyi, Zhao Liying, Lan Liwei dan Hong Kian.


Hari kelima ditemani oleh Bing Ruyue, Jinying, Liu Jiang Yu, dan Zhang Qixuan, Hari keenam ditemani Xie Xian, Jiu Wei Hu, Qing Yun dan She Xia.


Hari ketujuh ditemani She Ling, She Bing, She Zhilin dan Feng Quinlan. Hari Ke-8, ditemani Feng Yu Ming, Feng Yi Liang, Feng Xianyu dan Feng Suyin.


Hari Ke-9 ditemani Long Que Zhu, Long Bei Zhu, Long Xi Zhu, dan Long Nan Zhu. Hari Ke-10 ditemani Long Hong Zhu, Huang Que Yun, Huang Bei Yun, dan Huang Xi Zhu.


Hari Ke-11 ditemani Huang Nan Yun, Huang Hong Yun, Tan Shuying dan Gong Ziya. Hari ke-12 ditemani Gu Chuyin, Shen Yexia, Song Murong, dan Sin Chieyu.


Hari berikutnya ditemani Jin Niu, Jin Ke, Jin Qiu dan Jin Ningshuang hingga hari-hari berikutnya ditemani Istri Liu Ryu yang berasal dari Ras Peri Cahaya.


Setelah Tai Bai dan kelima saudarinya juga menemani perjalanan suami mereka, kini hari terakhir giliran Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue dan Tianhe yang menemani perjalanan Liu Ryu.


" Akhirnya giliran kami juga." Sheng Zhishu tersenyum puas karena selama dalam perjalanan, sudah banyak kota kecil yang mereka singgahi.


" Ya... Mungkin sekarang Sun Yueyue tengah sibuk menciptakan Pil Susu Awan dari Sumberdaya yang kita kumpulkan." Huli Yue tersenyum lebar karena selama dalam perjalanan, Liu Ryu lebih memilih untuk diam.


Dengan demikian Istri Liu Ryu lah yang mengambil peran untuk mengatur rencana agar bisa mengambil Sumberdaya dari setiap kota kecil yang mereka singgahi.


" Paling tidak kita tidak merugikan pihak Kekaisaran Han, karena bisa menggagalkan rencana para Walikota itu untuk menjual Sumberdaya kepada Kekaisaran Taiyang. Meskipun kitalah yang mengambil Sumberdaya itu." Ucap Xin Chie.

__ADS_1


Tentu semua Istri Liu Ryu menggunakan trik seperti yang dilakukan oleh Yunjiang, Yinshi, Yuwang dan Xie Hua agar bisa mendapatkan Sumberdaya dengan mudah.


" Tapi kalian penampilan kalian untuk menipu mereka." Liu Ryu menggelengkan kepala karena Istrinya menggunakan kecantikan mereka untuk mengelabui para Walikota.


" Siapa suruh mereka tertarik dengan Istri orang lain? Jelas-jelas kami sudah memiliki suami yang sangat tampan." Ucap Sheng Zhishu sambil menggoda suaminya.


" Tidak hanya tampan, tapi juga sangat perkasa." Huli Yue ikut menimpal.


Dari berbagai kota kecil, Liu Ryu dan Istrinya sudah banyak mendapatkan beberapa Informasi tentang Organisasi Singa Darah yang bermarkas di Kekaisaran Tanah Merah yang berada di tempat yang cukup jauh dari Kekaisaran Han.


Kekaisaran Tanah Merah itu sendiri merupakan tempat tinggal Demi-Human yang terdiri dari berbagai Klan.


Klan yang menjadi Kaisar di Kekaisaran Tanah Merah berasal dari Klan Naga yang memiliki garis darah manusia dan darah Naga.


Begitupun dengan Klan yang lain, seperti Klan Harimau, Klan Singa, Klan Kirrin, Klan Phoenix dimana mereka semua adalah manusia yang mampu menggabungkan darah mereka dengan hewan buas, sehingga bisa melakukan perubahan wujud.


