
Setelah berada di tempat yang cukup aman, Ryu langsung masuk ke Dunia Quzhu untuk menemui istrinya.
" Suamiku, apa yang kamu temukan di Dunia Dongwu ini? Tanya Xie Xian yang terlihat penasaran dengan wujud dari penghuni Dunia Dongwu.
Tidak hanya Xie Xian, semua Istri Ryu yang lain juga terlihat penasaran dengan Dunia Dongwu.
" Istriku... Menurut informasi yang aku dapatkan, Dunia Dongwu terbagi menjadi beberapa wilayah. Dan sekarang kita sedang berada di wilayah paling liar yang dihuni oleh beberapa Suku." Ryu menjelaskan kepada mereka tentang Dunia Dongwu yang dia dapatkan dari Harimau sebelumnya.
Dari setiap suku, ada pemimpin tersendiri yang mereka sebut sebagai Raja.
" Haaahh aku tidak menyangka bahwa kita terdampar di wilayah paling liar." Ryu tersenyum pahit karena dapat dipastikan setiap memasuki wilayah tertentu tidak akan lepas dari sebuah pertarungan.
" Suamiku, itu tidak masalah... Kami ingin menaklukkan Dunia Dongwu ini." Ucap She Xia yang merupakan berasal dari Ras Ular Hijau, yang menandakan bahwa dia juga berasal dari Dunia Dongwu.
Entah apa yang terjadi pada leluhur mereka, sehingga bisa tinggal di Dunia para Ras manusia.
Tentu itu semua terjadi pada saat alam semesta diciptakan, dimana semua Ras hidup berdampingan. Namun karena peperangan yang tidak berkesudahan, sehingga Sang Pencipta memisahkan antara Ras Manusia, Ras Dewa, Ras Iblis, Ras Peri dan Ras Hewan Roh.
Tetapi tidak semuanya yang masuk ke dunia yang baru, dimana ada beberapa kelompok yang tinggal di dunia manusia. ( Baca Sang Dewa Agung Bab 1.)
" Baiklah, tapi sebelumnya kita harus melakukan penyamaran. Kebetulan aku sudah mendapatkan darah Harimau, jadi akan mempermudah kita untuk mencari keberadaan teman lamaku Chaizu yang merupakan Ras Harimau Awan." Ucap Ryu sambil mengeluarkan botol giok yang berisi darah Harimau.
" Manusia setengah Harimau? Cukup menarik." Ucap Xie Xian yang tidak sabar ingin melihat perubahan wujud mereka.
" Ya... Karena aku mendapatkan darah Harimau yang sangat kuat, mungkin hanya beberapa bagian dari tubuh kita yang berubah." Ryu melayangkan tetesan darah tersebut kepada seluruh istrinya.
Tanpa menunggu lama Ryu dan Istrinya mengambil tempat duduk bersila untuk menggabungkan Pil perubahan wujud dengan tetesan darah Harimau.
Wuush!
Desiran angin lembut mengelilingi tubuh mereka, dimana mulai merasakan beberapa anggota tubuh mereka mengalami perubahan.
Kini bagian kuping Ryu dan Istrinya berubah bentuk menjadi kuping Harimau, juga bagian tulang belakang mereka ditumbuhi ekor harimau.
Tidak lama kemudian Ryu dan Istrinya membuka mata sambil memeriksa beberapa bagian anggota tubuh mereka.
" Suamiku, kamu terlihat tampan dengan penampilan seperti itu." Ucap She Ling sambil menggoda suaminya.
" Ya... Mungkin aku akan menjadi Raja Hutan, dan kalian semua Ratunya." Ucap Ryu sambil menggoda Istrinya yang terlihat sangat menarik, meskipun memiliki kuping dan ekor Harimau.
__ADS_1
" Kalau begitu, sebagai seorang Raja Hutan, harus memanjakan Ratunya." Ucap Xie Xian sambil menarik tangan Ryu yang seakan ingin menikmati sensasi baru dari wujud mereka.
" Tunggu dulu! Aku ada pekerjaan sedikit." Ryu dengan cepat berpindah tempat ke Penjara Abadi.
Saat berada di Penjara Abadi, Ryu menatap ke arah sekelompok Hudie yang kini sudah lama terkurung di Penjara Abadi.
" Kalian boleh menentukan dua pilihan. Mati atau kalian sebagai hewan peliharaanku.?" Ucap Ryu sambil menatap ke arah sekelompok Hudie.
