
( Sekte Kuil Bambu )
Ryu yang sudah menghabiskan waktunya bersama Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying, kini telah berpindah tempat ke sebuah bangunan yang ada di sebuah bukit yang terletak antara Sekte Kuil Bambu dan kediaman keluarga Klan Ling.
Dalam keseharian sebelumnya, Ryu menemani Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying untuk membuat taman bunga di samping Istana Kristal.
Dalam keseharian itu juga, Ryu memenuhi keinginan ketiga Istrinya itu dengan bersantai di gazebo di tengah taman bunga yang mereka buat.
Kini Ryu yang sudah berada di sebuah bukit kecil sambil menikmati pemandangan kediaman Klan Ling yang ada di depannya bersama Ling Queqi.
" Gege.... Kakek bilang di Hutan perbatasan antara Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin ada sebuah Gunung yang terhubung dengan Dunia kecil." Ucap Ling Queqi yang sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ryu.
" Sebenarnya aku tidak terlalu memikirkan itu lagi. Di Dunia Quzhu kita sudah banyak menyimpan Sumberdaya. Jadi untuk apa lagi kita kesana." Ucap Ryu sambil mengusap rambut Ling Queqi.
" Aku juga tidak terlalu memikirkan Sumberdaya yang ada di Dunia kecil itu. Hanya saja aku sedikit penasaran." Ucap Ling Queqi.
Ling Queqi juga berpikir bahwa yang mereka butuhkan sekarang hanyalah menerobos Pendekar Semesta, meskipun itu sangat sulit.
Hal itu memang wajar, karena di usia mereka bisa dibilang cukup muda. Sedangkan untuk mencapai Pendekar Semesta, banyak para Kultivator melakukan latihan tertutup selama ribuan tahun.
Itupun tidak semua Kultivator yang berhasil, banyak diantaranya hanya mengalami kebuntuan.
" Qi'er... Jika kamu ingin kesana, kita bisa melihatnya." Ucap Ryu.
Meskipun dia tidak tertarik dengan Dunia kecil, namun dia ingin menemani Istrinya itu untuk berjalan-jalan.
" Benarkah? Tapi Dunia kecil itu akan terbuka pagi ini. Bahkan anggota Sekte Kuil Bambu sudah berangkat beberapa hari yang lalu." Ling Queqi sedikit ragu, meskipun dia mengetahui kemampuan suaminya.
" Qi'er... Kamu tunjukkan saja dimana lokasinya." Ucap Ryu sambil menciptakan balok Es.
" Mmmm... Letaknya ada di bagian tenggara dari tempat ini." Ucap Ling Queqi yang kini langsung bangkit dari tempat duduknya dengan penuh semangat.
" Baiklah. Kita berangkat sekarang." Ryu langsung menggendong Ling Queqi lalu berdiri di atas balok Es.
Seketika balok Es tersebut melesat cepat ke arah yang ditunjukkan oleh Ling Queqi.
" Gege... Aku masih bisa berdiri." Ucap Ling Queqi yang merasa dirinya digendong seperti seorang bayi.
" Apa kamu tidak menginginkannya?" Tanya Ryu sambil menggoda Istrinya pura-pura ingin melepaskan Ling Queqi.
__ADS_1
" Tidak-tidak... Aku sangat menyukainya." Ucap Ling Queqi dengan buru-buru, seakan tidak ingin Ryu melepaskannya
Ryu yang melihat tingkah Istrinya tersebut, hanya tersenyum sambil menatap ke arah depan sambil memeriksa keadaan sekitar.
Sedangkan Ling Queqi sendiri tengah hanyut dalam pelukan suaminya tanpa memperdulikan bahwa mereka sedang terbang.
Sesekali Ling Queqi menatap wajah suaminya itu dengan penuh kekaguman. Meskipun mereka sudah lama tinggal bersama, namun perasaan Cinta dari Ling Queqi semakin bertambah.
Ling Queqi tau kalau suaminya itu tidak pernah mengungkapkan perasaan dari mulutnya, namun perhatian dari Ryu kepada mereka sudah cukup untuk mewakili perasaannya.
' Seperti yang kakek katakan, perasaan Cinta itu tidak hanya diukur dengan kata-kata manis. Tapi diwujudkan dengan perhatian dan kasih sayang.' Ling Queqi membatin sambil merasakan pelukan hangat dari suaminya.
Sambil menikmati terpaan angin di wajahnya, Ling Queqi juga membalas pelukan Ryu penuh kebahagiaan sambil menutup mata.
Menyadari hal itu, Ryu hanya tersenyum sambil menatap ke arah depan.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di kaki gunung dimana letak Dunia kecil yang dikatakan Ling Queqi.
Ryu pun menatap ke arah Ling Queqi yang kini sudah tertidur pulas di pelukannya.
