SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 438. Teman Baru


__ADS_3

Setelah Liu Ryu memperkenalkan diri, ketiga bersaudara itupun meminta kepada Liu Ryu agar bersama mereka untuk meminum arak.


" Untuk ujian kedua, kamu harus minum arak bersama kami." Ucap Muggy sambil mengangkat cawan arak miliknya yang diikuti kedua saudaranya.


" Satu lagi! Kamu tinggal pilih wanita-wanita ini untuk menghiburmu." Zhiggy ikut menimpal, sambil melirik ke arah beberapa wanita yang mengelilingi mereka


Tentu para wanita penghibur dengan senang hati melayani keempat pria itu, karena jumlah koin yang berada di atas meja sangat menggiurkan.


" Silahkan dinikmati tuan." Ucap salah satu wanita, sambil menyuguhkan secawan arak kepada Liu Ryu.


" Author sialan... Ini sudah diluar alur cerita. Kenapa aku dijadikan sebagai karakter penjahat kelamin." Liu Ryu menggerutu dalam hati, karena beberapa wanita penghibur tidak segan menyentuh dan mengusap beberapa bagian tubuhnya.


Jika saja para wanita penghibur mengetahui bahwa Liu Ryu adalah sosok pria perkasa, maka mereka akan berpikir dua kali untuk melayani pemuda itu.


Namun kali ini Liu Ryu sama sekali tidak tergoda untuk menikmati para wanita penghibur itu, karena kondisi Qi miliknya sudah pulih kembali.


Jika saja Liu Ryu masih memerlukan asupan energi, maka Liu Ryu tidak segan memberi hukuman kepada para wanita penghibur, hingga mereka tidak bisa berjalan selama beberapa hari.


" Baiklah saudara... Aku akan minum arak bersama kalian. Tapi hanya sebatas itu saja." Liu Ryu sama sekali tidak keberatan jika hanya meminum arak, namun tidak lebih dari itu.


Tiga saudara itupun mengangguk setuju, karena tahap selanjutnya ada sebuah pekerjaan untuk Liu Ryu sebelum mereka mengakui bahwa Liu Ryu sangat layak dijadikan teman.


Setelah menikmati arak sepuasnya, Zigas, Zhiggy dan Muggy menatap ke arah Liu Ryu yang belum menemukan tanda-tanda bahwa dia sudah mabuk.


" Kamu sudah lulus ujian kedua. Sekarang ujian terakhir yaitu kamu harus meminta anugerah dari Dewa Laut."


" Kami tidak ingin mengambil resiko jika membawa penumpang yang tidak mendapatkan anugerah dari Dewa Laut." Ucap Zigas, lalu membawa beberapa wanita penghibur menuju ke kamar.


Begitupun dengan kedua saudaranya, juga membawa wanita penghibur yang lain menuju ke kamar masing-masing.


Liu Ryu terdiam sejenak, karena ketiga bersaudara itu terlihat sudah masuk ke kamar masing-masing, sehingga dia tidak bisa mengetahui dimana tempat tinggal Dewa Laut.


" Tuan... Apa kita perlu melanjutkan ke kamar?" Tanya beberapa wanita penghibur yang masih tersisa, sambil menggoda Liu Ryu.

__ADS_1


" Tidak, terimakasih." Jawab Liu Ryu seraya meninggalkan beberapa koin perak, lalu keluar dari ruangan bawah tanah.


Kini para wanita penghibur itu saling berpandangan, karena mereka berpikir bahwa Liu Ryu ada kelainan yang hanya menyukai sesama jenis.


" Tidak masalah. Lagi pula pemuda aneh itu sudah memberikan koin ini kepada kita." Ucap salah satu wanita penghibur, lalu membagikan koin perak yang diberikan oleh Liu Ryu sebelumnya.


******


Di tempat lain, Liu Ryu yang sudah berada di kamar bersama kedua Istrinya, kini berpikir keras untuk mencari keberadaan Dewa Laut.


" Sudahlah suamiku. Besok saja kita mencari keberadaan Dewa Laut itu." Ucap Dewi Arinia, sambil memeluk erat suaminya.


" Benar suamiku. Lebih baik kita nikmati malam yang ini." Elena ikut menimpal, sambil tersenyum penuh makna.


Pada akhirnya Liu Ryu menuruti keinginan kedua Istrinya, lalu memenuhi kebutuhan kedua Istrinya yang sudah siap untuk melakukan Kultivasi Ganda.


