SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 324. Kemampuan Darah Naga Kuno


__ADS_3

Dari kejauhan, Kaisar Haguro dan para Jenderal Besar yang menyaksikan pertarungan tersebut, kini terlihat serius sambil menyeka keringatnya.


" Kaisar Ryu memang sangat kuat. Bahkan para prajurit Kekaisaran Atas Awan juga memiliki kekuatan yang luar biasa." Gumam salah satu Jenderal Besar, sambil menyaksikan pertarungan.


Sebenarnya para prajurit Kekaisaran Taiyang ingin membantu untuk bertarung melawan kelompok suku Raksasa.


Namun Liu Ryu melarang mereka, karena itu akan menambah kerugian dari pihak Istana Kekaisaran Taiyang.


Karena itulah Kaisar Haguro dan para Jenderal Besar hanya bisa melihat pertarungan tersebut dari kejauhan.


" Beruntung sekali putriku berhasil menjadi salah satu Ratu di Istana Kekaisaran Atas Awan." Pikir Kaisar Haguro, sambil menatap ke arah pertarungan.


Di sisi lain Liu Ryu yang sedang melakukan pertarungan melawan Murabal, kini pertarungan tersebut semakin liar, dimana wilayah pertarungan sudah tidak berbentuk lagi, meskipun mereka bertarung di udara.


Bahkan tanah yang berada di bawah mereka, banyak yang mengalami retakan yang cukup dalam seakan membentuk galian besar.


Murabal yang awalnya sangat percaya diri bisa mengalahkan Liu Ryu dengan mudah, kini terlihat serius karena sosok tersebut masih menyimpan kekuatannya.


" Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan teknik itu." Pikir Murabal di sela pertarungannya.


Sesaat Murabal melesat cepat untuk menjauhi Liu Ryu, lalu mengeluarkan Qi dalam jumlah besar pada telapak tangannya.


" Tinju Penghancur Daratan."


Wuush!


Murabal kembali melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi, sambil mengayunkan tangannya.


Melihat kedua tangan dari Murabal yang bercahaya, Liu Ryu juga mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, lalu menyilangkan kedua tangannya ke depan.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Benturan demi benturan energi dari kedua belah pihak, membuat seisi Benua Timur merasakan dampak dari pertarungan tersebut.


" Jadi ini kekuatan dari seorang Kultivator yang sudah mencapai Bintang Kaisar? Lalu bagaimana dengan seorang Kultivator yang sudah mencapai Bintang Dewa?" Pikir Liu Ryu, sambil membalas serangan dari Murabal.


Bahkan retakan tanah tersebut menyebar ke berbagai arah hingga mencapai ke tempat Kaisar Haguro dan para Jenderal Besar yang sedang berdiri di tempat yang sangat jauh.


" Menjauh." Perintah Kaisar Haguro, lalu melompat ke arah lain.


Murabal yang melihat Liu Ryu yang masih dalam keadaan baik-baik, kini memasang wajah jelek karena kemampuan dari Liu Ryu seakan tidak berujung.


Sesaat Murabal meneteskan darahnya pada sebuah ruang kosong, hingga muncul sosok bertaring tajam yang memiliki ukuran seperti Murabal.


Buussshh!


Sosok yang keluar dari ruang hampa, langsung menyatukan dirinya pada Murabal, sehingga Liu Ryu merasakan tubuhnya seperti ditimpa beban berat.

__ADS_1


" Makhluk apa itu tadi?" Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah Murabal yang kini kekuatanya semakin meningkat.


Buussshh!


Ggooooaaarr!


Liu Ryu yang tidak ingin mengambil resiko, langsung berubah wujud menjadi Naga Agung yang kini memiliki perubahan bentuk dari sebelumnya.


Naga Agung yang merupakan wujud dari Liu Ryu, kini semakin membesar akibat gabungan dari tetesan darah Naga Kuno.


Di sisi lain Murabal terlihat pucat, karena aura yang keluar dari Naga Agung seakan mengintimidasi garis darahnya.


Tidak hanya Murabal, Seluruh prajurit Kekaisaran Atas Awan dan pasukan suku Raksasa juga merasakan dampak dari garis darah yang dimiliki Liu Ryu sekarang.


" Kenapa aku merasakan bahwa mereka adalah keturunanku?" Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah Murabal, lalu menoleh ke arah prajurit yang sedang bertarung.