' Haaahh... Bisa-bisanya dia tertidur dalam kondisi seperti ini.' Ryu membatin lalu mencium bibir Ling Queqi dengan lembut.
Merasakan sentuhan lembut tersebut, Ling Queqi langsung terbangun sambil menatap ke arah Ryu dengan wajah memerah karena ketahuan tertidur.
" Mmmm... Sepertinya Goa yang ada di kaki gunung itu yang menghubungkan ke Dunia kecil." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah depan, dimana terlihat beberapa sosok yang sedang memasuki sebuah Goa yang cukup besar.
" Gege... Lebih baik kita menunggu sampai mereka semua sudah masuk." Ucap Ling Queqi yang tidak ingin keberadaan mereka diketahui oleh siapapun.
" Mmmm." Ryu mengangguk, karena dia juga tidak ingin diketahui.
Setelah menunggu waktu yang cukup lama, akhirnya para Kultivator Muda yang mencari peruntungan di Dunia kecil tersebut, kini sudah tidak ada lagi.
Dengan segera Ryu dan Ling Queqi memasuki Goa tersebut dengan posisi saling berpegangan tangan, karena khawatir jika mereka akan berpisah saat berada di Dunia kecil tersebut.
Namun saat berada di ruang kosong dimana hanya terlihat lautan cahaya keemasan, Ryu sedikit mengerutkan kening karena Aura yang ada di Dunia kecil itu sangat familiar.
" Kenapa aku merasakan tempat ini begitu familiar?" Ryu bergumam sambil menoleh ke arah Ling Queqi.
" Ada apa Gege?" Tanya Ling Queqi yang merasa heran atas sikap suaminya itu.
__ADS_1
" Tidak ada... Mungkin hanya perasaanku." Ucap Ryu sambil memegang pinggang Ling Queqi.
Begitupun dengan Ling Queqi, dia juga merapatkan tubuhnya pada suaminya itu seperti orang yang sedang kasmaran.
Sesaat kemudian Ryu dan Ling Queqi sudah berpijak di atas tanah lapang dimana ditumbuhi rerumputan hijau.
Dengan segera Ryu membawa Ling Queqi untuk terbang di balik awan sambil menatap ke bawah mereka dimana terdapat beberapa sosok yang sedang memeriksa Dunia kecil tersebut.
' Mengapa mereka bisa ada disini?' Ryu membatin sambil merasakan aura yang familiar berada di kejauhan.
" Gege... Kenapa kita harus berada di atas awan ini?" Ling Queqi merasa heran karena Ryu membawanya di tempat yang tinggi.
" Qi'er... Bukankah kamu ingin menikmati keindahan alam yang ada di Dunia kecil ini?" Ucap Ryu sambil memperhatikan pepohonan di bawah mereka.
Sebenarnya Ryu bisa naik ke atas awan karena Dunia kecil tersebut sangat akrab dengannya.
Jika saja Dunia kecil itu begitu asing, maka dia tidak bisa melakukannya karena pasti akan ada Penguasa Dunia kecil yang akan memarahinya karena sudah melanggar aturan alam semesta.
" Baiklah Gege... Sepertinya tempat ini cukup romantis untuk kita." Ucap Ling Queqi yang melihat sekeliling mereka lalu menoleh ke arah Ryu seperti ingin menelannya hidup-hidup.
" Tidak masalah... Lagi pula tidak ada yang mengetahui keberadaan kita disini." Ucap Ryu sambil menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi awan yang mereka tinggali.
" Menikmati suasana romantis di tempat tinggi seperti ini sangat menantang." Ucap Ling Queqi langsung mendorong tubuh Ryu hingga terbaring.
" Qi'er... Sepertinya kamu sudah tidak sabar ingin dihukum." Ryu tersenyum penuh makna.
" Mmmm... Aku akan menikmati hukuman itu." Ling Queqi juga tidak ingin kalah, langsung menyerang bibir Ryu dengan permainan lidahnya.
Ryu pun membalas permainan lidah tersebut sambil mengalungkan tangannya di pinggang Ling Queqi.
Pergulatan mereka pun terus berlanjut hingga memakan waktu yang cukup lama, dimana Ryu dan Ling Queqi sudah tidak lagi memakai pakaian.
Seandainya ada orang lain yang mengetahui tindakan Ryu dan Ling Queqi, mungkin mereka akan mengutuk keras mereka.
Namun itu adalah hal mustahil, karena hanya Ryu saja yang bisa terbang ke atas awan.
Dengan begitu, tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaan mereka dimana Ryu dan Ling Queqi sedang menyalurkan hasrat mereka penuh kebahagiaan sebagai suami istri.
*******
__ADS_1
Siapa ya yang sebagai penguasa Dunia kecil itu?
Silahkan ditebak. 😁