
Energi yang berada di dalam Inti Roh raja siluman kadal sangatlah banyak, namun masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan Liu Ryu, karena dia sudah mencapai Bintang Kaisar.
Sedangkan untuk Dewi Arinia dan Elena, meskipun mereka harus berbagi, kini kekuatan mereka semakin meningkat dan hampir mencapai Pendekar Semesta tahap akhir.
Setelah melakukan penyerapan dalam waktu yang cukup lama, kini Inti Roh dari raja siluman kadal sudah pudar dan mengurai menjadi butiran debu.
" Tidak menyangka, energi dari Inti Roh ini sangat besar." Elena yang sudah membuka mata, berdecak kagum dengan kemampuannya sekarang, meskipun masih belum menerobos.
" Mmmm... Mulai sekarang kalian boleh menggunakan Batu Roh untuk mencapai Pendekar Semesta tahap akhir. Setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah kedua Istrinya.
Kedua wanita itupun mengangguk pelan, lalu kembali Berkultivasi, dimana Liu Ryu langsung meninggalkan ruangan tersebut.
Liu Ryu tidak menyangka bahwa baju Zirah yang melekat di tubuh kedua Istrinya bisa digores oleh cakaran dari pasukan siluman kadal.
Itu artinya Qi yang mereka miliki masih belum mampu memberikan asupan kepada baju Zirah yang mereka gunakan.
" Sepertinya di dunia ini tidak memiliki batasan dalam Berkultivasi. Hanya saja energi alam di dunia ini sangat tipis." Gumam Liu Ryu sambil melangkahkan kakinya.
Jika kedua Istrinya lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi, maka kemampuan pertahanan baju Zirah yang mereka gunakan juga semakin meningkat.
Sambil menunggu kedua Istrinya yang sedang Berkultivasi, Liu Ryu berjalan menuju ruang Penempa tempat penyimpanan Boneka Bernyawa.
" Beruntung Boneka Bernyawa ini masih bisa digunakan, meskipun roh mereka semuanya sudah mati." Liu Ryu tersenyum pahit karena roh yang sempat dia gunakan untuk mengaktifkan Boneka Bernyawa kini sudah menghilang akibat tekanan energi saat dia terdampar di dunia itu.
Liu Ryu terdiam sejenak, sambil memikirkan cara agar Boneka Bernyawa bisa digunakan kembali.
Jika Liu Ryu menggunakan Inti Roh dari siluman kadal yang dibunuh oleh kedua Istrinya, maka kemampuan mereka akan berkurang.
Terlebih Liu Ryu juga membutuhkan energi dari Inti Roh tersebut, sehingga sangat disayangkan jika membagikan Inti Roh kepada Boneka Bernyawa.
" Untuk sementara waktu, biarkan mereka tidak terpakai." Liu Ryu berfikir bahwa akan lebih baik jika mengaktifkan Boneka Bernyawa ketika sudah berada di Dunia Tiantang.
Liu Ryu kembali ke Istana Kristal, untuk beristirahat sejenak sambil menunggu kedua Istrinya yang sedang Berkultivasi.
*******
Keesokan harinya, Liu Ryu dan kedua Istrinya keluar dari Dunia Quzhu untuk melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Kini kedua wanita itu sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir, dimana mereka harus menggunakan teknik lain agar bisa kembali meningkatkan Kultivasi.
" Suamiku, kira-kira berapa lama untuk mempelajari keenam teknik agar bisa mencapai Bintang Perunggu?" Tanya Dewi Arinia, karena dia belum mengetahui secara jelas agar bisa menerobos.
" Sepertinya kita harus mencari 12 Inti Roh yang memiliki energi seperti Inti Roh dari raja siluman kadal sebelumnya."
" Dengan demikian kalian bisa memperkokoh Fondasi dengan menggunakan keenam teknik itu, juga memurnikan darah kalian." Jawab Liu Ryu, karena dia berpikir bahwa di kedalaman hutan, masih ada raja atau ratu siluman yang mendiami hutan.
Dengan demikian Dewi Arinia dan Elena masih memiliki harapan untuk memperkokoh Fondasi dan pemurnian darah.
