SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Latih Tanding


__ADS_3

Meskipun jarak antara Klan Xie dan Klan She sangat jauh, namun berkat bantuan teleportasi yang dibuat Ryu, maka jarak tersebut tidak menjadi halangan.


Dengan adanya pernikahan tiga cucu Ketua Klan She dan putri Ketua Klan Xie, hubungan antara kedua Klan yang awalnya tidak terlalu baik kini mulai membaik dan melupakan semua kejadian di masa lalu.


Bahkan Klan Xie dan Klan She juga menjalin kerjasama dengan pertukaran antar Sumberdaya, maupun kebutuhan hidup sehari-hari.


Tiga keindahan Klan She dan satu keindahan Klan Xie, kini membuat anggota dari kedua Klan sangat terpana melihat keempat wanita tersebut.


Bahkan beberapa pemuda begitu iri pada Ryu yang memonopoli empat keindahan tersebut.


Namun mengingat sosok tersebut adalah orang paling ditakuti, membuat mereka berpikir untuk dua kali menyinggung Ryu.


Meskipun naluri mereka seakan memberontak dan ingin mencabik-cabik tubuh Ryu karena sudah memonopoli empat keindahan tersebut, namun mereka hanya menggerutu dalam hati dan tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun.


Jika saja mereka mengetahui bahwa Ryu memiliki banyak keindahan yang lain, mungkin beberapa dari mereka langsung muntah darah bahkan bunuh diri.


Setelah acara pernikahan sudah selesai, Ryu tidak lupa menghadiahkan kepada mereka berbagai Sumberdaya, Senjata Roh dan beberapa Kitab yang menurutnya sudah tidak berguna lagi untuk dirinya dan seluruh istrinya.


Namun bagi anggota Klan Xie dan Klan She, itu adalah pemberian yang sangat istimewa, dimana bisa meningkatkan kekuatan mereka.


Selesai memberi hadiah kepada mereka, Ryu langsung berpamitan kepada mereka dan membawa keempat istrinya ke Dunia Abadi.


*******


Satu tahun telah berlalu sejak kepergian Ryu, Kini Sheng Zhishu dan yang lain sedang melakukan latihan bersama di depan Istana Yexuan.


Saat mereka berlatih, kini Ryu dan keempat wanita muncul dari arah goa yang berada di Bukit Yexuan.


Merasakan kehadiran suaminya, Sheng Zhishu dan yang lain menghentikan latihan langsung menoleh ke sebuah arah.


" Kakak Xian?" Xie Hua menatap sosok wanita yang berambut putih hingga mencapai lutut penuh dengan selidik.


Meskipun penampilan sosok tersebut sedikit berbeda dari sebelumnya, namun Xie Hua merasa yakin bahwa sosok tersebut adalah Kakaknya.


" Hua'er." Xie Xian terbang dengan menggunakan sayapnya menuju ke sosok yang dia kenal lalu memeluk wanita itu.


Meskipun sedikit ragu, Xie Hua membalas pelukan dari Kakaknya dengan penuh kebahagiaan.

__ADS_1


" Kakak Xian, apakah itu kau?" Xie Hua berbisik di telinga Xie Xian.


" Ya... Ceritanya sangat panjang. Nanti kakak akan menjelaskan." Ucap Xie Xian sambil menatap beberapa sosok wanita yang berada di tempat itu.


" Suamiku, apa mereka semua istrimu?" Tanya Xie Xian mewakili ketiga Istri Ryu yang lain.


" Mmmm, Xian'er, Ling'er, Bing'er, Lin'er... Mereka adalah Istriku." Ryu memperkenalkan Istrinya satu-persatu.


Meskipun terlihat canggung, Sheng Zhishu dan yang lain menyambut kedatangan keempat wanita itu dengan baik dan memperkenalkan diri mereka masing-masing.


" Maaf sebelumnya karena aku telah meninggalkan kalian lebih dari dua tahun." Ryu memperkirakan waktu yang dia lewati saat berada di Dunia Setengah Abadi.


" Dua tahun lebih?" Sheng Zhishu mengerutkan kening saling berpandangan.


" Gege, kamu hanya melewati waktu selama satu tahun. Sepertinya ada perbedaan waktu." Ucap Xie Hua yang terus merangkul kakaknya.


" Meskipun satu tahun, tapi itu sangat lama." Ucap Yuwang seraya menggoda suaminya.


