
Merasakan Liu Ryu sedang melesat ke arahnya, raja peri angin hanya bersikap pasrah menanti ajalnya dan berharap agar semua Istrinya yang tersisa bisa membalaskan dendamnya.
Craaakk!
Sebuah tebasan bersarang di leher raja peri angin, hingga kepalanya terpisah dari tubuhnya.
Wuush!
Saat itu juga jasad raja peri angin terhisap ke dalam tubuh Liu Ryu seakan mengisi dantian miliknya.
" Tidak menyangka jika tubuh para peri di dunia ini bisa memperkuat kemampuanku." Liu Ryu tersenyum puas, karena semakin banyak dia menyerap jiwa dari peri, maka kemampuannya semakin meningkat.
Dengan demikian, ketika Liu Ryu sudah kembali ke Dunia Tiantang, maka kemampuannya bisa pulih kembali.
" Sepertinya aku harus mencari peri yang lain agar bisa meningkatkan kualitas Fondasi Ku." Liu Ryu berniat ingin mencari peri lebih banyak lagi, lalu memeriksa keadaan sekitar.
Sesaat Liu Ryu mengerutkan kening, karena dia tidak berhasil menemukan para wanita peri angin yang tersisa.
" Kemana mereka? Apa mereka melarikan diri?" Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah letak Inti Sel.
Tidak butuh waktu lama, kini Liu Ryu telah berada di mulut goa yang merupakan letak Inti Sel yang lainnya.
Tanpa menaruh curiga sedikitpun, Liu Ryu melangkahkan kakinya memasuki goa tersebut, karena dia sama sekali tidak merasakan kehadiran sosok yang lain.
Tentu semua wanita peri angin sebelumnya telah menggunakan sihir ilusi terkuat untuk menyembunyikan keberadaan mereka.
Setelah berjalan cukup jauh dari mulut goa, Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya karena aroma wangi yang berada di dalam goa sangat familiar untuknya.
" Kebetulan sekali, aku membutuhkan energi Yin milik kalian. Jadi jangan salahkan aku jika melakukannya." Gumam Liu Ryu, lalu berjalan ke dalam goa.
Tidak lama kemudian, terlihat beberapa sosok wanita yang seperti sedang menunggu kedatangan Liu Ryu dengan sebuah senyuman dari wajah mereka.
" Suamiku." Semua wanita peri angin menyambut kedatangan Liu Ryu, sambil memperlihatkan lekuk tubuh mereka.
Liu Ryu tersenyum lebar, lalu berjalan mendekati mereka, dimana wanita peri angin langsung menyentuh beberapa bagian tubuh Liu Ryu.
__ADS_1
" Ingat! Tujuan kita adalah meningkatkan kekuatan kita. Jika dia kelelahan, maka kita harus membunuhnya." Bisik salah satu wanita peri angin, kepada yang lainnya.
Meskipun bisikan tersebut sangat pelan, namun Liu Ryu masih mampu mendengarnya dengan jelas.
" Kalian pikir bisa membuatku kelelahan? Justru dengan energi Yin kalian, kekuatanku semakin bertambah." Pikir Liu Ryu, sambil mengikuti keinginan para wanita peri angin.
Salah satu wanita peri angin berinisiatif untuk melakukan hubungan intim terlebih dulu, langsung melepaskan pakaiannya yang berbentuk gaun berwarna hijau.
" Gluug." Liu Ryu menelan ludah kasar, karena keindahan tubuh wanita peri angin begitu menggodanya.
Terlebih wajah wanita peri angin rata-rata memiliki paras yang cantik, sehingga sebagai pria normal, Liu Ryu tidak bisa menahan diri.
Satu-persatu wanita peri angin melepaskan pakaiannya, juga melepaskan pakaian yang melekat di tubuh Liu Ryu.
" Gluug." Semua wanita peri angin menelan ludah kasar saat melihat sesuatu yang dimiliki Liu Ryu.
Mereka tidak menyangka bahwa milik Liu Ryu jauh lebih besar dan berotot dari milik suami mereka sendiri.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu membaringkan tubuh salah satu wanita peri angin, lalu menyatukan bagian intim mereka, membuat wanita itu menjerit sambil menggeliat.
