
[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]
*******
( Istana Suku Naga )
Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta yang sudah berada di dekat Istana Suku Naga, kini sambil menatap ke arah Istana dimana pasukan Suku Naga juga menyadari kehadiran mereka.
" Dewa Agung, sepertinya mereka meremehkan keberadaan kita." Ucap Tou Shuijing yang para pasukan Suku Naga seakan tidak peduli dengan keberadaan mereka.
Tentu pasukan Suku Naga sangat yakin bahwa Formasi pelindung yang mengelilingi Istana Suku Naga tidak bisa dihancurkan.
" Ya... Biar aku yang menghancurkan pelindung itu." Ucap Ryu sambil menatap ke arah pasukan Suku Naga.
Di sisi lain terlihat beberapa Jenderal Suku Naga yang menatap ke arah Ryu dan bawahannya di atas udara.
" Jenderal... Apa kita tidak menyerang mereka sekarang?" Tanya sosok Komandan.
" Tidak perlu... Pelindung Istana ini sangat kuat. Sejak jutaan tahun yang lalu tidak ada yang berhasil menghancurkan pelindung ini. Kita hanya menunggu sampai mereka sudah kehabisan tenaga. Dengan demikian, kita tidak perlu menggunakan kekuatan penuh untuk membunuh mereka." Ucap salah satu Jenderal yang sangat percaya diri dengan pertahanan pelindung tersebut.
Bahkan beberapa Jenderal yang lain juga mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan.
Di sisi lain Ryu yang sudah mengeluarkan elemen Kehampaan miliknya, kini membentuk bola raksasa di kepalan tangannya.
" Malapetaka."
Wuush!
Ryu melemparkan bola Kehampaan mengarah pada pintu gerbang Istana Suku Naga.
Bboooom!
Sebuah ledakan yang sangat kuat, membuat pelindung Istana Suku Naga hancur berkeping-keping.
Seketika Gerbang pun terbuka diikuti para penjaga terpental ke udara bersama Pintu Gerbang
" Serang!!!" Tou Shuijing berseru dengan lantang sambil melesat ke arah pintu gerbang Istana Suku Naga.
Wuush! Wuush! Wuush!
Semua pasukan Semesta melesat cepat ke arah pintu gerbang, dimana Ryu dan Istrinya langsung berpindah tempat ke halaman Istana Suku Naga.
" Ada Serangan!!!" Teriak para pasukan Suku Naga sambil membunyikan lonceng bahaya.
Para Jenderal yang awalnya terlihat tenang, kini memasang wajah jelek karena tidak menyangka bahwa pelindung tersebut bisa dihancurkan dengan mudah.
__ADS_1
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Semua anggota Pasukan Semesta juga langsung melepaskan serangan terbaik mereka menuju ke arah lautan pasukan Suku Naga.
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Terdengar suara raungan dari berbagai arah, dimana seluruh pasukan Suku Naga langsung berubah wujud menjadi sosok Naga.
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga tidak mau kalah, langsung memperbesar ukuran tubuh mereka hingga membentuk wujud raksasa.
Meskipun pihak lawan telah berubah wujud menjadi Naga yang sangat besar, namun pasukan Semesta tidak gentar sedikitpun untuk menghadapi mereka.
Pertempuran itu pun menggema dan terdengar raungan dari berbagai arah, yang seketika menjadi lautan mayat.
Straaing!
Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir lalu berpindah tempat untuk memenggal kepala pasukan Suku Naga.
Straaing! Straaing! Straaing!
Xie Xian dan Istri Ryu yang lain juga tidak ingin ketinggalan bagian, dimana mereka langsung berpindah tempat dan memenggal kepala pasukan Suku Naga.
Wuush! Wuush! Wuush!
Wuush! Wuush! Wuush!
Jiu Tou She juga melepaskan elemen Air, Api, Petir, Angin dan elemen Es dari masing-masing kepalanya.
Gabungan dari lima elemen tersebut menghancurkan semua bangunan dan para naga yang berada di tempat itu, langsung mati dengan tubuh remuk.
