SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 156. Pasukan Orc


__ADS_3

Tentu buah pohon suci bisa banyak, karena selama jutaan tahun tidak ada yang memetik buah tersebut.


Kini Ryu telah selesai mengambil semua buah pohon suci tanpa ada yang tersisa, kecuali yang masih berusia dibawah 10.000 tahun.


" Menarik." Ryu menyimpan buah pohon suci di Cincin miliknya lalu menyisakan satu buah yang usianya paling panjang, yaitu sudah mencapai 100 juta tahun.


Kraaack!


Ryu mengunyah buah tersebut sambil berjalan mendekati Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan.


" Rasanya manis dan gurih." Ryu bergumam sambil mencerna buah tersebut yang merasakan tubuhnya seakan ingin meledak.


Namun tubuh Ryu masih mampu menahan amukan dari energi yang ada di buah pohon suci, meskipun perutnya sedikit bergetar.


" Mohon waktunya sebentar." Ryu membuka suara, membuat semua yang berada di tempat itu membuka mata.


" Apa?" Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan membulatkan mata saat melihat Ryu dengan santai mengolah buah pohon suci yang sudah berusia 100 juta tahun.


" Gluug." Gong Sifa menelan ludah berkeringat dingin membayangkan jika dirinya berada di posisi Ryu, dapat dipastikan tubuhnya akan menjadi kabut darah.


" Gong Sifa... Buah ini rasanya sangat manis dan gurih. Apa kamu tau fungsi buah ini?" Ryu menunjukkan buah yang ada di tangannya.


Kini Gong Sifa tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Ryu layaknya seorang monster.


" Pendekar Ryu, buah pohon suci memiliki khasiat seperti Harta langit. Namun memiliki efek lain jika dikonsumsi oleh Ras Peri Hutan." Ucap Gong Sifa sambil menelan ludah, merasa tertarik dengan buah yang ada di tangan Ryu.


Tentu Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan begitu tergiur dengan buah pohon suci, karena energinya sangat cocok untuk mereka.


" Oh... Untung aku mengambilnya cukup banyak." Ryu mengeluarkan puluhan buah pohon suci yang sudah berusia lebih dari 100 ribu tahun.


" Pendekar Ryu... Kami tidak mampu mengkonsumsi buah pohon suci yang sudah berusia seperti itu. Kami hanya mampu mengkonsumsi buah pohon suci yang masih berusia dibawah 20.000 tahun." Gong Sifa menggelengkan kepala sambil menatap buah pohon suci di tangan Ryu.


" Oh... Kalau begitu, aku masih banyak menyimpannya." Ryu memasukkan semua buah pohon suci di Cincin Ruang surgawi, lalu memberikan kepada Gong Sifa.


Sedangkan untuk buah pohon suci yang berusia jutaan tahun, dia simpan di Cincin miliknya.

__ADS_1


" Ini untuk kalian! Aku rasa itu tidak terlalu berfungsi untuk kami, karena kalianlah yang cocok." Ryu memberikan Cincin Ruang tersebut kepada Gong Sifa.


" Terimakasih Pendekar Ryu." Gong Sifa mengambil Cincin tersebut lalu memeriksanya yang membuat dia merasa sesak nafas.


Sesaat Gong Sifa mengendalikan diri, lalu membagikan buah pohon suci kepada sang Jenderal dan pasukannya.


' Putriku... Ambillah Cincin ini! Di dalamnya ada banyak buah pohon suci.' Gong Sifa mengirim pesan jiwa kepada Gong Ziya yang ada di alam jiwanya, secara diam-diam memasukkan Cincin tersebut ke alam jiwa miliknya.


Sementara itu Ryu kembali berjalan mendekati pohon suci untuk melanjutkan Kultivasi yang sempat tertunda.


Begitupun dengan Istri Ryu dan Pasukan Semesta, mereka juga melanjutkan untuk Berkultivasi.


' Ibu... Siapa yang mengambil buah pohon suci sebanyak ini? Bukankah ibu pernah mengatakan bahwa buah pohon suci sangat sulit untuk diambil sejak jutaan tahun yang lalu. Bahkan untuk Ratu Peri Hutan sebelumnya hanya mampu mengambil satu buah saja.' Gong Ziya mengirim pesan jiwa kepada ibunya.


