SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Xie Xian 2


__ADS_3

Wuush!


Tanpa peringatan apapun, bola api merah sebagai wujud dari kecepatan penuh Xie Xian langsung menyerang ke arah Ryu.


Merasakan adanya serangan dadakan tersebut, Ryu langsung membenturkan serangannya kepada pihak lawan.


Bboooom!


Benturan yang sangat kuat menciptakan gelombang kejut menghapus semua yang ada di sekitar mereka.


Hal yang paling dirugikan adalah manusia berkepala hewan yang tidak pernah menyerah untuk memburu kedua sosok tersebut.


Sedangkan Pagoda Jiwa masih terlihat berdiri kokoh terus menghisap asap hitam baik dari tanah, maupun manusia berkepala hewan yang terbunuh oleh Aura dari Ryu dan Xie Xian.


Tidak sampai disitu saja, Pagoda Jiwa juga terus menyedot asap hitam yang keluar dari tubuh Xie Xian bersamaan dengan pertarungan mereka.


Meskipun sosok tersebut menyadarinya, namun dia sama sekali tidak peduli karena dia ingin sekali membunuh Ryu secepatnya.


Pertarungan tersebut terus berlanjut hingga berhari-hari dimana mereka terlihat masih seimbang.


Tepat pada hari ke empat belas, terlihat Xie Xian mulai kelelahan karena sudah banyak kehilangan tenaga.


Pada saat itu juga manusia berkepala hewan tidak muncul lagi, yang menandakan bahwa mereka sudah tidak ada yang tersisa.


Hal itu memang sengaja Ryu lakukan, karena dari pertarungan tersebut menarik perhatian semua manusia berkepala hewan di seluruh Benua pembantaian.


Efek pertarungan tersebut juga tidak lepas dari semua yang berada di dalam lingkaran asap racun Kultivasi dimana mereka semua dapat merasakan gempa yang sangat kuat, meskipun tidak membahayakan mereka.


Banyak orang yang bertanya-tanya siapa yang sedang melakukan pertarungan tersebut, namun tidak ada yang berani memeriksanya terlebih karena dilindungi asap racun Kultivasi.


" Xian'er sadarlah." Ryu terus berteriak kepada sosok yang sedang bertarung dengannya.


Hal itu terus Ryu lakukan selama berhari-hari mereka melakukan pertarungan.


Namun sosok itu sama sekali seolah tidak mendengar suara dari Ryu dan berusaha untuk membunuh Ryu yang ada di depannya.


Dengan sepasang sayap burung berwarna merah dan rambut putih memanjang mencapai lututnya, Xie Xian terus melancarkan serangannya.


Dengan tatapan kosong dan tajam, Xie Xian yang tanpa ekspresi apapun terus melancarkan serangan, meskipun mulai kelelahan.


Di sisi lain Ryu sama sekali tidak memperdulikan wujud Xie Xian yang begitu mengerikan, yang ada dalam hatinya adalah sosok itu adalah Istrinya.

__ADS_1


" Xian'er, maafkan aku." Ryu menggunakan teleportasi dimana dia sebarkan Batu Bintang sebelumnya ke berbagai tempat.


Bboooom!


Ryu yang muncul dari arah belakang Xie Xian langsung membuat pukulan keras bersarang di punggung sosok tersebut tepat di tengah sayapnya.


" Bboooom!


Xie Xian terlempar puluhan meter menabrak tanah kosong menciptakan kawah besar.


" Uhuuk." Xie Xian memuntahkan darah segar sambil menatap tajam ke arah Ryu yang berada di udara.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Hujan Petir Hitam menyambar ke arah Xie Xian berkali-kali.


" Aaarrrggghhhh." Xie Xian berteriak kesakitan karena tidak mampu menahan amukan sambaran Petir Hitam tersebut.


Ryu yang menyaksikan kejadian itu juga merasa tidak enak, seakan dia juga mengalami apa yang dirasakan sosok tersebut.


Wuush! Wuush! Wuush!


Ryu terpaksa melakukan hal itu karena bukan tidak mungkin Xie Xian akan kabur dan masuk ke dalam asap racun Kultivasi.


Hal yang paling membahayakan jika sosok tersebut masuk ke bagian dalam asap racun Kultivasi, dimana dia akan membunuh siapapun yang dia temui.


Tap...!


