
Tidak lama kemudian satu-persatu peri api datang ke tempat itu, dimana mata dan tanduk mereka hampir mirip.
Hanya saja yang membedakan adalah wajah mereka masih terlihat berbeda dengan yang lain.
" Ternyata jumlah mereka sangat banyak." Liu Ryu memasang wajah serius, karena dia dapat merasakan bahwa jumlah peri api bisa mencapai ratusan.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung mengeluarkan Tongkat Api yang dia dapatkan dari raja siluman kera sebelumnya.
" Aku akan mencoba menggunakan senjata baruku." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah salah satu peri api.
Wuush!
Pedang Naga Petir juga keluar dari tubuh Liu Ryu, seakan tidak ingin ketinggalan bagian untuk membunuh peri api.
" Sepertinya peri api ini bisa menambah kekuatan elemen Kehampaan milikku." Gumam Liu Ryu, lalu menggunakan teknik penghisap pada Tongkat Api.
Baaang!
Baaang!
Baaang!
Dengan kecepatan penuh, Liu Ryu memukul satu-persatu peri api, hingga seketika, tubuh mereka seakan terhisap ke dalam Tongkat Api.
Craaakk! Craaakk! Craaakk!
Pedang Naga Petir juga tidak mau kalah, langsung melesat ke arah peri api yang lain, hingga tubuh mereka terpotong atau terbelah menjadi dua bagian.
Wuush!
Wuush!
Wuush!
Satu-persatu mayat peri api yang mati oleh Pedang Naga Petir, kini juga terhisap ke dalam pedang.
Melihat kejadian tersebut, peri api yang lain memasang wajah serius, karena satu-persatu rekan mereka menghilang begitu saja.
" Sihir apa yang digunakan orang ini?"
Beberapa peri api yang masih hidup, kini meningkatkan kewaspadaan, karena kecepatan serangan dari Liu Ryu hampir tidak terlihat oleh mata telanjang.
Di sisi lain, Liu Ryu sama sekali tidak menghentikan aksinya, sehingga dalam waktu singkat, sudah puluhan peri api yang mati di tangannya.
" Gawat! Ini tidak bisa dibiarkan." Salah satu peri api terlihat pucat, karena mereka tidak mampu mengalahkan Liu Ryu, meskipun jumlah mereka sangat banyak.
" Bagaimana ini?" Tanya peri api yang lainnya.
" Tidak ada pilihan lain, kita harus meminta bantuan kepada Istri kita." Salah satu peri api membuka suara, karena hanya Istri mereka saja yang bisa berhadapan dengan Liu Ryu.
Kini salah satu peri api memejamkan matanya, karena ingin meminta bantuan kepada istri mereka yang merupakan ratu peri api.
Di sisi lain, Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena ratusan peri api yang berada di tempat itu, memiliki istri yang sama.
__ADS_1
" Sepertinya kemampuan istri mereka, tidak bisa dianggap remeh. Aku harus membunuh mereka secepat mungkin." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke udara.
" Seni Naga Kehampaan, Pemecah Kekosongan."
Duuung!
Qi unsur Kehampaan membentuk jaring, hingga seakan menutupi wilayah pertarungan, membuat lebih dari seratus peri api terlihat ketakutan.
" Menghindar."
Teriak semua peri api yang berada di wilayah serangan, langsung melesat ke berbagai arah untuk menghindari jaring persegi yang muncul dari ruang hampa.
Craaakk!
Craaakk!
Craaakk!
Satu-persatu tubuh para peri api yang berada di wilayah jaring Kehampaan terpotong hingga beberapa bagian.
" Suami." Teriak salah satu sosok wanita yang memiliki sepasang tanduk di keningnya, sambil menatap ke arah potongan daging dari suaminya.
Ratu peri api tidak menyangka bahwa ratusan suaminya tidak ada satupun yang tersisa oleh Liu Ryu.
" Membesar." Liu Ryu mengarahkan Tongkat Api ke arah tumpukan mayat peri api, tanpa memperdulikan kedatangan ratu peri api.
