
Jenderal Besar dan para prajurit Kekaisaran Tanah Merah berpikir jika mereka melawan pasukan suku Raksasa, maka hanya menyumbang nyawa.
Tentu pertarungan tersebut sudah diluar kemampuan mereka, sehingga jika harus melawan pasukan suku Raksasa, maka mereka akan melakukan perlawanan yang tidak berarti.
" Aku tidak menyangka bahwa pasukan dari Kekaisaran Atas Awan memiliki kemampuan yang mengerikan. Beruntung Yang Mulia Kaisar Jie Fey menjalin hubungan baik dengan mereka." Gumam Jenderal Besar sambil menatap ke arah pertarungan.
Di sisi lain Liu Ryu dan Draka Zurad terus saling bertukar serangan, hingga berbagai teknik yang digunakan oleh Draka Zurad, Liu Ryu masih mampu mengimbangi kekuatanya.
Sementara itu Liu Ryu memang sengaja mengimbangi kekuatan dari Draka Zurad, karena dia ingin membuat sosok tersebut kelelahan sebelum menggunakan teknik Tuan-Hamba.
" Siapa pemuda ini sebenarnya? Apa dia berasal dari Benua Tengah?" Gumam Draka Zurad, sambil bertukar serangan tapak dengan Liu Ryu.
Karena segala teknik yang dia gunakan tidak mampu menerobos pertahanan Liu Ryu, Draka Zurad mendorong tubuhnya ke belakang lalu memposisikan diri untuk menggunakan teknik terkuatnya.
" Cakar Pembelah Bumi."
Craaash! Craaash!
Draka Zurad mencakar ruang kosong, hingga berbentuk silang, hingga tercipta energi cahaya tipis yang sangat tajam, menuju ke arah Liu Ryu.
" Perisai Kehampaan."
Liu Ryu menyilangkan kedua tangannya untuk menciptakan pelindung energi, mengelilingi tubuhnya.
Bboooom! Bboooom!
Serangan dari Draka Zurad membentur pelindung yang diciptakan oleh Liu Ryu, membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang, dimana seakan berjalan di atas udara.
Kraaack! Kraaack! Kraaack!
Tanah yang berada di bawah Liu Ryu kini membentuk galian besar yang memanjang hingga puluhan kilometer akibat serangan cakaran dari Draka Zurad.
Melihat serangannya masih belum mampu melukai tubuh Liu Ryu, Draka Zurad memasang wajah serius sambil memikirkan cara untuk menghadapi sosok tersebut.
" Cakar Pengoyak Langit."
Craaash! Craaash!
Draka Zurad kembali melakukan serangan cakaran ke arah Liu Ryu, hingga Awan yang berada di atas mereka terbelah menjadi beberapa bagian, akibat tekanan gelombang energi tersebut.
Melihat hal itu, Liu Ryu kembali menyilangkan kedua tangannya untuk menciptakan perisai Kehampaan untuk melindungi tubuhnya.
Bboooom! Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat hingga tanah yang berada di bawah mereka juga seakan terbelah menjadi beberapa bagian.
" Apa? Bagaimana mungkin." Draka Zurad berkeringat dingin, karena sosok yang menjadi lawannya masih terlihat santai.
Straaing!
__ADS_1
Kini giliran Liu Ryu yang melakukan serangan dengan berpindah tempat ke tempat samping Draka Zurad.
Draka Zurad yang merasakan kehadiran Liu Ryu, kini langsung membalikkan badannya sambil mengayunkan tangannya membentuk serangan cakaran.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak kembali menimbulkan ledakan energi yang sangat kuat.
Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga terlihat tengah sibuk untuk menghalau gerombolan pasukan suku Raksasa yang jumlahnya mencapai miliaran.
Meskipun tidak mendapatkan luka, namun Istri Liu Ryu cukup direpotkan dengan pasukan suku Raksasa yang terlalu banyak.
Tentu Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain sangat kerepotan karena serangan dari pasukan suku Raksasa sangat gesit.
Jika saja Istri Liu Ryu tidak memiliki ketangkasan yang tinggi, dapat dipastikan bahwa salah satu dari suku Raksasa berhasil menyerang mereka.
Meskipun demikian, semua Istri Liu Ryu masih bersikap tenang, sambil menunggu waktu agar bisa menggunakan teknik terkuat mereka.