Kyeeeek! Kyeeeek! Kyeeeek!
Seakan mengerti apa yang dikatakan Ryu, sekelompok Hudie menganggukkan kepala yang menandakan bahwa mereka lebih memilih untuk menjadi bawahan Ryu.
" Baiklah, Sekarang kalian boleh keluar!" Ryu membuka Penjara Abadi, lalu mengeluarkan mereka.
Kini satu-persatu sekelompok Hudie keluar dari Penjara Abadi langsung berbaris rapi di depan Ryu.
" Ambillah Pil ini untuk memulihkan kondisi kalian. Tinggallah di bagian Gunung yang ada disana, dan kalian boleh berburu hewan buas yang berada di Dunia Quzhu ini. Tapi beberapa hari lagi kalian akan mendapatkan hidangan dariku. Jadi kalian boleh mengambil darah mereka." Ryu menerbangkan Pil dimana sekelompok Hudie langsung menelan Pil tersebut.
Kyeeeek! Kyeeeek! Kyeeeek!
Sekelompok Hudie seperti sangat senang dengan Ryu yang sudah menjadi majikan mereka.
Setelah mereka pergi, Ryu langsung berpindah tempat ke Istana Kristal, dimana saat kemunculannya Xie Xian langsung menarik tangan Ryu menuju kamar utama.
" Suamiku, kami sudah sepakat untuk melakukannya secara bersamaan seperti sebelumnya." Ucap Xie Xian yang sudah membawa Ryu ke dalam kamar utama.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu memasang wajah masam, namun tetap mengikuti keinginan istrinya.
Tiga hari telah berlalu berlalu, kini Ryu dan Istrinya keluar dari Dunia Quzhu untuk melakukan perjalanan dimana sudah siap melakukan pertarungan.
Tanpa menunggu lama, Ryu dan Istrinya langsung berjalan ke sebuah arah, dimana tempat wilayah Suku Serigala.
*******
( Kediaman Suku Serigala )
Di sebuah bangunan yang cukup besar, terlihat satu sosok yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap beberapa sosok yang berada di depannya.
" Apa kalian mencium aroma Suku Harimau bangsawan?" Tanya sosok tersebut yang tidak lain adalah Raja Suku Serigala.
__ADS_1
" Ya, kami bisa mencium aroma mereka. Ini sungguh sebuah keberuntungan. Dengan demikian kita tidak perlu repot-repot menyerang Kerajaan Harimau Awan." Ucap salah satu petinggi Suku Serigala.
" Kalau begitu, Siapkan pasukan Suku Serigala untuk menangkap mereka." Raja Suku Serigala memberi perintah.
" Baik Yang Mulia Raja." Jawab mereka serempak, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Di sisi lain Ryu dan Istrinya yang sedang melakukan perjalanan, kini langsung disambut oleh sekelompok Suku Serigala.
Ggooooaaarr!
Raungan keras dari sekelompok Suku Serigala sambil melesat ke arah Ryu dan Istrinya.
Beberapa sosok yang merupakan petinggi Suku Serigala kini sudah berada di depan mereka sambil menatap ke arah Ryu dan Istrinya.
" Suku Harimau bangsawan... Kalian sungguh bernyali besar bisa berada di wilayah kami. Menginjakkan kaki di wilayah kami, sama artinya dengan mati." Ucap Raja Suku Serigala dengan nada dingin.
" Kalian terlalu percaya diri. Buktikan saja kalau mampu." Ucap Ryu sambil mengeluarkan Pedang Naga Petir.
Wuush!
Ryu langsung melompat di depan Raja Suku Serigala dan melakukan serangan tebasan.
Ggooooaaarr!
Wuush!
Ryu dan Raja Suku Serigala secara bersamaan melesat cepat seraya melakukan serangan terkuat masing-masing.
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Straaing! Straaing! Straaing!
Xie Xian dan Istri Ryu yang lain juga tidak tinggal diam, langsung berpindah tempat ke arah sekelompok Suku Serigala.
Traaang! Traaang! Traaang!
Tebasan yang sangat kuat dari Pedang Naga Petir, bersarang di tubuh Raja Suku Serigala seperti membentur benda logam.
Namun Senjata Roh milik Ryu bukanlah merupakan senjata tingkat tinggi, kini masih mampu melukai tubuh Raja Suku Serigala.
__ADS_1