SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Keluarga Klan Wang


__ADS_3

Ryu yang melihat gerak-gerik mereka, langsung mengerutkan kening sambil memperhatikan wajah dari ketiga remaja itu.


" Masih mau melawan?" Ryu bertanya kepada ketiga remaja tersebut.


Ketiga remaja itupun saling berpandangan karena tidak mampu mengalahkan sosok yang ada di depan mereka.


" Lebih baik kalian berlutut di hadapanku, mungkin aku akan memberikan pengampunan kepada kalian." Ucap Ryu lalu maju satu langkah.


" Lebih baik kami mati dari pada harus berlutut di hadapanmu. Kami hanya bisa berlutut di hadapan orang tua kami." Ucap Ryu Bing yang merasa terhina dengan ucapan dari Ryu.


" Masih mau melawan? Lalu kenapa orang tua kalian membiarkan kalian seperti ini?" Ryu sedikit penasaran sangat mengagumi tekad ketiga remaja itu.


Mendengar ucapan tersebut ketiga remaja tersebut langsung menunduk, karena mereka sendiri masih belum mengenal Ayah mereka.


" Jika saja tidak terkena Hukum Alam itu, mungkin kami bisa mengalahkan mu." Tatapan Ryu Bing kini terlihat dingin berusaha untuk mencari cara untuk menghadapi Ryu.


" Hukum Alam? Apa kalian bukan dari Dunia ini?" Tanya Ryu.


" Ya... Kami berasal dari Dunia Setengah Abadi. Tepatnya di Benua Pembantaian." Ucap Ryu Ling yang kini mulai melunak, karena dia tidak merasakan bahwa sosok yang di depan mereka memiliki niat membunuh.


" Benua Pembantaian? Untuk apa kalian pergi ke Dunia Abadi?" Ryu merasa penasaran.


Tanpa menjawab apapun ketiga remaja tersebut saling memberi isyarat lalu menoleh ke arah Ryu.


" Kami kesini untuk mencari keberadaan Ayah kami. Karena Ibu kami memberi pesan untuk mencari Ayah kami di Dunia Abadi." Ucap Ryu Bing.


" Jadi begitu? Kalau boleh tau siapa nama kalian?" Tanya Ryu.


" Maafkan kami telah berani menyinggung Senior. Perkenalkan namaku Ryu Bing, dan mereka adalah adikku Ryu Zhilin dan Ryu Ling." Ryu Bing memperkenalkan diri mereka sambil menundukkan kepala.


Mendengar nama ketiga remaja tersebut, Ryu langsung terbatuk-batuk. Sementara Ling Queqi juga membuka mata lebar dengan rahang terbuka. Namun mereka berdua berusaha untuk tetap tenang.


" Lalu siapa nama Ayah dan Ibu kalian?" Ryu sekedar memastikan karena merasa bahwa ketiga remaja tersebut adalah Putranya.


" Nama Ibuku She Bing dan ayahku Xie Ryu." Ryu Bing berkata jujur.


" Nama Ibuku She Zhilin dan ayahku Xie Ryu." Ucap Ryu Zhilin.

__ADS_1


" Nama Ibuku She Ling dan ayahku Xie Ryu." Ucap Ryu Ling.


' Ketiga wanita itu memberikan nama kepada anak mereka sangat payah.' Ryu membatin karena ketiga remaja itu memakai namanya dan nama ibu mereka saja.


Namun nama tetaplah nama, yang tentu tidak bisa dirubah lagi.


" Ryu kecil... Ada apa sampai kalian datang kesini? Apa ada hal yang penting?" Tanya Ling Queqi dengan lembut sambil melirik ke arah Ryu.


" Bibi Cantik... Ibu kami sangat merindukan Ayah, mereka disana selalu mengurung diri di kamar sebelah kami berusia 7 tahun. Untuk itulah kami bertiga berlatih keras untuk mencari Ayah kami. Saat kami pergi ke kediaman Klan Xie, Kakek Xie Tang menjelaskan bahwa Ayah kami sudah pergi ke Dunia Abadi." Ucap Ryu Ling dengan polosnya.


" Sebenarnya Ibu kami tidak pernah memberitahukan tentang siapa ayah kami. Namun saat Kakek Xie Tang menjelaskan kepada kami, kami mendesak agar Ibu bisa memberitahukan siapa Ayah kami." Ryu Zhilin melanjutkan.


" Karena kami selalu mendesak mereka, akhirnya kami mengerti kenapa nama depan kami, karena diambil dari nama Ayah." Ucap Ryu Bing.


" Haaahh... Ternyata kami memiliki Ayah yang sama." Lanjut Ryu Bing.