" Sepertinya kami membutuhkan bantuanmu lagi." Dewi Arinia tertunduk lesu karena mereka tidak mungkin berhadapan dengan raja atau ratu siluman dengan tingkat Kultivasi mereka sekarang.
" Kalian tenang saja! Semakin tinggi tingkat Kultivasi kalian, aku juga memiliki keuntungan dari energi Yin milik kalian." Ucap Liu Ryu, sambil menggoda kedua Istrinya.
Mendengar perkataan dari Liu Ryu, kedua wanita itu saling berpandangan sambil menelan ludah kasar.
Wajah kedua wanita itu juga langsung berubah seperti kepiting rebus, saat mengingat adegan yang mereka lakukan.
" Suamiku, kamu tenang saja! Kami akan melakukannya sesuai kemampuan kami." Jawab Elena.
Meskipun Elena memiliki gairah yang tinggi, namun ketika berhadapan dengan Liu Ryu, dia seakan tidak berdaya.
" Lebih baik kita lanjutkan perjalanan." Liu Ryu tidak ingin membuang waktu, langsung melangkahkan kakinya.
" Lebih baik kita berjalan kaki saja, untuk menghemat Qi." Dewi Arinia memberi usul, karena tidak menutup kemungkinan, mereka akan bertemu siluman yang sangat kuat.
Liu Ryu pun mengangguk setuju, karena itu juga bisa melatih fisik kedua Istrinya agar semakin terlatih.
Ketiganya pun langsung melesat cepat ke kedalaman hutan, yang masih sangat jauh.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, kini Liu Ryu mulai merasakan kehadiran beberapa sosok yang sedang mengawasi mereka.
Liu Ryu mengingatkan kepada kedua istrinya agar bisa meningkatkan kewaspadaan, karena mereka sudah berada di wilayah kekuasaan siluman yang lain.
Kroook! Kroook! Kroook!
Terlihat puluhan makhluk yang berbentuk katak, namun bisa berdiri seperti manusia normal dengan memegang sebuah tombak di tangan mereka.
__ADS_1
Wuush! Wuush! Wuush!
Puluhan pasukan siluman katak melesat ke arah Liu Ryu dan Istrinya sambil mengarahkan tombak mereka ke depan.
Dewi Arinia dan Elena juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan busur panahnya, lalu mengarahkan kepada puluhan pasukan siluman katak.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Satu-persatu pasukan siluman katak tersungkur ke tanah dan kehilangan nyawa.
Serangan anak panah dari Dewi Arinia dan Elena juga semakin akurat, sehingga serangan anak panah keduanya menembus bagian jantung pasukan siluman katak.
Meskipun jumlah pasukan siluman katak sangat banyak, namun Liu Ryu memilih untuk berdiam diri sambil mencari keberadaan raja atau ratu siluman katak.
Terlebih semakin sering kedua Istrinya melakukan pertarungan, maka insting mereka semakin meningkat, begitu dengan ketangkasan mereka.
" Suamiku, biar kami saja yang melawan mereka." Dewi Arinia merasa itu adalah kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bertarung mereka.
" Baiklah! Aku akan mencari keberadaan penguasa mereka." Jawab Liu Ryu, lalu terbang ke udara.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Lompatan demi lompatan terlihat dari kejauhan dari makhluk raksasa yang ukurannya menyamai gunung kecil.
Akibat lompatan yang sangat jauh, wilayah sekitar bergetar hebat hingga menimbulkan gempa bumi.
" Sangat menarik." Liu Ryu yang melihat dari kejauhan, langsung melesat ke arah makhluk raksasa tersebut.
" Jadi kamu yang membunuh raja siluman kadal itu?" Tanya raja siluman katak, sambil menatap ke arah Liu Ryu yang sudah berada di depannya.
Liu Ryu mengangguk pelan, lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir, karena tidak ingin menguras tenaganya.
" Meskipun kamu mampu membunuh raja siluman kadal, namun kemampuannya masih dibawah kemampuanku." Ucap raja siluman katak, lalu mengeluarkan dua buah tongkat bergerigi di kedua tangannya.
__ADS_1
Liu Ryu menyipitkan matanya karena senjata gada tersebut tidak bisa dianggap enteng.
Meskipun tubuh raja siluman katak sangat besar, namun kecepatannya sangat tinggi, sehingga Liu Ryu harus waspada.