" Suamiku, bagaimana menurutmu dengan Organisasi Singa Darah yang dibentuk oleh Klan Singa?" Tanya Xin Chie.


" Tujuan kita hanyalah mencari Sumberdaya." Liu Ryu melanjutkan pembicaraannya sambil memacu kudanya.


" Ya... Aku yakin, markas perampok berikutnya tidak sesederhana yang dipikirkan. Tentu mereka juga banyak memiliki Sumberdaya." Sheng Zhishu berspekulasi bahwa markas yang mereka tuju memiliki kekuatan besar.


Liu Ryu juga sependapat dengan apa yang dikatakan Sheng Zhishu, sehingga dia meminta kepada seluruh istrinya agar mempersiapkan diri untuk melakukan penyerangan.


Meskipun Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain masih mencapai Bintang Bumi, namun masih mampu menghancurkan markas perampok tersebut.


Namun untuk mencapai Bintang Langit bukanlah perkara mudah, dimana Sheng Zhishu dan yang lain harus menggunakan 10 juta Pil Susu Awan dari setiap masing-masing Istrinya.


" Shuijing sudah mengirim pesan jiwa, bahwa beberapa Kultivator dari Benua Tengah sedang mencari keberadaan Tai Bai dan saudarinya."

__ADS_1


" Tapi Kultivator yang dikirim hanya mencapai Bintang Bumi. Untuk sekarang lebih baik kita menghindari mereka. Karena aku yakin ada orang lain dibelakang mereka."


Meskipun Liu Ryu dan Istrinya bisa menghadapi Kultivator yang dikirim, namun tidak menutup kemungkinan bahwa itu adalah perintah dari Kaisar Langit.


" Setelah menghancurkan markas perampok itu, lalu kemana lagi kita akan mencari Sumberdaya?" Tanya Xin Chie.


" Di perbatasan utara Kekaisaran Han ada sebuah hutan larangan yang akan dibuka untuk umum."


" Kita harus kesana setelah menghancurkan markas perampok itu." Liu Ryu merasa bahwa itu adalah kesempatan untuk menjelajahi hutan larangan.


Tanpa menunggu lama, Liu Ryu dan keempat istrinya memacu kudanya menuju ke arah markas perampok berikutnya yang kebetulan tidak jauh dari tempat mereka sekarang.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan keempat istrinya sudah berada di sebuah hutan tempat persembunyian para perampok.


Saat itu juga Istri Liu Ryu yang lain bermunculan, dimana mereka semua kembali menggunakan topeng dan baju Zirahnya.


" Suamiku... Jumlah mereka terlalu banyak hingga berkali-kali lipat dari markas perampok sebelumnya." Ucap Xian Yin sambil menatap ke arah bangunan yang berjejer dari kejauhan.


" Ya... Sepertinya kita harus meminta bantuan kepada Pasukan Semesta." Liu Ryu tidak ingin mengambil resiko, karena didepan mereka bukan lagi sekelompok perampok, melainkan sebuah aliansi.


Perampok hanyalah sebuah kedok belaka, agar tidak menjadi pusat perhatian dari pihak Istana Kekaisaran Han.


Liu Ryu pun membawa Istrinya menjauhi wilayah tersebut untuk memanggil pasukan Semesta terlebih dulu sebelum melakukan penyerangan.


Di pinggir hutan, Liu Ryu langsung menciptakan cincin raksasa yang merupakan tempat portal teleportasi.


" Tidak lama kemudian Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta satu-persatu keluar dari cincin raksasa tersebut lalu berjalan mendekati Liu Ryu dan Istrinya.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Ucap pasukan Semesta sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


" Mmmm... Apa kalian sudah bisa membangkitkan kembali kemampuan khusus kalian?" Tanya Liu Ryu sambil menatap ke arah mereka secara bergantian.


__ADS_2