
Di sekujur tubuh mereka juga terdapat bulu burung yang menutupi tubuh mereka di bagian tertentu.
Bagian kaki mereka juga mirip kaki manusia, namun di bagian bawah, kaki mereka membentuk cakar elang.
Namun ada beberapa dari mereka yang hampir menyerupai manusia pada umumnya yang menandakan bahwa mereka sangat kuat dan memiliki usia paling panjang.
" Apakah wujud mereka memang seperti itu?" Tanya Wu Tian yang kebetulan berada di kelompok Tou Shuijing.
" Ya... Jika mereka mencapai usia seribu tahun lebih, maka wujud mereka hampir menyamai manusia." Jawab Gong Sifa yang juga berada di tempat tersebut.
" Tugas kita hanya bertahan dari Benteng ini, Jika ada yang berani menerobos masuk, bunuh mereka!" Tou Shuijing memberi perintah.
" Baik." Jawab Pasukan Semesta dengan lantang.
Pasukan Semesta memang tidak gentar menghadapi lautan pihak lawan, namun hal yang mereka khawatirkan jika tembok itu hancur, maka keselamatan Ras Peri Hutan tidak bisa terbendung karena pihak lawan terlalu banyak.
" Hancurkan!" Teriak pemimpin pasukan Peri Hewan sambil mengangkat tangan kanannya.
Wuush! Wuush! Wuush!
Terlihat dari kejauhan ratusan bola api mengarah kepada benteng pertahanan Ras Peri Hutan.
" Pelindung."
Tou Shuijing yang bertugas sebagai komando, langsung menciptakan elemen air untuk melindungi benteng pertahanan agar tidak hancur.
Wuush! Wuush! Wuush!
Semua Pasukan Semesta menggabungkan elemen yang mereka miliki untuk melindungi benteng pertahanan.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Hujan bola api membentur pelindung yang diciptakan oleh pasukan Semesta juga Gong Sifa.
" Sialan... Siapa mereka yang memiliki elemen air?" Pemimpin pasukan Ras Peri Hewan terlihat geram karena elemen Api yang mereka miliki akan melemah terhadap elemen Air.
" Jenderal... Kenapa kita tidak langsung menyerang mereka dari jarak dekat?" Tanya sosok manusia berkepala Harimau kepada sosok manusia setengah kuda yang memegang pedang di kedua tangannya.
" Itu sangat berbahaya, karena mereka bisa mengendalikan pohon di sekitar tembok." Jawab sosok yang mereka panggil Jenderal.
" Kenapa kita tidak bakar saja pepohonan yang ada di sekitar tembok itu?" Tanya sosok manusia berkepala Banteng, sambil menunjuk ke arah pepohonan yang rindang.
" Ya... Itu sangat masuk akal. Aku tidak sabar ingin menikmati keindahan tubuh Ras Peri Hutan." Terdengar suara serak dari manusia berkepala Babi.
__ADS_1
" Jenderal Babi, kamu adalah Jenderal yang paling rakus diantara Jenderal lainnya dalam masalah itu." Ucap Jenderal Banteng sambil menatap ke arah depan.
" Jenderal Banteng, kamu juga Jenderal yang paling licik diantara Jenderal lainnya." Jenderal Babi merasa tidak terima dengan ucapan dari rekannya.
" CUKUP! Bukan waktunya untuk kalian bertengkar. Tujuan kita kesini untuk menangkap semua wanita Ras Peri Hutan sesuai perintah Yang Mulia Raja." Terdengar suara wanita dari atas mereka, yaitu Jenderal Elang yang memimpin pasukan dari udara.
" Baiklah, Sekarang bakar semua pepohonan yang ada di sekitar tembok itu!" Jenderal Kuda memberi perintah sambil menunjuk ke sebuah arah.
Wuush! Wuush! Wuush!
Ratusan bola api kembali mengarah kepada pepohonan yang ada di sekitar tembok, yang membuat Gong Sifa sangat marah.
" Tetap fokus pada tujuan kita. Keselamatan Ras Peri Hutan adalah yang utama." Tou Shuijing yang terlihat marah berusaha untuk menahan diri.
Dalam beberapa saat, pepohonan yang berada di sekitar tembok, lenyap seketika dimana pasukan Ras Peri Hewan langsung berlari mendekati tembok.