Kini Ryu telah berdiri di depan Xie Xian yang sudah dalam kondisi tubuh terikat, namun tatapan wanita itu tetap saja sangat mengerikan.


" Xian'er, apa kamu sudah tidak mengingatku lagi?" Tanya Ryu sambil memeluk tubuh wanita itu meskipun berbentuk seperti Iblis yang mengerikan.


Ryu sama sekali tidak memperdulikan wujud Xie Xian yang seperti monster, biar bagaimanapun wanita itu adalah Istrinya.


Mendapatkan pelukan dari Ryu, Xie Xian kembali memberontak namun sekuat apapun dia tidak bisa melepaskan diri dari rantai besi yang mengikatnya.


Setelah puas melepaskan kerinduannya pada sosok yang seperti monster itu, Ryu melepaskan pelukannya lalu mengambil tempat untuk duduk bersila.


Ryu mengeluarkan sebuah cahaya yang merupakan kenangan singkatnya bersama Xie Hua.


Sesaat Xie Xian merasa kepalanya seakan pecah karena menyerap informasi yang diberikan oleh Ryu.

__ADS_1


Teriakkan demi teriakan kini terdengar dari mulut Xie Xian, hingga membutuhkan waktu yang sangat lama secara perlahan ingatannya mulai pulih.


Mendengar jeritan dari Xie Xian yang begitu menyayat hatinya, Ryu tidak bisa lagi menahan air matanya sambil menatap sosok tersebut dengan penuh kesedihan.


Berkat pecahan ingatan dari Ryu berikan, Xie Xian mulai mengingat kembali saat pertemuannya dengan Ryu hingga sampai dia terbunuh.


Siang berganti malam dan malam berganti pagi, Xie Xian menjerit kesakitan mengingat kembali kejadian bersama Ryu.


Berkat pecahan ingatan itu juga, Xie Xian juga mulai mengingat kembali masa kecilnya hingga jeritan tersebut mulai mereda yang menandakan bahwa proses tersebut telah berhasil.


Di sisi lain Ryu terus menunggu proses tersebut, meskipun dia sendiri merasa tidak tega.


Sedangkan Pagoda Jiwa juga terus menyedot asap hitam yang berada di Benua Pembantaian hingga secara perlahan terlihat tunas-tunas baru yang tumbuh di tanah tersebut.


Pepohonan yang yang kering dan menghitam, kini mulai menghilang dan menunjukkan reaksi dengan munculnya tunas muda di beberapa bagian cabang pohon.


" Sempurna." Ryu tersenyum puas melihat sekelilingnya dimana pepohonan mulai menghijau.


" Ge... Gege." Terdengar suara dari mulut Xie Xian di samping Ryu.


" Xian'er." Ryu berlari kecil langsung memeluk erat sosok wanita monster tersebut tanpa merasa jijik.


Mendapatkan pelukan tersebut, Xie Xian juga membalas pelukan dari Ryu dimana rantai besi yang mengikatnya juga sudah kembali ke Pagoda Jiwa.


" Xian'er, Syukurlah ingatanmu sudah pulih." Ryu terus memeluk erat wanita tersebut dengan penuh kasih sayang.


" Gege, maafkan aku." Xie Xian yang penuh haru terus memeluk Ryu, meskipun tubuhnya masih berbentuk monster api merah.


Setelah memakan waktu yang cukup lama, Ryu melepaskan pelukannya berniat untuk membawa Xie Xian kembali ke keluarga Klan Xie.


" Xian'er, apa kamu tidak merindukan ayahmu? Sebaiknya kita kembali ke Klan." Ryu menarik tangan Xie Xian yang dimiliki kuku berwarna hitam dan sangat tajam.


" Gege, maafkan aku. Sepertinya aku tidak bisa kembali ke Klan. Apa kamu tidak merasa jijik dengan wujud ku seperti ini?" Xie Xian merasa ragu jika Ryu bisa menerimanya.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu hanya tersenyum lalu menggendong wanita tersebut tanpa merasa jijik.


" Apapun yang terjadi padamu, kamu tetap Istriku." Ryu membawa Xie Xian terbang ke udara.


" Menurutku sayapmu juga sangat indah." Ryu membelai lembut sayap di punggung Xie Xian.


Mendapatkan perlakuan tersebut, Xie Xian sangat senang, meskipun dia tidak bisa lagi ke wujud aslinya.

__ADS_1


__ADS_2