SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 184. Suku Rubah Langit 2


__ADS_3

Meskipun demikian, di sela pertarungannya dengan Raja Suku Rubah Langit, Ryu juga menyempatkan waktu untuk berteleportasi menyerang dan menebas kelompok pasukan Suku Rubah Langit saat menemukan celah.


Setelah beberapa Jam, akhirnya kelompok Rubah Langit merasa Kelelahan karena mereka terus di Serang bergantian oleh Pasukan Penjelajah hingga akhirnya tubuh mereka banyak mengeluarkan Darah akibat luka sayatan di seluruh tubuh mereka.


Ggooooaaarr!


Sebuah raungan keras dari kejauhan kini sedang menuju ke arah pertarungan antara Ryu dan Istrinya melawan Suku Rubah Langit.


" Hmmm... Ternyata Ratu Suku Rubah Langit sedang menuju kesini." Gumam Ryu di sela pertarungannya.


Xie Xian dan Istri Ryu yang lain yang menyadari kehadiran pasukan Suku Rubah Langit yang lain, langsung melancarkan serangan terkuat mereka untuk membunuh semua pasukan Suku Rubah Langit yang berada di tempat itu.


" Aku harus menyelesaikan pertarungan ini." Ryu bergumam sambil mengayunkan pedangnya untuk menyerang Raja Suku Rubah Langit.


Traaang! Traaang! Traaang!


Pertemuan antara Pedang Naga Petir dan Cakar Raja Suku Rubah Langit menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.


" Tebasan Kehampaan."


Ryu mengalirkan Qi pada Pedang Naga Petir hingga terlihat elemen Kehampaan bergerak liar menyelimuti pedang tersebut.


" Gawat." Raja Suku Rubah Langit yang tidak sempat menghindar, langsung menciptakan pelindung dengan kekuatan penuh.


Traaang!


Aaarrrggghhhh!


Raja Suku Rubah Langit berteriak keras karena cakar miliknya terpotong dengan sempurna.


Craaash!


Tubuh Raja Suku Rubah Langit terbelah menjadi dua bagian.


Di saat bersamaan, Xie Xian dan Istri Ryu yang lain juga telah berhasil membunuh pasukan Suku Rubah Langit.


Baru saja mereka berhasil membunuh pasukan Suku Rubah Langit, kini kelompok lain mulai bermunculan di hadapan mereka.


Sesaat Ryu menatap ke arah Formasi Cakar Hitam yang kini terlihat pasukan Suku Rubah Langit yang berada di dalamnya sudah banyak kehilangan tenaga.


" Bunuh yang ada di tempat itu" Ryu tidak ingin mengambil resiko, lebih memilih untuk melawan pasukan Suku Rubah Langit yang sudah banyak terluka.


Straaing!


Buussshh!

__ADS_1


Ryu berpindah tempat di dekat salah satu Formasi Cakar Hitam, lalu melepaskan Formasi tersebut dari salah satu pasukan Suku Rubah Langit yang dia kurung sebelumnya.


Straaing!


Ryu kembali berpindah tempat untuk menghadang pasukan Suku Rubah Langit yang baru datang.


Buussshh!


Ryu kembali mengurung pasukan Suku Rubah Langit yang baru datang tersebut meskipun ada beberapa yang sempat lolos.


Melihat apa yang dilakukan suami mereka, Xie Xian dan Istri Ryu yang lain langsung menghadang pasukan Suku Rubah Langit yang lolos.


" Biarkan aku yang membunuh pasukan Suku Rubah Langit yang sudah terluka itu." Ucap Tan Shuying sambil menatap pasukan Suku Rubah Langit yang mengalami Luka akibat Formasi Cakar Hitam.


" Ya." Jawab Xie Xian dan yang lain, karena mereka pikir bahwa Tan Shuying lebih cocok untuk membunuh mereka yang sedang terluka dengan wujud besarnya.


Wuush!


Tan Shuying melompat ke arah pasukan Suku Rubah Langit yang terluka.


Bboooom!


Dengan wujud besarnya Tan Shuying membunuh puluhan pasukan Suku Rubah Langit yang semuanya terluka hanya dengan satu kali serangan.


" Ternyata dia bisa menyelesaikan seorang diri." Ryu bergumam sambil menatap ke arah Tan Shuying yang melakukan serangannya dengan ganas.


Straaing!


Pasukan Suku Rubah Langit yang baru terkurung melihat rekan mereka dengan mudah dibunuh, kini semakin marah kehilangan kendali membuat mereka menyerang dinding Formasi Cakar Hitam dari segala arah yang mengakibatkan mereka banyak yang terluka parah.


