SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 362. Dunia Buas


__ADS_3

Sebenarnya apa yang dilakukan Liu Ryu sangat beresiko. Namun dia juga tidak punya pilihan lain selain menggunakan cara yang berbahaya untuk membantu perkembangan Sun Kim Ai.


" Suamiku, tempat apa ini?" Sun Kim Ai merasa ngeri, meskipun dia berasal dari ras Iblis, namun karena tingkat Kultivasinya sangat rendah, sehingga dia merasa tidak berdaya.


" Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Lebih baik kamu bersembunyi di balik bebatuan disana." Liu Ryu dengan buru-buru meminta kepada Sun Kim Ai untuk bersembunyi, karena dia merasakan ada sesuatu yang datang ke tempat itu.


Dengan sebuah anggukan, Sun Kim Ai dengan buru-buru berjalan untuk bersembunyi di balik bebatuan yang ditunjukkan oleh Liu Ryu sebelumnya.


Tidak lama kemudian terlihat satu sosok seperti hewan buas yang memiliki ukuran besar, namun matanya berwarna merah bercahaya dan berdiri layaknya manusia.


Tanpa basa-basi, makhluk itupun berlari ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi, seakan mendapatkan mangsa yang empuk.


Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengayunkan kepalan tangannya untuk menyambut serangan.


Baaang! Baaang! Baaang!


Tinju besar dari hewan buas tersebut bertemu dengan tinju milik Liu Ryu yang terlihat kecil, membuat mereka sama-sama mundur beberapa langkah ke belakang.


" Beruntung hanya satu sosok." Gumam Liu Ryu, sambil bertukar serangan kepada hewan buas.


Elemen Kehampaan yang Liu Ryu miliki seakan tidak berfungsi di dunia buas, sehingga mereka hanya bisa menggunakan kekuatan fisik, meskipun dia masih bisa menggunakan Qi.


Namun akibat benturan serangan dari kedua belah pihak! Membuat tanah di sekitar mengalami retakan.


Liu Ryu sama sekali tidak membiarkan pertarungan itu berlangsung cukup lama! Karena pasti akan ada hewan buas yang lain akan mengetahui keberadaan mereka.


Dengan segenap kemampuannya, Liu Ryu memilih untuk menggunakan Pedang Naga Petir miliknya.


Namun setiap ayunan pedang dari Liu Ryu seakan mampu ditangkis oleh hewan buas, sehingga Liu Ryu harus memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.


" Sepertinya Pedang Naga Petir tidak terlalu berfungsi di tempat ini." Gumam Liu Ryu, lalu melompat ke sebuah arah.


Sambil berguling di tanah, Liu Ryu mengambil puluhan pisau kecil dari Cincin Pemulihan miliknya.


Wuush! Wuush! Wuush!


Liu Ryu melemparkan puluhan pisau kecil ke arah hewan buas yang berlari ke arahnya.


Traaang! Traaang! Traaang!

__ADS_1


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Dari semua puluhan pisau kecil, mampu ditangkis oleh hewan buas, dimana hanya beberapa yang menancap di dada hewan buas itu.


Ggooooaaarr!


Hewan buas meraung keras, terlihat marah karena Liu Ryu berhasil melukainya.


Wuush!


Hewan buas yang berbentuk kera, namun memiliki sisik ikan berwarna merah darah, berambut seperti singa, memiliki tanduk seperti kerbau, memiliki kaki depan seperti cakar burung elang dan memiliki kaki belakang seperti katak itupun melompat ke arah Liu Ryu membuka kepalan tangannya hingga memperlihatkan kukunya yang runcing seakan bersiap untuk merobek tubuh Liu Ryu.


Melihat hal itu, Liu Ryu dengan gesit menangkis cakaran tersebut dengan kedua tangannya, hingga kedua tangan hewan buas terbuka lebar.


Jleeep! Jleeep!


Ggooooaaarr!


Kedua pisau kecil yang berada di kedua tangan Liu Ryu, kini menancap sempurna di kedua bahu hewan buas, membuatnya meraung kesakitan.


Baaang!


" Sekarang!" Bersamaan dengan tendangannya mengarah ke tubuh hewan buas yang terkapar, Liu Ryu meminta kepada Sun Kim Ai untuk keluar dari persembunyiannya.


