
Dari segi usia saja mereka sudah terlampau jauh, meskipun penampilan ketujuh wanita tersebut terlihat masih muda.
Sejak kematian guru mereka saja sudah 900.000 tahun, lalu bagaimana dengan usia mereka sebenarnya?
Di sisi lain Xin Chie dan yang lain tersenyum lebar karena tingkah ketujuh wanita itu seperti masih remaja dan masih polos.
Bisa dikatakan tujuh wanita itu sudah dianggap sebagai leluhur mereka, meskipun belum pernah menikah.
Di sisi lain Liu Ryu hanya menghela nafas berat karena ketujuh wanita itu sudah menganggapnya sebagai guru.
Jika saja mereka mengetahui bahwa Liu Ryu sudah membuang jasad guru mereka ke Dunia Quzhu, entah apa reaksi dari mereka.
" Guru... Kami siap melayani apa yang guru inginkan. Hanya saja kami belum bisa menerobos Bintang Bumi sebelum mempersembahkan diri kami kepada guru." Ucap Tai Bai tanpa menutupi apapun, karena guru mereka pernah berkata untuk mengambil energi Yin milik mereka saat sudah mencapai Bintang Bumi.
Melihat reaksi dari Sheng Zhishu dan yang lain, Liu Ryu menjelaskan kepada istrinya tentang masa lalu ketujuh wanita itu melalui pesan jiwa.
Mendapatkan pesan jiwa dari suami mereka, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain merasa kasihan kepada ketujuh wanita itu karena telah dimanfaatkan oleh gurunya sendiri.
" Suamiku, sepertinya memiliki pekerjaan untuk mendidik mereka." Sheng Zhishu tersenyum pahit karena ketujuh wanita itu masih polos dan berbanding terbalik dari usia mereka yang lebih tua dari Istri Liu Ryu yang lain.
" Baiklah, aku percayakan kepada kalian semua." Liu Ryu mengangguk lalu menoleh ke arah Istrinya yang lain.
" Guru... Pakaianmu sudah dipenuhi dengan darah. Kami akan membersihkan tubuh guru, seperti dulu lagi." Ucap Tai Lung yang berniat ingin melepaskan pakaian Liu Ryu yang bersimbah darah.
" Kalian tidak perlu melakukannya, karena guru kalian sudah memiliki Istri." Ucap Xin Chie sambil berjalan mendekati Liu Ryu bersama yang lainnya.
" Jadi kalian semua adalah Istri dari guru?" Tanya Sun Yueyue, sambil menunjuk ke arah Xin Chie dan yang lainya.
" Benar... Kami semua adalah Istri dari guru kalian." Jawab Zhang Qixuan.
" Salam bibi guru semuanya. Murid siap menerima perintah." Ucap Tai Bai dan saudarinya sambil menundukkan kepala.
__ADS_1
Lagi-lagi Xin Chie dan yang lain terbatuk-batuk, karena tingkah ketujuh wanita itu memang perlu diperhatikan.
Terlebih untuk Long bersaudara dan Huang bersaudara yang usia mereka sangat muda, tentu tidak terima jika dipanggil bibi guru.
" Kalian boleh ikut bersama Istriku yang lain, kami masih memiliki pekerjaan lain." Liu Ryu meminta kepada mereka agar bisa mengikuti Sheng Zhishu dan yang lain.
" Baik guru." Jawab mereka serempak, dimana Sheng Zhishu dan yang lain membawa mereka ke Dunia Quzhu.
" Haaah... Satu masalah telah terselesaikan." Liu Ryu menghela nafas, lalu menatap ke arah seluruh pasukan.
Di atas langit dimana Dewi Nuwa yang terus memperhatikan mereka, kini bernafas lega karena Liu Ryu dan pasukannya bisa mengendalikan keadaan.
" Haaah... Kalian hanya membuang waktuku saja." Gumam Dewi Nuwa, lalu menghilang dari pandangan.
Di sisi lain, Liu Ryu langsung membawa rombongannya masuk ke dalam portal dimensi untuk mencari berbagai macam Sumberdaya.
Sesaat mereka telah berpindah ke sebuah tempat yang memiliki banyak Sumberdaya, bahkan banyak yang sudah berusia jutaan tahun.
