SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 269. Penculikan Misterius


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal untuk menyebrangi sungai besar, kini kapal yang ditumpangi Liu Ryu dan Istrinya telah berlabuh di kota kecil.


Kota tersebut cukup ramai dikunjungi oleh para Kultivator ataupun warga biasa, mulai dari para pedagang hingga bangsawan.


Di kota kecil itu juga banyak mengalami nasib yang sama, dimana banyak warga yang mati saat berlayar.


Tentu itu semua terjadi karena Naga Kuno yang melakukannya, sehingga para warga tidak berani mendekati sungai besar.


Dengan kedatangan rombongan bertopeng, banyak yang bertanya-tanya, mengapa mereka bisa lolos saat menyebrangi sungai besar?


Namun tidak ada yang berani bertanya kepada Liu Ryu dan Istrinya, karena topeng yang mereka gunakan sangat mengerikan.


" Tuan saudagar... Apa kalian tidak bertemu dengan Naga itu saat menyebrangi sungai?" Tanya beberapa warga kepada saudagar yang sudah naik ke darat.


" Naga itu sudah dibunuh oleh kelompok bertopeng itu." Ucap saudagar, sambil menunjuk ke arah Liu Ryu dan Istrinya yang sudah menunggangi kudanya.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Beberapa warga masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh saudagar tersebut.


" Jika kalian tidak percaya, kalian lihat sendiri bagaimana kami menyebrangi sungai tanpa kendala apapun." Ucap saudagar, sambil memperlihatkan barang dagangannya yang sedang diangkut oleh para pengawalnya.


Sesaat para warga menatap ke arah Liu Ryu dan Istrinya, lalu menoleh ke arah para pengawal saudagar, dimana hanya ada dua sosok yang masih terlihat trauma.


Tentu kedua pengawal tersebut masih menyimpan rasa trauma, karena mereka melihat sendiri bagaimana bentuk dari Naga Kuno.


Sesaat salah satu sosok langsung berlari ke arah kediaman Walikota untuk melaporkan bahwa ada kelompok bertopeng yang mampu mengalahkan Naga Kuno.


Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya kembali mencari Rumah Sumberdaya di kota tersebut, sebelum melanjutkan perjalanan.


Setelah membeli Sumberdaya, Liu Ryu dan Istrinya langsung melanjutkan perjalanan untuk keluar dari kota tersebut.


Namun saat berada di tengah perjalanan, para prajurit kota tersebut langsung menutup jalan yang Liu Ryu dan Istrinya lewati.


" Prajurit, mengapa kalian menghalangi jalan kami?" Liu Ryu merasa heran atas tindakan para prajurit kota.

__ADS_1


" Maaf atas kelancangan kami tuan Pendekar. Kami kesini atas perintah Walikota untuk mengundang kalian ke Istananya." Ucap salah satu prajurit yang berdiri di depan Liu Ryu, sambil memberi hormat.


" Ada urusan apa Walikota mengundang kami?" Tanya Liu Ryu.


" Untuk lebih jelasnya, tuan Pendekar bisa bertemu secara langsung dengan Walikota." Ucap prajurit tersebut.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu menghela nafas lalu menyetujui hal tersebut langsung menuju ke kediaman Walikota.


Setelah berada di kediaman Walikota, Liu Ryu dan Istrinya langsung masuk dan disambut ramah oleh Walikota di kota kecil tersebut.


" Selamat datang tuan Pendekar. Silahkan duduk." Tuan Walikota mempersilahkan kepada kelompok bertopeng untuk menempati kursi yang disediakan.


Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu dan Istrinya langsung duduk di kursi yang kosong, dimana Walikota langsung memanggil para pelayan untuk melayani tamunya dengan berbagai macam hidangan.


" Tuan Walikota, ada apa kalian mengundang kami kesini?" Liu Ryu tidak ingin terlalu lama beranda di tempat itu, karena masih banyak hal yang mereka lakukan.


" Tuan Pendekar... Aku dengar kalian berasal dari Kekaisaran Han. Kalian juga mengetahui bahwa kota ini berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Han."