Pada keesokan harinya, Liu Ryu dan kedua Istrinya keluar dari penginapan yang satu tempat dengan kedai.


Seperti biasanya, Dewi Arinia dan Elena tersenyum penuh kebahagiaan karena suami mereka bisa memenuhi keinginan mereka.


Setelah berjalan cukup jauh dari penginapan, kini mereka langsung dihadang oleh dua sosok yang pernah mendengar percakapan mereka ketika berada di pintu gerbang.


" Maaf kawan... Bukan niatku untuk menghalangi perjalanan kalian. Namun aku dan adikku sangat membutuhkan bantuan kalian agar bisa kembali ke daratan Muktho." Staid langsung mengutarakan tujuannya, karena dia tidak ingin ketiga sosok itu mengambil tindakan.


Mendengar perkataan dari pria itu, Liu Ryu menyipitkan matanya, karena sangat sulit dipercaya jika mereka yang sudah lama tinggal di kota pelabuhan, justru meminta bantuan kepada mereka.


" Ohhh... Perkenalkan namaku Staid, dan ini adikku Priscilla." Staid dengan buru-buru memperkenalkan diri.


" Apa yang membuat kalian tidak bisa meminta bantuan kepada tiga bersaudara itu?" Tanya Liu Ryu sambil menaikkan alisnya.


Sambil menarik napas dalam-dalam, Staid menjelaskan bahwa tiga bersaudara sama sekali tidak menghiraukan mereka ketika meminta bantuan.


Tiga bersaudara selalu mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak layak untuk naik ke kapalnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari Staid, Liu Ryu terdiam sejenak. Merasa beruntung karena tiga bersaudara itu masih memberikan kesempatan kepadanya untuk menaiki kapal mereka.


" Ketiga bersaudara itu memiliki permintaan yang lain. Aku harus mencari keberadaan Dewa Laut dan meminta anugerahnya agar bisa naik ke kapal mereka." Liu Ryu berkata jujur, karena kedua sosok itu seakan berharap agar bisa naik ke kapal milik tiga bersaudara.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu, Staid dan Priscilla menghela nafas berat, karena apa yang mereka pikirkan sebelumnya sudah terjadi.


" Teman... Aku mengetahui tempat kediaman Dewa Laut. Hanya saja untuk pergi kesana sangat berbahaya." Ucap Staid yang merasa ngeri karena untuk pergi ke kediaman Dewa Laut banyak dihuni oleh hewan buas.


" Kakak, kita tidak punya pilihan lain. Kita harus pergi ke kediaman Dewa Laut itu." Priscilla tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut agar bisa kembali ke daratan Muktho.


Mendengar ucapan dari adiknya, Staid hanya menggelengkan kepala, karena tempat itu terlalu berbahaya dan hanya mengantar nyawa.


" Bisa tunjukkan dimana tempat tinggal Dewa Laut itu?" Tanya Liu Ryu yang terlihat antusias.


" Baik saudara. Aku akan mengikuti kalian." Priscilla membulatkan tekad untuk pergi bersama Liu Ryu dan Istrinya, karena itu adalah kesempatan bagi mereka.


Liu Ryu dan kedua Istrinya mengangguk setuju, lalu melangkahkan kakinya mengikuti Priscilla yang menuntun jalan kepada mereka.


Melihat adiknya yang begitu keras kepala, mau tidak mau Staid juga harus mengikuti rombongan, karena sebagai seorang kakak, dia harus melindungi adiknya.


Setelah keluar dari tembok pertahanan kota pelabuhan, Priscilla membawa mereka menuju ke sebuah arah dimana tempat tinggal Dewa Laut.


Tentu untuk pergi ke kediaman Dewa Laut, membutuhkan waktu yang cukup lama, karena harus melewati hutan dan sebuah rawa yang berada di pinggir pantai.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Baru saja mereka memasuki hutan, kini rombongan Liu Ryu langsung disambut oleh gerombolan hewan buas.


Melihat jumlah hewan buas yang terlalu banyak, Staid dan Priscilla berkeringat dingin, sambil mengeluarkan senjata yang mereka miliki.

__ADS_1


Liu Ryu menyipitkan matanya karena senjata yang dimiliki Priscilla sangat berbeda dari senjata yang pernah dia lihat.


__ADS_2