
Tanpa menunggu lama, Ryu dan Li Jilan langsung melepaskan pakaiannya menceburkan diri di kolam tersebut dimana air itu sangatlah sejuk sehingga Li Jilan begitu menikmatinya tanpa memperdulikan dirinya tanpa busana.
Tentu saja Ryu dan Li Jilan melakukan hal itu, karena tidak ada seorangpun yang berada di tempat itu.
Sambil berendam di kolam tersebut Li Jilan mendekatkan dirinya kepada Ryu, sehingga Ryu juga langsung memeluk Istrinya itu.
" Gege, besok pagi kita akan menyusuri tempat ini sambil berburu." Ucap Li Jilan sambil menikmati dekapan suaminya tanpa memperdulikan kondisi mereka tidak memakai busana.
" Mmmm... Aku pikir juga begitu, sepertinya ada sesuatu yang aneh di tempat ini." Ucap Ryu.
" Maksud Gege?" Tanya Li Jilan.
" Aku rasa tempat ini bukan sebuah bukit, melainkan makhluk raksasa. Mungkin saja seekor kura-kura." Ryu begitu yakin bahwa tempat itu adalah wujud dari kura-Kura raksasa, meskipun terlihat masih berdiam diri.
Mendengar ucapan tersebut, Li Jilan sedikit mengerutkan kening sambil memahami keadaan di bukit itu.
" Setelah dipikir lagi, Apa yang dikatakan Gege ada benarnya. Tapi bagaimana cara kita untuk mengetahui bahwa tempat ini merupakan kura-kura raksasa?" Tanya Ling Queqi.
" Aku juga tidak tau caranya, tapi kita harus mengitari kaki bukit ini." Ryu merasa yakin pasti ada celah untuk mengetahui sesuatu yang aneh pada bukit tersebut.
" Baiklah, tapi aku ingin menikmati suasana seperti ini kepada suamiku." Li Jilan menutup mata untuk menikmati pelukan suaminya.
Sambil berendam, Ryu dan Ling Queqi sama-sama memejamkan mata untuk menikmati kesejukan air di dalam kolam tersebut.
Saat menjelang sore, mereka pun keluar dari kolam pemandian dan kembali ke pondok tempat kediaman mereka.
Di dalam pondok, Ling Queqi pun langsung memasak untuk mereka berdua, meskipun sangat sederhana.
Tidak lama kemudian, Li Jilan sudah menyelesaikan pekerjaannya dimana mereka berdua langsung makan bersama.
Selesai makan, mereka kembali melanjutkan perbincangan kecil sambil menunggu malam tiba.
*******
Pada keesokan pagi, Ryu dan Li Jilan keluar dari pondok kecil mereka untuk melakukan perburuan sekaligus memeriksa bukit tersebut.
" Gege, meskipun aku dan ibuku telah lama tinggal disini, tapi kami tidak pernah pergi ke sana." Li Jilan menunjuk ke arah di depan mereka.
" Mmmm... Sebaiknya kita akan memeriksanya." Ryu berjalan di depan sambil memeriksa keadaan sekitar.
Mereka pun melakukan pemeriksaan, namun masih belum menemukan keanehan dari bukit tersebut dimana hanya menemukan beberapa hewan biasa yang sangat banyak.
Pepohonan yang ada di bukit tersebut memang tidak terlalu tinggi, namun sangat sulit dilewati karena dipenuhi semak belukar.
Namun Ryu sama sekali tidak berputus asa, dia terus mengitari kaki bukit tersebut sambil menangkap Ayam hutan, kelinci, Rusa, Kijang, dan yang lain dimana semua hanya hewan biasa lalu menyimpannya di Dunia Quzhu.
Sedangkan Li Jilan lebih memilih untuk menangkap beberapa ekor burung yang menurutnya sangat unik dan cantik untuk mengisi keindahan di Dunia Quzhu.
Beruntung di bukit tersebut kekuatan mereka kembali berfungsi, sehingga Ryu dan Li Jilan bisa menggunakan kekuatan mereka kembali.
" Gege, aku ingin mengambil kunang-kunang yang disana!" Li Jilan menunjuk ke arah ribuan kunang-kunang yang bertengger di sebuah pohon di samping mereka.
Kunang-kunang itu memang sangat kecil, namun terlihat sangat cantik dengan perpaduan warna mereka.
" Baiklah! Aku akan membawa mereka ke Dunia Quzhu." Ryu menggunakan kekuatan spiritualnya menarik semua kunang-kunang tersebut diikuti pohon tempat mereka bertengger.
Ryu pun meletakkan pohon tersebut di sebuah puncak bukit yang tidak jauh dari Istana Kristal.
Tiba-tiba bukit tersebut bergetar hebat saat Ryu mencabut pohon tempat kunang-kunang sebelumnya.
" Gege, apa yang terjadi?" Li Jilan sontak kaget lalu dengan cepat mendekati suaminya.
" Mmmm... Siapa yang berani membangunkan ku?" Terlihat sebuah kepala raksasa seperti ular menatap ke arah Ryu dan Li Jilan.
