
[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]
*******
Satu minggu telah berlalu, kini Ryu dan Istrinya berpamitan kepada Chaizu, Jiejia dan semua petinggi Istana Harimau.
Selama satu minggu itu juga ada banyak hal yang Ryu ceritakan kepada Chaizu, begitupun sebaliknya.
Semua petinggi Istana Kekaisaran Harimau juga begitu hormat kepada Ryu dan Istrinya, bahkan Pasukan Semesta.
" Chaizu, Jiejia... Kami tidak bisa berlama-lama disini. Kami harus secepatnya pergi ke Dunia Tiantang dan mengatur kekuatan disana." Ucap Ryu.
" Kalau memang itu tujuan Dewa Agung, kami tidak bisa memaksa. Tapi setelah keadaan di Istana Kekaisaran Harimau sudah membaik, Aku bersama pasukanku akan menyusul ke Dunia Tiantang." Chaizu merasa tidak enak jika tidak memberikan bantuan kepada Ryu.
" Kalian tidak perlu khawatir, di dalam kamar sebelumnya aku sudah membuat Portal Teleportasi. Dengan demikian kalian bisa pergi ke Dunia Abadi ataupun Dunia Tiantang." Ryu yang sudah menyiapkan Portal Teleportasi agar pasukan Suku Harimau bisa pergi ke dunia yang lain tanpa mengalami penurunan Kultivasi.
Mendengar ucapan tersebut, Chaizu terlihat senang karena dengan demikian mereka tidak perlu lagi terkena hukum alam semesta.
" Ingatlah, jangan sampai ada yang mengetahui keberadaan Portal Teleportasi itu. Sangat berbahaya jika ada yang mengetahuinya." Ryu kembali mengingatkan kepada Chaizu dan Jiejia.
" Dewa Agung tenang saja. Apalagi portal teleportasi itu berada di Istana ini, jadi tidak ada yang mengetahui keberadaannya." Ucap Chaizu.
" Dewa Agung, bagaimana dengan Griffin? Aku yakin makhluk kuno itu berada di dunia ini." Tou Shuijing mengeluarkan suara.
" Aku sudah memiliki Inti Jiwa Griffin. Aku mendapatkannya dari Cincin Ruang milik Kaisar Ras Org yang aku bunuh sebelumnya." Ryu tersenyum lebar karena tidak menyangka bahwa ada sesuatu yang berharga di Cincin milik Kaisar Ras Org.
" Pantas saja Ras Orc pergi ke dunia lain untuk mencari keberadaan makhluk kuno yang lain." Ucap Tou Shuijing.
" Bagaimana dengan Xie Shui?" Tanya Jiu Tou She, sambil menatap ke arah Tou Shuijing.
" Dia seorang putri dari Suku Kalajengking Putih. Jadi dia sekarang sudah diangkat menjadi Ratu Suku Kalajengking Putih, sehingga membutuhkan waktu untuk membenahi keadaan suku mereka." Tou Shuijing yang sempat berkunjung ke kediaman Suku Kalajengking Putih sudah mengetahui situasi mereka.
Dengan hadirnya Xie Shui, semua anggota Suku Kalajengking Putih menyambutnya dengan baik.
__ADS_1
Bahkan Suku Kalajengking Putih juga sangat senang karena akhirnya mereka menemukan Putri dari Raja Suku Kalajengking Putih yang telah hilang ribuan tahun yang lalu.
Ditambah dengan kehadiran Tou Shuijing yang mereka ketahui sangat dekat dengan Chaizu, tentu mereka semakin senang.
" Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu." Ryu mengarahkan Artefak teleportasi ke sebuah arah, hingga tercipta sebuah lingkaran teleportasi berbentuk cincin raksasa.
Seperti biasa, Ryu menghamburkan Batu Roh untuk mengaktifkan portal teleportasi tersebut agar bisa digunakan.
Tanpa menunggu lama, Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta satu-persatu masuk ke dalam portal teleportasi.
Kebetulan di tempat itu hanya ada Chaizu dan Jiejia, sehingga tidak ada yang mengetahui keberangkatan mereka.
Chaizu dan Jiejia yang melihat kepergian mereka, kini jiwa petualang mereka langsung bangkit.
" Suamiku, aku sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh." Ucap Jiejia sambil menatap ke arah suaminya.
" Ya... Tapi bagaimana dengan anak-anak kita?" Tanya Chaizu.