Wuush!
Dalam hitungan detik, semua mayat peri api telah terhisap ke dalam Tongkat Api, diikuti tongkat itu kembali seperti semula.
" Kamu harus mati di tanganku." Bersamaan dengan ucapannya, ratu peri api melesat cepat ke arah Liu Ryu, sambil mengayunkan kedua tangannya yang diselimuti bola api.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah ratu peri api dengan kecepatan penuh.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah hingga pepohonan mulai bertumbangan.
Kecepatan ratu peri api juga tidak main-main, dimana dia mampu mengimbangi kecepatan Liu Ryu.
Kali ini Liu Ryu tidak ingin menggunakan Pedang Naga Petir dan Tongkat Api, karena dia ingin mengukur kemampuan ratu peri api.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak menciptakan kawah besar di bawah mereka, hingga menciptakan gempa bumi.
__ADS_1
Ratu peri api menyipitkan matanya karena tidak menyangka bahwa Liu Ryu juga memiliki kemampuan besar.
" Pantas saja dia dengan berani membunuh semua suamiku." Pikir ratu peri api di sela pertukaran serangannya.
Wuush!
Ratu peri api melesat cepat ke sebuah arah, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.
Buussshh!
Ratu peri api melepaskan hawa panas, membuat pepohonan yang berada dibawahnya langsung mati, hingga mengering.
" Hawa panas ini sangat mengerikan." Pikir Liu Ryu, sambil menatap ke arah ratu peri api yang melayang di udara.
" Hukum Api, Hujan Api."
Duaarr!
Ratu peri api bersuara dengan lantang, sambil mengangkat tangannya, hingga langit menjadi gelap diikuti ratusan bola api jatuh dari langit.
Menyaksikan fenomena alam yang sangat mengerikan, Liu Ryu menyelimuti tubuhnya dengan elemen Kehampaan.
Wuush! Wuush! Wuush!
Kobaran bola api berjatuhan menuju ke arah Liu Ryu hingga berkali-kali, membuat Liu Ryu merasa panas di sekujur tubuhnya.
Di sisi lain ratu peri api menyipitkan matanya, karena sihir yang dia gunakan masih belum mampu membunuh Liu Ryu.
" Baru pertama kali aku menggunakan sihir ini selama dalam pertarungan melawan para Dewa tertinggi. Tapi kenapa Dewa yang satu ini masih mampu bertahan?" Gumam ratu peri api, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Di sisi lain, Liu Ryu juga memasang wajah serius, karena hawa panas dari bola api yang seakan mengejarnya begitu kuat.
Jika saja Liu Ryu tidak memiliki pertahanan yang sangat kuat, dapat dipastikan tubuhnya akan gosong terbakar hanya dalam hitungan detik.
Sraaiiingg!
Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping ratu peri api, lalu mengayunkan kepalan tangannya.
Bboooom!
Sebuah pukulan yang sangat kuat membuat tubuh ratu peri api terpental hingga melebihi satu kilometer.
Namun pertahanan ratu peri api juga tidak bisa dianggap enteng, sehingga tubuhnya tidak mengalami apapun, bahkan tidak ada satupun kulitnya yang lecet.
" Pukulanmu cukup kuat." Ratu peri api yang kembali melesat ke arah Liu Ryu, kini seakan mengejek kemampuan Liu Ryu.
Liu Ryu hampir muntah darah, karena baru pertama kali pukulannya tidak mampu membuat tubuh seseorang akan remuk.
Sementara itu langit yang sangat gelap terus menyerang Liu Ryu dengan hujan bola api, meskipun Liu Ryu berusaha untuk menghindar.
" Hukum Api, Tebasan Pedang Sabit."
Buussshh!
__ADS_1
Siluet pedang sabit raksasa keluar dari ruang hampa, mengarah kepada Liu Ryu dengan kekuatan penuh.
Liu Ryu menaikan alisnya, karena tingkat ketajaman siluet pedang sabit raksasa tersebut tidak bisa dianggap enteng.