Ternyata benar dugaan Ryu sebelumnya, bahwa bukit tersebut adalah wujud kura-kura raksasa, karena kepala yang muncul di depan mereka adalah kepalanya.
Dan tempat Ryu dan Li Jilan sedang berdiri sekarang berada di bagian pinggir tempurung kura-kura di dekat kepalanya.
" Siapa kamu sebenarnya? Dan kenapa kamu berdiam disini sampai seluruh tempurung mu ditumbuhi pepohonan?" Ryu berdiri di depan Li Jilan sambil menatap kepala kura-kura tersebut.
__ADS_1
Kura-kura itupun tertegun melihat sosok pemuda yang berdiri di tempurungnya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut sekalipun.
Kepala raksasa itupun tersenyum sambil memejamkan mata dengan menghembuskan nafas begitu halus, namun memiliki tekanan yang sangat kuat.
" Kura-kura tua ini sudah lelah dengan Dunia. Itulah kenapa aku berdiam diri di tempat ini selama lebih dari sepuluh juta tahun. Sehingga aku mengizinkan tumbuhan dan hewan tinggal di tempurung ku." Ucap kura-kura raksasa tersebut.
" Apa kamu adalah salah satu dari Penguasa elemen?" Ryu bertanya kepada kepala raksasa itu.
" Penguasa elemen? Siapa mereka?" Kura-kura raksasa merasa heran.
" Lebih tepatnya aku hanya kura-kura tua yang lebih senang berdiam diri. Dulu kura-kura tua ini lebih senang menjelajahi berbagai Dunia untuk menciptakan kedamaian. Namun sekeras apapun aku berusaha, kekacauan selalu saja timbul di berbagai tempat. Bahkan itu terjadi oleh orang terdekatku sendiri." Ucap kura-kura raksasa.
Tiba-tiba bukit tersebut kembali bergetar dimana kepala raksasa itu mengeluarkan cahaya berwarna putih, lalu muncul sosok Pria sepuh yang begitu berwibawa dan berkharisma.
" Aku hanya ingin bertanya kepada kalian berdua, apa pendapat kalian tentang Dunia ini? " Tanya sosok Pria sepuh itu.
Mendengar pertanyaan tersebut, Ryu terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Kepalanya sangat pusing tidak tau bagaimana cara menjawabnya.
" Biarkan Dunia ini tetap seimbang." Kini Li Jilan membuka suara.
" Tepat sekali." Ucap sosok pria sepuh.
" Mohon bimbingan dari senior, agar dunia ini masih seimbang?" Ryu bertanya kepada pria sepuh yang menurutnya sudah memiliki pengalaman hidup yang sangat banyak.
Apalagi kura-kura raksasa itu sudah hidup selama jutaan tahun dan menjelajahi berbagai Dunia, sudah pasti pernah menyaksikan hal yang ada di berbagai dunia.
" Anak Muda, aku tau kelak kamu menjadi orang besar dan paling disegani di seluruh alam semesta. Jadi kura-kura tua ini sedikit memberikan masukan kepadamu." Pria sepuh itu sambil mengelus jenggot putihnya yang halus memanjang.
Kini Ryu dan Li Jilan terlihat antusias untuk mendengar nasihat dari roh kura-kura raksasa itu.
" Jangan anggap dirimu dapat menggenggam takdir dan mengendalikan takdir seseorang, biarkan mereka menentukan takdir mereka itu sendiri. Lakukanlah yang menurutmu benar dan tentukan pilihan secara bijak.
Jangan bertindak dirimu seperti para dewa yang selalu mencari manusia pilihan untuk menentukan takdirnya dengan dalih demi perdamaian dunia dan alam semesta, karena itu hanya kekosongan belaka.
Jangan juga bertindak seperti para Iblis yang selalu bertindak sesuka hati dan menimbulkan rasa iri dan dengki kepada setiap makhluk hidup." Sosok pria sepuh memberikan nasehat kepada Ryu dan Li Jilan.
*******
Setiap Penulis pasti memiliki harapan agar karyanya mendapat apresiasi dari pembaca, agar lebih giat lagi untuk berkarya.
Terimakasih atas dukungan teman-teman semua yang selalu memberi dukungan Sang Dewa Agung season 1 dan 2.
Dewa Harem
Mas Geng
The King
Adeng Novian
Semut Ireng
Wantinus W Bunnar
Nano Nano
Donand
Sayangku
Qing San
Rotnovs
Mansur Kanau
Mann
__ADS_1
Natalia
Hendra Helmi
Irwan Syah
Is Lubis SH
Sutikno Tikno
Omat 050
Moch Priantok
Automom Ariyoyo Edi
Laura Aqilla
Erwin
Billal Putra Catalan
Ginong
Azis Zakaria
Andri Taufik Juanda
Salim S
Narwito Wito Arzhacel
Ngopi Yuk
No Ita
Bndol Demak
Peyek
Mas Edi
Gatot Kaca Moba
Anton Heryadi
Dewa
Joe Ok
Iwan Nawi
Hot People
Exit
Setresss Hungkul
Na Han Ken Tut
Hadi Dwi P
Permainan rf
Dan semua pendukung setia yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu.
Kalian semua luar biasa, Penulis juga meminta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan***.
__ADS_1