" Jangan sampai berhenti menyerang mereka." Teriak salah satu pasukan suku Raksasa, memberi isyarat kepada rekannya.
Tentu pasukan suku Raksasa tidak ingin mengambil resiko. Jika mereka memberi celah kepada Istri Liu Ryu untuk menggunakan tekniknya, maka pasukan suku Raksasa dengan mudah dikalahkan.
Mendapatkan serangan yang bertubi-tubi dari pasukan suku Raksasa, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain tengah memikirkan cara untuk memberi ruang agar bisa menggunakan teknik teleportasi.
' Lindungi kami berenam! Kami akan menciptakan ruang, agar kita bisa menggunakan teknik kita kembali.' Luan Hua mengirim pesan jiwa kepada Sheng Zhishu dan yang lain.
Begitupun dengan Feng bersaudara, Long bersaudara dan Huang bersaudara, mereka juga langsung mengambil posisi untuk melindungi Luan Hua dan kelima rekannya.
Saat sudah diberikan celah, Luan Hua dan kelima rekannya tanpa membuang waktu lagi,. langsung menciptakan teknik yang mereka miliki.
" Formasi Pedang."
Luan Hua yang sudah diberikan ruang, langsung menciptakan sebuah gerakan, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.
Buussshh!
Tercipta sebuah lingkaran cahaya raksasa berada di atas udara, hingga muncul seribu pedang yang seakan jatuh dari langit.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Seribu pedang yang seakan memiliki mata sendiri, melesat dengan kecepatan tinggi langsung menusuk ke arah pasukan suku Raksasa.
Aarrgggh! Aarrgggh! Aarrgggh!
Pasukan suku Raksasa yang terkena tusukan pedang dari Formasi yang diciptakan oleh Luan Hua, kini langsung jatuh tersungkur merasakan tubuh mereka tidak bisa digerakkan lagi.
" Lahar Api."
Luan Quan juga tidak tinggal diam, langsung menjatuhkan hujan bola api menuju ke arah pasukan suku Raksasa.
__ADS_1
Aarrgggh! Aarrgggh! Aarrgggh!
Teriakan demi teriakan dari pasukan suku Raksasa yang terkena imbas hujan bola api, membuat tubuh mereka terbakar, meskipun tidak menimbulkan kematian.
Meskipun tidak menyebabkan kematian, namun pasukan suku Raksasa yang terkena bola api tersebut tidak bisa bertarung lagi.
" Hujan Petir."
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Luan Qian yang sudah menyatukan kedua telapak tangannya, seketika awan berkumpul menjadi satu, hingga menciptakan sambaran petir turun dari langit.
Aarrgggh! Aarrgggh! Aarrgggh!
Jeritan demi jeritan dari pasukan suku Raksasa yang berada di sekitar serangan sambaran petir, kini menggeliat kesakitan hingga tidak berdaya.
Akibat serangan dari keempat wanita itu, Sheng Zhishu dan yang lain mulai bisa bergerak dengan bebas, lalu kembali menciptakan teknik terkuat mereka.
Straaing! Straaing! Straaing!
Sheng Zhishu dan yang lain berpindah tempat ke berbagai arah seakan mengelilingi pasukan suku Raksasa.
Meskipun mereka berpindah tempat secara bersamaan, namun posisi kemunculan Istri Liu Ryu seakan terarah, dimana letak mereka saling berjauhan.
" Kobaran Api."
" Angin Tornado."
" Badai Salju."
" Badai Petir."
" Gempa Bumi."
" Gelombang Air."
" Ledakan Cahaya."
" Kegelapan dan Kesengsaraan."
Satu-persatu Istri Liu Ryu menciptakan teknik terkuat mereka membuat semua pasukan suku Raksasa yang berada di wilayah serangan menjerit kesakitan hingga jatuh terkapar di tanah.
" Seribu Bayangan."
Wenlie juga tidak mau kalah, langsung membelah diri menjadi seribu bayangan, lalu bergerak cepat secara bersamaan ke arah pasukan suku Raksasa yang tersisa.
Liu Ryu yang menyaksikan seluruh Istrinya yang seakan terorganisir dalam melancarkan serangannya, kini tersenyum puas lalu menoleh ke arah Draka Zurad karena mereka masih saling bertukar serangan.
Di sisi lain Draka Zurad memasang wajah jelek, karena lebih dari setengah pasukannya sudah tidak berdaya, akibat serangan dari Istri Liu Ryu.
__ADS_1