" Ya... Meskipun Sumberdaya di tempat ini sangat banyak dan memiliki usia rata-rata jutaan tahun, namun masih belum mampu mencukupi kebutuhan kita semua." Ucap Liu Ryu sambil memungut Sumberdaya di depannya.
Tentu Liu Ryu berharap agar mereka bisa meningkatkan Kultivasi dengan cepat. Jika tidak, maka mereka harus membutuhkan waktu selama ribuan tahun untuk mengimbangi kekuatan Kekaisaran Langit.
Mendengar ucapan tersebut, semua memahami tujuan Liu Ryu, karena musuh yang mereka hadapi bisa dikatakan sebagai penguasa Dunia Tiantang.
" Yang Mulia Kaisar, disana banyak sekali tumpukan Batu Roh." Ucap salah satu prajurit sambil menunduk ke sebuah arah dengan nafas memburu.
" Dewa Agung, biarkan kami yang mengambilnya." Ucap Wu Tian, lalu membawa prajuritnya menuju ke arah yang ditunjukkan.
Begitupun dengan beberapa Jenderal yang berasal dari Kekaisaran Gu, Kerajaan Song, Kerajaan Qing, dan pendukung yang lain juga ikut mengambil bagian masing-masing.
" Yang Mulia Kaisar, disana banyak sekali tumpukan Batu Pelangi."
__ADS_1
" Yang Mulia Kaisar, disana banyak sekali tumpukan Batu Bintang."
Satu-persatu dari prajurit yang menyebar ke berbagai tempat, melaporkan tentang apa yang mereka temukan.
Semua pasukan yang berada di dalam dunia dimensi tersebut hampir tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Meskipun dengan menggunakan Cincin Ruang, mereka tidak yakin bisa mengambil semua Sumberdaya atau berbagai bahan untuk membuat senjata.
Di sisi lain Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena mereka bisa menyimpan Sumberdaya di Dunia Quzhu.
" Tidak menyangka di tempat ini banyak sekali Sumberdaya." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah pasukan yang menyebar.
Dunia yang ada di tempat itu hampir mirip dengan dunia lainnya. Hanya saja yang membedakan dimana dunia portal dimensi memiliki tanah yang rata dan tidak memiliki pegunungan atupun lembah.
Bahkan pepohonan juga tidak terlihat di tempat itu, melainkan hanya hamparan rumput hijau.
Jika ada yang berbentuk bukit atau gunung, dapat dipastikan bahwa itu adalah tumpukan Batu Roh, Batu Pelangi, ataupun Batu Bintang.
" Untuk sekarang sudah cukup. Jika ingin membuka segel portal dimensi yang kedua, paling tidak mereka sudah mencapai Bintang Perak." Liu Ryu tidak ingin mengambil resiko, karena satu orang saja yang mati, begitu sangat berharga.
Sudah berbulan-bulan mereka menelusuri dunia portal dimensi, dimana mereka semua sudah banyak mendapatkan Sumberdaya.
Namun agar semuanya bisa mencapai Bintang Bumi, tentu tumpukan Sumberdaya tersebut masih belum cukup.
" Sepertinya tidak ada lagi yang tersisa di tempat ini." Ucap Liu Ryu, dimana mereka sudah berkumpul kembali.
" Yang Mulia Kaisar, apa kita akan membuka segel portal dimensi yang kedua lagi?" Tanya Jiang Bu, meskipun dia sendiri tidak yakin bisa mengalahkan gerombolan monster yang ada di dalam portal dimensi itu.
" Untuk sekarang kita tingkatkan Kultivasi terlebih dulu! Meskipun di dalam portal dimensi yang kedua hanya mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah, namun mereka pasti lebih banyak lagi dari sebelumnya." Jawab Liu Ryu.
Mendengar ucapan tersebut semua terlihat senang, karena untuk berhadapan dengan gerombolan monster yang mencapai Pendekar Surgawi tahap awal saja, mereka sudah kewalahan bahkan beberapa dari mereka banyak yang mati.
__ADS_1
Setelah itu Liu Ryu membawa mereka keluar dari tempat tersebut kembali ke kediaman masing-masing untuk meningkatkan Kultivasi terlebih dulu.