
Setelah memberi sambutan kepada Ryu dan Lan Liwei, Tetua itupun mempersilahkan kepada Ryu dan Lan Liwei untuk memberi sambutan.
" Wei'er, untuk masalah ini, sepertinya kamu saja." Meskipun seorang Kaisar, Ryu tidak ingin terlalu mencampuri urusan Sekte lalu memberikan sebuah Pedang Biru, satu botol kecil berisi Pil Kultivasi, satu Armor Pelangi, dan satu Cincin pemulihan.
" Baiklah Gege." Lan Liwei mengambil benda tersebut, karena dia tau apa yang dimaksud suaminya.
Kini Lan Liwei berjalan mendekati mimbar diikuti sorak sorai semua orang yang ada di tempat itu.
" Mungkin ada beberapa orang yang ada di tempat ini masih belum mengenal aku dan suamiku. Dalam kesempatan ini, aku akan memperkenalkan diri. Perkenalkan namaku Lan Liwei yang kebetulan menjadi Matriak Sekte Kabut Ilusi." Lan Liwei memperkenalkan diri.
Seketika suasana menjadi hening, dan tidak ada seorangpun yang berani berkata.
" Dan yang berdiri di sana adalah suamiku tercinta, Liu Ryu. Kebetulan dia adalah Kaisar kita di wilayah Kekaisaran Awan." Lan Liwei begitu bangga memperkenalkan suaminya, diikuti sorak sorai semua yang ada di tempat itu.
Mereka berpikir bahwa itu adalah kesempatan baik untuk bertatapan langsung dengan seorang Kaisar.
Bahkan jika ada kesempatan, mereka ingin bertemu langsung dengan Kaisar Ryu dan berharap nama mereka akan diperhitungkan di wilayah Kekaisaran Awan.
Dengan nama besar seorang Kaisar, tentu akan bisa merubah segalanya. Baik itu secara materi, kekuatan, kekuasaan dan sebuah pengakuan.
Para pengurus, maupun murid Sekte Kabut Ilusi juga berharap agar bisa menjadi keluarga seorang Kaisar yang tentu akan berpengaruh besar terhadap kehidupan mereka di masa depan.
Meskipun memiliki sebuah keinginan, namun mereka juga sadar diri bahwa sebagai orang biasa tentu tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari seorang Kaisar, apalagi untuk menjadi Selir yang tentu derajatnya lebih tinggi dari Jenderal.
" Sebagai hadiah tambahan, Yang Mulia Kaisar akan memberikan kepada juara pertama Senjata Roh tingkat Langit, juara kedua Cincin pemulihan yang setara dengan Pil Pemulihan tingkat langit, juara ketiga akan mendapatkan Armor Pelangi yang setara dengan senjata tingkat Langit dan untuk juara sepuluh besar masing-masing mendapatkan Pil Kultivasi tingkat langit." Lan Liwei menjelaskan tentang hadiah tambahan.
Mendengar ucapan tersebut semua peserta terlihat lebih bersemangat, begitu antusias untuk mendapatkan hadiah tersebut.
Tentu saja kesempatan yang paling langka itu tidak dilewatkan oleh para peserta.
__ADS_1
" Untuk masalah penyerahan, aku serahkan kepada pihak penyelenggara." Lan Liwei memberikan benda tersebut kepada Tetua yang kebetulan berada di dekatnya.
Setelah itu, Lan Liwei kembali berjalan menuju kursi yang ada di samping suaminya.
Panitia penyelenggara pun langsung masuk ke mimbar, lalu memanggil para peserta turnamen untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Ryu pun menikmati pertandingan tersebut bersama Lan Liwei, dimana mereka hanya sebagai penonton yang menilai dari pertunjukan tersebut.
Waktu terus berlalu hingga sore telah tiba, dimana turnamen tersebut telah dilaksanakan tanpa kendala apapun hingga sampai selesai.
Kini Ryu dan Lan Liwei juga meninggalkan tempat tersebut kembali ke kamarnya.
Sesampai di kamar, Lan Liwei mengajak suaminya ke suatu tempat dimana dia menggeser tempat tidurnya sehingga terlihat sebuah tangga yang menuju ruang bawah tanah.
" Gege, aku ingin menunjukkan kepadamu suatu tempat." Lan Liwei menarik tangan Ryu lalu menuruni tangga tersebut.
