SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 185. Akhir Pertarungan


__ADS_3

Merasakan bahwa suami mereka sedang mengalami luka dalam, She Ling, She Bing dan She Zhilin berinisiatif membantu menyalurkan Qi untuk menyembuhkan Ryu.


Sedangkan Xie Xian dan yang lain langsung menuju ke arah pertarungan untuk membunuh pasukan Suku Rubah Langit yang ingin menyerang Gong Ziya.


" Suamiku, biarkan kami yang menghadapi mereka." Ucap Xie Xian yang berada di dekat Ryu.


" Mmmm." Ryu mengangguk lalu berjalan mendekati She Ling, She Bing dan She Zhilin yang berada di dekat Gong Ziya.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung mengambil posisi duduk bersila untuk memulihkan diri karena serangan gabungan dari ribuan pasukan Suku Rubah Langit yang terkurung di Formasi Cakar Hitam membuat mentalnya terganggu.


Jika saja Ryu tidak memiliki kekuatan spiritual yang besar, dapat dipastikan Ryu akan mati seketika.


Namun berkat Formasi Cakar Hitam itu juga Ryu dan Istrinya bisa mengalahkan pasukan Suku Rubah Langit sedikit demi sedikit. Jika tidak, maka dapat dipastikan Ryu dan Istrinya akan terluka berat.


Di sisi lain pandangan Gong Ziya menjadi kabur karena terlalu banyak mengeluarkan Qi.


" Feng Quinlan, kalian bantu Gong Ziya." Xie Xian merasakan teknik Amarah Dewi Bulan yang dilepaskan Gong Ziya menjadi goyah.


Tentu teknik yang digunakan Gong Ziya dapat membantu mereka untuk menekan pergerakan pihak lawan, bahkan mampu membunuh pasukan Suku Rubah Langit yang dibawah Pendekar Langit.


" Baik." Feng Quinlan dan keempat saudarinya langsung melesat ke arah Gong Ziya, lalu menyalurkan Qi kepadanya.


" Terimakasih atas bantuannya." Gong Ziya merasa tertolong oleh bantuan kelima wanita tersebut.


" Tidak perlu berterima kasih. Kita adalah satu keluarga." Ucap Feng Quinlan sambil menyalurkan Qi miliknya.


Berkat bantuan kelima wanita itu, kini Gong Ziya kembali memfokuskan serangannya kepada pasukan Suku Rubah Langit yang jumlahnya sangat banyak.


" Sialan... Cepat bunuh wanita itu!" Salah satu Ratu Suku Rubah Langit memberi perintah kepada bawahannya.


" Baik Yang Mulia Ratu." Ucap beberapa sosok yang berada di tempat tersebut lalu melesat ke arah Gong Ziya.


" Mau membunuhnya? Hadapi kami terlebih dulu." Xie Xian dan Istri Ryu yang lain langsung menghadang puluhan sosok tersebut.


Kini 20 Rubah Langit yang menggunakan mahkota yang menandakan bahwa mereka adalah Ratunya, memasang wajah serius karena bawahan mereka sudah banyak yang mati dengan teknik yang digunakan Gong Ziya.


Sedangkan sisanya yang selamat, juga langsung dibunuh oleh Xie Xian dan yang lain.

__ADS_1


Kini secara perlahan kondisi Ryu mulai membaik setelah energi Qi dan energi penyembuhan yang disalurkan oleh ketiga istrinya.


Di sisi Lain, pasukan Suku Rubah Langit yang sedang terkurung di dalam Formasi Cakar Hitam sudah banyak mengalami luka berat yang membuat mereka banyak mengeluarkan darah dan terbaring lemah karena terus berusaha menerjang dan menerobos keluar dari lingkaran tersebut.


Sebuah harga mahal yang didapatkan oleh Ryu, kini sudah terbayar setelah melihat ribuan pasukan Suku Rubah Langit seakan tidak berdaya lagi.


" Terimakasih She Ling, She Bing, She Zhilin... Aku rasa sudah cukup." Ucap Ryu sambil beranjak dari tempatnya lalu menoleh ke arah tiga Formasi Cakar Hitam.


" Tidak masalah suamiku. Kamu terlalu mengambil resiko." She Ling menggelengkan kepala karena Ryu terlalu banyak mengurung pasukan Suku Rubah Langit.


Namun mereka juga merasa bersyukur karena berkat bantuan Formasi Cakar Hitam membuat mereka menguasai pertarungan.


