SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 170. Memulihkan Pasukan


__ADS_3

Ryu dan Gong Ziya yang sudah berada di belakang pasukan Ras Goblin, kini langsung melesat cepat ke arah mereka.


" Asap Ilusi."


Ryu yang menciptakan asap putih, kini menyebar ke berbagai arah dimana pasukan Ras Goblin sedang berusaha menerobos masuk.


Merasakan adanya bahaya dari arah belakang, pasukan Ras Goblin menghentikan aksinya lalu menoleh ke arah Gong Ziya yang berlari ke arah mereka.


Sementara Ryu yang sudah tidak terlihat lagi, kini langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir miliknya.


" Tangkap wanita itu!" Pemimpin pasukan Ras Goblin memberi perintah sambil menunjuk ke arah Gong Ziya.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Ryu yang sudah dalam wujud bayangan, membunuh siapapun yang mendekatinya.


" Apa? Siapa itu?" Pemimpin pasukan Ras Goblin merasa heran karena para bawahannya mati tanpa diketahui siapa pelakunya.


Gong Ziya yang sudah berada dalam jarak tertentu, kini mengaktifkan simbol bulan sabit di keningnya hingga mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.


" Amarah Dewi Bulan."


Wuush!


Sebuah bola cahaya yang berbentuk Bulan, melesat cepat ke atas langit hingga secara perlahan mulai membesar.


Pasukan Ras Goblin yang berlari ke arah Gong Ziya, kini menghentikan langkah mereka karena merasakan aura penindasan yang sangat kuat dari benda yang diciptakan Gong Ziya.


" Bola apa itu?" Pasukan Ras Goblin tertegun melihat duplikat Bulan yang berada di atas mereka.


Wuush! Wuush! Wuush!


Duplikat dari Bulan yang dilepaskan Gong Ziya, kini keluar hujan cahaya berukuran kepalan tangan menyebar ke berbagai arah seakan ingin menghancurkan wilayah tersebut.


Cahaya tersebut seakan memiliki mata dan pikiran sendiri, sehingga bisa membedakan mana pihak lawan.


Bboooom! Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Cahaya yang jatuh bagaikan meteor dari duplikat Bulan, menyerang siapapun yang mendekati wilayah tersebut.


Meskipun teknik yang digunakan Gong Ziya tidak terlalu menimbulkan dampak besar, namun cukup membantu untuk menekan pergerakan pihak lawan jika terkena imbas wilayah penekanan tersebut.


Aaarrrggghhhh!

__ADS_1


Aaarrrggghhhh!


Aaarrrggghhhh!


Pasukan Ras Goblin yang berada di wilayah serangan dari teknik yang digunakan Gong Ziya, kini berteriak keras berusaha untuk menghindar namun gerakan mereka sangat lambat.


" Serang!" Jiu Tou She dan Pasukan Semesta langsung melesat cepat ke arah pasukan Ras Goblin.


Kini pasukan Ras Goblin hanya bisa bersikap pasrah karena tubuh mereka seakan dibelenggu oleh beban yang sangat berat.


Tentu hal itu menjadi keuntungan bagi Ryu dan Pasukan Semesta, dimana mereka dengan bebas membunuh pasukan Ras Goblin yang gerakannya seperti siput.


" Sialan... Teknik macam apa yang digunakan wanita itu?" Pemimpin pasukan Ras Goblin memasang wajah jelek sambil mengutuk keras Gong Ziya yang menekan pergerakan bawahannya.


Meskipun Pemimpin pasukan Ras Goblin tidak terkena wilayah penekanan, namun dia dapat merasakan bahwa teknik yang digunakan Gong Ziya sangat berbahaya.


" Jangan lengah." Terdengar suara Ryu dari arah belakang pemimpin Ras Goblin.


Menyadari adanya ancaman dari arah belakang, pemimpin Ras Goblin memutar bola matanya, lalu membalikkan badan seraya mengayunkan pedangnya.


Traaang!


Bboooom!


Benturan keras dari pedang kedua belah pihak membuat gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.


Terlebih untuk ukurannya yang pendek, membuat pemimpin Ras Goblin tersungkur ke tanah.


" Uhuuk!" Pemimpin Ras Goblin memuntahkan darah dimana pandangannya menjadi kabur.


" Pergilah dan laporkan kepada Rajamu, karena aku akan menghancurkan Kerajaan kalian. Jangan berharap bisa bersembunyi dariku." Ryu dengan nada mengancam dengan sengaja membebaskan pemimpin Ras Goblin, namun tidak untuk bawahannya.