" Garis darah macam apa ini?" Murabal yang kini terlihat pucat, merasakan tubuhnya seakan tidak mampu digerakkan.


Namun Murabal yang memiliki kesombongan yang tinggi, tidak menghiraukan aura Intimidasi tersebut, langsung melesat ke arah Liu Ryu dengan seluruh kemampuannya.


Di sisi lain Liu Ryu dapat melihat dengan jelas dari kecepatan pihak lawan, seperti kecepatan siput, sehingga Liu Ryu tertawa dalam hati.


Tap!


Liu Ryu menangkap tangan Murabal, lalu mengayunkan tangan kirinya dengan serangan tinju.


Bboooom!


Bersamaan dengan serangan tinju dari Liu Ryu, terdengar suara tulang rangka Murabal yang patah.


Wuush!


Tubuh Murabal yang terpental ke arah bawah dengan kecepatan tinggi, membuat Murabal tidak mampu menggerakkan tubuhnya.


Bboooom!


Sebuah kawah besar yang tercipta dari benturan tubuh Murabal, hingga tulang-tulangnya banyak yang patah.


Straaing!


Liu Ryu berpindah tempat ke arah Murabal yang sudah terkapar di tanah, lalu memegang dan mengangkatnya tinggi-tinggi.


Bboooom!


Sebuah pukulan yang bersarang di tubuh Murabal, hingga membuatnya terpental ke udara dengan kecepatan tinggi.


Straaing!


Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah udara dimana tempat Murabal melayang.


Bboooom!

__ADS_1


Murabal yang kini sudah tidak berdaya, seakan menjadi bulan-bulanan pukulan dari Liu Ryu.


Bboooom!


Tubuh Murabal kembali menciptakan kawah besar, sehingga merasakan seluruh tulangnya sudah banyak yang patah.


" Ini terlalu berlebihan. Sebaiknya aku ingin melihat kemampuanku sekarang." Liu Ryu seringai lebar sambil menoleh ke arah pasukan suku Raksasa.


Straaing!


Tanpa memperdulikan Murabal yang sudah tidak berdaya, Liu Ryu berniat untuk menjajal kemampuannya dengan memukul semua pasukan suku Raksasa.


Bboooom!


Liu Ryu yang muncul di hadapan kelompok suku Raksasa, kini langsung melepaskan serangan tinju, membuat sosok tersebut terpental ke udara.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Satu-persatu Liu Ryu membuat serangan pukulan dengan kecepatan tinggi, membuat semua pasukan suku Raksasa terpental ke udara.


Straaing!


Liu Ryu kembali berpindah tempat untuk menyambut ribuan pasukan suku Raksasa yang sedang melayang di udara.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Ribuan pasukan suku Raksasa berjatuhan ke tanah seperti hujan yang turun dari langit. Namun perbedaannya adalah hujan dari pasukan suku Raksasa.


Di sisi lain Heilong, Li Chun,Zi Mayi, Tou Shuijing dan Jiu Tou She serta para prajurit Kekaisaran Atas Awan berdiam mematung dimana mulut mereka terbuka lebar.


Semua prajurit Kekaisaran Atas Awan tidak menyangka bahwa Liu Ryu masih menyimpan kekuatan besar, membuat pasukan suku Raksasa tidak berkutik berhadapan dengannya.


" Heilong... Apa kamu percaya dengan apa yang terjadi?" Tanya Li Chun yang berada di samping Heilong yang berwujud Naga Hitam.


" Sepertinya aku sedang berhadapan dengan leluhurku." Heilong seakan ingin menangis karena Liu Ryu mampu menumbangkan lawannya dalam satu kali pukulan.


Sedangkan Heilong sendiri harus bersusah payah untuk bertarung dengan sosok yang menjadi lawannya sebelumnya.


Tidak hanya Heilong, Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang masih berwujud raksasa juga seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Jika saja kedua makhluk raksasa itu sudah berubah wujud menjadi manusia, mungkin ekspresi dari keduanya jauh lebih jelek.


" Kenapa kalian diam?" Tanya Liu Ryu, saat melihat prajuritnya belum melakukan tindakan apapun.

__ADS_1


" Maaf Yang Mulia Kaisar." Para prajurit dengan cepat memperbaiki sikap, lalu menoleh ke arah tumpukan pasukan suku Raksasa yang tergeletak di tanah.


__ADS_2