" Hmmm... Apa kalian ingin tinggal bersama bibi? Nanti bibi akan membantu kalian untuk mencari keberadaan Ayah kalian." Ucap Ling Queqi sambil memberi isyarat kepada Ryu.


" Benarkah? Terimakasih Bibi. Bibi sangat baik dan sangat cantik." Ucap Ryu Zhilin.


" Tapi bibi... Ibu bilang kalau ayah sangat kuat. Aku tidak yakin kalau bibi bisa mengalahkannya." Ucap Ryu Bing.


" Kalian tidak perlu khawatir. Ayo ikut bibi!" Ling Queqi merangkul ketiga remaja itu seperti anaknya sendiri.


Ketiga remaja itu pun merasa heran karena wanita yang baru mereka kenal bisa begitu baik kepada mereka.


Sambil berjalan, ketiga remaja itu mengatakan bahwa mereka sebelumnya sudah mencapai Pendekar Langit tahap menengah.


Namun karena harus melewati Hukum Alam, tingkat Kultivasi mereka turun menjadi Pendekar Bumi tahap menengah.


Meskipun Ryu berpikir bahwa tingkat Kultivasi ketiga putranya itu sangat mengerikan, namun dari segi usia mereka masih tetap anak-anak yang tentu harus mendapatkan bimbingan.


" Ibuku juga sangat Cantik seperti bibi, aku harap paman tidak jatuh cinta pada ibuku." Ucap Ryu Ling dengan polosnya.


Kini Ryu kembali terbatuk saat mendengar ucapan dari Ryu Ling yang belum mengetahui siapa sosok yang di samping mereka sekarang.


Namun Ling Queqi mengisyaratkan kepada Ryu agar tidak memberitahukan hal itu sekarang, karena Ryu masih memiliki tugas dan belum dia kerjakan.

__ADS_1


" Gege... Aku akan membawa mereka ke Istana Yexuan untuk bertemu dengan yang lain. Gege masih belum bertemu dengan yang lain." Ucap Ling Queqi.


" Kalian Kemarilah! Aku akan memberikan hadiah kepada kalian semua." Ryu membuka kedua tangannya memberi isyarat kepada ketiga Putranya tersebut.


Meskipun sedikit heran, ketiga remaja itu langsung memeluk erat Ryu meski awalnya sangat aneh.


Namun beberapa saat kemudian, ketiga remaja itu merasa nyaman berada di pelukan Ryu yang penuh kelembutan kepada mereka.


" Baiklah... Sekarang terimalah hadiah dariku." Ryu mengambil Cincin pemulihan dan Armor Pelangi lalu memberikan kepada ketiga Putranya.


" Waaahhh, ini hebat. Terimakasih Paman." Ucap Ryu Bing yang terlihat senang dengan pemberian tersebut.


Meskipun Ryu tidak terima dengan panggilan itu, namun dia berusaha untuk menahan diri karena jika terlalu cepat. Pasti ketiga remaja itu tidak akan percaya.


" Baiklah... Sekarang kalian ikut denganku." Ucap Ling Queqi langsung memegang ketiga remaja itu lalu menghilang dari pandangan.


" Haaahh... Sepertinya aku akan menambah Istri lagi." Gumam Ryu sambil memasang wajah masam.


Setelah semua sudah pergi, Ryu kembali melanjutkan pekerjaannya lalu mengeluarkan Pagoda Jiwa.


Dengan memfokuskan pikiran, Ryu langsung menarik Dunia kecil tersebut ke dalam Pagoda Jiwa yang kini sudah telah berpindah ke mulut Goa dimana tempat pintu dimensi sebelumnya.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung masuk ke Dunia Quzhu lalu mengeluarkan Dunia kecil yang baru saja dia ambil dan menaruhnya di Dunia Quzhu tepat di sebuah lautan luas.


" Hhmmm... Sepertinya Dunia Quzhu ini sudah memiliki tiga Benua." Ryu bergumam lalu berpindah tempat ke kediaman Klan Wang.


*******


Di sebuah kamar yang cukup besar, kini terlihat Wang Mingjun sedang menunggu kedatangan Suaminya.


Sesaat kemudian Ryu sudah berada di kamar pribadi Wang Mingjun.


" Gege... Sepertinya kamu terlambat sedikit." Wang Mingjun bangkit berdiri menyambut kedatangan Suaminya tersebut.


" Maaf, aku sedikit ada kendala." Ucap Ryu seraya memeluk Istrinya tersebut.


" Hhhhmmm... Tidak masalah Gege. Yang penting sekarang kamu sudah datang kesini." Ucap Wang Mingjun sambil membalas pelukan Ryu.

__ADS_1


__ADS_2