
Dari semua informasi yang diberikan oleh manager penginapan, tidak ada yang dia sembunyikan, karena dia berfikir bahwa Liu Ryu akan membayarnya dengan harga yang tinggi.
" Tuan Pendekar... Hanya itu saja yang kami ketahui. Selebihnya tuan Pendekar bisa mencarinya sendiri." Manager penginapan menutup penjelasannya.
" Terimakasih tuan Manager. Dengan penjelasanmu, aku sangat puas." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan satu kantong Batu Roh.
" Tuan Pendekar... Ini sangat banyak." Manager penginapan tidak menyangka bahwa Liu Ryu memberikan sekitar 5 juta Batu Roh untuk informasi yang dia berikan.
" Tidak masalah tuan manager." Ucap Liu Ryu.
" Sekali lagi, terimakasih tuan Pendekar. Kalau begitu aku pamit undur diri." Manager penginapan tersenyum puas, sambil menundukkan kepala, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Saat manager penginapan telah pergi, suasana di tempat itu menjadi hening, sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.
" Suamiku, kita harus mencari cara untuk menyelamatkan janin raksasa itu. Aku tidak tega jika mereka membunuhnya." Nan Sian ikut mengeluarkan pendapatnya.
" Ini bukan perkara mudah. Kita harus mengatur rencana dengan matang." Liu Ryu tidak ingin mengambil resiko besar, karena akan banyak kekuatan besar yang memburu mereka.
Saat Liu Ryu dan Istrinya tengah sibuk mengatur rencana, kini beberapa pelayan datang ke tempat itu dengan membawa hidangan.
Liu Ryu dan Istrinya juga langsung menikmati hidangan yang disajikan, agar bisa kembali ke Dunia Quzhu untuk mengatur rencana mereka.
*******
Pada keesokan pagi, Liu Ryu dan Istrinya keluar dari kamar untuk keluar dari penginapan.
Saat berada di luar penginapan, Liu Ryu dan Istrinya langsung melesat ke arah hutan larangan.
Di dalam perjalanan, Liu Ryu dan Istrinya banyak bertemu dengan Kultivator yang lain yang juga menuju ke arah yang sama.
Dari beberapa orang yang mereka temui, banyak tatapan mata yang mengarah ke Liu Ryu dan Istrinya. Liu Ryu yang menyadari hal itu hanya tersenyum sambil berjalan dengan santai.
Setelah beberapa saat kini mereka telah sampai di sebuah pintu yang terbuat dari batu yang sangat besar dimana memancarkan aura yang sangat mengintimidasi.
Di tempat itu juga sudah banyak sekali orang yang sudah berkumpul dari berbagai Klan bahkan pihak Istana Kekaisaran Han.
Semua orang yang ada di tempat itu terlihat semakin antusias untuk menyusuri hutan larangan demi mendapatkan Sumberdaya bahkan janin raksasa.
Liu Ryu dan Istrinya yang juga mendengar tentang apa saja yang ada di hutan larangan, kini secara diam-diam mengukur kemampuan semua yang ada di tempat itu.
" Dengarkan semuanya. Waktu kalian terbatas. Dalam waktu satu minggu, Plakat yang ada di tangan kalian akan pecah."
__ADS_1
" Saat itu terjadi, maka secara otomatis kalian akan kembali kesini." Ucap salah satu sosok yang berdiri di depan batu besar.
Sesaat beberapa sosok berjalan mendekati batu besar, lalu menciptakan sebuah lingkaran teleportasi.
Buussshh!
Seketika batu besar mengeluarkan sebuah cahaya berbentuk cincin raksasa, yang menandakan hutan larangan telah berhasil dibukakan.
" Silahkan masuk sekarang. Waktu kalian tidak banyak." Ucap salah satu sosok, lalu mempersilahkan kepada mereka untuk memasuki hutan larangan.
Satu-persatu para Kultivator masuk ke dalam cincin raksasa tersebut, dimana tubuh mereka langsung menghilang.
Sedangkan Ryu dan Istrinya memilih untuk paling belakang, karena mereka tidak ingin ada yang mengetahui rencana mereka.
" Ayo kita pergi." Ucap Liu Ryu, saat semua Kultivator sudah tidak terlihat lagi.
" Mmmm." Dengan sebuah anggukan, Sheng Zhishu dan yang lain masuk ke dalam portal teleportasi dengan cara saling berpegangan tangan.