" SERANG!!!" Seru para Jenderal dari Ras Peri Hewan.
" Gunakan serangan jarak jauh." Tou Shuijing kembali memberi perintah kepada Pasukan Semesta.
Dengan sebuah anggukan, semua Pasukan Semesta langsung melancarkan serangan elemen yang mereka miliki untuk mengurangi jumlah pihak lawan.
Wuush! Wuush! Wuush!
Bola elemen yang mereka miliki langsung melesat cepat ke arah pihak lawan.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Melihat serangan yang begitu kuat, para Jenderal sedikit kaget, namun tidak membendung gelombang dari pasukan mereka.
Kini Gong Sifa memasang wajah pucat seperti kapas, karena pihak lawan mereka sangat liar.
Bahkan ada beberapa yang melompat dan terbang ke arah tembok, namun Pasukan Semesta tidak membiarkan hal itu terjadi.
Setiap pasukan Peri Hutan yang ingin menerobos masuk, maka Pasukan Semesta akan membunuh mereka.
*******
( Benteng Pertahanan Selatan )
Jiu Tou She, Xie Shui dan Pasukan Semesta yang berjaga di tembok bagian selatan juga telah bertarung melawan pasukan Ras Goblin, dimana kecepatan mereka sangat tinggi.
Bahkan serangan elemen dari Pasukan Semesta seakan tidak berfungsi bagi Ras Goblin.
__ADS_1
Hal yang bisa Pasukan Semesta lakukan adalah bertarung dengan jarak dekat, dimana gelombang Ras Goblin berusaha untuk menerobos masuk.
" Mereka terlalu banyak." Ucap Yan Ran sambil mengayunkan pedangnya untuk membunuh pasukan Ras Goblin yang naik ke atas tembok.
" Bertahanlah sampai Dewa Agung datang! Setelah itu kita akan hancurkan kerajaan mereka." Jiu Tou She yang terlihat geram, sekalipun setiap tebasan mereka mampu membunuh satu pihak lawan, namun tidak bisa membendung gelombang Ras Goblin.
*******
( Tembok Pertahanan Barat )
Pasukan Ras Peri Hutan terlihat masih mampu bertahan, karena aura kematian dari Ras Peri Kegelapan mampu mereka tahan.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Serangan bola hitam dari Ras Peri Kegelapan menciptakan ledakan di berbagai tempat hingga tercipta gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.
" Kendalikan manusia pohon untuk menahan serangan mereka!" Jenderal Besar memberi perintah sambil mengendalikan manusia pohon untuk melindungi tembok.
Kini manusia pohon berjejer rapat untuk menghadang serangan dari pasukan Ras Peri Kegelapan.
*******
( Atas Udara )
Ryu yang baru saja mendekati wilayah Istana Kerajaan Gong, langsung memasang wajah serius karena dia sudah melihat pertarungan tersebut.
Wuush!
Ryu mempercepat awan yang dia ciptakan agar cepat sampai ke wilayah pertarungan.
" Suamiku, apa yang terjadi?" Tanya Xie Xian yang masih belum melihat apapun.
Begitupun dengan Istri Ryu yang lain, mereka juga tidak melihat adanya pertarungan karena masih sangat jauh.
" Tembok Istana Kerajaan Gong sedang diserang oleh tiga Kerajaan. Sepertinya mereka ingin dimusnahkan." Ryu bisa saja menggunakan teknik teleportasi, namun untuk Istrinya, jarak tersebut terlalu jauh.
Sesaat Ryu dan Istrinya sudah berada di atas Istana Kerajaan Gong, sambil menatap ke berbagai arah.
" Biar aku sendiri yang membereskan kelompok pendek itu." Ryu menatap ke arah pasukan Ras Goblin sedang berusaha menghancurkan tembok selatan.
" Suamiku, aku ikut denganmu." Gong Ziya yang menempel seperti perangko, seakan tidak ingin berpisah dari suaminya.
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu memegang pinggang Gong Ziya untuk menggunakan teknik teleportasi.
__ADS_1
" Untuk Ras Peri Kegelapan, biar kami yang menghadapi mereka." Ucap Jin Niu yang langsung menggunakan teknik teleportasi diikuti 69 Peri Cahaya yang lain.
Begitupun dengan Xie Xian dan Istri Ryu yang lain, mereka juga berpindah ke tempat pasukan Ras Peri Hewan.