
Di sisi lain, Jenderal Iblis Merah seakan tidak percaya jika Liu Ryu dengan mudah menghindar dari sihir penghisap yang dia ciptakan.
" Bagaimana mungkin?" Jenderal Iblis Merah seakan tidak percaya, karena sihir penghisap yang dikenal tidak ada yang mampu menghindarinya, namun Liu Ryu dengan mudah untuk menghindar.
Sesaat Jenderal Iblis Merah memutar bola matanya, karena Liu Ryu sudah berada di arah samping sambil melemparkan bola Kehampaan.
" Gawat." Jenderal Iblis Merah memasang wajah jelek, karena serangan dari bola Kehampaan memiliki serangan yang sangat mematikan.
Merasa serangan dari Liu Ryu tidak bisa dihindari lagi, Jenderal Iblis Merah dengan buru-buru mengarahkan kedua telapak tangannya untuk memblokir serangan dari Liu Ryu.
" Sihir Iblis Merah, Gerbang Darah."
Duuung!
Sebuah tameng berwarna merah darah muncul di depan Jenderal Iblis Merah, yang sudah menggunakan kekuatan penuh.
Bboooom!
Sebuah bola Kehampaan bersarang pada tameng raksasa, menciptakan ledakan yang sangat kuat, membuat seisi daratan Muktho mengalami gempa bumi.
Traaang!
Tameng raksasa tidak mampu menahan beban dari bola Kehampaan, hingga hancur berkeping-keping.
" Bagaimana mungkin?" Jenderal Iblis Merah seakan tidak percaya, jika tameng raksasa ciptaannya bisa dihancurkan.
Jenderal Iblis Merah terlihat pucat, karena merasa hidupnya sudah tidak lama lagi, sehingga dia sudah pasrah menanti ajalnya.
Bboooom!
Bola Kehampaan yang membentur tameng raksasa, kembali bersarang pada tubuh Jenderal Iblis Merah, hingga terpental belasan kilometer.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Merasakan bahwa Jenderal Iblis Merah masih hidup, Liu Ryu langsung berpindah tempat ke arah Jenderal Iblis Merah yang sudah tergeletak di tanah.
" Ka... Kau.." Jenderal Iblis Merah menunjuk ke arah Liu Ryu, dengan sisa tenaganya, yang sudah tidak berdaya.
" Sepertinya kamu sangat cocok untuk dijadikan sebagai Pil Inti Jiwa."
Buussshh!
Liu Ryu menembakkan setetes darahnya, hingga dalam hitungan detik, tubuh Jenderal Iblis Merah diselimuti cahaya berwarna keemasan dan mulai mengecil hingga membentuk sebuah Pil.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu mengambil Pil Inti Jiwa, lalu memasukkan ke Cincin pemulihan miliknya.
*******
( Beberapa saat sebelumnya.... )
Di sisi lain, Elena yang juga sedang berhadapan dengan salah satu Jenderal Iblis Merah yang lain, kini langsung melesat ke arah pihak lawan, sambil mengeluarkan kepalan tangannya ke depan.
Jenderal Iblis Merah juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah Elena, sambil mengayunkan tangannya membentuk cakaran.
Bboooom!
__ADS_1
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak, menciptakan gelombang energi yang menyebar ke berbagai tempat.
Pepohonan yang awalnya sangat lebat, kini mulai bertumbangan, hingga wilayah sekitar menjadi tanah gersang.
" Sihir Iblis Merah, Pukulan Gelombang."
Wuush!
Jenderal Iblis Merah mengayunkan pukulannya pada bagian dada Elena dengan kekuatan penuh.
" Absolut Cahaya, Tinju Peledak."
Elena juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan Qi pada kepalan tangannya, lalu mengarahkan kepada tinju dari Jenderal Iblis Merah.
Bboooom!
Benturan kedua pukulan yang saling bertemu, menciptakan ledakan yang sangat kuat, membuat keduanya terpental puluhan.
Jenderal Iblis Merah yang menjadi lawan Elena, merasakan tangannya menjadi kebas, seraya memuntahkan darah segar, sambil menatap ke arah wanita yang memiliki paras cantik di depannya.
Jenderal Iblis Merah tidak menyangka jika wanita cantik dan anggun yang menjadi lawannya memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat, melebihi mereka yang dikenal memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat.
" Bukankah wanita ini berasal dari ras manusia yang sudah menjadi dewa? Bukankah di dunia ini sangat sulit menjadi seorang dewa dengan usia yang masih muda?" Pikir Jenderal Iblis Merah, sambil memikirkan cara untuk menghadapi Elena.