Setelah beberapa saat, kini Liu Ryu dan Istrinya telah berpindah ke sebuah tempat yang sekeliling mereka hanya ditemukan pepohonan.
" Suamiku, bagaimana dengan Hudie yang sudah kita siapkan?" Tanya Sheng Zhishu.
Setelah itu Hudie yang dikeluarkan akan mati seketika, karena itu sudah melanggar aturan di hutan larangan.
" Tidak masalah... Kita masih banyak memiliki Hudie." Xin Chie tidak mempermasalahkan jika kehilangan satu Hudie, demi mendapatkan janin raksasa.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung mengeluarkan salah satu Hudie untuk mencari janin raksasa yang diceritakan oleh manager penginapan.
Kyaaaak!
Hudie yang sudah berada di depan Liu Ryu dan Istrinya, kini tubuhnya tidak seimbang, merasakan ada energi tidak kasat mata yang menekannya.
" Aku minta bantuanmu untuk mencari janin raksasa di tempat ini." Liu Ryu memberi perintah kepada Hudie di depannya.
Kyaaaak!
Dengan cara terbang terhuyung-huyung, Hudie tersebut berusaha sekuat tenaga untuk terbang ke sebuah arah.
Bahkan beberapa kali Liu Ryu dan Istrinya menyalurkan Qi pada Hudie agar bisa bertahan.
Melihat Hudie yang menunjukkan ke suatu arah, Liu Ryu dan Istrinya langsung mengikuti kemana Hudie tersebut terbang.
__ADS_1
Dalam perjalanan mengikuti Hudie, Liu Ryu dan Istrinya banyak menemukan para Kultivator yang lain, namun memilih untuk menghindar.
Tentu Liu Ryu dan Istrinya mengaktifkan Armor Pelangi untuk menyembunyikan keberadaan mereka, agar tidak ingin ada orang yang mengetahui bahwa mereka menggunakan Hudie.
Melihat hal tersebut, Liu Ryu hanya tersenyum sambil mengikuti arah Hudie hingga beberapa saat Hudie berhenti di sebuah danau berwarna merah.
Bruuuuk!
Seketika itu juga Hudie tersungkur dan terjatuh dari udara, karena sudah kehilangan nyawa.
Buussshh!
Sheng Zhishu mengibaskan tangannya untuk menarik mayat Hudie ke Dunia Quzhu.
" Suamiku." Ucap Xie Hua, sambil menunjuk ke arah dua janin raksasa yang mengambang di atas danau.
" Dua janin raksasa?" Liu Ryu dan yang lain membulatkan mata, karena pemandangan tersebut diluar dugaan mereka.
Sesaat Liu Ryu dan Istrinya menaruh Batu Bintang di sekeliling danau berwarna merah, agar bisa menciptakan sebuah Formasi khusus.
" Cepat lakukan! Kita tidak banyak waktu." Istri Liu Ryu dengan buru-buru melesat ke berbagai arah hingga mengelilingi danau tersebut.
" Istriku, Gunakan Formasi Pelindung Yin-Yang Kura-kura." Liu Ryu memberi perintah kepada Feng Quinlan dan saudarinya.
" Baik." Jawab mereka serempak, lalu membuat sebuah gerakan yang sangat rumit.
Buussshh!
Sebuah Formasi mengelilingi danau tempat kedua janin raksasa yang mengambang di atas danau.
" Istriku, Gunakan Formasi Ruang Waktu." Liu Ryu memberi perintah kepada Tianhe Yunjiang, Yinshi dan Yuwang.
Dengan sebuah anggukan kecil, keempat istrinya langsung menciptakan Formasi Ruang Waktu untuk mengelilingi danau tersebut.
Seketika waktu di danau tersebut langsung terhenti, dimana Formasi yang mereka ciptakan mulai bekerja.
" Sekarang giliranku." Ucap Xian Yin, lalu menciptakan Formasi yang lebih kuat lagi, agar tidak ada kesalahan sedikitpun.
Satu-persatu Istri Liu Ryu mengeluarkan kemampuan khusus mereka untuk melindungi kedua janin raksasa agar tidak ada yang mengetahuinya.
" Suamiku, sekarang giliranmu." Ucap Sheng Zhishu sambil menatap ke arah Liu Ryu dengan nafas terputus-putus.
__ADS_1