" Gege ikut saja. nanti akan tau sendiri." Lan Liwei terus menuruni tangga tersebut hingga menemukan sebuah lorong.
Mereka pun berjalan melewati lorong tersebut dimana Lan Liwei menceritakan bahwa lorong tersebut adalah peninggalan leluhur Sekte Kabut Ilusi.
Namun untuk melewati lorong tersebut hanya bisa dilakukan oleh seseorang Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir.
Itulah kenapa selama lebih dari sepuluh ribu tahun, tidak ada lagi orang yang masuk ke lorong tersebut.
" Gege, sebenarnya aku juga belum mengetahui apa yang ada di lorong ini." Sambil berjalan Lan Liwei menjelaskan tentang lorong tersebut.
" Apa semua anggota Sekte Kabut Ilusi mengetahui lorong ini?" Tanya Ryu sambil memeriksa lukisan kuno yang ada di dinding lorong tersebut.
" Hanya orang yang memiliki jabatan Matriak atau Patriak saja yang mengetahuinya. Selain itu, tidak ada lagi." Jawab Lan Liwei sambil berjalan.
__ADS_1
" Matriak sebelumnya mengatakan bahwa lorong ini berhubungan dengan nama Sekte Kabut Ilusi dan kabut asap tebal yang mengelilingi wilayah Sekte ini. Tapi dia juga belum pernah kesini." Lanjut Lan Liwei.
Mereka pun terus berjalan menyusuri lorong tersebut yang dihiasi batu kristal yang bercahaya untuk menerangi lorong tersebut.
Hingga memakan waktu yang cukup lama, akhirnya mereka telah sampai di sebuah ruangan yang terlihat sangat besar dihiasi dinding dan tiang menggunakan kristal giok berwarna putih mengkilap.
Di tengah ruangan tersebut terdapat sebuah kolam yang selalu mengeluarkan asap putih sehingga permukaan air tidak terlihat.
" Ternyata benar apa yang dikatakan oleh pendahuluku. Kolam inilah yang membuat seluruh wilayah Sekte Kabut Ilusi dikelilingi asap putih yang bisa menimbulkan Ilusi bagi yang melewatinya tanpa menggunakan lencana khusus dari Sekte Kabut Ilusi." Lan Liwei berjalan mendekati kolam tersebut.
" Lalu apa fungsi dari kolam ini?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah kolam tersebut.
Ryu berpikir jika ada orang yang terkena asap putih yang ada di permukaan air, maka bisa menimbulkan halusinasi.
" Justru Kolam inilah yang menjadi sumber kekuatan para pendahulu kami. Jika berendam di kolam ini, maka sama artinya kami bisa mengeluarkan asap putih saat bertarung untuk melindungi diri ataupun menyerang dengan tiba-tiba." Lan Liwei menjelaskan tentang fungsi kolam tersebut.
" Kalau begitu kamu berendam saja di kolam itu, nanti aku akan menunggumu disini." Ucap Ryu sambil mencari tempat untuk duduk.
Mendengar ucapan dari Ryu, Lan Liwei menggelengkan kepala karena sebenarnya dia membutuhkan bantuan suaminya untuk menyerap energi dari kolam tersebut agar bisa meningkatkan asap tebal hingga berkali-kali lipat melebihi Huli Yue yang dia kenal telah mengambil tubuh Rubah Langit sebagai Leluhur penjaga Sekte Kabut Ilusi.
" Gege, aku butuh bantuanmu!" Lan Liwei menarik tangan Ryu.
" Bagaimana caraku untuk membantumu?" Ryu sedikit penasaran.
" Gege akan membantuku dengan cara penyatuan antara kedua pasangan. Kolam ini juga berfungsi untuk menunjukkan seberapa besar rasa cinta pasangan kekasih itu sendiri. Jika salah satu dari mereka tidak tulus dalam hatinya, maka air yang ada di kolam ini akan menghancurkan tubuhnya." Lan Liwei menjelaskan tentang kolam tersebut.
" Kalau begitu, apa yang perlu aku takutkan." Ryu merasa tertantang, lalu masuk ke dalam kolam tersebut.
Melihat hal itu, Lan Liwei tersenyum masam karena sebenarnya dia semua sekali tidak meragukan ketulusan cinta suaminya. Namun dia hanya menjelaskan tentang fungsi kolam itu saja.
__ADS_1