" Mereka bisa tinggal bersama Istrimu yang lain. Jadi tidak perlu khawatir." Jiejia tersenyum lebar karena sepuluh Istri Chaizu yang lain sangat menikmati statusnya sebagai seorang Ibu dibandingkan dengan berpetualang.
Begitupun dengan Jiejia, dimana dia langsung menuju kamar pribadi Istri Chaizu yang lain untuk mengutarakan tujuannya.
*******
( Dunia Tiantang )
Di sebuah tempat yang sangat jauh dari wilayah Kekaisaran Langit, kini terdapat sebuah hutan yang sangat lebat.
Di tempat itu juga sangat jarang dikunjungi oleh para Kultivator yang berada di Dunia Tiantang.
Di dalam hutan itu juga terdapat banyak sekali Hewan Roh bahkan Hewan Ilahi yang hampir memenuhi hutan tersebut.
Namun bagi Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta, tentu bukan halangan karena mereka bisa membunuh mereka semua dengan mudah.
__ADS_1
Kini Ryu dan Istrinya telah berdiri di sebuah gunung yang menjulang tinggi seakan menembus awan.
Tidak hanya itu saja, di tempat itu juga terdapat sungai yang mengalir dan memiliki cabang ke berbagai tempat.
" Suamiku... Apa kita akan menciptakan Istana Kekaisaran baru di tempat ini?" Tanya Xie Xian.
" Mmmm... Sepertinya tempat ini sangat cocok untuk mendirikan sebuah Kekaisaran. Aku yakin Pihak Istana Kekaisaran Langit tidak mengetahui keberadaan kita." Ucap Ryu sambil menatap ke sekelilingnya.
" Benar apa yang dikatakan Dewa Agung. Kami semua sudah memeriksa hutan ini. Hutan ini sangat luas, bahkan mampu mendirikan sepuluh Kerajaan Besar." Ucap Tou Shuijing yang dimana mereka sudah menjelajahi hutan tersebut.
Tentu tempat yang mereka tinggali sekarang berada di daratan yang sangat terpencil, dimana sangat minim Sumberdaya namun memiliki letak yang strategis.
Baik itu sungai-sungai kecil dan satu sungai besar yang seakan dihimpit oleh pegunungan kecil yang membentuk sebuah tembok.
Tentu para penguasa di Dunia Tiantang tidak melirik wilayah tersebut karena sangat berbahaya, namun minim Sumberdaya.
Tetapi tidak untuk Ryu dan Istrinya, dimana mereka bisa menyulap tempat tersebut menjadi lahan subur yang bisa ditanami berbagai kebutuhan hidup sehari-hari.
" Pasukan Semesta.... Sekarang aku akan memberikan tugas kepada kalian. Tancapkan Batu Bintang ini mengelilingi hutan ini, dengan begitu wilayah ini akan menjadi milik kita." Ryu mengeluarkan ratusan Batu Bintang yang sudah diberikan sebuah Formasi.
Batu Bintang tersebut memiliki panjang sekitar tiga meter dan diameter 50 sentimeter.
Pasukan Semesta yang melihat Batu Bintang yang sudah diberikan Formasi, kini terlihat kagum, karena ukiran didalamnya sangatlah rumit.
" Baik Dewa Agung." Semua Pasukan Semesta satu-persatu mengambil Batu Bintang tersebut, lalu menyebar ke berbagai arah untuk menancapkan Batu Bintang yang ada pada mereka.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini satu-persatu Pasukan Semesta telah kembali dimana mereka semua sudah menyelesaikan tugas mereka.
" Dewa Agung, semua Batu Bintang telah kami tancapkan di semua pinggir hutan ini, dengan jarak yang sama." Ucap Tou Shuijing sambil menundukkan kepala.
" Sekarang aku tugaskan kepada kalian untuk membuat Tembok besar mengelilingi pegunungan di wilayah ini." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah beberapa pegunungan tinggi yang mengelilingi tempat mereka berdiri.
" Baik Dewa Agung." Semua Pasukan Semesta pria langsung melesat ke berbagai arah.
__ADS_1
Tentu dengan Batu Pelangi dan Besi Awan yang mereka kumpulkan selama dalam perjalanan akan mampu membuat tembok besar mengelilingi pegunungan tersebut, sehingga mereka tidak perlu khawatir masalah bahannya.