Hal itu membuat keuntungan besar bagi Ryu dan Istrinya, akan lebih mudah mengalahkan mereka nantinya saat Formasi cakar Hitam terbuka.


Saat semua pasukan Suku Rubah Langit yang berada di luar Formasi Cakar Hitam semuanya sudah terbunuh, Ryu langsung membuka kembali Formasi Cakar Hitam yang kedua dimana pasukan Suku Rubah langit bayak yang terluka.


" Cepat bunuh mereka semua." Xie Xian dan yang lain langsung melesat ke arah Formasi Cakar Hitam yang baru saja terbuka, lalu membunuh mereka semua.


" Kalian terlalu ganas." Ryu bergumam sambil menatap ke arah Istrinya yang seperti haus darah.


Baru Saja Formasi Cakar Hitam yang kedua terbuka, pasukan Suku Rubah Langit yang lain juga berdatangan.


" Apa apaan ini?" Ryu memasang wajah jelek karena pasukan Suku Rubah Langit seakan tidak ada habisnya.


Straaing!


Buussshh!

__ADS_1


Ryu kembali berpindah tempat untuk menghadang pasukan Suku Rubah Langit yang bermunculan, lalu menciptakan Formasi Cakar Hitam untuk mengurung mereka.


" Sialan... Mereka terlalu banyak." Ryu menggerutu karena masih banyak yang lolos dari Formasi yang dia ciptakan.


Rrraawr! Rrraawr! Rrraawr!


Ratusan pasukan Suku Rubah Langit terlihat geram, langsung melesat ke arah Ryu, karena Ryu mengurung rekan mereka.


" Suamiku." Gong Ziya yang melihat kejadian itu, langsung berpindah tempat ke arah Ryu dengan menggunakan teknik teleportasi.


" Amarah Dewi Bulan."


Gong Ziya mengeluarkan duplikat Bulan, langsung terbang ke atas mereka.


Wuush! Wuush! Wuush!


Ratusan bola cahaya keluar dari duplikat Bulan, langsung menghujam pasukan Suku Rubah Langit yang berada di wilayah teknik Amarah Dewi Bulan.


" Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Ratusan bola cahaya menghantam tubuh pasukan Suku Rubah Langit, hingga membuat mereka terluka parah.


" Cepat bunuh wanita itu!" Salah satu petinggi Suku Rubah Langit memberi perintah sambil menunjuk ke arah Gong Ziya yang banyak membunuh bawahan mereka.


" Baik." Beberapa petinggi yang memiliki Kultivasi Pendekar Semesta tahap awal langsung melesat ke arah Gong Ziya.


Tentu mereka tidak terlalu terkena dampak serangan tersebut, karena teknik yang dimiliki Gong Ziya hanya mampu membunuh dibawah tingkat Kultivasi Pendekar Langit tahap akhir.


Sedangkan untuk Pendekar Surgawi keatas masih bisa bertahan, meskipun mendapatkan beberapa luka bakar.


" Aku tidak akan membiarkan kalian melakukannya." Ryu langsung menghadang beberapa sosok yang ingin menyerang Gong Ziya.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Ryu langsung mengayunkan pedangnya untuk membunuh mereka yang mendekati Gong Ziya.


Di sisi lain Xie Xian dan Istri Ryu bersama Hewan Kontrak mereka yang sudah berada di atas angin kini begitu bersemangat bergerak liar membunuh pasukan Suku Rubah Langit yang kini sudah lemah.


" Sialan... Pasukan Suku Rubah Langit itu mengorbankan diri mereka untuk menyerang jiwaku." Ryu bergumam sambil mengayunkan pedangnya untuk menyerang pihak lawan.


Tentu saja itu berasal dari Formasi Cakar Hitam yang Ryu ciptakan akibat diserang secara terus menerus.


Apalagi kini Ryu sudah menciptakan tiga Formasi yang menuntut sebuah konsentrasi yang sangat tinggi agar Formasi Cakar Hitam tidak hancur.


Xie Xian dan Istri Ryu yang menyadari bahwa suami mereka sedang kesulitan, kini dengan cepat membunuh pasukan Suku Rubah Langit di tempat sebelumnya.

__ADS_1


Straaing! Straaing! Straaing!


Xie Xian dan yang lain langsung berpindah tempat ke arah Ryu dan Gong Ziya untuk menghadang pasukan Suku Rubah Langit yang sangat banyak.


__ADS_2