Dengan tertatih, pemimpin Ras Goblin menjauhi wilayah tersebut tanpa memperdulikan para bawahannya.


Tentu Pemimpin pasukan Ras Goblin melaporkan kejadian tersebut kepada Rajanya agar Ras Goblin tidak musnah.


Di sisi lain Ryu terus membunuh pasukan Ras Goblin yang tersisa, dimana di sela pertarungannya Ryu merasakan ada sesuatu yang aneh pada Gong Ziya.


Wuush!


Ryu melesat ke arah Gong Ziya, karena wanita itu terlihat sangat kelelahan.


" Istriku." Ryu langsung menangkap Gong Ziya yang hampir saja terjatuh.

__ADS_1


" Suamiku... Uhuuk." Gong Ziya yang sudah berada di dekapan Ryu, kini pandangannya mulai gelap sambil memuntahkan segumpal darah.


Traaang!


Duplikat Bulan yang diciptakan Gong Ziya langsung pecah bersamaan dengan Gong Ziya jatuh pingsan.


Melihat hal itu, Ryu langsung membawa Gong Ziya ke Istana Kristal, lalu mengirim pesan jiwa kepada Istrinya yang lain.


Tentu Ryu dapat mengetahui bahwa pasukan Ras Peri Hewan dan pasukan Ras Peri Kegelapan sudah mampu ditangani sejak kedatangan Istrinya.


Kini Pasukan Semesta dan prajurit Ras Peri Hutan hanya membereskan sisa-sisa pasukan pihak musuh yang hanya tersisa sedikit.


" Suamiku, apa yang terjadi pada Gong Ziya?" Tanya Xie Xian yang baru saja muncul bersama Istri Ryu yang lain.


" Gong Ziya terlalu memaksakan diri. Mungkin dia akan pulih kembali setelah beberapa hari kedelapan." Ryu yang sudah membaringkan tubuh Gong Ziya di atas Ranjang.


" Syukurlah... Kemampuan Gong Ziya baru saja terbangun, itulah kenapa dia masih belum mampu menggunakannya." Jin Niu yang berada di tempat itu juga mengeluarkan suara.


" Suamiku... Kamu tenang saja, biar kami yang merawatnya." Ucap She Xia sambil berjalan mendekati Gong Ziya.


" Mmmm." Ryu mengangguk lalu keluar dari Istana Kristal untuk menemui bawahannya.


Kini Ryu telah muncul di tengah halaman Istana Kerajaan Gong, dimana Pasukan Semesta dan prajurit Ras Peri Hutan banyak yang mengalami luka berat.


" Salam Dewa Agung." Ucap mereka serempak.


" Mmmm... Untuk sekarang pulihkan diri kalian terlebih dulu." Ryu memberikan beberapa Pil untuk memulihkan Pasukan Semesta dan prajurit Ras Peri.


Meskipun mereka tidak ada yang mati, namun dapat dipastikan bahwa mereka akan membutuhkan waktu selama satu minggu untuk memulihkan diri.


Dengan sebuah anggukan, Tou Shuijing dan Jiu Tou She mengambil Pil tersebut lalu membagikan kepada seluruh pasukan yang berada di tempat tersebut.


" Dewa Agung, kami pamit dulu." Tou Shuijing memberi hormat, lalu menuju kediamannya diikuti yang lain.


" Gong Sifa... Maaf kami terlambat." Ryu menatap ke arah wanita tersebut dengan tatapan rumit.


" Tidak masalah Pendekar Ryu. Yang penting sekarang tidak ada yang meninggal." Ucap Gong Sifa sambil memegang dadanya karena terkena luka dalam.


" Lebih baik kamu pulihkan diri terlebih dulu. Jangan terlalu banyak bergerak." Ryu memberikan Pil kepada Gong Sifa.


" Mmmm." Gong Sifa mengambil Pil tersebut lalu masuk ke dalam Istana untuk memulihkan diri.


Setelah mereka sudah pergi, Ryu menatap ke beberapa arah, karena dia dapat merasakan bahwa ada dua sosok yang masih hidup.

__ADS_1


" Sepertinya mereka mengetahui tujuanku." Ryu tersenyum lebar karena sosok yang pertama adalah anggota Ras Peri Kegelapan dan sosok yang kedua adalah anggota Ras Peri Hewan.


Namun Ryu tidak membunuh mereka, karena tujuannya adalah menghancurkan ketiga Kerajaan tersebut.


__ADS_2