Di dalam Istana Suku Naga, kini wajah Kaisar Suku Naga dan para petinggi Suku Naga memasang wajah jelek karena baru pertama kali pelindung Istana Suku Naga bisa dihancurkan.
" Kita tidak bisa berdiam diri disini. Kita harus membantu mereka." Ucap Kaisar Suku Naga dengan memasang wajah serius.
" Baik." Jawab semua yang berada di tempat itu dengan serempak.
Wuush! Wuush! Wuush!
Satu-persatu yang berada di dalam Istana, langsung keluar untuk membantu pasukan mereka.
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Suara raungan keras dari arah Istana terlihat ratusan Naga yang memiliki ukuran lebih besar menuju ke arah pertempuran.
__ADS_1
" Suamiku, biar kami yang menghadapi mereka. Kamu yang melawan pemimpin mereka." Ucap Xie Xian sambil menunjuk ke arah naga yang sangat besar.
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu berpindah tempat ke depan Kaisar Suku Naga.
Tidak hanya Xie Xian dan Istri Ryu yang lain, Jiu Tou She dan Tou Shuijing juga ikut menghadang pasukan Suku Naga yang memiliki ukuran lebih besar.
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Auman dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She menggema di udara membuat para naga sedikit ketakutan.
" Suku Harimau... Aku tidak menyangka bahwa kalian memiliki kekuatan besar." Ucap Kaisar Suku Naga sambil menatap ke arah sosok kecil yang melayang di depannya.
" Kalian telah meremehkan kekuatan Suku Harimau? Kalian salah besar." Ucap Ryu sambil menatap ke arah naga raksasa yang melayang di depannya.
Sesaat Kaisar Suku Naga melirik ke arah bawahannya yang terlihat ketakutan saat berhadapan dengan Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang memiliki ukuran lebih besar dari mereka.
" Tetap fokus pada pertarungan." Teriak Kaisar Suku Naga yang terlihat geram karena bawahannya sudah kehilangan harga diri sebagai Suku Naga yang terkuat.
Mendengar ucapan tersebut, pasukan Suku Naga dengan segera menghilangkan rasa takut mereka kemudian maju menyerang ke arah 22 Istri Ryu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She beserta Pasukan Semesta
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Raungan keras saling bersahutan dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She, juga dari pihak lawan, menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.
Kini pertukaran serangan dari kedua belah pihak seakan memenuhi bagian atas Istana Suku Naga.
" Transformasi."
Ggooooaaarr!
Ryu langsung berubah wujud menjadi sosok Naga Agung, dimana elemen Kehampaan miliknya menyambar siapapun yang mendekatinya.
" Ini... Ini benar-benar Pembantaian." Gumam Jenderal Besar yang melihat serangan dari Ryu dimana setiap sambaran elemen Kehampaan mampu membunuh pasukan Suku Naga yang berada di sekitarnya.
Kaisar Suku Naga juga memasang wajah jelek karena elemen aneh yang Ryu miliki seakan memiliki mata dan pikiran sendiri, meskipun Ryu sedang bertarung dengannya.
" Para Jenderal... Serang Naga berwarna keemasan Itu!" Perintah Jenderal Besar sambil menunjuk ke arah Ryu yang sedang bertarung melawan Kaisar Suku Naga.
Dengan sebuah anggukan, semua Jenderal Suku Naga melesat cepat dan menyerang Ryu secara bersamaan untuk mambantu Kaisar Suku Naga.
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Baru saja semua Jenderal Suku Naga terbang mendekati Ryu, kini tubuh mereka langsung disambar elemen Kehampaan yang membuat mereka jatuh ke tanah.
Saat itu juga Luan Hua, Luan Quan, Luan Qian, Luan Qiang Luan Weily dan Wenlie melesat ke arah para Jenderal, langsung memenggal kepala mereka dengan sepasang sayap kupu-kupu yang sangat tajam.
__ADS_1