" Aku juga mendengar bahwa kalian sudah berhasil membunuh Naga itu, untuk itu, saya secara pribadi mengucapkan terimakasih atas bantuan kalian."


" Tuan Pendekar... Akhir-akhir ini banyak anak-anak, gadis ataupun pria yang belum menikah menghilang dari kota ini."


" Jika tuan Pendekar berkenan, mohon kiranya bisa membantu kami. Sudah banyak para Kultivator yang mencoba mencari siapa pelakunya, namun tidak ada yang berhasil."


Walikota menjelaskan situasi yang terjadi di kota tersebut, dimana hampir tiap malam pasti ada orang yang diculik.


Liu Ryu yang mendengar ucapan tersebut, kini menarik nafas dalam-dalam, karena masih banyak tempat yang tidak dijangkau oleh pihak Istana Kekaisaran Han.


Namun Liu Ryu sudah memahami situasi tersebut, karena di setiap tempat, pasti akan ada permasalahan yang tidak bisa ditangani oleh pihak Kekaisaran.


Bukan karena tidak mampu, melainkan karena terlalu banyak wilayah yang harus mereka datangi.


Terlebih untuk tempat yang sangat jauh, tentu membutuhkan waktu untuk menangani permasalahan tersebut.

__ADS_1


" Tuan Walikota, berapa lama kejadian itu terjadi?" Tanya Liu Ryu.


" Kejadiannya sudah hampir lima tahun. Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak Istana Kekaisaran Han, namun belum mendapatkan tanggapan." Walikota menjelaskan kepada Liu Ryu.


" Mohon maaf sebelumnya, sebelum itu apa ada orang yang datang ke kota ini?" Liu Ryu terlihat serius, karena menurutnya kejadian tersebut bukan dari pihak luar.


Sesaat Walikota terdiam sejenak sambil mengingat kembali sebelum penculikan itu terjadi.


" Tidak ada tuan Pendekar. Namun sebelumnya salah satu menantuku yang diculik. Beruntung kami berhasil menemukannya." Walikota menceritakan kejadian lima tahun yang lalu.


Salah satu putranya memiliki seorang selir yang juga berasal dari kota tersebut, dimana pada saat itu selir putranya sedang mengandung.


Pada suatu malam, ada sosok misterius yang menerobos masuk ke kediaman putranya dan menculik salah satu selir putranya.


Pada keesokan hari, semua prajurit dikerahkan untuk memeriksa di seluruh sudut kota, hingga berhasil menemukan selir putranya di pinggir hutan dekat kota.


Sejak kejadian tersebut, selir putranya keguguran dan tidak bisa memiliki anak lagi, hingga sampai sekarang.


" Setelah kejadian itu, para gadis banyak diculik hingga tidak ada satupun yang ditemukan lagi." Walikota menjelaskan dengan panjang lebar serangkaian kejadian di kota tersebut.


" Walikota, bagaimana dengan sosok misterius itu? apa berhasil ditemukan?" Tanya Liu Ryu.


" Belum tuan Pendekar. Namun ada beberapa warga yang pernah melihat sosok itu, tapi kecepatannya seperti bayangan, dimana tidak ada yang berhasil menangkapnya." Jawab Walikota.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu menemukan titik terang, namun dia tidak ingin menceritakan kepada Walikota, karena belum tentu benar.


" Baiklah Walikota. Aku akan mencoba menyelesaikan masalah ini. Namun aku tidak bisa berjanji." Ucap Liu Ryu.


" Terimakasih tuan Pendekar. Untuk masalah imbalan, aku bisa mengaturnya." Walikota terlihat senang, berharap agar kelompok bertopeng bisa menyelesaikan masalah mereka.


Setelah itu Liu Ryu dan Istrinya pamit undur diri untuk mencari penginapan di kota tersebut.


Meskipun Walikota meminta kepada mereka untuk menginap di tempatnya, namun Liu Ryu merasa hal itu membuatnya tidak bisa bergerak bebas.

__ADS_1


Saat berada di penginapan, Liu Ryu dan Istrinya menyewa beberapa kamar untuk beristirahat dan mencari tau siapa pelaku dibalik penculikan tersebut.


__ADS_2