
Pada keesokan pagi, Ryu dan Shu Meilu menuruni gunung tersebut menuju ke arah Hutan yang berada di kaki gunung.
Mereka pun berjalan memasuki Hutan, dimana satu-persatu Hewan Roh mulai dari berbagai jenis berdatangan membentuk barisan lalu menundukkan kepala seperti memberi sikap hormat.
Ryu dan Shu Meilu merasa heran karena tidak seperti biasanya Hewan Roh begitu jinak, bahkan mereka terlihat senang saat melihat kedatangan Ryu dan Shu Meilu.
Hingga saat berada di kedalaman Hutan, terlihat puluhan Sosok Harimau yang memiliki ukuran lima kali ukuran manusia dewasa mendatangi Ryu dan Shu Meilu.
" Salam Yang Mulia Ratu." Puluhan Harimau tersebut menundukkan kepala kepada Shu Meilu sehingga membuat wanita itu sontak kaget.
Namun disisi lain Ryu tidak merasa heran, karena dia sudah mengetahui bahwa penghuni Hutan tersebut adalah bawahan dari Harimau Putih yang merupakan Shu Meilu itu sendiri.
" Tuan Harimau, apa kalian tidak salah?" Tanya Shu Meilu yang masih merasa heran.
" Mata kami tidak pernah salah Yang Mulia Ratu. Hamba tidak berhak dipanggil dengan 'Tuan', karena kami adalah bawahan Yang Mulia Ratu." Ucap salah satu dari Harimau tersebut.
" Hmmm... Jadi begitu ya? " Shu Meilu yang masih tidak percaya berusaha untuk mencerna situasi tersebut.
" Jika Istriku adalah Ratu kalian, apa kalian bisa menunjukkan tempat kediaman kalian?" Kini giliran Ryu yang bertanya kepada sekelompok Harimau tersebut.
Awalnya Harimau itu tidak terlalu memperdulikan kehadiran Ryu, namun setelah mendengar bahwa sosok Pemuda tersebut adalah suami dari Ratu mereka, sehingga puluhan Harimau tersebut memasang sikap hormat kepada Ryu.
" Maafkan kami Yang Mulia Raja. Kalau begitu kami akan mengantarkan kalian ke tempat kediaman kami." Ucap salah satu Harimau dengan sikap hormat.
Mereka pun dituntun menuju ke sebuah tempat dimana terlihat goa yang sangat besar yang merupakan pintu dimensi menuju kediaman Ras Harimau Putih.
Setelah masuk ke dalam Goa tersebut, kini Ryu dan Shu Meilu disambut dengan pemandangan yang indah dimana terdapat sebuah Dunia kecil memiliki hamparan hijau yang sangat luas.
Di Dunia kecil itu juga terdapat sebuah Istana yang sangat megah, dimana puluhan Harimau sebelumnya sudah berubah wujud menjadi manusia memiliki perlengkapan seperti seorang Prajurit.
" Selamat datang kembali di Istana Harimau. Istana ini sepenuhnya milik Yang Mulia Ratu." Ucap sosok yang berpakaian Jenderal.
__ADS_1
" Mohon maaf sebelumnya Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Raja. Perkenalkan namaku Lao Hu yang bertugas untuk menjaga keamanan Istana Harimau. Tugas ini sudah diberikan Yang Mulia Ratu selama ribuan tahun yang lalu." Ucap Lao Hu.
" Terimakasih Lao Hu... Kamu telah menjalankan tugas dengan baik." Shu Meilu merasa bangga dengan pengabdian bawahannya itu, meskipun dia masih belum mengingat siapa dirinya.
" Silahkan Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Raja!" Lao Hu membawa mereka masuk ke dalam pintu gerbang Istana Harimau.
" Lao Hu... Apa kamu bisa merasakan kehadiran Ras Harimau yang lain di benua Timur ini?" Ryu bertanya kepada sosok tersebut.
" Mohon maaf Yang Mulia Raja... Hamba bisa merasakan kehadiran Ras Harimau Awan di Benua Timur, namun Hamba tidak mengetahui dengan jelas dimana tempat mereka. Tapi sepertinya mereka tidak terlalu jauh." Ucap Lao Hu.
" Terimakasih Lao Hu... Kalau begitu biar aku sendiri yang mencari keberadaan mereka." Ryu merasa senang dengan kehadiran Harimau Awan yang juga pernah bertemu dengannya di Dunia Fana.
" Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Raja. Hamba hanya bisa mengantar sampai disini saja. Hamba tidak berhak untuk masuk ke dalam Istana milik Yang Mulia Ratu sebelum Yang Mulia Ratu menduduki kursi Singgasana kebesaran." Lao Hu menghentikan langkahnya saat berada di depan Istana Harimau.
" Terimakasih Lao Hu... Nanti aku akan duduk disana." Shu Meilu terlihat senang lalu membawa Ryu masuk ke dalam Istana.
Di dalam Istana Harimau Putih, Ryu dapat merasakan beberapa sosok yang mendiami Istana tersebut, namun mereka semua hanya berdiam diri tanpa melakukan aktivitas apapun.
" Mmmm." Shu Meilu mengangguk lalu duduk di kursi kebesarannya, hingga dalam beberapa saat sebuah cahaya keluar dari Kursi tersebut mengelilingi seluruh Istana Harimau Putih.
Merasakan Aura dari dalam Kursi kebesaran Harimau Putih telah diisi oleh Shu Meilu, semua yang berada di Dunia kecil tersebut memberi hormat dengan posisi menundukkan kepala.
" Yang Mulia Ratu sudah datang."
" Yang Mulia Ratu sudah datang."
" Yang Mulia Ratu sudah datang."
Suara itupun terdengar dari berbagai tempat, dimana mereka sangat senang dengan kehadiran sosok yang selama ini mereka nantikan.
Mereka pun satu-persatu mulai berdatangan dari berbagai arah menuju ke Istana Harimau Putih untuk memberikan penghormatan kepada Penguasa mereka.
__ADS_1
Beberapa Prajurit yang sedang bertugas untuk berjaga di pintu masuk Istana Harimau Putih juga tidak ingin menghalangi rakyat mereka sehingga mereka hanya mengatur para warga tersebut agar tidak menggangu penguasa mereka.
Begitupun dengan Lao Hu yang awalnya hanya berdiam diri di depan Istana Harimau Putih, saat merasakan bahwa Shu Meilu sudah menduduki kursi Singgasana kebesarannya, dia pun langsung masuk ke dalam Istana lalu kembali memberi hormat.
Para Pelayan Istana juga melakukan hal yang sama, dimana mereka semua langsung menuju ruang Singgasana untuk memberi penghormatan terhadap penguasa mereka.
Shu Meilu yang awalnya masih kebingungan, kini mulai mengerti mengapa Ryu memintanya untuk duduk di kursi tersebut.
Di sisi lain Ryu juga duduk di sebuah kursi yang kebetulan berada di samping Shu Meilu yang dimana kedua kursi tersebut memiliki motif yang sama.
" Salam Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Raja." Para Pelayan memberi hormat.
" Mmmm.... Aku terima hormat kalian." Shu Meilu mengangkat tangan kanannya untuk menyapa para bawahannya.
" Yang Mulia Ratu, Sepertinya semua rakyat ingin menyambut kedatangan penguasa mereka." Lao Hu merasakan kehadiran semua rakyat Harimau Putih berada di depan Istana.
" Baiklah, aku akan segera kesana. Gege." Shu Meilu sangat senang dengan sambutan dari penghuni Dunia kecil tersebut lalu membawa Ryu bersamanya untuk menyapa mereka.
Ryu pun mengangguk lalu mereka berdua berjalan keluar Istana Harimau Putih.
" Salam Yang Mulia Ratu, Salam Yang Mulia Raja. Terimalah hormat kami."
Semua yang berada di depan Istana berlutut dan memberi hormat.
" Aku terima semua hormat kalian. Sekarang pergilah dan lakukan aktivitas kalian seperti biasa." Shu Meilu mengangkat tangan kanannya lalu menyapa semua yang ada di tempat itu.
" Baik Yang Mulia Ratu. Semoga Yang Mulia Ratu selalu diberi keberuntungan langit dan umur panjang." Ucap semua dengan serempak lalu meninggalkan tempat tersebut kembali ke kediaman masing-masing.
Ryu tidak menyangka sikap setia dari Ras Harimau Putih begitu mengagumkan, bahkan dia menganggap bahwa Harimau Putih lebih bisa dipercaya daripada Manusia.
" Gege, Mari kita kembali." Shu Meilu membawa Ryu masuk ke dalam Istana dimana empat Pelayan menuntun mereka ke kamar utama.
__ADS_1
Saat berada di kamar utama Istana, keempat pelayan kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing dimana Ryu dan Shu Meilu juga masuk ke kamar tersebut yang terlihat sangat luas dan indah dengan berbagai macam ukiran hiasan dinding.