' Orang yang mengambil buah pohon suci itu berasal dari Ras Manusia yang sedang melakukan perjalanan ke Dunia kita.' Gong Sifa membalas pesan jiwa dari putrinya.


' Ras Manusia? Ibu, aku ingin melihatnya.' Gong Ziya kembali mengirim pesan jiwa kepada ibunya.


' Jangan nak. Kita tidak tau apa mereka baik atau jahat. Lebih baik kamu tingkatkan Kultivasimu dan gunakan Harta langit dan buah pohon suci itu.' Gong Sifa membalas pesan jiwa dari putrinya.


' Sudahlah, jangan membantah perintah ibu! Ini semua demi kebaikanmu dan kelangsungan Ras Peri Hutan.' Pesan jiwa dari Gong Sifa, lalu melanjutkan untuk Berkultivasi.


Tentu Gong Sifa tidak ingin putrinya yang memiliki Yin Bulan bisa menjadi ancaman bagi mereka sendiri jika ada yang ingin merebut Gong Ziya.


Di sisi lain Ryu tidak mengetahui hal tersebut, terus melanjutkan Kultivasi, agar cepat meninggalkan Dunia Nuse secepat mungkin saat mengembalikan Kerajaan Gong.


*******


Satu bulan telah berlalu, kini Ryu dan Istrinya telah berhasil mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir.


Sedangkan Tou Shuijing, Jiu Tou She, Xie Shui dan pasukan Semesta juga berhasil mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah.


Mereka pun satu-persatu meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah Istana Kerajaan Gong untuk membantu Ras Peri Hutan sebelum meninggalkan Dunia Nuse.


" Gong Sifa... Kamu tuntun jalan untuk kami! Sebagai balas budi kalian, kami akan membantu kalian untuk mengembalikan Kerajaan Gong sebelum kami keluar dari Dunia ini." Ucap Ryu sambil menatap ke arah depan.

__ADS_1


" Baiklah, terimakasih atas bantuan kalian semua." Gong Sifa terlihat senang atas bantuan tersebut.


Mereka pun langsung berjalan menuju ke arah Istana Kerajaan Gong, dimana letaknya cukup jauh dari pohon suci.


Setelah berjalan selama setengah hari, Ryu merasakan aura yang sedang mengarah kepada mereka.


" Hmmm... Sepertinya mereka tidak sabar ingin dihancurkan. Tapi aku merasa heran, apa yang mereka cari di tempat ini." Ryu menyipitkan matanya sambil menatap ke arah depan.


Mendengar perkataan dari Ryu, Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan menjadi tegang karena dia mengetahui bagaimana banyaknya Ras Orc.


" Pasukan Semesta... Mari kita bersenang-senang." Ryu tersenyum lebar saat melihat rombongan Ras Orc sudah di depan mereka.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing Jiu Tou She, Xie Shui dan pasukan Semesta langsung berlari ke arah pihak lawan.


Straaing!


Ryu langsung menggunakan teknik teleportasi menuju ke gerombolan Ras Orc.


Begitupun dengan 93 Istri Ryu, mereka juga menggunakan teknik teleportasi untuk menghalau gerombolan Ras Orc yang mendatangi mereka.


Bbbzzzttt! Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!


Ryu langsung mengalirkan semua elemen yang dia miliki yang dia sebut dengan elemen Kehampaan.


Elemen Kehampaan itu sendiri gabungan elemen Api, Petir, Es, Tanah, Angin, Air dan Kegelapan.


Kini Pedang Naga Petir yang berada di tangan Ryu telah diselimuti elemen Kehampaan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya berkat elemen Kehidupan.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Setiap terbasan yang Ryu lepaskan, mampu memotong tubuh anggota Ras Orc yang memiliki tingkat Kultivasi yang setara dengan Ryu.


Rrraawr! Rrraawr! Rrraawr!


Pasukan Ras Orc yang layaknya hewan buas juga tidak mau kalah, berusaha menekan pergerakan pihak lawan.

__ADS_1


__ADS_2