" Sepertinya mereka satu kerajaan benar-benar ingin menghabisi kita." Ryu menatap ke arah sepuluh Ratu Suku Rubah Langit yang sedang bertarung melawan Xie Xian dan yang lainnya lalu menelan beberapa Pil.


Sesaat Ryu menarik napas dalam-dalam, untuk memulihkan Qi miliknya dan berniat untuk membunuh semua pasukan Suku Rubah Langit secepatnya.


" Jalan Bayangan."


Wuush!


Slaaash! Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Hanya dalam hitungan detik semua pasukan Suku Rubah Langit mati tanpa mengetahui siapa pelakunya.


Brruuk!


Bersamaan dengan Ryu kembali ke tempat semula, ratusan pasukan Suku Rubah Langit terjatuh dengan kondisi tubuh terpotong ataupun terbelah.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Dua puluh Ratu Rubah Langit seakan tidak percaya dengan kematian semua bawahan mereka tanpa mengetahui siapa pelakunya.


" Kalian jangan lengah." Ucap Xie Xian sambil mengayunkan pedangnya untuk menyerang dua Ratu Rubah Langit yang menjadi lawannya.


Sesaat kedua sosok tersebut memutar bola matanya ke arah serangan, berusaha untuk menghindar.


Slaaash! Slaaash!


Pedang di tangan Xie Xian memotong leher kedua sosok tersebut hingga kepala mereka jatuh ke tanah.

__ADS_1


Begitupun dengan Ratu Rubah Langit yang lain, mereka juga mengalami nasib yang sama dimana leher mereka terpotong dengan sempurna saat mereka sedang lengah.


" Haaahh... Jumlah mereka sungguh diluar nalar." Ryu bergumam sambil berjalan mendekati Formasi Cakar Hitam yang dia ciptakan dengan sisa Qi miliknya.


Buussshh!


Buussshh!


Buussshh!


Ryu melepaskan ketiga Formasi Cakar Hitam secara bersamaan.


Seketika itu juga Ryu dan Istrinya menyerang kelompok besar pasukan Suku Rubah Langit.


Kali ini pasukan Suku Rubah Langit yang tersisa hanya terlihat pasrah karena mereka sudah tidak bertenaga lagi untuk melawan akibat Kesalahan mereka sendiri yang awalnya tidak bisa mengendalikan diri.


Ryu yang kini dengan napas terputus-putus mulai duduk bersila menelan beberapa Pil Penyembuh dan Pemulih Qi secara bersamaan.


Karena mengalami luka dalam, Ryu juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan organ tubuhnya yang sempat rusak dan mengembalikan seperti semula.


Disamping itu juga Ryu memulihkan kondisi jiwanya yang sempat terguncang akibat serangan balik secara bertubi-tubi menyerang ranah Jiwanya.


Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini keadaan Ryu kembali membaik seperti semula lalu membuka matanya secara perlahan.


" Untung saja aku sudah mendapatkan Inti elemen Kehidupan dan memiliki jiwa yang kuat. Jika tidak, mungkin tubuhku sudah menjadi gumpalan daging." Gumam Ryu sambil memeriksa keadaan sekitar.


Sementara Xie Xian dan yang lain yang awalnya terlihat khawatir setelah mengetahui jika suami mereka mengalami serangan Jiwa, kini bernafas lega lalu kembali mengumpul menarik tumpukan mayat tersebut ke Dunia Quzhu.


Ryu yang kini bangkit berdiri seraya memperhatikan Xie Xian dan Istrinya yang lain yang terlihat sedang mengumpulkan mayat pasukan Suku Rubah Langit, lalu berjalan untuk membantu mereka.


" Hah... Sepertinya pasukan Suku Rubah Langit itu cukup tangguh." Ucap Ryu sambil mengibaskan tangannya untuk menarik mayat tersebut ke Dunia Quzhu.


Tentu Ryu dan Istrinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menarik semua mayat tersebut, karena jumlah mereka terlalu banyak.


" Ya... Jika saja tanpa bantuan Formasi Cakar Hitam tadi, mungkin diantara kita pasti ada yang terbunuh." Ucap Xie Xian sambil menggelengkan kepala.


Tentu apa yang dikatakan Xie Xian memang benar, karena pasukan Suku Rubah Langit seakan tidak ada habisnya.

__ADS_1


__ADS_2