" Hei... Kalian yang muda harus mengalah. Untuk beberapa hari kedelapan, suami kita harus bersama kami." She Ling tidak ingin melewatkan waktu untuk bersama Ryu.


Sedangkan Xie Xian dapat merasakan bahwa usia beberapa Istri Ryu yang lain sudah melebihi seratus tahun, bahkan ada yang sudah berusia ribuan tahun.


Namun mata Xie Xian tertuju pada sepuluh sosok yang menurutnya masih berusia kurang dari 18 tahun.


" Memangnya berapa usiamu sekarang? apa sudah melebihi seribu tahun?" She Xia melotot ke arah tiga wanita tersebut.


Mendengar perkataan dari She Xia, ketiga Istri Ryu yang lain langsung menunduk karena tidak berhasil menguasai Istri Ryu yang lain.


" Sudahlah... Jangan berdebat lagi. sepertinya ketiga wanita ini sedang kasmaran. Jadi biarkan saja mereka bersama suami kita." Sheng Zhishu menengahi perdebatan mereka.


Mendengar ucapan tersebut, Istri Ryu yang lain hanya menggelengkan kepala. Sedangkan She Ling, She Bing dan She Zhilin tertunduk malu karena sudah dua kali pengaruh mereka tidak mempan.


" Terimakasih karena sudah pengertian." Ucap She Bing lalu melirik ke arah Ryu.


" Mmmm... Sepertinya kalian bertiga memiliki bakat sebagai Alkemis. Nanti aku ajarkan kepada kalian." Ucap Xin Chie sambil menatap ke arah ketiga wanita tersebut.


" Hei, tunggu beberapa hari dulu! Jangan langsung memberi perintah." She Ling terlihat kesal karena waktu bersama suami mereka akan terganggu.

__ADS_1


" Ya, Ya, ya... Kami tau keinginan kalian." Xin Chie tersenyum lebar karena sikap She Ling dan kedua saudarinya yang kekanak-kanakan.


" Kak Xian, aku tidak merasakan tingkat Kultivasimu. Sampai tingkat berapa sekarang?" Tanya Xie Hua yang sejak awal mencoba mengetahui tingkat Kultivasi Xie Xian.


Begitupun dengan yang lain, mereka juga tidak bisa merasakan tingkat Kultivasi Xie Xian.


" Hua'er... Kakak masih mencapai Pendekar Semesta tahap awal." Jawab Xie Xian dengan santai, membuat Sheng Zhishu dan yang lain membulatkan mata.


" Aku tidak percaya. Bagaimana kalau kita latih tanding?" Yuwang langsung maju ke depan untuk mengetahui kemampuan Xie Xian.


" Baik... Kirrin Api, Phoenix Api, Rubah Langit, Ratu Merak, Naga Emas, Phoenix Petir, Harimau Putih, Dewi Angsa, Rubah Iblis ekor sembilan dan Ratu Ular... Kalian maju sekaligus." Ucap Xie Xian sambil menunjuk Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yinshi, Yuwang, Shu Meilu, Qin Shuomei, Liu Jiang Yu, dan She Xia.


" Apa kamu yakin?" Tanya Sheng Zhishu dengan penuh selidik, lalu menoleh ke arah Ryu.


" Haaahh... Aku harap kalian tidak menimbulkan kerusakan di tempat ini." Ucap Ryu sambil menggelengkan kepala.


" Baik, kami terima tantanganmu." Huli Yue langsung maju ke depan diikuti Sheng Zhishu dan yang lain.


" Kalian buat Formasi Pelindung di tempat ini." Ucap Xie Hua sambil menatap ke arah Feng Quinlan dan saudarinya.


Dengan sebuah anggukan, Feng Quinlan dan saudarinya langsung memusatkan pikirannya.


Wuush!


Sebuah pelindung yang sangat kuat mengelilingi tempat tersebut.


Kini mereka langsung mengambil posisi masing-masing untuk melakukan pertarungan.


" Bersiaplah!" Xie Xian memberi peringatan kepada mereka.


Wuush!


Xie Xian kini berubah wujud membentuk api merah dengan sepasang sayap burung.


" Hmmm... Sepertinya kita akan mempelajari teknik ini." Xin Chie sedikit menaikkan alisnya, karena menyadari bahwa Xie Xian memiliki kekuatan fisik melebihi mereka.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari teknik yang dimiliki Xie Xian.

__ADS_1


__ADS_2