Tanpa membuang waktu, Jenderal Iblis Merah langsung menyatukan kedua telapak tangannya, lalu mengarahkan kepada wanita cantik di depannya, meskipun terasa enggan.
" Sihir Iblis Merah, Tapak Kematian."
Buussshh!
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung menyatukan kedua telapak tangannya, lalu mengarahkan kepada tapak raksasa yang mengarah kepadanya.
" Absolut Cahaya, Tapak Budha."
Buussshh!
Sebuah tapak raksasa keluar dari telapak tangan Elena, melesat cepat untuk menyambut serangan dari pihak lawan.
Bboooom!
Blaaar!
Benturan antara kedua bayangan telapak tangan raksasa saling bertemu, menciptakan gelombang energi, membuat tanah sekitar membentuk kawah raksasa.
" Jadi begini rasanya bertarung melawan sosok yang berasal dari ras Iblis." Elena menyipitkan matanya, karena Jenderal Iblis Merah memiliki kekuatan besar.
Di sisi lain, Jenderal Iblis Merah memasang wajah serius, karena serangannya masih mampu dipatahkan oleh wanita cantik di depannya.
" Aku harus menggunakan kekuatan penuh." Meskipun merasa enggan kepada wanita cantik di depannya, Jenderal Iblis Merah merapalkan sebuah mantra, lalu merentangkan kedua tangannya.
" Sihir Iblis Merah, Retakan."
Kraaack!
__ADS_1
Tanah yang berada di depan Jenderal Iblis Merah, seakan bergeser, hingga membentuk jurang besar yang memanjang hingga mencapai ke arah Elena yang melayang di udara.
Tidak hanya disitu saja, galian raksasa yang memanjang seakan menghisap apapun yang ada di sekitarnya.
" Absolut Cahaya, Budha Pelindung."
Duuung!
Elena merentangkan kedua tangannya, kembali menyatukan kedua telapak tangan, hingga muncul sosok patung Budha raksasa sebagai pijakan kakinya, agar terlindung dari hisapan galian raksasa.
Bboooom!
Patung Budha raksasa yang mengeluarkan cahaya berwarna keemasan di seluruh tubuhnya, itupun langsung menyatukan kedua telapak tangannya, hingga galian raksasa menutup kembali.
"Uhuuuk."
Akibat serangannya mampu dipatahkan, Jenderal Iblis Merah mendapatkan serangan balik, hingga memuntahkan segumpal darah merasakan tubuhnya seakan ditusuk ribuan jarum.
Namun Jenderal Iblis Merah sama sekali tidak peduli, karena kemampuan sosok yang menjadi lawannya, membuatnya lebih bersemangat untuk menjajal kemampuannya.
" Meskipun aku merasa enggan untuk membunuhmu, namun kali ini kamu harus mati di tanganku." Jenderal Iblis Merah bersuara dengan lantang, lalu mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.
" Sihir Iblis Merah, Tebasan Darah Iblis."
Creeessh!
Bersamaan dengan kedua tangannya turun hingga mengarah kepada Elena, sebuah bilah raksasa berwarna merah darah keluar dari tangan Jenderal Iblis Merah, langsung melesat cepat ke arah wanita cantik di depannya.
Melihat bilah sabit raksasa mengarah kepadanya, Elena kembali merentangkan, kedua tangannya, lalu menyatukan kedua telapak tangan.
" Absolut Cahaya, Tebasan Cahaya."
Creeessh!
Qi unsur cahaya membentuk siluet bilah berwarna keemasan, melesat cepat ke arah bilah raksasa dari Jenderal Iblis Merah.
Bboooom!
Benturan dari kedua bilah raksasa saling bertemu, kembali menciptakan gelombang kejut yang membuat kawah raksasa kembali membesar.
" Wanita ini kuat sekali." Jenderal Iblis Merah, memasang wajah serius, sambil menatap ke arah wanita cantik di depannya.
" Sihir Iblis Merah, Pelahap Langit."
Buussshh!
Sebuah lobang besar muncul di bawah Elena, hingga menghisapnya dengan kuat.
" Absolut Cahaya, Amarah Sang Budha."
Duuung!
Patung Budha raksasa kembali muncul sebagai pijakan kaki Elena, hingga tubuhnya diselimuti cahaya dari patung Budha.
" Amarah Sang Budha, Tapak Cahaya!
Buussshh!
__ADS_1
Bersamaan dengan Elena yang mengarahkan telapak tangan kanannya ke depan, patung Budha raksasa itupun mengarahkan telapak tangannya ke tempat Jenderal Iblis Merah berdiri.