Semua mengangguk pelan, meskipun pikiran mereka sudah terganggu dengan suara khas dari rekannya.
Namun apa yang diharapkan dari para wanita peri angin, tidak sesuai harapan, karena Liu Ryu mampu membuat mereka satu-persatu jatuh pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan cairan.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini hanya satu wanita peri angin yang tersisa, sambil menatap ke arah 123 wanita peri angin yang terkapar di tanah, tanpa busana.
" Sekarang giliranmu." Liu Ryu menjulurkan tangannya, kepada wanita peri angin yang tersisa.
" Gluug." Wanita peri angin menelan ludah kasar karena sebelumnya dia juga sudah merasakan keperkasaan dari Liu Ryu.
" Aku sudah empat kali melayani orang ini. Tapi kenapa dia sama sekali tidak kelelahan?" Pikir wanita peri angin, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Bahkan sebelumnya 123 wanita peri angin yang lain juga berkali-kali melayani Liu Ryu, namun justru merekalah yang harus mendapatkan kekalahan.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu membaringkan tubuh wanita itu, lalu menindihnya.
__ADS_1
Wanita peri angin berusaha untuk bertahan agar tidak pingsan seperti rekannya yang lain, sambil menikmati apa yang dilakukan Liu Ryu kepadanya.
Namun sekuat apapun wanita itu berusaha untuk bertahan, kini dia juga terbaring lemah hingga pingsan mengikuti rekannya yang lain.
" Jika saja kalian tidak ingin membunuhku, dengan senang hati aku akan menjadikan kalian sebagai wanitaku." Liu Ryu menggelengkan kepala, karena dalam lubuk hatinya sangat tidak tega jika membunuh wanita peri angin.
Karena merasa tidak tega, Liu Ryu membaringkan tubuhnya, berpura-pura untuk tidur.
Malam hari telah berlalu, kini satu-persatu wanita peri angin terbangun, lalu menoleh ke arah Liu Ryu yang berbaring di tempat tidur.
" Sekarang waktunya untuk membunuhnya." Salah satu wanita peri angin langsung bangkit berdiri dengan sekuat tenaga untuk berjalan mendekati Liu Ryu.
Beberapa wanita peri angin yang lain juga bangkit berdiri agar bisa membantu rekannya untuk membunuh Liu Ryu.
Di sisi lain, hanya satu sosok yang terlihat khawatir, karena dia berharap agar Liu Ryu tetap hidup dan tetap menjadi suaminya.
Wanita peri angin itu berpikir keras untuk menghalangi rekannya yang lain agar tidak membunuh Liu Ryu.
" Hentikan!" Teriak salah satu wanita peri, sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.
Mendengar teriakan dari satu rekannya, wanita peri angin yang lain menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah wanita itu.
" Saudari... Apa yang kamu inginkan? Bukankah ini adalah kesempatan untuk membunuhnya?" Tanya salah satu wanita peri angin.
" Meskipun dia sedang tertidur, jika kita tidak membunuhnya dengan singkat, maka dia akan terbangun dan membunuh kita." Wanita peri angin itu beralasan, agar bisa menyelamatkan Liu Ryu.
Mendengar ucapan tersebut, semua saling berpandangan, karena apa yang dikatakan rekan mereka ada benarnya.
" Kalau begitu, kita harus memulihkan diri terlebih dulu untuk memastikan bahwa orang ini masih bisa bertahan." Salah satu wanita peri angin memberi usul agar mereka bisa menguras tenaga Liu Ryu lagi.
Tanpa membuang waktu, semua wanita peri angin mendekatkan diri mereka di tempat Inti Sel berada untuk memulihkan diri.
Saat mereka menyentuh Inti Sel, secara perlahan tubuh wanita peri angin mulai pulih kembali.
Setelah merasa sudah pulih total, satu-persatu wanita peri angin berjalan mendekati Liu Ryu, lalu melancarkan rencana mereka selanjutnya.
__ADS_1