Dengan segenap kemampuannya, Sun Kim Ai berlari ke arah hewan buas yang terkapar, dimana Liu Ryu sudah berdiri di atas hewan buas itu.


Craaash!


Sun Kim Ai langsung menebas leher hewan buas itu dengan semua kekuatannya, hingga berkali-kali sampai hewan buas itu kehilangan nyawa.


Buussshh!


Sebuah energi berwarna merah keluar dari tubuh hewan buas tersebut, langsung masuk ke tubuh Sun Kim Ai.


Dengan buru-buru Sun Kim Ai mengambil posisi Berkultivasi untuk menyerap energi dari hewan buas yang baru saja dia bunuh.


Bboooom!


Bboooom!

__ADS_1


Bboooom!


Berkali-kali Sun Kim Ai melakukan penerobosan hingga terhenti ketika wanita itu sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir.


" Secepat ini?" Sun Kim Ai seakan tidak percaya jika dia bisa menerobos dengan cepat.


" Itu belum cukup. Sekarang kamu gunakan teknik yang diajarkan sebelumnya." Liu Ryu meminta kepada Sun Kim Ai untuk memurnikan darah, agar bisa menerobos ke tahap selanjutnya.


Dengan sebuah anggukan, Sun Kim Ai kembali memejamkan mata untuk menguasai tujuh teknik yang dia pelajari sebelumnya.


Tentu Sun Kim Ai membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menerobos kembali, karena dia harus menguasai teknik Qi Sembilan Dewa.


Setelah berhasil menguasai teknik Qi Sembilan Dewa, Sun Kim Ai kembali mempelajari teknik Darah Pembunuh Langit, Otot Penyangga Bumi, Tulang Sang Abadi Sum-sum YIN-YANG dan Organ Lima Pagoda.


Setelah berhasil menguasai keenam teknik tersebut, Sun Kim Ai kembali mempelajari teknik yang terakhir yaitu sebuah teknik agar bisa meningkatkan Kultivasi.


Di sisi lain Liu Ryu terus memperhatikan keadaan sekitar, untuk memastikan keamanan bagi Sun Kim Ai.


Selama Sun Kim Ai Berkultivasi, Liu Ryu terus menghadang beberapa makhluk buas yang berusaha untuk membunuh mereka.


Namun Liu Ryu mengerahkan seluruh kekuatannya agar makhluk buas itu mati ataupun terluka parah sebelum mendatangi Sun Kim Ai yang sedang Berkultivasi.


" Ini sangat sulit dari yang aku bayangkan." Sudah berhari-hari Sun Kim Ai melakukan Kultivasi, kini dia menyelesaikan teknik yang terakhir.


Sesaat Sun Kim Ai membuka mata, hingga tatapannya tertuju pada Liu Ryu yang sudah bersimbah darah.


" Suamiku, apa yang terjadi denganmu?" Sun Kim Ai terlihat khawatir karena dia sama sekali tidak mendengar suara pertarungan saat dia sedang Berkultivasi.


" Kamu tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja." Jawab Liu Ryu, sambil menyeka keringatnya yang bercucuran, akibat bertarung yang tidak ada hentinya.


" Sekarang kamu bunuh mereka yang berada di sana." Ucap Liu Ryu sambil menunjuk ke arah lusinan makhluk buas yang berada di ambang kematian.


Tanpa membuang waktu, Sun Kim Ai mengeluarkan pedang miliknya, lalu melesat ke arah tumpukan makhluk buas yang berada di pinggir bebatuan.


" Aku harus lebih cepat untuk kuat lagi." Gumam Sun Kim Ai, saat berhasil menebas leher lusinan makhluk buas itu, lalu duduk bersila di depan mayat mereka.


Di sisi lain, Liu Ryu memasang wajah serius karena dia dapat merasakan bahwa akan banyak makhluk buas yang datang ke tempat mereka.


" Sialan... Mereka benar-benar merepotkan." Liu Ryu menggerutu karena posisi Sun Kim Ai sangat berbahaya.

__ADS_1


Dalam keadaan paniknya, Liu Ryu langsung melesat ke berbagai arah untuk mengambil batu besar lalu menancapkan ke sekeliling Sun Kim Ai yang sedang Berkultivasi.


__ADS_2